Breaking News

Unsur apa saja yang dominan pada cuplikan-cuplikan cerita berikut? Berkelompoklah untuk mendiskusikan unsur-unsur cerpen.

Questions and Answer Key Curriculum Indonesian Class 11 2017 2013 Revision Task 1 any dominant element in the following story excerpts Page 121-124 Chapter 4 (Imitate Lives of Short Stories) ~ Assalamualikum semuanya, kembali lagi bersama laguasyik.com. Pada kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Tugas 1 Unsur apa saja yang dominan pada cuplikan-cuplikan cerita berikut Halaman 121-124 Bab 4 (Meneladani Kehidupan dari Cerita Pendek) kepada para siswa/siswi yang melihat artikel ini. Yuk, kita langsung saja ke soal dan jawabannya. ~

Tugas 1

1. Unsur apa saja yang dominan pada cuplikan-cuplikan cerita berikut? Berkelompoklah untuk mendiskusikan unsur-unsur cerpen.

a. Kalau begitu mengapa Syarifudin meninggal pada hari kedua, setelah dia disunat? Darah tak banyak keluar dari lukanya. Syarifudin kan juga penurut. Pendiam. Setengah bulan, hampir, dia mengurung diri karena kau mengatakan kelakuan abangnya sehari sebelum disunat itu. Aku tidak percaya jika hanya oleh melompat-lompat dan berkejaran setengah malam penuh. Aku tidak percaya itu. Aku mulai percaya desas-desus itu bahwa kau orang yang tamak. Orang yang kikir. Penghisap. Lintah darat. Inilah ganjarannya! Aku mulai percaya desas-desus itu, tentang dukun-dukun yang mengilu luka sunatan anak-anak kita. Aku mulai yakin, mereka menaruh racun di pisau dukun-dukun itu.

Unsur yang dominan pada Cuplikan 1 adalah Gaya Bahasa.

Penulis menandai karakter dengan jelas serta menimbulkan suasana melalui kata-kata yang digunakan.

Contoh pada karakter Syarifudin yang penurut dan pendiam. Tentang seseorang yang tamak, kikir, penghisap, daa lintah darat. Tentang karakter aku yang digambarkan suka menolong. Suasana yang digambarkan adalah suasana penuh kemarahan.

Kalau benar begitu, apalagi yang sekarang mereka sakitkan hati? Aku telah lama mengubah sikapku. Tiap ada derma, aku sumbang. Tiap kesusahan, aku tolong. Tidak seorang dari mereka yang tidak kuundang dalam pesta tadi malam. Kaulihatkan, tiga teratak itu penuh mereka banjiri. Aku yakin mereka telah menerimaku, memaafkanku.

b. “Terus solusinya bagimana?”

“Kita berempat sudah berunding. Karena Maya takut gelap, dia harus selalu tidur lebih dulu dari kami tidur minimal setengah jam sesudahnya supaya ketika kami mematikan lampu, dia udah tidur. Kalau dia terlambat berarti risiko dia. Tapi karena kami baik, he … he…” Siwi tertawa sejenak. “Jika ternyata kami sudah tidur dan dia belum dia boleh menyalakan lampu minyak. Nah … biar yang lain tidak terganggu sinarnya lampu minyak itu, dia pindah ke tempat tidur yang paling ujung. Bergantian dengan Dinda. Begitu, Bu.”

Unsur yang dominan pada Cuplikan 2 adalah Penokohan dengan cara penggambaran fisik dan perilaku tokoh

Penulis menandai tokoh Maya yang takut gelap, sehingga teman-temannya yang lain memberikan solusi atas ketakutannya tersebut.

2. Kerjakanlah latihan berikut sesuai dengan instruksinya!

a. Perhatikanlah kutipan-kutipan di bawah ini!

b. Bagaimana watak dari tokoh yang ada pada cuplikan-cuplikan tersebut?

c. Dalam diskusi kelompok, jelaskan cara pengarang di dalam menggambarkan watak dari tokoh-tokoh tersebut!

1) Aku tahu emak tentu tidak akan datang. Tidak mau, katanya tidak pantas. “Sekolah itu kan tempat priayi lho, Gus. Emakmu ini apakah, ndak ilok kalau berada di tempat itu.”

“Oalah, Mak, Mak! Priayi itu zaman dulu, sekarang ini orangsama saja, yang membedakan itu kan isinya,” aku menekankan  telunjuk ke keningku.

“Itulah Gus yang Emak maksudkan priayi. Emak tidak mau  ke tempat yang angker itu. Nanti Emakmu ini hanya akan jadi tontonan saja, karena plonga-plongo kayak kerbau. Kasihan kamu, Gus.”

Kutipan 1 menceritakan tentang emak dan anaknya. Sang anak membujuk emaknya agar mau datang ke sekolahnya. Watak yang digambarkan pada dilihat dari kalimat;

Aku tahu emak tentu tidak akan datang. Tidak mau, katanya tidak pantas. (keras kepala)

“Itulah Gus yang Emak maksudkan priayi. Emak tidak mau ke tempat yang angker itu. Nanti Emakmu ini hanya akan jadi tontonan saja, karena plonga-plongo kayak kerbau. Kasihan kamu, Gus.” (penakut dan kolot. Penggambaran fisik pada kata plonga-plongo)

Nama tokoh : Emak

  • Watak : sederhana, merasa rendah diri.
  • Cara penggambaran : penulis menggambarkan tokoh “Emak” yang menolak datang ke sekolah karena tokoh tersebut merasa minder.

Nama tokoh : Gus (aku)

  • Watak : berpikiran modern.
  • Cara penggambaran : Gus (aku) digambarkan sebagai tokoh yang berpikiran modern dilihat dari cara berbicara yang terkesan mengkritik cara berpikir zaman dulu.

2) “Kau punya anak, punya istri. Dari itu kau punya pegangan hidup, punya tujuan minimal. Tapi yang terpenting kau punya tangan. Hingga kau dapat mencapai apa saja yang kau maui. Sebagai suami, sebagai ayah, sebagai lelaki, sebagai manusia juga, seperti yang kita omongkan dulu, kau dapat mencapai sesuatu yang Kau inginkan. Alangkah indahnya hidup ini, kalau kita mampu berbuat apa yang kita inginkan. Tapi kini aku tentu saja tak dapat berbuat apa yang kuinginkan. Masa mudaku habis sudah ditelan kebuntungan ini.”

Kutipan 2, nama tokoh terdapat pada akhir kalimat (Tapi kini aku tentu saja tak dapat berbuat apa yang kuinginkan. Masa mudaku habis sudah ditelan kebuntungan ini). Watak dan cara penggambaran tampak pada kalimat ini juga.

Nama tokoh : Aku

  • Watak : putus asa
  • Cara penggambaran : tokoh “aku menganggap dirinya kurang beruntung sehingga ia merasa putus asa

Nama tokoh : kau

  • Watak : optimis, punya tujuan hidup, bersemangat
  • Cara penggambaran : penulis menggambarkan tokoh “kau” sebagaio orang yang memiliki pegangan hidup sehingga mampu berbuat apa saja yang dia inginkan.

3. a. Bagaimana keberadaan latar yang ada pada cuplikan-cuplikan berikut? Diskusikanlah secara berkelompok!

1) Kalau Bapak mengizinkan, saya ingin meminjam kendaraan untuk membawanya ke rumah sakit. “Maaf, Pak, pada malam hari kendaraan umum sangat jarang ada. “Boleh, Pak Asmar. Bawalah anak itu cepat-cepat ke dokter! Ini kunci mobil dan sedikit uang untuk berobat !”

2) ‘Terdengar bunyi langkah di beranda muka, kemudian suara mengucapkan, “Selamat Malam.” Kus terkejut, sebab suara itu dikenalnya, dr. Hamzah, selalu saja ia memburu aku. Apa pula teorinya sekali ini. Didengarnya dr.Hamzah dengan orang tuanya bercakap-cakap dan sekali-sekali kedengaran namanya disebut meskipun kurang jelas benar percakapan itu ke kamarnya. Akhirnya Kus hendak serta duduk di sana. Jangan-jangan yang tidak-tidak nanti dibicarakannya tentang aku.

Kutipan Jenis Latar
Waktu Tempat Suasana
1 Malam hari Di rumah Panik, tergesa-gesa, cemas
2 Malam hari Di rumah orang tua Kus Penuh selidik, penasaran.

4. a. Bagaimana keberadaan unsur-unsur intrinsik dari cerpen “Robohnya Surau Kami”? Paparkanlah dengan berdiskusi kelompok!

Unsur-Unsur Cerita Paparan
a. Tema Tema yang digunakan pada cerpen robohnya surau kami adalah seorang kepala keluargan yang dimana tidak memiliki kemampuan dalam menghidupi keluargnaya.
b. Amanat
  • Jangan dapat dengan mudah untuk direndahkan oleh orang lain
  • Jangan membanggakan diri sendiri apabila berbuat kebaikan
  • Jangan dapat dengan mudah untuk terlena dengan gelar yang dimana terbilang besar
  • Jangan dengan mudah untuk melakukan penyia-nyiaan dari berabgai macam hal yang telah dimiliki
  • Jangan menjadi orang yang egois.
c. Penokohan
  • Aku yang memiliki watak ingin tahu urusan orang lain
  • Ajo Sidi seorang pembohong
  • Kakek seorang yang egois, lalai, dan dapat dengan mudah untuk dikendalikan orang lain
  • Haji Soleh orang yang mementingkan diri sendiri
  • Sudut pandang yang digunakan adalah pengarang menjadi seorang tokoh utama.
d. Latar Beberapa tahun yang lalu
e. Alur Alur mundur, hal ini dikarenakan menceritakan sebuah kejadian yang telah lama berlalu yang menjadi sebab dari kematian kaken Garin.
f. Latar belakang budaya, ekonomi, religi, politik Latar belakang budaya : Tidak ada

Latar belakang ekonomi, terdapat isi cerpen yang membahas tentang ekonomi misalnya :

  • Karena kerelaanmu itu, anak cucumu tetap juga melarat, bukan?
  • Sedang harta bendamu kau biarkan oranglain mengambilnya untuk anak cucu mereka

Latar belakang religi misalnya :

  • Alangkah tercengangnya Haji Saleh, karena di neraka itu banyak temannya di dunia terpanggang panas, merintih kesakitan.
  • Bagaimana Tuhan ktia ini, …bukankah kita disuruh-Nya taat beribadah, teguh beriman?
  • Benar Tuhanku, tapi bagi kam soal harta benda itu, kami tak mau tahu. Yang penitng bagi kami ialah menyembah dan memuji Engkau

Latar belakang politik :

  • Negeri yang lama diperbudak orang lain itu?

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Tugas 1 Unsur apa saja yang dominan pada cuplikan-cuplikan cerita berikut Halaman 121-124 Bab 4 (Meneladani Kehidupan dari Cerita Pendek)”, Dan terima kasih sudah berkunjung blog yang sederhana. Semoga kunci jawaban ini bisa membantu kalian yang belum menjawab Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Tugas 1 Unsur apa saja yang dominan pada cuplikan-cuplikan cerita berikut Halaman 121-124 Bab 4 (Meneladani Kehidupan dari Cerita Pendek). Jika ada kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika ada pertanyaan dan ada saran untuk kelebihan dan kekurangan selain ini bisa komen di kolom komentar.

Kata Kunci:

  • https://laguasyik com/unsur-apa-saja-yang-dominan-pada-cuplikan-cuplikan-cerita-berikut-berkelompoklah-untuk-mendiskusikan-unsur-unsur-cerpen/

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Kota A dan kota B pada peta berjarak 6 cm. Jarak sebenarnya kedua kota tersebut adalah 120 km. Jika Kota B dan Kota C pada peta yang sama berjarak 4 cm, maka tentukan jarak sebenarnya Kota B dan Kota C!

[Kunci Jawaban] Kota A dan kota B pada peta berjarak 6 cm. Jarak sebenarnya kedua …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!