Breaking News

Strategi Memilih Prodi/Jurusan SNMPTN 2022 Agar Lolos Seleksi

Strategi Memilih Prodi/Jurusan SNMPTN 2022 Agar Lolos Seleksi

Berita Terbaru Tentang SNMPTN 2022, berikut dibawah ini :

Mau mempersiapkan diri menghadapi SNMPTN, tapi masih bingung bagaimana memilih jurusan yang tepat? Jangan khawatir, kamu bisa menerapkan strategi memilih jurusan kuliah dari Mipi. Kalau kamu tidak mau gagal SNMPTN, kamu harus mempertimbangkan memilih jurusan yang tepat.

Ketentuan Pilihan Program Studi dari LTMPT

Mengacu pada ketentuan LTMPT, ada tiga poin penting dalam pemilihan jurusan SNMPTN yang benar. Tiga poin yang wajib kita perhatikan yaitu:

  1. Setiap siswa dapat memilih dua program studi dari satu PTN atau dua PTN.
  2. Jika memilih dua prgram studi, salah satu harus berada di PTN pada provinsi yang sama dengan SMA/MA/SMK asalnya. Jika memilih satu program studi, dapat memilih PTN yang berada di provinsi mana pun.
  3. Disarankan tidak lintas minat (tergantung ketentuan PTN yang dituju).

Poin ketiga (lintas jurusan) dibahas tuntas di sini. Untuk sekarang, kita elaborate dua poin pertama tentang cara memilih jurusan di SNMPTN 2021 yuk, Sobat!

Indikator Penilaian SNMPTN

Merujuk pada sistem SNMPTN tahun-tahun sebelumnya, hal pertama yang mesti lo pahami jika ingin lulus SNMPTN 2022 adalah memaksimalkan penilaian SNMPTN dan mengetahui apa aja sih yang dinilai di SNMPTN itu.

Selama ini banyak yang menganggap kalo SNMPTN itu cuma bagus-bagusan nilai rapor, sehingga banyak sekolah yang naikin nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)-nya atau “meninggi-ninggikan” nilai siswanya.

Banyak anak dari sekolah yang bahkan mungkin belum terakreditasi memiliki nilai yang tinggi. Sedangkan ada pula siswa dari SMA yang sudah terakreditasi namun nilainya gak besar-besar banget.

Nah, kalo masalahnya seperti ini, gimana dong? Apakah cara lulus SNMPTN hanya dilihat dari nilai rapor? Tapi gimana kalau ada sekolah yang sengaja menaikan KKM supaya banyak siswanya bisa masuk SNMPTN.

Tenang, sistemnya gak gitu kok. Karena pada dasarnya setiap sekolah mempunyai standar berbeda-beda mengenai nilai. Ada yang standarnya tinggi dan ada yang rendah. Ada juga yang gurunya pelit ngasih nilai.

Tapi berhubung seleksi SNMPTN memakai nilai raport, banyak sekolah menggunakan berbagai cara untuk memuluskan siswa-siswanya lulus SNMPTN, salah satunya adalah dengan mengobral nilai.

Berdasarkan hal tersebut, kalo PTN cuma melihat mentah-mentah nilai rapor, tentu siswa yang lolos belum diseleksi secara fair. Maka dari itu, selain nilai rapor dilihat juga faktor lain, yaitu indeks sekolah.

Dengan kata lain, PTN pun selain melihat nilai yang ada di rapor juga akan melihat siapa pihak yang mengeluarkan rapor-nya.

Nah, kalo soal indikator seleksi SNMPTN, sebenernya penilaian SNMPTN dilakukan secara tertutup, jadi indikator penilaian tidak akan dipublikasikan secara rinci kepada sekolah maupun kepada siswa.

Tapi jangan khawatir, universitas punya hak otonom tersendiri untuk mempublikasikan kriteria penilaian mereka, meskipun terkadang adalah kriteria yang umum.

Secara umum PTN lain akan menggunakan cara yang kurang lebih sama dalam menilai berkas-berkas pendaftaran kalian, meskipun tiap PTN bakal punya kebijakan tersendiri.

Karena lo udah tau mengenai standar lulus SNMPTN di dua universitas di atas. Lo bisa langsung membuat strategi cara lulus SNMPTN dan melihat kriteria penilaian berdasarkan indikator seleksi tersebut.

1. Faktor Kualifikasi Siswa

Faktor ini adalah cara lulus SNMPTN yang melihat dari capaian siswa selama sekolah, dengan beberapa poin yang bisa menjadi penilaian antara lain:

  • Nilai rapor: meliputi besar nilai, konsistensi nilai, rata-rata nilai, dan nilai mapel tertentu
  • Prestasi siswa: bisa prestasi tingkat internasional, nasional, propinsi, hingga kabupaten/kota

Contoh Nilai Rapor yang Diterima SNMPTN

Nah, untuk lebih jelasnya mengenai contoh nilai rapor yang diterima SNMPTN, lo bisa lihat di bawah ya. 

Ini adalah contoh nilai rapor siswa A (jurusan IPS) dari semester 1 (semester 1 kelas 10) sampai semester 5 (semester 1 kelas 12).

Kalo lo lihat disini, rata-rata nilai mengalami peningkatan namun tidak terlalu signifikan.  Kenaikan rata-rata nilai paling tinggi berada di semester 1 ke semester 2 (semester 1 kelas 10 ke semester 2 kelas 11), namun kenaikan ini juga tidak terlalu tinggi (sekitar 4,67 saja).

Ditambah, rata-rata nilai siswa A selama 5 semester juga masih kisaran 87, bukan mendekati angka 100 (nilai sempurna).

Bisa disimpulkan, contoh nilai rapor yang diterima SNMPTN adalah nilai yang menunjukan peningkatan setiap semester (meskipun kecil). Ini artinya, lo bisa membuktikan ke universitas tempat lo mendaftar bahwa selama di SMA/SMK, lo belajar sungguh-sungguh dan memiliki target belajar.

Hal lainnya yang harus diperhatikan adalah rata-rata nilai per-mata pelajaran yang meningkat. Lo bisa lihat data di atas, nilai per-mata pelajaran sebenernya gak selalu mengalami kenaikan.

Misalnya pada mata pelajaran Ekonomi, siswa A pada semester 2 dan 3 memiliki nilai yang sama (stagnan) sebesar 89. Kemudian, pada mata pelajaran Matematika, siswa A pada semester 2 dan 3 bahkan memiliki nilai yang menurun (82 ke 79).

Perlu diingat, meskipun ada penurunan, lo gak usah terlalu khawatir karena status stagnan atau turun (yang tidak terlalu jauh) masih bisa dipertimbangkan oleh universitas.

Contoh nilai rapor yang diterima SNMPTN lainnya, berhubungan dengan jurusan yang lo pilih saat SNMPTN. Meskipun cara ini tidak bisa benar-benar dibuktikan karena kriteria penerimaan SNMPTN hanya diketahui oleh universitas.

Misalnya, lo memilih jurusan ekonomi di suatu universitas, maka nilai ekonomi lo akan menjadi salah satu pertimbangan penting.

Logikanya nih, kalo lo memilih jurusan ekonomi tapi nilai ekonomi lo dari semester satu sampai lima selalu di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) atau bahkan menurun artinya lo gak bener-bener memahami atau mengerti ekonomi.

Universitas akan cenderung ragu menerima lo, karena nantinya mata kuliah di jurusan ekonomi akan lebih susah dari pelajaran di SMA.

2. Faktor Indeks Sekolah

Faktor kedua ini adalah cara lulus SNMPTN yang melihat dari indeks nilai sekolah di suatu PTN. Indeks SMA X di PTN A bisa berbeda dengan indeks SMA X di PTN B. Beberapa poin yang bisa menjadi penilaian untuk kategori lulus SNMPTN ini antara lain adalah:

  • Akreditasi: A, B, C, Tanpa akreditasi
  • Jenis kelas: Akselerasi atau reguler
  • IPK dan prestasi alumni di PTN yang dituju di PTN yang bersangkutan
  • Nilai UTBK tahun sebelumnya di PTN yang bersangkutan
  • Banyak alumni SMA yang diterima di SNMPTN tahun sebelumnya di PTN yang bersangkutan
  • Track record sekolah di PTN yang bersangkutan
  • Prestasi sekolah dalam perlombaan tingkat daerah/nasional/internasional.

3. Faktor Pemerataan Daerah

Faktor ketiga ini adalah cara lulus SNMPTN yang berkaitan dengan kebijakan PTN untuk memberikan kuota/jatah kepada daerah yang kelak setelah lulus diharapkan bisa memajukan dan berkontribusi untuk daerah asal.

Jadi bisa jadi beberapa siswa di daerah terpencil di Indonesia mendapatkan “jatah” daerah, meskipun sebetulnya nilai raport dan indeks sekolah mereka relatif tidak sebaik para pesaing peserta SNMPTN lain yang ada di kota besar.

Perlu diingat, bahwa faktor penilaian yang udah gue rangkum di atas merupakan perpaduan dari berbagai PTN. Artinya bisa saja PTN A, ngga memperhitungkan nilai UTBK tahun sebelumnya dan PTN B tidak memperhitungkan prestasi sekolah, atau bahkan ada kriteria penilaian lain di luar poin di atas.

Tapi pada umumnya, PTN akan menilai seorang siswa lulus SNMPTN di universitas mereka kurang lebih memperhatikan tiga faktor diatas.

Kuncinya, pertimbangkan peluang diterimanya, sesuaikan dengan minat dan bakatmu. Penasaran seperti apa strategi memilih jurusan kuliah. Yuk, langsung simak!

1. Tentukan Jurusan yang Ingin Dipilih

Hal pertama dan terpenting dalam strategi cara lulus SNMPTN adalah tentukan dulu jurusan yang lo inginkan.

Jadi, tentukan dulu jurusan yang pas, lalu baru tentukan dimana universitas-nya. 

Setelah mengetahui cara memilih jurusan snmptn yang tepat sesuai ketentuannya, kamu tinggal menyesuaikannya dengan jurusan yang kamu sukai. Hindari memilih jurusan karena tergiur popularitasnya saja. Sebab, kepopuleran jurusan hanya bertahan dalam batas waktu tertentu. Sementara proses perkuliahanmu akan berjalan dalam waktu yang tidak sebentar.

Kalau jurusan tersebut sudah tidak populer dan ternyata bidangnya kurang kamu sukai, bukan tidak mungkin kamu akan menyesal kan? Oleh karena itu, pilihlah yang memang sesuai dengan minat, bakat, bahkan kepribadianmu. Dengan begitu, saat lolos di jurusan tersebut nanti, kamu bakal lebih semangat belajar sehingga proses perkuliahanmu pun berjalan lancar.

2. Pelajari Detail Jurusan yang Mau Diambil di PTN

Yang kedua dalam strategi cara lulus SNMPTN adalah informasi penerimaan SNMPTN di PTN yang lo inginkan. Detail jurusan yang terdapat di website SNMPTN meliputi:

  • Informasi Umum (daya tampung dan kategori)
  • Daftar Jurusan yang Dapat Memilih Program Ini
  • Sebaran Siswa Diterima
  • Jumlah Pendaftar
  • Jumlah Diterima

Dari data-data di atas, kamu bisa menyimpulkan beberapa hal pokok sebagai pertimbangan mendaftar, antara lain misalnya:

Informasi umum: Ilmu Komunikasi UI merupakan kelompok jurusan SOSHUM yang mana daya tampung untuk tahun 2021 sebanyak 14 mahasiswa.

Daftar Jurusan yang dapat memilih program studi ilmu komunikasi UI adalah SMA/MA IPA dan IPS. Jadi untuk SMK disarankan tidak memilih jurusan ini.

Sebaran siswa diterima pada tahun 2016 sebanyak 32 siswa (1,56%), 2017 sebanyak 30 siswa (2,30%), tahun 2018 sebanyak 30 siswa (2,33%), tahun 2019 sebanyak 30 siswa (3,82%), dan tahun 2020 sebanyak 16 siswa (1,99%).

3. Pelajari Indeks Sekolah dengan Minta Data ke BK Sekolah

Yang ketiga dalam strategi cara lulus SNMPTN ini berkaitan dengan cara kerja SNMPTN yaitu tentang Indeks Sekolah.

Seperti yang udah dijelasin di atas, ada 7 variabel yang bisa dijadikan penilaian untuk indeks sekolah. Pada dasarnya PTN ngga mengeluarkan data tentang indeks sekolahmu atau sekolah-sekolah lain dan untuk bisa mengetahuinya, kita hanya bisa sebatas meraba-raba.

Indeks sekolahmu di PTN A dan di PTN B berbeda, jadi ya mesti kamu sendiri yang aktif bertanya ke Bimbingan Konseling (BK) tentang sebaran alumni di PTN seluruh Indonesia.

Misal nih, tahun 2021 di sekolahmu yang diterima di PTN A ada 50 anak dari 100 pendaftar, PTN B ada 10 anak dari 30 pendaftar, sementara di PTN C ada 5 dari 50 pendaftar.

Nah dari angka tersebut kamu bisa lebih memperkirakan persentase diterimanya. Berdasarkan angka contoh di atas, jadi PTN A 50% pendaftar diterima, PTN B 33,3% pendaftar diterima, PTN C 10% pendaftar diterima.

Nah, dari angka ini bisa dilihat secara kasar bahwa indeks kasar sekolah kamu di PTN A lebih bagus daripada di PTN B dan PTN C.

Baru deh dengan melihat indeks kasar sekolahmu di berbagai PTN, kamu bisa menentukan PTN mana yang punya peluang lulus SNMPTN paling tinggi, dengan tetep memperhatikan bidang yang menjadi passion lo ya.

4. Ketahui Ketentuan Pilihan Jurusan Kuliah SNMPTN

Sudah menargetkan banyak jurusan, ternyata pilihan jurusan di SNMPTN terbatas. Sayang banget kan? Maka dari itu, strategi memilih jurusan kuliah SNMPTN yang pertama yaitu mengenali aturannya terlebih dahulu.

Berdasarkan aturan SNMPTN tahun 2021, kamu bisa memilih maksimal dua jurusan kuliah dari satu atau dua PTN. Kalau memilih dua jurusan, salah satunya harus berada di PTN yang berlokasi sama dengan sekolahmu. Jika kamu hanya memilih satu jurusan, kamu bebas mendaftar PTN mana pun.

Agar tidak gagal SNMPTN, sebaiknya hindari melakukan lintas jurusan. Namun, jika kamu benar-benar ingin lintas jurusan, cek dulu ketentuan PTN yang kamu targetkan.

Oh iya, karena aturan yang Mipi cantumkan merupakan data tahun 2021, ketentuan tersebut masih dapat berubah. Ada baiknya kamu mengecek pembaruan aturan SNMPTN di portal LTMPT, khususnya pada tahun berjalan saat kamu mendaftar.

5. Mencari Kampus Tujuan

Masih banyak di antara kamu yang fokus pada kampusnya daripada pilihan jurusannya. “Enggak masalah deh dapat jurusan sepi peminat, asalkan kuliahnya di kampus ini.” Hayo, siapa yang masih berpikiran seperti itu? Jika ternyata jurusan tersebut tidak kamu minati, yang ada kamu bisa kesulitan selama menjalani perkuliahan, lho.

Jadi, agar tidak gagal SNMPTN, sebaiknya pilih jurusan yang kamu sukai dan kuasai terlebih dahulu. Percayalah, keberhasilanmu tidak hanya dilihat dari seberapa bagus tempat kuliahmu, namun bagaimana kamu juga bisa berproses di sana. Asalkan kamu punya niat dan rajin belajar, pasti hasilnya tetap maksimal dan berkualitas kok.

6. Pertimbangkan Daya Tampung dan Keketatan Persaingan

Strategi ini dapat kamu terapkan untuk menentukan urutan jurusan kuliah pertama dan kedua di SNMPTN. Sebaiknya tempatkan jurusan yang punya keketatan persaingan tinggi atau daya tampung sedikit pada urutan pertama. Namun, tetap pastikan jurusan tersebut sangat kamu minati, ya.

Sementara pada pilihan kedua, cari jurusan yang tingkat persaingan dan nilai masuknya lebih longgar daripada jurusan pertama. Pertimbangan ini bertujuan memaksimalkan peluang diterima pilihan kedua apabila kamu gagal di jurusan pertama.

Khusus pilihan kedua, kamu dapat memilih jurusan yang diminati, tetapi kamu belum punya bakat maksimal di jurusan tersebut. Jadi, kamu memilih jurusan kedua ini agar dapat mengembangkan kemampuanmu.

7. Gali Informasi Jurusan dan Kampus yang Dituju

Miliki bekal informasi yang cukup terkait jurusan dan kampus impian agar kamu makin yakin memilihnya. Kamu bisa menggali informasi dari artikel, blog, sosial media, portal universitas, tanya jawab alumni, atau bahkan sosialisasi kampus yang biasanya diselenggarakan oleh sekolah.

Lantas informasi apa saja yang perlu dicari? Bisa seputar sebaran mata kuliah, lokasi, reputasi kampus, tenaga pengajar, ikatan alumni, biaya pendidikan, prospek karir, dan lain sebagainya. Selain itu, tidak ada salahnya sesekali mengikuti seminar dari alumni sekolah yang saat ini berkuliah di kampus impianmu.

8. Hindari Lintas Jurusan

Pada seleksi SNMPTN, hal yang digunakan untuk dinilai dalam menentukan lolos tidaknya adalah nilai kalian inputkan di PDSS. Pilihlah Prodi yang sesuai dengan latar belakang jurusan kamu saat SMA. Hindari lintas jurusan, misalanya kamu jurusan IPA tetapi mengambil jurusan Kulian IPS. Hal ini bisa menjadi peluang kegagalan sahabat lolos SNMPTN, meskipun ada yang lolos tetapi jumlahnya sangat sedikit.

9. Passing Grade

Cara pilih prodi SNMPTN 2021 yang kedua adalah melihat standar nilai di jurusan PTN yang akan kamu pilih, dan tingkat popularitas jurusan tersebut untuk dipilih oleh ribuan peserta SNMPTN lainnya. Apakah jurusan tersebut adalah jurusan dengan passing grade tinggi dan banyak diminati oleh peserta lain? Sebenarnya tidak masalah jika kamu ingin memilih jurusan tersebut. Tapi pastikan terlebih dahulu apakah nilai kamu sudah memenuhi kriteria, dan jangan lupa mendiskusikannya dengan guru konseling atau BK di sekolah atau sama kakak pengajar di Mitra Pelajar ya.

10. Pertimbangkan Jurusan dan PTN yang jarang diminati

Yang ketiga, dalam memilih jurusan SNMPTN, sahabat pelajar harus perhatikan informasi mengenai PTN, jurusan, dan bidang studi yang jarang diminati atau tidak banyak dipilih oleh peserta lain dan mendekati minatmu. Jadikan ini sebagai pertimbangan atau cadangan jika ternyata jurusan idaman terlalu sulit untuk dicapai. Bisa jadi setelah dipikirkan kembali, jurusan yang sepi peminat ini bisa menjadi jurusan yang kamu minati.

11. Pertimbangkan Jurusan dari nilai rapor tertinggi

Cara pilih prodi SNMPTN 2021 berikutnya, periksalah nilai rapor yang paling tinggi. Misalnya nilai Bahasa Inggris dari awal sekolah sampai UN paling tinggi dan mengalahkan nilai lain.

Setelah cek nilai, kamu bisa memilih jurusan yang berkaitan dengan Bahasa Inggris. Memilih jurusan yang sesuai dengan kekuatan dan kemampuan diri sendiri tentunya akan meningkatkan peluang kamu untuk lolos SNMPTN 2021.

12. Pertimbangkan rekam jejak sekolah dalam SNMPTN

Salah satu kriteria dalam SNMPTN adalah rekam jejak sekolah. Maksudnya, riwayat siswa-siswa yang pernah diterima di PTN dari sekolah tertentu.

Kabarnya, sekolah-sekolah yang secara konsisten mengirim siswanya ke PTN dan siswa tersebut akhirnya berprestasi ketika mahasiswa, akan mendapatkan perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan sekolah yang jarang diterima di PTN tertentu. Itu artinya, jika sekolahmu memiliki sejarah mencetak mahasiswa berprestasi, PTN akan lebih memilih kamu dibandingkan siswa dari sekolah lain.

13. Dua Prodi Berbeda di Satu PTN

Jika memilih dua jurusan di satu PTN, pastikan PTN tersebut berada di satu provinsi dengan sekolahmu saat ini. Misalnya, jika sekolahmu berada di Provinsi Jawa Timur, pemilihan jurusan SNMPTN yang benar yaitu:

Sekolah Asal: Jawa Timur

Pilihan 1: Kedokteran, Universitas Airlangga (Jawa Timur)

Pilihan 2: Kebidanan, Universitas Airlangga (Jawa Timur)

Atau

Pilihan 1: Psikologi, Universitas Airlangga (Jawa Timur)

Pilihan 2: Antropologi, Universitas Airlangga (Jawa Timur)

Jika Sobat memperhatikan cara mengurutkan jurusan SNMPTN di atas, tampak bahwa jurusan dengan keketatan yang lebih tinggi berada pada urutan pertama. Jurusan-jurusan populer biasanya cenderung difavoritkan dan dipilih oleh kebanyakan calon mahasiswa baru. Maka, peluang kita lolos SNMPTN pada jurusan-jurusan tersebut menjadi lebih kecil. But it’s worth to try, isn’t it Sobat?

Perhatikan pula, pilihan jurusan pada urutan kedua cenderung berada pada satu bidang ilmu dengan pilihan pertama. Misalnya Sobat Pintar tertarik dengan ilmu kesehatan, Jurusan/Prodi Kebidanan masih berada di lingkup ilmu yang sama dengan Kedokteran. It’s not a must, tapi begitulah cara memilih jurusan SNMPTN yang tepat, Sobat Pintar.

14. Dua Prodi Sama di Dua PTN Berbeda

Okay, cara memilih program studi SNMPTN di atas bisa diterapkan jika PTN incaranmu hanya satu. Tapi bagaimana cara membuat daftar jurusan SNMPTN pada dua PTN yang berbeda? Berikut ini contohnya, Sobat:

Sekolah Asal: DI Yogyakarta

Pilihan 1: Farmasi, Universitas Gadjah Mada (DI Yogyakarta)

Pilihan 2: Farmasi, Universitas Jember (Jawa Timur)

Atau

Pilihan 1: Psikologi, Universitas Gadjah Mada (DI Yogyakarta)

Pilihan 2: Psikologi, Universitas Udayana (Bali)

Dari contoh daftar jurusan SNMPTN di atas, PTN di urutan pertama berada satu provinsi dengan sekolah asal. Apakah itu harus? Enggak kok, Sobat. Cara mengurutkan jurusan SNMPTN seperti di bawah ini juga boleh:

Sekolah Asal: DKI Jakarta

Pilihan 1: Gizi Kesehatan, Universitas Gadjah Mada (DI Yogyakarta)

Pilihan 2: Gizi, UPN Veteran Jakarta (DKI Jakarta)

Jadi, PTN yang berada di satu provinsi dengan sekolah asal bisa di urutan pertama atau kedua. Yang penting, prodi SNMPTN pada pilihan kedua memiliki peluang lolos lebih besar daripada pilihan pertama.

15. Dua Prodi Berbeda di Dua PTN Berbeda

Now, bagaimana kalau kita mengincar dua jurusan SNMPTN yang berbeda? Udah gitu, PTN-nya juga berbeda. The basic tips apply still, Sobat. First, pilihan kedua berpeluang lolos lebih besar. Second, salah satu PTN berada di satu provinsi dengan sekolahmu sekarang. Nah, seperti ini contohnya:

Sekolah Asal: Bali

Pilihan 1: Ilmu Gizi, Institut Pertanian Bogor (Jawa Barat)

Pilihan 2: Biologi, Universitas Pendidikan Ganesha (Bali)

Atau

Pilihan 1: Manajemen, Universitas Udayana (Bali)

Pilihan 2: Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya (Jawa Timur)

16. Satu Prodi (Satu Pilihan)

Ingin bebas memilih PTN tanpa terikat aturan kesamaan provinsi dengan sekolahmu sekarang? Bisa, Sobat. But then, you’re subject to another condition. Apa itu? Kita boleh bebas memilih PTN asalkan mengisi satu pilihan saja di SNMPTN. Jadi, kosongkan pilihan prodi SNMPTN yang kedua ya, Sobat!

Contoh:

Pilihan 1: Teknologi Rekayasa Konversi Energi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Pilihan 2: (dikosongkan)

It’s such a brave decision to have one option only, indeed! Tapi bukan nggak boleh kok, Sobat. Tentunya, perhitungkan dengan cermat sebelum memutuskan untuk menggunakan cara memilih prodi SNMPTN yang terakhir ini, ya!

17. Passing Grade Jurusan

Hal berikutnya sebagai tips memilih jurusan SNMPTN adalah dengan melihat passing grade. Perhatikan berapa standar nilai pada jurusan PTN pilihan, seperti apa tingkat popularitas jurusan pada PTN tersebut, dan bagaimana passing gradenya.

Jika jurusan tersebut sangat populer, ribuan peserta sudah memilih, dengan standar passing grade tinggi, tentu persaingan jadi semakin ketat. Tidak masalah jika memilih jurusan populer dengan persaingan tinggi. Asalkan, nilai rapor kamu juga sudah sesuai kriteria. Guru Konseling (BK) bisa jadi tempat tepat untuk berdiskusi.

18. Lirik Jurusan dan PTN Sepi Peminat

Sebaiknya, gali informasi sebanyak mungkin tentang PTN tertentu, jurusannya dan juga bidang studi yang sepi peminat, namun program studi tersebut sangat dekat dengan minat kamu.

Kamu bisa memilih PTN dan jurusan tersebut sebagai pertimbangan atau opsi jika jurusan pilihan utama justru terlalu sulit untuk bersaing. Pikirkan kembali, karena justru jurusan sepi peminat bisa membantu supaya lulus seleksi SNMPTN tapi jurusan tersebut sesuai minat.

19. Jurusan Sesuai Nilai Rapor Terbesar

Tips memilih jurusan SNMPTN berikutnya adalah dengan melihat rekam jejak sekolah, yaitu riwayat alumni yang sudah diterima pada PTN dari sekolah tertentu.

Kebanyakan sekolah pasti mengirim siswa ke PTN secara konsisten. Jika siswa berprestasi tersebut mampu mempertahankan atau meningkatkan prestasinya saat menjadi mahasiswa, maka sekolah asalnya akan memperoleh perhatian lebih besar di PTN tersebut.

Jadi, kamu wajib cari tahu bagaimana reputasi sekolah kamu di mata PTN yang sudah kamu pilih, apakah alumni dari sekolah kamu justru berprestasi. Alumni punya pengaruh besar untuk menentukan apakah PTN pilihan menerima kamu karena sudah melihat sendiri bagaimana pencapaian para alumni.

20. Nggak Serius Pilih Jurusan

Pilih jurusan sebaiknya sesuai prioritas bidang yang kamu minati. Jika sudah diterima, wajib kamu ambil. Kalau tidak, justru indeks sekolah nanti kan berkurang oleh PTN yang sudah kamu pilih. Jadi, jangan buru-buru pilih jurusan pada PTN dalam SNMPTN, ya!

Ingat, faktor kualifikasi siswa dari nilai rapor dan prestasi akademik dan faktor indeks sekolah sangat menentukan penerimaan SNMPTN. PTN juga punya kebijakan dalam pemberian jatah atau kuota pada daerah, dengan tujuan supaya lulusan dapat berkontribusi pada derah asal.

Sekarang, kamu sudah tahu banyak tentang apa saja tips memilih jurusan SNMPTN. Jadi, kamu nggak cuman lulus saja, tapi berada pada jurusan yang tepat sesuai minat dan berada pada PTN sesuai yang kamu inginkan.

21. Cek Grafik Nilai Rapor

Dari sekian banyak faktor, nilai rapor semester satu hingga semester lima harus kamu perhatikan. Tidak selalu nilai tinggi jadi jaminan lolos SNMPTN. Kamu harus punya grafik nilai stabil atau selalu meningkat dari semester tersebut. Jika grafik nilai stabil atau meningkat, peluang lolos SNMPTN jadi lebih besar.

22. Perbanyak Prestasi

Selalu giat belajar saat masih SMA sehingga kamu bisa meningkatkan jumlah sertifikat, atau piagam. Piagam akademik serta non-akademik adalah poin tambahan dalam seleksi masuk pada PTN. Jika kamu punya kelebihan pada bidang tertentu, selalu ambil peluang tersebut untuk ikut kompetisi. Ingat, semakin banyak sertifikat juga piagam, semakin besar peluang ke PTN.

23. Bawa Portofolio Prestasi

Saat mendaftar, selalu bawa piagam penghargaan. Atau, bisa juga bawa sertifikat perlombaan, kompetisi, dan kejuaraan yang pernah kamu ikuti.

Panitia seleksi biasanya tidak hanya fokus pada nilai rapor, tapi bagaimana aktifnya kamu dalam mengikuti kegiatan sekolah. Adanya portofolio prestasi menjadikan kamu sebagai peserta SNMPTN lebih unggul dibandingkan pendaftar lain yang punya nilai rapor sama.

24. Pelajari Jurusan Pilihan

Mencari informasi tentang jurusan pilihan membantu kamu untuk lebih dari sekedar memahami perkuliahan. Kamu juga dapat belajar tentang bagaimana prospek karir dan lainnya. Bahkan, dengan mencari tahu lebih lanjut, kamu bisa paham bagaimana penerimaan mahasiswa pada jurusan tersebut.

Contohnya adalah mencari informasi kuota jurusan, berapa jumlah pendaftar pada jurusan tersebut, berapa jumlah mahasiswa yang diterima.dengan cara ini, kamu jadi lebih bijak memilih jurusan pada perguruan tinggi negeri pilihan.

25. Pilih Alternatif Jurusan

Kalau kamu merasa bahwa grafik nilai rapor juga portofolio belum cukup membantu untuk bersaing, karena peminat jurusan tersebut tinggi dan kuotanya sangat terbatas, pilih jurusan lain.

Pelajari dan pahami tentang jurusan lain dengan peminat sedikit, terutama kalau kamu masih ingin kuliah di universitas yang sama. Cara ini boleh kamu coba, asal jurusan alternatif tersebut sesuai dengan minat dan kapasitas.

26. Pilih Universitas Lain

Poin ini sangat tepat kalau kamu justru lebih mengutamakan jurusan, tapi tidak masalah menjatuhkan pilihan pada universitas lain. Hal ini penting sebagai strategi kalau kamu ingin jurusan yang sama, pada universitas dengan peminat lebih sedikit.

Tidak masalah kalau harus kuliah di universitas lain, selama jurusan yang kamu pelajari juga sama. Materi yang disampaikan juga tidak jauh berbeda, tentunya.

27. Jangan Ikut Pilihan Teman

Bisa lolos SNMPTN itu menyenangkan, dan bisa kuliah pada perguruan tinggi negeri memang impian semua lulusan SMA. Terkadang, teman-teman kamu juga menjatuhkan pilihan perguruan tinggi yang sama dengan pilihanmu. Apalagi jika memilih universitas sama disengaja agar tetap kompak.

Cara seperti ini justru membuat peluang kamu lolos SNMPTN semakin kecil. Jadi, jika ingin lolos, baiknya pilih kampus atau PTN dengan calon pendaftar minim.

28. Perbanyak berdoa

Tidak ada hasil yang menghianati usaha. Namun, usaha tanpa adanya bantuan doa juga akan sia-sia. Berdoalah untuk hasil yang terbaik atas perjuangan kamu dalam belajar, yaitu lulusnya kamu dalam tahap SNMPTN. Selain berdoa sendiri, tidak ada salahnya juga kalau kamu meminta bantuan doa kepada orang tua dan keluarga kamu. Karena segala sesuatu yang kamu rencanakan, hanya Tuhan yang menentukan hasilnya.

Itulah informasi lengkap tentang apa saja tips lolos SNMPTN. Jika belum berhasil lolos SNMPTN, jangan kuatir. Kamu bisa menghadapi SBMPTN. Sedangkan bagi pelajar SMA kelas X dan XI, perjuangan masih panjang. Cek dulu rapor dan terus tingkatkan kegiatan supaya bisa masuk universitas melalui jalur SNMPTN. Mengingat penilaian SNMPTN dilakukan berdasarkan nilai rapor, sebaiknya curi start belajar dari sekarang agar mendapatkan nilai rapor tinggi dan jadi juara kelas.

Buat kamu yang masih bingung buat apa sih itu SNMPTN, aku saranin kamu baca deh artikel penjelasan jalur SNMPTN berikut ini :

About Muhammad

Check Also

Cara Mengisi Jarak Dari Pusat Kota KIP Kuliah

Cara Mengisi Jarak Dari Pusat Kota KIP Kuliah [Terupdate] Salah satu isian dalam menu rencana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!