Breaking News

Tabel 6.4 Keadaan dan Potensi Wilayah Kabupaten/Kota

Questions and Answers for PPKN Class 7 Curriculum 2013 Revised 2016 Activities 6.6 Table 6.4 Conditions and Potential Areas of Regencies / Cities Page 157-158 Chapter 6 (Regions in the Framework of the Unitary State of the Republic of Indonesia) ~ Assalamualikum Semuanya, Kembali lagi Bersama laguasyik.com. Pada Kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban PPKN Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Aktivitas 6.6 Tabel 6.4 Keadaan dan Potensi Wilayah Kabupaten/Kota Halaman 157-158 Bab 6 (Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia) Kepada Para Siswa/Siswi Yang melihat Artikel Ini. Yuk, Kita Langsung saja ke Soal dan Jawabannya. ~

Aktivitas 6.6

Bagaimana keadaan wilayah, penduduk, ekonomi, dan kekayaan alam di daerah kalian saat ini. Apakah seperti yang diuraikan di atas? Agar kalian lebih mengenal dan memahami daerah kalian, carilah informasi tentang daerah kabupaten/kota kalian dari berbagai sumber. Lengkapi tabel berikut yang memuat informasi tentang daerah kabupaten/kota kalian. Setelah kalian peroleh data tentang daerah kalian, buatlah kesimpulan bagaimana peran dan arti penting daerah kalian dalam kerangka NKRI.

Tabel 6.4 Keadaan dan Potensi Wilayah Kabupaten/Kota

Wilayah Indonesia : Indonesia

No. Aspek Uraian
1. Luas dan Letak Wilayah Letak geografis Indonesia terletak diantara dua benua yakni benua Asia dan Benua Australia, dan diantara dua samudera Pasifik dan Samudera Hindia atau Indonesia.

Sementara letak astronomis Indonesia terletak pada 95BT – 141BT dan 6LU — 11 LS. Dimana singkatan dari BT adalah Bintang Timur sedangkan singkatan dari LU adalah Lintang Utara dan singkatan dari LS adalah Lintang Selatan.

Selain letaknya yang startegis Indonesia juga memiliki luas wilayah yang tergolong sangat luas. Badan Informasi Geospasial (BIG) menyebutkan wilayah Indonesia  terdiri  atas  daratan  seluas  1.922.570  km  dan perairan  seluas 3.257.483 km. Jika dibandingkan dengan wilayah lainnya, maka luas wilayah Indonesia (daratan dan lautan) hampir sama dengan Eropa atau Amerika Serikat atau Australia.

Indonesia memiliki daratan dengan jumlah 13.466 pulau yang menjadikannya sebagai salah satu negara  kepulauan terbesar di dunia. Banyaknya pulau membuat garis pantainya juga sangat besar yakni mencapai 99.030 kilometer.

2. Jumlah Penduduk Berdasarkan survei penduduk antar sensus (Supas) 2015 jumlah penduduk Indonesia pada 2019 diproyeksikan mencapai 266,91 juta jiwa. Menurut jenis kelamin, jumlah tersebut terdiri atas 134 juta jiwa laki-laki dan 132,89 juta jiwa perempuan. Indonesia saat ini sedang menikmati masa bonus demografi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dari usia tidak produktif, yakni lebih dari 68% dari total populasi.
3. Kekayaan Alam
  • Dianugerahi dengan kondisi geografis yang strategis dan iklim tropis, Indonesia menjadi hunian yang nyaman nan ideal bagi berbagai flora dan fauna. Hal ini juga menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati.
  • Memiliki budaya yang justru membuat warga asing tergoda yakni budaya yang selalu mengajarkan untuk saling menerima perbedaan, bertegur sapa, saling senyum, gotong royong, dan menghormati yang lebih tua.
  • Memiliki barang tambang yang beraneka ragam dan tersebar di darat maupun laut. Berdasarkan data dari Indonesia Mining Association, Indonesia menduduki peringkat ke-6 sebagai negara yang kaya akan sumber daya tambang yang meliputi minyak, gas alam, emas, timah, tembaga, dan nikel. Dengan kekayaan bahan tambangnya, Indonesia masuk sepuluh besar sebagai produsen barang tambang mentah di dunia.
  • Merupakan salah satu produsen beberapa komoditas pertanian terbesar di dunia. Kakao, kopi, dan rempah-rempah adalah tiga komoditas paling banyak diekspor dengan kualitas terbaik di dunia. Contohnya saja, kakao, berdasarkan data BPS, pada tahun 2016 lalu Indonesia menempati posisi ketiga dunia sebagai penghasil kakao terbanyak.
4. Pendapatan Rata-rata pendapatan penduduk Indonesia terus meningkat seiring laju pertumbuhan ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pendapatan per kapita penduduk Indonesia pada 2019 sebesar Rp 59,1 juta atau setara US$ 4.174,9.  Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pendapatan per kapita pada 2018 sebesar Rp 56 juta rupiah, atau setara US$ 3.927,2. Sementara pada 2017, PDB per kapita sebesar Rp 51,9 juta, setara US$ 3.877.

Adapun PDB 2019 atas dasar harga berlaku mencapai Rp15.833,9 triliun, naik Rp 996,5 triliun atau tumbuh 6,7% dibanding Rp 14.837,4 triliun.

5. Penerimaan Pajak Pemerintah menargetkan target penerimaan perpajakan dalam APBN 2019 sebesar Rp 1.577,56 triliun. Hingga Mei 2019, target tersebut baru tercapai 31,48 persen atau tercatat Rp 496,65 triliun.
6. Kesejahteraan Sosial TIDAK sedikit perubahan signifikan yang telah ditorehkan oleh Jokowi selama dirinya menjabat sebagai Kepala Negara, salah satunya di bidang kesejahteraan sosial, dimana hal tersebut mampu menurunkan angka kemiskinan. Sejalan dengan data yang dirilis BPS, jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2018 sebanyak 25,95 juta penduduk turun 630.000 penduduk dibandingkan September 2017 sebesar 26,58 juta penduduk. Adapun persentase penurunan angka kemiskinan menjadi hanya 1 digit yaitu 9,82 persen dari 10,12 persen pada September 2017. Penurunan angka kemiskinan tersebut tidak lepas dari program penerimaan bantuan sosial yang mningkat sampai 87,6 persen dan diterima tepat waktu.

Wilayah Kabupaten/Kota : Jakarta

No. Aspek Uraian
1. Luas dan Letak Wilayah Luas wilayah ± 650 km2 atau ± 65.000
Terletak antara 106 22’ 42″ BT sampai 106 58’ 18″ BT dan -5 19’ 12″ LS sampai -6 23’ 54″ LS.
2. Jumlah Penduduk Jumlah penduduk DKI Jakarta pada 2018 mencapai 10,47 juta jiwa. Angka ini terdiri dari 5,24 juta penduduk laki-laki dan 5,22 juta penduduk perempuan. Persebaran penduduk tertinggi terdapat di kelompok umut 30-34 tahun dan 35-39 tahun dengan masing-masing sebanyak 1,03 juta dan 971,3 ribu jiwa.

Selain itu berdasarkan wilayah administrasinya, jumlah penduduk di Jakarta Timur sebanyak 2,9 juta, Jakarta Barat 2,6 juta, dan Jakarta Selatan 2,2 juta. Selanjutnya, Jakarta Utara sebanyak 1,8 juta, Jakarta Pusat sebanyak 924,7 ribu, dan Kepulauan Seribu sebanyak 24,13 ribu.

3. Kekayaan Alam Jakarta dengan kondisi geografis lautan yang lebih luas dari daratan memiliki potensi sumber daya laut yang cukup besar, yakni berupa sumber daya mineral dan hasil laut.

Sumber Daya Mineral

Sumber daya mineral yang dihasilkan tepatnya di Pulau Pabelokan, Kepulauan Seribu, yaitu berupa sumber minyak bumi dan gas yang mulai dieksploitasi sejak tahun 2000 dengan rata-rata kapasitas produksi sekitar 4 juta barel per tahun.

Sumber Daya Hasil Laut

Kekayaan laut yang dapat dieksploitasi berupa ikan konsumsi dan ikan hias. Selama lima tahun terakhir, tiap tahunnya rata-rata produksi ikan konsumsi mencapai 123 ribu ton dan produksi ikan hias mencapai 59,86 juta ekor

4. Pendapatan Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah(APBD) DKI Jakarta, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dipatok Rp 44,56 triliun, angka ini naik 6,8% dari APBD-P 2017. Jumlah tersebut terdiri atas pendapatan pajak Rp 38,12 triliun, restribusi daerah Rp 690 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah Rp 533 miliar, dan pendapatan asli daerah lainnya Rp 5,21 triliun.
 5. Perolehan Pajak Berikut realisasi penerimaan pajak daerah berdasarkan data Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Jakarta terhitung 23 Desember 2019:

  • Pajak kendaraan bermotor: Rp 8,6 triliun dari target Rp 8,8 triliun (98 persen)
  • Bea balik nama kendaraan bermotor: Rp 5,3 triliun dari target Rp 5,6 triliun (93,6 persen)
  • Pajak bahan bakar kendaraan bermotor: Rp 1,26 triliun dari target Rp 1,27 triliun (98,8 persen)
  • Pajak bumi dan bangunan pedesaan perkotaa: Rp 9,4 triliun dari target Rp 10 triliun (94,5 persen)
6. Kesejahteraan Sosial Penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) merupakan masalah yang menghambat seseorang untuk melaksanakan fungsi sosial sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara wajar. Hambatan tersebut dapat berupa kemiskinan, ketelantaran, kecacatan, ketunaan sosial, keterbelakangan, keterasingan dan perubahan lingkungan seperti terjadinya bencana dan lain sebagainya.

Berdasarkan data Kota Administrasi Jakarta Pusat didapatkan informasi terkait jumlah PMKS di Jakarta Pusat. Jenis PMKS di Jakarta Pusat diantaranya Anak Jalanan, Asongan, Gelandangan, Penderita Cacat, Pengamen, Pengemis, Pyskotik/Stress, Terlantar, dan lain-lainya. Jumlah anak jalanan di DKI Jakarta bulan Juli ke Agustus mengalami penurunan, sedangkan bulan September kembali naik. Untuk Asongan dan Pengemis mengalami kenaikan dalam tiga bulan terakhir. Jumlah yang paling banyak yaitu Gelandangan, pada bulan Juli berjumlah 17 orang, meningkat menjadi 18 orang pada bulan Agustus, dan kembali turun pada bulan September. Kategori Psykotik/Stress jumlahnya juga cukup tinggi dibandingkan dengan 8 jenis PMKS lainnya, jumlah ini berfluktuasi pada bulan Agustus ada 17 orang, dan mengalami penurunan pada bulan September menjadi 12 orang. Untuk kategori lain seperti Penderita Cacat tidak ada yang tercatat pada bulan Agustus dan September.

Persebaran jumlah PMKS untuk setiap Kota Administrasi DKI Jakarta tahun 2019 dapat dilihat pada Gambar 2. Jumlah PMKS paling banyak tersebar di kota Jakarta Selatan sebanyak 30,07%. Kota kedua yang jumlah PMKS juga banyak yaitu Jakarta Utara sebesar 22,83%, diikuti Jakarta Barat 20,65%, Jakarta Timur 13,77%, dan Jakarta Pusat 12,68%. Jumlah PMKS paling sedikit di Jakarta Pusat ini disebabkan karena Kota Jakarta Pusat mendapat perhatian lebih selain sebagai ibu kota juga sebagai pusat kegiatan pemerintahan, tetapi kota-kota lainnya diharapkan juga lebih mendapat perhatian pemerintah agar jumlah PMKS untuk setiap Wilayah Administrasi di DKI Jakarta juga berkurang.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban PPKN Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Aktivitas 6.6 Tabel 6.4 Keadaan dan Potensi Wilayah Kabupaten/Kota Halaman 157-158 Bab 6 (Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia)”, Dan Terima Kasih Sudah Berkunjung Blog Yang Sederhana. Semoga Kunci Jawaban Ini Bisa Membantu Kalian Yang Belum Menjawab Soal dan Kunci Jawaban PPKN Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Aktivitas 6.6 Tabel 6.4 Keadaan dan Potensi Wilayah Kabupaten/Kota Halaman 157-158 Bab 6 (Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia). Jika ada Kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun Salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika Ada Pertanyaan Dan Ada Saran Untuk kelebihan dan kekurangan Selain Ini Bisa Komen Di Kolom Komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Kota A dan kota B pada peta berjarak 6 cm. Jarak sebenarnya kedua kota tersebut adalah 120 km. Jika Kota B dan Kota C pada peta yang sama berjarak 4 cm, maka tentukan jarak sebenarnya Kota B dan Kota C!

[Kunci Jawaban] Kota A dan kota B pada peta berjarak 6 cm. Jarak sebenarnya kedua …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!