Teks Eksposisi Pentingnya pendidikan tentang pelestarian lingkungan hidup

Questions and Answer Key Indonesian Grade 10 curriculum in 2013 Revised 2016 Activity 3 Develop Text exposition importance of education about environmental conservation Page 77-78 Section 2 (Developing Opinion In Exposition) ~ Assalamualikum semuanya, kembali lagi bersama laguasyik.com. Pada kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Kegiatan 3 Menyusun Teks Eksposisi Pentingnya pendidikan tentang pelestarian lingkungan hidup Halaman 77-78 Bab 2 (Mengembangkan Pendapat Dalam Eksposisi) kepada para siswa/siswi yang melihat artikel ini. Yuk, kita langsung saja ke soal dan jawabannya. ~

Kegiatan 3

Menyusun Teks Eksposisi

Setelah menganalisis teks eksposisi dari segi isi, struktur, dan kebahasaannya, sekarang kamu akan berlatih menulis  teks eksposisi. Pilihlah salah satu di antara topik berikut sebagai gagasan pokok yang akan kamu kembangkan ke dalam eksposisi. Kamu boleh juga memilih topik lain.

3. Pentingnya pendidikan tentang pelestarian lingkungan hidup.

Contoh 1 :

Pendidikan tentang pelestarian lingkungan hidup memiliki peran yang sangat penting dan tidak boleh diabaikan. Lingkungan hidup merupakan tempat tinggal semua makhluk hidup yang ada di muka bumi termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan. begitu penting karena kurangnya kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup mengakibatkan hewan dan tumbuhan di sekitar kita punah.

Perilaku masyarakat yang salah dan tidak peduli terhadap lingkunan telah menyebabkan luas hutan makin menyusut, cadangan air tanah makin langka, sementara di musim hujan air sungai meluap menimbulkan banjir dan tanah longsor. Akibat paling nyata adalah sejumlah daerah aliran sungai (DAS) di Indonesia dalam keadaan kritis. Menurut data Departemen Kehutanan tahun 2008, sebanyak 39 daerah aliran di Indonesia dalam keadaan kritis, 42% berada di Jawa dan 25% di Sumatra. Hal lain yang mengkhawatirkan adalah lebih dari 70% penduduk Indonesia menggunakan air dari sumber yang sudah tercemar.

Kerusakan fungsi lingkungan hidup menjadi tanggung jawab pemerintah dengan masyarakat dan perlu diatasi oleh semua kalangan, termasuk para siswa sekolah, guru, dan pendidik. Kesadaran terhadap lingkungan hidup dan perilaku ramah lingkungan perlu dijadikan materi pendidikan dan juga dipraktikkan dalam kegiatan sehari-hari di luar kelas. Pendidikan lingkungan  hidup menjadi solusi jangka panjang dalam membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Pendidikan Lingkungan  Hidup (PLH) adalah suatu proses untuk mengajak manusia di dunia sadar dan peduli terhadap lingkungan dan masalah yang berkaitan dengannya, sehingga memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap dan tingkah laku, komitmen untuk bekerja sama baik individu maupun kolektif, untuk memecahkan berbagai masalah lingkungan dan mencegah timbulnya masalah baru seperti yang dirumuskan UNESCO, Deklarasi Tbilisi, Georgia 1997.

Selanjutnya, pada tahun 1996 disepakati kerja sama antara Departemen Pendidikan Nasional dan Kementrian Negara Lingkungan Hidup yang proses belajar mengajar tidak hanya menggunakan metode ceramah, tetapi lebih inovatif dan aplikatif. Penggunaan lingkungan sekitar sebagai media belajar siswa lebih dimaksimalkan. Guru tidak lagi terkungkung dalam ruangan kelas, karena banyak potensi yang ada di lingkungan sekitar bisa menjadi bahan ajar untuk siswa. Siswa diajak berdiskusi dan bertukar pikiran melalui topik-topik lingkungan hidup yang menarik dan menantang serta bisa melalui kegiatan-kegiatan yang menyenangkan seperti wisata, games, outbond, kegiatan menanam, sumbangan untuk pelestarian hewan atau tumbuhan langka, dan lain sebagainya.

Budaya cinta lingkungan penting dikembangkan melalui dunia pendidikan karena generasi mudalah yang kelak akan menjadi penentu kebijakan mengenai penanganan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik. Menanamkan nilai-nilai budaya cinta lingkungan hidup kepada anak-anak bangsa melalui bangku pendidikan itu berarti menyelamatkan lingkungan hidup dari kerusakan yang makin parah dan ini harus dimulai sekarang juga. Departemen Pendidikan Nasional berperan dalam melahirkan generasi masa depan yang sadar lingkungan dan memiliki kepekaan terhadap pelestarian lingkungan hidup.

Contoh 2 :

Bumi adalah salah satu planet hijau dimana semua makhluk hidup yang bernapas tinggal dan mengalami daur hidupnya. Lingkungan tempat tinggal makhluk hidup ini banyak tersedia sumber daya yang keberadaannya dapat renewable dan nonrenewable. Sumber daya itu sendiri butuh waktu untuk lestari. Sedangkan Manusia yang keberadaannya melimpah sangat tidak peduli pada kelestarian sumber daya. Kenyataannya mereka menimbulkan banyak kerusakan. Akibatnya lingkungan hidup tidak lagi seimbang. Sumber daya hilang manusia semakin banyak.

Pendidikan tentang kelestarian lingkungan hidup ini penting. Penting dalam pandangan sumber daya dan pandangan manusia. Dengan keberadaan lingkungan hidup yang syarat-syaratnya terpenuhi maka manusia dan sumber daya yang lain dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan daur hidupnya.

Contoh 3 :

Lingkungan hidup merupakan salah satu elemen utama dalam kehidupan. Tanpa lingkungan hidup, kita tidak akan bisa hidup. Oleh karena itu, sudah sepantasnya sebagai manusia kita melakukan segala macam daya upaya terbaik kita untuk melestarikan lingkungan hidup.

Tentu, hal tersebut tidak dapat tercapai jika tidak diimbangi dengan pendidikan. Dengan pendidikan, kita membina diri untuk mengetahui inti atau akar permasalahan dalam konteks pelestarian lingkungan hidup serta menyajikan solusi terbaik yang dapat mencakup seluruh aspek permasalahan tersebut. Dengan pendidikan, kita dapat belajar tidak hanya untuk melestarikan lingkungan hidup untuk jangka pendek maupun menengah, tetapi juga untuk jangka panjang, puluhan atau bahkan ratusan tahun ke depan.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menguasai pendidikan agar lingkungan hidup kita tetap lestari.

Setelah itu, kembangkan gagasan pokok tersebut ke dalam teks eksposisi dengan memerhatikan langkah-langkah berikut ini.

  • Pilihlah salah satu di antara gagasan-gagasan di atas atau kamu dapat menentukan sendiri gagasan lain yang berkaitan dengan permasaahan dalam kehidupan di lingkungan sekitarmu.
  • Datalah argumen-argumen yang mendukung gagasan pokok sebagai gagasan penjelas yang hendak kamu sampaikan.
  • Kembangkan teks eksposisimu berdasarkan gagasan pokok dan argumen sebagai gagasan penjelasnya.
  • Presentasikan teks eksposisi yang kamu susun di hadapan teman-temanmu.
  • Berilah tanggapan (kritik dan saran) terhadap teks eksposisi yang disajikan temanmu.
  • Publikasikan teks eksposisimu di majalah dinding, majalah sekolah, blog, atau di media cetak.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Kegiatan 3 Menyusun Teks Eksposisi Pentingnya pendidikan tentang pelestarian lingkungan hidup Halaman 77-78 Bab 2 (Mengembangkan Pendapat Dalam Eksposisi)”, Dan terima kasih sudah berkunjung blog yang sederhana. Semoga kunci jawaban ini bisa membantu kalian yang belum menjawab Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Kegiatan 3 Menyusun Teks Eksposisi Pentingnya pendidikan tentang pelestarian lingkungan hidup Halaman 77-78 Bab 2 (Mengembangkan Pendapat Dalam Eksposisi). Jika ada kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika ada pertanyaan dan ada saran untuk kelebihan dan kekurangan selain ini bisa komen di kolom komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Kalor lebur es adalah 80 kal/g. Apa maksudnya?

[Kunci Jawaban] Kalor lebur es adalah 80 kal/g. Apa maksudnya? Pertanyaan: 3. Kalor lebur es …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!