Breaking News

Fase-Fase Gerakan dalam Jalan Cepat

Questions and Answer Keys for Class 7 Physical Education Curriculum 2013 Revised 2016 Write down the phases of movement in a brisk walk Page 160 (Athletic Learning Activities) ~ Assalamualikum semuanya, kembali lagi bersama laguasyik.com. Pada kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Penjaskes Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Tuliskan fase-fase gerakan dalam jalan cepat Halaman 160 (Aktivitas Pembelajaran Atletik) kepada para siswa/siswi yang melihat artikel ini. Yuk, kita langsung saja ke Soal dan Jawabannya. ~

Penilaian Pelajaran  3

Penilaian Pengetahuan Tugas Individu

B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan tepat! Kerjakan di rumah dan dikumpulkan pada pertemuan berikutnya!

1. Jelaskan perbedaan antara jalan dan lari.

Perbedaan antara jalan dan lari

  • Jalan merupakan gerak berpindah tempat atau memindahkan tubuh dari satu titik ke titik lainnya dengan cara melangkah menggunakan kaki secara bergantian. Gerak tubuh yang kita lakukan dalam berjalan didominasi oleh langkah kaki, meskipun gerak tangan, dan anggota badan lainnya juga di perlukan tetapi gerak langkah kaki sebagai gerak utama. Jalan, pada gerakan jalan, langkah-langkah kaki yang kita gerakan selalu ada salah satu kaki yang berhubungan atau kontak dengan tanah.
  • Jadi pengertian lari juga sama dengan jalan yaitu gerak berpindah tempat atau memindahkan tubuh daei satu titik ke titik lainnya dengan cara melangkah menggunakan kaki secara bergantian. Namun antara jalan dan lari ada perbedaan yang signifikan terutama kontak kaki dengan tanah. Lari, pada gerakan lari, langkah-langkah kaki yang kita gerakan ada saat kedua kaki tidak berhubungan dengan tanah. Artinya pada lari pada saat tertentu kedua kaki melayang di udara.

2. Tuliskan fase-fase gerakan dalam jalan cepat.

Cara melakukan gerakan spesifik fase tumpuan dua kaki jalan cepat,yaitu :

  1. Fase gerakan tumpuan dua kaki ini terjadi sangat singkat.
  2. Pada saat kedua kaki menyentuh tanah, pada saat itu pula berakhir dorongan yang diikuti oleh gerakan tarikan.
  3. Tarikan ini lebih lama dan menyebabkan gerakan berlawanan antara bahu dan pinggul.
  4. Lakukan gerakan fase tumpuan dua kaki berulang-ulang.

Cara melakukan  gerakan spesifik fase tarikan kaki jalan cepat, yaitu :

  1. Fase gerakan tarikan dimulai setelah gerakan terdahulu selesai.
  2. Gerakan ini dilakukan oleh kaki depan akibat kerja tumit dan koordinasi seluruh bagian badan.
  3. Gerakan ini selesai apabila badan berada di atas kaki penopang.
  4. Lakukan gerakan fase tarikan kaki berulang-ulang.

Cara melakukan gerakan spesifik fase relaksasi jalan cepat ,yaitu :

  1. Tahap ini berada antara selesainya fase tarikan dan awal dari fase dorongan kaki.
  2. Pinggang ada pada bidang yang sama dengan bahu.
  3. Lengan vertikal dan paralel di samping badan.
  4. Lakukan gerakan fase relaksasi berulang-ulang.

Cara melakukan gerakan spesifik fase dorongan kaki jalan cepat ,yaitu :

  1. Fase ini dilakukan apabila fase terdahulu selesai dan bila titik pusat gravitasi badan mengambil alih kaki tumpu.
  2. Kaki yang baru saja menyelesaikan tarikan mulai mengambil alih gerakan dorongan. Kaki yang lain bergerak maju dan diluruskan
  3. Jangkauan gerak yang lebar di mana pinggang berada pada sisi yang sama, maju searah, memungkinkan suatu fleksibilitas yang besar dan memberi kaki dorong waktu yang lebih lama bekerja dengan meluruskan pergelangan kaki
  4. Lengan melakukan fungsi pengimbangan secara diametris/wajar berlawanan dengan kaki.
  5. Lakukan gerakan fase dorongan kaki berulang-ulang.

3. Jelaskan cara melakukan start dalam jalan cepat.

  1. Posisi badan Berdiri beberapa meter di belakang garis Start.
  2. Setelah mendengar aba-aba “BERSEDIA” dari petugas start, maka segeralah maju dan tempatkan salah satu kaki di belakang garis start dengan lutut yang sedikit ditekuk, sedangkan kaki yang satunya berada di belakang dengan lurus dan rileks.
  3. Badan agak Condong kedepan tumpuan badan berada di kaki bagian depan, dengan kedua lengan bergantung lemas dan menempel pada samping badan.
  4. Pandangan mata lurus kedepan.
  5. Pada saat mendengar aba-aba “YA” atau bunyi pistol dari panitia, segera langkahkan kaki kedepan, dan selanjutnya jalan terus secepat-cepatnya sampai melewati garis Finish.

4. Jelaskan cara melakukan gerakan dalam jalan cepat.

  • Teknik Awalan (Start)

Teknik awalan merupakan teknik yang dilakukan oleh atlet sesaat sebelum memulai lari. Tahapan-tahapan yang dilakukan oleh atlet pada teknik start ini adalah sebagai berikut.

  1. Atlet dengan sikap bersedia yaitu berdiri di belakang garis
  2. Ketika petugas membunyikan aba-aba untuk bersedia, letakkan salah satu kaki lurus ke belakang sementara satu kaki lainnya digerakkan ke depan (masih di belakang garis start) dengan lutut sedikit ditekukkan.
  3. Posisi badan lurus dan agak maju ke depan sementara posisi kedua tangan rileks di sisi-sisi badan. Berat badan ditumpukan pada kaki bagian depan.
  4. Ketika terdengar aba-aba “ya” atau bunyi pistol dari petugas, gerakkan kaki belakang ke depan dengan mengayunkan tangan ke belakang dan ke depan secara harmonis dan bergantian.
  • Posisi Badan

Teknik dasar jalan cepat yang kedua yaitu mengenai posisi badan ketika melakukan jalan cepat setelah aba-aba atau peluit dibunyikan. Sikap atau posisi tubuh ketika melakukan jalan cepat yang benar yaitu menghadap lurus ke depan, siku membentuk sudut 90 derajat dan tangan digerakkan harmonis dengan kaki secara bergantian.

  • Teknik Langkah Kaki

Teknik selanjutnya yang juga krusial yaitu langkah kaki saat jalan cepat. Teknik dasar jalan cepat yang benar yaitu kaki digerakkan ke depan dengan berat atau beban tubuh bertumpu pada paha. Ketika menggerakkan kaki ke depan, lutut sedikit ditekuk seiring dengan ayunan kaki. Ketika kaki bersentuhan dengan tanah, yang mendarat terlebih dahulu adalah bagian tumit lalu ujung kaki.

  • Teknik Akhiran (Finish)

Teknik akhiran atau finish yang benar dalam jalan cepat yaitu jangan langsung berhenti ketika menyentuh garis finish. Sebaliknya, tetap lakukan gerakan jalan cepat yang sama setidaknya sampai sejauh 5 meter dari garis finish. Setelah menyentuh garis akhir, gerakan semakin melambat hingga akhirnya benar-benar berhenti. Perlambatan gerak ini terlihat dari tumpuan beban tubuh berganti dari kaki satu ke kaki yang lainnya.

  • Teknik Awalan (Start)

Teknik awalan merupakan teknik yang dilakukan oleh atlet sesaat sebelum memulai lari. Tahapan-tahapan yang dilakukan oleh atlet pada teknik start ini adalah sebagai berikut.

  1. Atlet dengan sikap bersedia yaitu berdiri di belakang garis
  2. Ketika petugas membunyikan aba-aba untuk bersedia, letakkan salah satu kaki lurus ke belakang sementara satu kaki lainnya digerakkan ke depan (masih di belakang garis start) dengan lutut sedikit ditekukkan.
  3. Posisi badan lurus dan agak maju ke depan sementara posisi kedua tangan rileks di sisi-sisi badan. Berat badan ditumpukan pada kaki bagian depan.
  4. Ketika terdengar aba-aba “ya” atau bunyi pistol dari petugas, gerakkan kaki belakang ke depan dengan mengayunkan tangan ke belakang dan ke depan secara harmonis dan bergantian.
  • Posisi Badan

Teknik dasar jalan cepat yang kedua yaitu mengenai posisi badan ketika melakukan jalan cepat setelah aba-aba atau peluit dibunyikan. Sikap atau posisi tubuh ketika melakukan jalan cepat yang benar yaitu menghadap lurus ke depan, siku membentuk sudut 90 derajat dan tangan digerakkan harmonis dengan kaki secara bergantian.

  • Teknik Langkah Kaki

Teknik selanjutnya yang juga krusial yaitu langkah kaki saat jalan cepat. Teknik dasar jalan cepat yang benar yaitu kaki digerakkan ke depan dengan berat atau beban tubuh bertumpu pada paha. Ketika menggerakkan kaki ke depan, lutut sedikit ditekuk seiring dengan ayunan kaki. Ketika kaki bersentuhan dengan tanah, yang mendarat terlebih dahulu adalah bagian tumit lalu ujung kaki.

  • Teknik Akhiran (Finish)

Teknik akhiran atau finish yang benar dalam jalan cepat yaitu jangan langsung berhenti ketika menyentuh garis finish. Sebaliknya, tetap lakukan gerakan jalan cepat yang sama setidaknya sampai sejauh 5 meter dari garis finish. Setelah menyentuh garis akhir, gerakan semakin melambat hingga akhirnya benar-benar berhenti. Perlambatan gerak ini terlihat dari tumpuan beban tubuh berganti dari kaki satu ke kaki yang lainnya.

5. Jelaskan cara memasuki garis finish dalam jalan cepat.

  1. Lari terus tanpa mengubah sikap lari
  2. Dada dibusungkan ke depan dengan posisi tangan lurus ke belakang
  3. Salah satu bahu maju ke depan (Dada di putar ke salah satu sisi)
  4. Kepala di tundukkan dengan kedua tangan di ayunkan ke belakang

6. Tuliskan macam-macam start jongkok.

  • Start Panjang (Long Start)
  • Start Menengah (Medium Start)
  • Start Pendek (Short Start)

7. Jelaskan cara melakukan start pendek dalam atletik.

  1. Sikap jongkok rileks.
  2. Lutut kaki kanan menempel di tanah.
  3. kaki kiri terletak di antara kaki kanan dan lutut kaki kanan.
  4. Ke dua tangan menempel di atas garis start dengan membentuk huruf huruf ‘ v ‘ terbalik.

8. Jelaskan cara melakukan langkah kaki dalam lari jarak pendek.

  1. Melakukan awalan dengan sikap start jongkok.
  2. Kaki menolak sekuatnya sampai mengejang lurus menggunakan ujung kaki.
  3. Lutut diangkat tinggi setinggi panggul.
  4. Tungkai bawah mengayun ke depan untuk mencapai langkah lebar.
  5. Langkah kaki diperlebar dan dipercepat.

9. Jelaskan cara melakukan ayunan lengan dalam lari jarak pendek.

Yaitu dengan cara lengan diayun setinggi hidung. posisi sikut ditekuk membentuk sudut siku-siku

10. Jelaskan cara memasuki garis finish lari jarak pendek.

  1. Berlari secepat mungkin, jika perlu ditingkatkan kecepatannya seakan-akan garis finish masih 10 m di belakang garis sesungguhnya.
  2. Setelah sampai ± satu meter di depan garis finish, dorong badan ke depan tanpa mengurangi kecepatannya.
  3. Sampai garis finish membusungkan dada, tangan ditarik ke belakang atau putar salah satu bahu ke depan.

11. Tuliskan macam-macam gerakan lompat jauh.

  • awalan/ancang-ancang
  • tolakan/tumpuan
  • sikap badan di udara
  • sikap mendarat

12. Jelaskan cara melakukan awalan dalam lompat jauh.

  1. Tergantung tingkat prestasi, lari ancang-ancang beragam antara 10 sampai 20 langkah.
  2. Tambah kecepatan lari ancang-ancang sedikit demi sedikit sebelum bertolak/ bertumpu. kecepatan ancang-ancang dipertahankan tetap maksimal sampai mencapai papan bertolak
  3. Pinggang turun sedikit pada satu langkah akhir ancang-ancang
  4. Jarak awalan 30 – 45 meter.

13. Jelaskan cara melakukan tumpuan dalam lompat jauh.

  1. Ayunkan paha kaki-bebas cepat ke posisi horizontal dan dipertahankan.
  2. Luruskan sendi mata kaki, lutut dan pinggang pada waktu melakukan tolakan
  3. Bertolaklah ke depan dan ke atas (sudut tolakan 45).

14. Jelaskan cara melakukan melayang di udara lompat jauh gaya jongkok.

  1. Saat kaki tolak, titik berat badan ke atas, diikuti dengan kaki tolak menyusul kaki ayun.
  2. Saat melayang kedua kaki sedikit ditekuk, sehingga posisi badan berada dalam sikap jongkok (untuk jongkok).
  3. Kemudian saat akan mendarat kedua kaki diarahkan ke depan, yaitu bersamaan dengan kedua lengan diluruskan ke depan.

15. Jelaskan cara mendarat lompat jauh gaya jongkok.

  1. Tariklah lengan dan tubuh ke depan-bawah.
  2. Tariklah kaki mendekati badan.
  3. Luruskan kaki dan tekuk lagi sedikit sesaat sebelum menyentuh tanah.
  4. Bila kedua kaki telah mendarat di bak pasir, duduklah atas kedua kaki.

16. Tuliskan gerakan-gerakan dalam tolak peluru.

  • Gaya O’Brien,adalah gerakan yg dilakukan dengan cara membelakangi tolakan
  • Gaya Ortodok, adalah gerakan yg dilakukan dengan awalan menyamping.

17. Jelaskan cara memegang peluru.

  1. Peluru dipegang dengan jari-jari tangan dan terletak pada telapak tangan bagian atas.
  2. Peluru diletakkan pada telapak tangan bagian atas atau pada ujung telapak tangan yang dekat dengan jari-jari tangan.
  3. Jari-jari tangan direnggangkan atau dibuka (jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk) dipergunakan untuk menahan dan memegang peluru bagian belakang.
  4. Jari kelingking dan ibu jari digunakan untuk memegang/menahan peluru bagian samping, yaitu agar peluru tidak tergelincir ke dalam atau ke luar.
  5. Setelah peluru tersebut dapat dipegang dengan baik, kemudian letakkan pada bahu dan menempel (melekat) di leher. Siku diangkat ke samping sedikit agak serong ke depan.
  6. Pada waktu memegang dan meletakkan peluru pada bahu, usahakan agar keadaan seluruh badan dan tangan jangan sampai kaku, tetapi harus dalam keadaan lemas (rileks). Tangan dan lengan yang lain membantu menjaga keseimbangan.

18. Jelaskan cara menolak peluru.

  1. Bersamaan dengan memutar badan ke arah tolakan, siku ditarik serong ke atas ke belakang (ke arah samping kiri), pinggul dan pinggang serta perut diputar ke depan agak ke atas hingga dada terbuka menghadap ke depan serong ke atas ke arah tolakan. Dagu diangkat atau agak ditengadahkan, pandangan tertuju ke arah tolakan.
  2. Saat seluruh badan (dada) menghadap ke arah tolakan, secepatnya peluru tersebut ditolakkan sekuat-kuatnya ke atas ke depan ke arah tolakan (parabola) bersamaan dengan bantuan tolakan kaki kanan.

19. Jelaskan sikap badan setelah menolakkan peluru.

  1. Setelah peluru yang ditolakkan atau didorong tersebut lepas dari tangan, secepatnya kaki yang dipergunakan untuk menolak itu diturunkan atau mendarat (kaki kanan) kira-kira menempati tempat bekas kaki kiri (kaki depan), dengan lutut agak dibengkokkan.
  2. Kaki kiri (kaki depan) diangkat ke belakang lurus dan lemas untuk membantu menjaga keseimbangan.
  3. Badan condong ke depan, dagu diangkat, badan agak miring ke samping kiri, pandangan ke arah jatuhnya peluru.
  4. Tangan kanan dengan sikut agak dibengkokkan berada di depan sedikit agak di bawah badan, tangan/lengan kiri lemas lurus ke belakang untuk membantu menjaga keseimbangan.

20. Jelaskan kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat menolak peluru.

  1. Sikap/posisi awal yang tidak seimbang.
  2. Gerakan menolak peluru yang tidak benar dilakukan dengan lompatan dengan kaki kanan.
  3. Mengangkat tubuh terlalu tinggi dalam gerakan meluncur.
  4. Tidak menarik kaki kanan cukup jauh ke bawah badan.
  5. Mendarat dengan kaki kanan menghadap ke belakang.
  6. Gerakan kaki kiri terlalu ke arah samping kiri.
  7. Terlalu cepat menegakkan badan.
  8. Mendarat dengan badan menghadap ke samping atau ke depan.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Penjaskes Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Tuliskan fase-fase gerakan dalam jalan cepat Halaman 160 (Aktivitas Pembelajaran Atletik)”, Dan Terima Kasih Sudah Berkunjung Blog Yang Sederhana. Semoga Kunci Jawaban Ini Bisa Membantu Kalian Yang Belum Menjawab Soal dan Kunci Jawaban Penjaskes Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Tuliskan fase-fase gerakan dalam jalan cepat Halaman 160 (Aktivitas Pembelajaran Atletik). Jika ada Kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun Salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika Ada Pertanyaan Dan Ada Saran Untuk kelebihan dan kekurangan Selain Ini Bisa Komen Di Kolom Komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Perhatikan tabel hasil percobaan tentang pemuaian zat cair berikut ini a. Rumuskan masalah yang sesuai dengan tabel di atas! b. Berdasarkan masalah dan data tabel tersebut, apa kesimpulannya?

[Kunci Jawaban] Perhatikan tabel hasil percobaan tentang pemuaian zat cair berikut ini a. Rumuskan masalah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!