Tema apa yang menonjol dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk?

  • 5 min read
  • Agu 16, 2021

Questions and Answer Key Indonesian Grade 12 curriculum in 2013 Revised 2018 What theme stands out in the novel Ronggeng Dukuh Paruk Pages 120-121 Chapter 4 (Enjoy Novel) ~ Assalamualikum semuanya, kembali lagi bersama laguasyik.com. Pada kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Tema apa yang menonjol dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk Halaman 120-121 Bab 4 (Menikmati Novel) kepada para siswa/siswi yang melihat artikel ini. Yuk, kita langsung saja ke soal dan jawabannya. ~

Kegiatan 1

Menganalisis Isi Novel Berdasarkan Unsur Intrinsiknya Setelah memahami unsur-unsur intrinsik novel, apakah kamu dapat menganalisis isi novel Ronggeng Dukuh Paruk tersebut? Untuk mengetahui pemahamanmu, buatlah kelompok yang terdiri atas 3-4 orang, dan jawablah pertanyaan berikut ini!

1. Tema apa yang menonjol dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk?

Tema yang yang menonjol dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk adalah tema percintaan, sosial dan budaya.

  • Tema sosial adalah tema yang berhubungan dengan hubungan antarmanusia yang terdapat pada cerita tersebut.
  • Tema budaya adalah tema yang berhubungan dengan adat istiadat atau kebiasaan yang berlangsung di dalam masyarakat tersebut.
  • Tema percintaan pada novel Ronggeng Dukuh Paruk mengenai percintaan Srintil, seorang penari ronggeng dengan Rasus, teman masa kecil Srintil yang berprofesi sebagai tentara.
  • Tema sosial pada novel Ronggeng Dukuh Paruk mengenai permasalahan warga Dukuh Paruk yang dilanda kelaparan dan kemiskinan.
  • Tema budaya pada novel Ronggeng Dukuh Paruk mengenai pemilihan ronggeng yang telah menjadi adat yang kebiasaan dukuh tersebut.

2. Bagaimanakah alur yang tergambar dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk?

Alur yang diguna Alur atau jalannya cerita dalam novel “Ronggeng Dukuh Paruk” menggunakan maju, mundur, dan  gabungan.

Bukti alur Maju :

  • “ Jadi pada malam yang bening itu, tak ada anak Dukuh Paruk keluar halaman. Setelah menghabiskan sepiring nasi gaplek mereka lebih senang bergulung dalam kain sarung, tidur di atas balai-balai bambu. Mereka akan bangun esok pagi bila sinar matahari menerobos celah dinding dan menyengat diri mereka.” (RDP:7)
  • Sudah dua bulan Srintil menjadi ronggeng. Namun adat Dukuh Paruk mengatakan masih ada dua tahapan yang harus dilaluinya sebelum Srintil berhak menyebut dirinya seorang ronggeng yang sebenarnya. (RDP: 43)

Bukti alur mundur :

“ Sebelas tahun yang lalu ketika Srintil masih bayi. Dukuh Paruk yang kecil basah kuyup tersiram hujan lebat. Dalam kegelapan yang pekat, pemukiman terpencil itu lengang, amat lengang.” (RDP:11)

Bukti alur gabungan :

  • “ Dukuh Paruk dengan segalan isinya termasuk cerita Nenek itu hanya bisa ku rekam setelah aku dewasa. Apa yang ku alami sejak anak-anak kusimpan dalam ingatan yang serba sederhana.” (RDP:17)
  • “ Lebih baik sekarang kuhadapi hal yang lebih nyala. Srintil sudah menjadi Ronggeng di Dukuh Paruk.” (RDP:19)
  • “Tahun 1960 wilayah kecamatan Dawuan tidak aman.” (RDP: 64)
  • “ Sebagai laki-laki usia dua puluh tahun, aku hampir dibuatnya menyerah.” (RDP:63)

3. Di manakah latar tempat, latar waktu, dan latar suasana yang tergambar dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk?

Latar Waktu : Waktu terjadinya suatu peristiwa dalam sebuah cerita                   

Sore hari

Waktu ini tergambar dari kutipan berikut.

  • Ketiganya patuh. Ceria di bawah pohon nagnka itu belanjut sampai matahari menyentuh garis cakrawala (RDP: 14).
  • Kutipan diatas menceritakan tentang Rasus, Darsun, dan warta ketika mengiringi srintil menari hingga sore hari. Pengarang menggambarkan waktu ini dengan bahasa yang sederhana yaitu “matahari menyentuh garis cakrawala”.

Tengah malam

Waktu tengah malam tergambar dari kutipan berikut.

  • Seandainya ada seorang di Dukuh Paruk yang pernah bersekolah, dia dapat mengira-ngira saat itu hampir pukul dua belas tengah malam, tahun 1946 (RDP:21).
  • Kutipan diatas mengambarkan malam sebelum terjadinya keracunan tempe bongkrek yang dialami masyarakat Dukuh Paruk. Waktu yang ditegaskan dalam kutipan di atas adalah tengah malam, yang mana waktu tersebut menjadi latar waktu dalam novel ini

Tengah hari (Siang)

Latar waktu tengah hari terlihat dalam kutipan berikut.

  • Namun semuanya berubah menjelang tengah hari. Seorang anak berlari-lari dari sawah sambil memegangi perut (RDP: 24)
  • Kutipan di atas menegaskan bahwa racun dalam tempe bongkrek mulai bereaksi ketika tengah hari dimana setelah masyarakat Dukuh Paruk selesai melakukan aktivitas di sawah. Dalam kutipan tersebut latar waktu yang terjadi tengah hari.

Pagi

Latar waktu pagi digambarkan dalam kutipan berikut.

  • Matahari mulai kembali pada lintasannya di garis khatulistiwa. Angin tenggara tidak lagi bertiup (RDP:44)
  • Kutipan di atas merupakan salah satu latar dalam novel RDP ketika waktu pagi, yang menggambarkan waktu pagi telah terasa.

Malam hari

Waktu malam hari tergambar dari kutipan berikut.

  • Karena gelap aku tak dapat melihat dengan jelas.
  • Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa waktu terjadinya ketika malam hari. Dengan adanya kata gelap yang memperjelas latar waktu tersebut.
  • Latar waktu yang disebutkan di atas merupakan waktu yang terdapat dalam novel RDP, sebenarnya dari latar waktu tersebut ada yang lebih dari satu. Tapi penulis hanya mengambil salah satu sebagai perwakilan.

Latar Tempat : Tempat terjadinya suatu peristiwa dalam sebuah cerita

Novel RDP berlatar utama di pendukuhan yang bernama Dukuh Paruk. Latar tempat ini terlihat dalam kutipan berikut.

Dua pululuh tiga rumah berada di pendukuhan itu, di huni oleh orang-orang seketurunan. Di Dukuh Paruk inilah akhirnya Ki Secamenggala menitipkan darah dagingnya (RDP: 10)

Dari kutipan diatas dapat diketahui bahwa latar tempat di dalam rumah novel RDP terjadi di Dukuh Paruk sedangkan latar tempat di luar rumah tidak ditemukan dalam novel. Adanya dua puluh tiga rumah di pendukuhan menggambarkan bahwa Dukuh Paruk merupakan pemukiman kecil yang keberadaannya ditempat terpencil. Latar utama yang terjadi di Dukuh paruk memunculkan latar pendukung. Hal ini terdapat dalam latar berikut.

  • Di tepi kampong

Di tepi kampung ini menjadi latar rasus dan temannya Darsun dan Warta mencabut batang singkong yang menjadi cerita pertama yang terdapat dalam novel (RDP: 10).

  • Di pelataran yang membatu di bawah pohon nangka

Tempat tersebut merupakan tempat srintil sering bermain dengan mendedangkan lagu kebanggan para ronggeng. Selain itu di bawah pohon nangka srintil sering menari dan bertembang (RDP: 13).

  • Di halaman rumah Kartareja

Tempat ini menjadi bagian dari upacara sacral yang dipersembahkan kepada leluhur Dukuh Paruk sebelum menuju pekuburan dukuh paruk (RDP: 45)

  • Di Pekuburan Ki Secamenggala

Latar ini syarat srintil untuk menjadi seorang ronggeng yaitu srintil melakukan upacara pemandian di pekuburan ki secamenggala (RDP: 46)

  • Pasar Dawuan

Tempat ini adalah tempat yang dituju rasus ketika meninggalkan Dukuh paruk. Hal ini secara implicit terdapat dalam kutipan berikut.

“Sampai hari-hari pertama aku menghuni pasar Dawuan, aku menganggap nilai-nilai yang kubawa dari Dukuh Paruk secara umum berlaku pula di semua tempat (RDP: 84).”.

  • Di Hutan

Tempat ini menjadi tempat berburu Rasus, Sersan slamet dan Kopral Pujo (RDP: 95)

  • Di Rumah Sakarya

Latar ini menjadi tempat pertama yang di datangi oleh perampok ketika ingin merampok harta milik srintil, tapi saat itu srinti sedang berada di rumah kartareja, hingga akhirnya perampok berbelok ke rumah kartareja (RDP: 101)

  • Di Beranda Rumah Nenek Rasus

Tempat ini menggambarkan ketika rasus pulang kerumah neneknya ketika dia selesai menangkap perampok yang ada di Dukuh Paruk, tapi kemudian di kembali menjadi tobang (RDP: 103)

Latar Suasana : Suasana yang terjadi dalam sebuah cerita

  • Ceria “ Ketiganya patuh, ceria di bawah pohon nangka itu berlanjut sampai matahari menyentuh garis cakrawala.” (RDP:7)
  • Terkesima “ penonton menunda kedipan mata ketika Srintil bangkit….” (RDP:10)
  • Panik “ Dalam haru-biru kepanikan itu kata-kata wuru bongkrek mulai di teriakkan orang.” (RDP:13)

4. Siapakah tokoh utama dan tokoh-tokoh pendukung dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk?

Tokoh Utama

  • Srintil
  • Rasus

Tokoh pendukung

  • Dursun
  • Warta
  • Sakarya
  • Ki Secamenggala
  • Ki Kartareja
  • Nyi Kartareja
  • Sakum
  • Nenek Rasus
  • Santayib
  • Istri Santayib
  • Sulam
  • Siti
  • Sersan Slamet
  • Kopral Pujo
  • Tampi Masusi

5. Bagaimanakah karakter tokoh-tokoh Ronggeng Dukuh Paruk?

  • Rasus : bersahabat, penyayang, pendendam, pemberani
  • Srintil : Bersahabat, seorang ronggeng, agresif, Dewas
  • Dursun : bersahabat
  • Warta : bersahabat, perhatian dan penghibur
  • Sakarya (Kakek Srintil): Penyayang, tega
  • Ki Secamenggala : nenek moyang asal Dukuh Paruk
  • Kartareja dan Nyai Kartareja : mistis, egois
  • Sakum : hebat
  • Nenek Rasus : linglung
  • Santayib (Ayah Srintil) : bertanggungjawab, keras kepala
  • Istri Santayib : Keibuan, prihatin
  • Dower : mengusahakan segala macam cara
  • Sulam : penjudi dan berandal, sombong
  • Siti : alim
  • Sersan Slamet : penyuruh, tegas
  • Kopral Pujo : penakut
  • Tampi : penyayang, sabar.
  • Jahat, hidung belang, pendendam.

6. Apa pesan yang disampaikan dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk?

Amanat atau pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca melalui novel “Ronggeng Dukuh Paruk” ini adalah: agar kita semua mau dan mampu melihat seseorang itu tidak hanya dari luarnya saja melainkan juga dari hatinya. Dan agar kita mau berpikir mengenai tragedi-tragedi kemanusiaan yang terjadi disekeliling kita. Jangan gampang terpengaruh dengan keadaan duniawi karena suatu saat penyesalan akan datang dalam hidupmu, segala sesuatu akan kembali kepadaNya. Kehidupan fana dalam hura-hura dunia dapat mencekam masa depanmu!

Pesan lain mungkin lebih cenderung kepada ketidak senangan atau kebencian pengarang terhadap pengkhianatanyang dilakukan oleh PKI di akhir September 1965. sehingga novel ini muncul dan menjadi penyuara kegetiran hati pengarang yang menggambarkan keadaan di masa itu.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Tema apa yang menonjol dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk Halaman 120-121 Bab 4 (Menikmati Novel)”, Dan terima kasih sudah berkunjung blog yang sederhana. Semoga kunci jawaban ini bisa membantu kalian yang belum menjawab Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Tema apa yang menonjol dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk Halaman 120-121 Bab 4 (Menikmati Novel). Jika ada kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika ada pertanyaan dan ada saran untuk kelebihan dan kekurangan selain ini bisa komen di kolom komentar.

error: Content is protected !!