Tabel 5.8 Hasil Identifikasi Zat Aditif dalam Makanan dan Minuman

Questions and Answers for Natural Science Class 8 Curriculum 2013 Revised 2017 Table 5.8 Identification Results of Additives in Food and Beverages Pages 225-226 Chapter 5 (Additives and Addictive Substances) ~ Assalamualikum semuanya, kembali lagi bersama laguasyik.com. Pada kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Tabel 5.8 Hasil Identifikasi Zat Aditif dalam Makanan dan Minuman Halaman 225-226 Bab 5 (Zat Aditif dan Zat Adiktif) kepada para siswa/siswi yang melihat artikel ini. Yuk, kita langsung saja ke soal dan jawabannya. ~

Ayo, Kita Lakukan

Aktivitas 5.3 Menyelidiki Dampak Negatif Zat Aditif dalam Makanan dan Minuman bagi Kesehatan

Apa yang kamu perlukan?

  1. Berbagai jenis bungkus/pengemas makanan yang terdapat keterangan tentang komposisi kandungan bahan bakunya
  2. Berbagai jenis bungkus/pengemas minuman yang terdapat keterangan tentang komposisi kandungan bahan bakunya

Apa yang harus kamu lakukan?

  1. Kumpulkan sebanyak mungkin bekas bungkus/pengemas makanan dan minuman yang terdapat keterangan komposisi kandungan bahan bakunya!
  2. Bacalah komposisi bahan makanan dan minuman yang tertera pada kemasan tersebut!
  3. Tuliskan pada Tabel 5.8 jenis zat aditif apakah yang ada pada produk-produk tersebut?
  4. Carilah informasi mengenai dampak penggunaan zat aditif tersebut jika dikonsumsi secara berlebihan!

Coba ajukan suatu upaya pencegahan terhadap dampak negatif penggunaan zat aditif.

Tabel 5.8 Hasil Identifikasi Zat Aditif dalam Makanan dan Minuman

No. Kegunaan Zat Aditif Nama Zat Aditif Dampak Negatif Pencegahan
1. Penguat rasa Contoh penguat rasa adalah monosodium glutamat, atau MSG. Dampak penggunan MSG banyak diperdebatkan, beberapa menganggap bahwa MSG menyebabkan efek samping seperti alergi, dan denyut jantung yang tak teratur. Namun sebagian besar ilmuwan tidak menganggap MSG berbahaya. Bila ingin menghindari MSG, dapat dilakukan dengan menghindari makanan olahan seperti mi instan.
2. Pemanis Contoh pemanis adalah gula dapur (pemanis alami) dan aspartam (pemanis buatan). Pemanis mengandung banyak kalori sehingga bila berlebihan dikonsumsi akan menyebabkan kegemukan hingga diabetes. Selain itu pemanis buatan memiliki efek samping menyebabkan migrain, nause atau mual-mual. Untuk mengurangi resiko kegemukan dan diabetes, maka perlu dikurangi konsumsi makanan atau minuman manis. Selain itu sebagiknya menggunakan pemanis alami daripada pemanis buatan
3. Pengawet Contoh pengawet misalnya adalah sulfit untuk pengawet buah dan benzoat untuk saos dan minuman bersoda. Dampak negatif dari sulfit adalah alergi pada kulit, kesulitan bernafas dan gangguang tenggorokan. Sementara benzoat dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan sifat hiperaktif pada anak. Untuk pencegahannya adalah memilih buah yang segar, bukan buah yang diawetkan dan dengan mengurangi miuman bersoda, terutama pada anak-anak.
4. Pewarna Contoh pewarna makanan adalah karamel, keratin, kunir (pewarna alami), kalium pirofosat, tartrazin dan karmoisin (pewarna buatan). Pewarna alami umumnya aman, namun pewarna buatan dapat menyebabkan alergi, hiperaktivitas pada anak dan kanker pada pewarna yang dilarang seperti arsenik. Untuk menghindari bahaya ini, kita sebaiknya menggunakan pewarna alami dan mengurangi makanan dengan pewarna buatan, apalagi yang menggunakan pewarna berbahaya.
5. Pengental Contoh pengental misalnya adalah gipsum (kalsium sulfat). Gipsum berbaya bila dalam bentuk murni terkena dapat menyebabkan iritasi mata. Kita tidak boleh mengkonsumsi lebih dari 2500 miligram kalsium per hari, karena hal ini dapat menyebabkan gejala toksisitas, termasuk mual, sakit perut, konstipasi, muntah, kehilangan nafsu makan, kelelahan, tekanan darah tinggi, sering buang air kecil, dan koma.
6. Antioksidan Contoh anti oksidan misalnya adalah vitamin C (asam askorbat), vitamin E (tokoferol) dan melatonin. Pada konsumsi berlebihan, vitamin C dapat menyebabkan Rreaksi yang merugikan seperti diare, kram perut, dan mual. Karena menghindari dampak ini, dalam penggunaan antioksidan tambahan harus dalam batas yang wajar.  Misalnya, untuk vitamin C batas wajar adaah 90 mg perhari untuk orang dewasa dan 25 mg per hari untuk anak-anak.
7. Pemutih Contoh pemutih adalah benzoil, peroksida, kalium bromat, dan kalsium lodat. Bahaya pemutih makanan itu bagi kesehatan antara lain dapat mengakibatkan terjadinya diare, kerapuhan kuku atau jaringan tanduk, dan gangguan pada ginjal. Untuk menghindari dampak ini, kita harus memilih makanan seperti beras yang berwarna alami, tanpa harus menuntut adanya warna putih karena bisa saja warna putih itu dari bahan kimia tambahan.
8. Pengatur Keasaman Contoh pengatur keasaman adalah asam cuka (asam asetat). Sebagian besar sumber menunjukkan bahwa konsentrasi rendah asam asetat umumnya aman. Namun, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi cuka dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan hipokalemia (kadar potasium rendah dalam darah), hiperreninemia (adanya konsentrasi renin yang tidak normal dalam darah) dan osteoporosis (keropos tulang). Untuk menghindari dampak ini, gunakanlah asam cuka seperlunya saja.
9. Zat gizi Zat gizi yang biasa ditambahkan pada makanan misalnya adalah retinol (vitamin A), beta-karoten (provitamin A), asam askorbat (vitamin C) dan kalsium. Zat gizi bermanfaat untuk fortifikasi atau peningkatan nutrisi bermanfaat di makanan. namun dalam kadar berlebihan dapat berbahaya. Dosis beta-karoten dosis tinggi sampai 180 mg per hari, dapat digunakan tanpa efek samping. Namun kadar beta-karoten berlebihan dapat menyebabkan perubahan warna kuning pada kulit yang dikenal sebagai karotenodermia. Untuk menghindari ini, pastikan konsumsi zat gizi masih dalam batas normal.
10. Anti gumpal Contoh anti gumpal adalah Kalsim fosfat, garam dan kalsium silikat. Penggunaan garam berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi), sementara penggunaan kalsium silikat dapat menyebabkan iritasi kulit, mual-mual atau diare. Untuk menghindarinya, gunakan anti gumpal pada makanan dalam jumlah yang tidak berlebihan.

Apa yang dapat kamu simpulkan?

Berdasarkan data hasil penyelidikan makanan dan minumanmyang telah kamu lakukan, buatlah kesimpulan yang  menyatakan dampak zat aditif dalam makanan dan minuman bagi kesehatan tubuh manusia!

Zat aditif yang dikonsumsi secara berlebihan dapat berdampak buruk pada tubuh. Dampak negatif dalam jangka pendek biasanya bersifat ringan, namun yang perlu dihindari adalah efek samping jangka panjang seperti kanker maupun diabetes.

Alangkah baiknya jika mengecek label makanan terlebih dahulu sebelum membelinya. Di bagian spesifikasi produk, tertulis komposisi dan informasi nilai gizi dan zat-zat aditif dalam makanan atau minuman secara lengkap. Sehingga kita bisa memilih makanan dan minuman yang memiliki kandungan gizi yang lebih baik.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Tabel 5.8 Hasil Identifikasi Zat Aditif dalam Makanan dan Minuman Halaman 225-226 Bab 5 (Zat Aditif dan Zat Adiktif)”, Dan terima kasih sudah berkunjung blog yang sederhana. Semoga kunci jawaban ini bisa membantu kalian yang belum menjawab Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Tabel 5.8 Hasil Identifikasi Zat Aditif dalam Makanan dan Minuman Halaman 225-226 Bab 5 (Zat Aditif dan Zat Adiktif). Jika ada kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika ada pertanyaan dan ada saran untuk kelebihan dan kekurangan selain ini bisa komen di kolom komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Kalor lebur es adalah 80 kal/g. Apa maksudnya?

[Kunci Jawaban] Kalor lebur es adalah 80 kal/g. Apa maksudnya? Pertanyaan: 3. Kalor lebur es …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!