Seorang pemuda berusia 27 tahun, punya keinginan besar untuk menikah tetapi secara ekonomi kondisinya belum memadai, agar selamat dari perbuatan dosa, sebaiknya pemuda tersebut

Questions and Answer Keys for Islamic Religious Education and Character Class 12 2013 Revised 2018 Curriculum Multiple Choice Evaluation The statements below are a function of a marriage, except Pages 144-146 Chapter 7 (The Beauty of Building a Household Mahligai) ~ Assalamualikum semuanya, kembali lagi bersama laguasyik.com. Pada kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 12 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Evaluasi Pilihan Ganda Pernyataan di bawah ini merupakan fungsi dari sebuah pernikahan, kecuali Halaman 144-146 Bab 7 (Indahnya Membangun Mahligai Rumah Tangga) kepada para siswa/siswi yang melihat artikel ini. Yuk, kita langsung saja ke soal dan jawabannya. ~

Evaluasi

I. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e yang dianggap jawaban yang paling tepat!

1. Pernyataan di bawah ini merupakan fungsi dari sebuah pernikahan, kecuali . . . .

A. tempat berlangsungnya proses penanaman nilai

B. menjaga diri dari berbagai macam penyakit

C. penerus dari keberadaan eksistensi manusia

D. perlindungan bagi terjaganya akhlak

E. sebagai tempat mewujudkan kasih sayang

Jawaban : B. menjaga diri dari berbagai macam penyakit

2. Seorang pemuda berusia 27 tahun, punya keinginan besar untuk menikah tetapi secara ekonomi kondisinya belum memadai, agar selamat dari perbuatan dosa, sebaiknya pemuda tersebut . . . .

A. menikah dengan minta bantuan orangtua

B. menikah dengan mengadakan resepsi sederhana

C. menahan keinginannya karena dalam kondisi tidak wajib

D. tunda keinginan untuk menikah sampai cukup secara materi

E. banyak berpuasa untuk meredam nafsu sambil mengumpulkan materi

Jawaban : B. menikah dengan mengadakan resepsi sederhana

3. Ibu Siti ketika menikah dengan bapak Ahmad membawa seorang putri yang bernama Aisyah, ketika perkawinan mereka kandas di tengah jalan dan perceraian merupakan jalan terbaik. Seandainya bapak Ahmad ingin menikah kembali, maka terlarang baginya untuk menikahi Aisyah, karena Aisyah merupakan mahram dengan sebab . . . .

A. keturunan

B. persusuan

C. pernikahan

D. pertalian agama

E. dimadu

Jawaban : C. pernikahan

4. Suami istri harus berusaha menciptakan suasana tentram dan damai dalam keluarga. Berikut ini yang tidak mendukung suasana tersebut adalah . . . .

A. mengajak keluarga untuk berwisata bersama

B. membiasakan ucapan yang santun dalam keluarga

C. menanamkan nilai-nilai keislaman pada keluarga

D. menyibukkan diri dengan salat sunah selama berada di rumah

E. menemani anak-anak mengejakan PR atau tugas sekolah lainnya

Jawaban : D. menyibukkan diri dengan salat sunah selama berada di rumah

5. Perhatikan pernyataan berikut ini!

  1. Terhindar dari perbuatan maksiat
  2. Untuk meneruskan kehidupan manusia
  3. Pasangan yang didapat sesuai dengan perilaku
  4. Terwujudnya ketentraman, kasih sayang dan cinta
  5. Ikatan yang menyatukan seorang laki-laki dan wanita
  6. Merupakan status simbol dalam kehidupan masyarakat

Melalui pernyataan tersebut, yang termasuk hikmah pernikahan adalah nomor . . . .

A. 1), 2) dan 3)

B. 1), 2) dan 4)

C. 2), 3) dan 4)

D. 3), 5) dan 6)

E. 4), 5) dan 6)

Jawaban : B. 1), 2) dan 4)

II. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang singkat dan benar!

a. Memahami makna Q.S. ar-Rum/30:21 akan menumbuhkan rasa percaya terhadap . . . . (kebesaran dan takdir ALLAH Ta’ala, dimana ALLAH Ta’ala dengan kebesaranNYA telah menciptakan psangan dari golongan kita sendiri)

b. Memahami tujuan akad nikah akan menumbuhkan sikap bertanggung jawab dalam . . . . (Keluarga atau Pernikahan)

c. Memahami hakikat pernikahan membuat diri kita lebih menjauhi pergaulan yang . . . . (Bebas)

d. Hidup bebas tanpa nikah akan berakibat kepada . . . . (Maksiat)

e. Cara terbaik memilih pasangan hidup menurut Islam adalah . . . . (Dengan mempertimbangkan 4 hal (hartanya, kedudukannya, kecantikannya, dan agamanya))

III. Kerjakan soal-soal di bawah ini!

1. Jelaskan pengertian nikah menurut Islam!

Pengertian NIKAH menurut syari’at islam adalah melakukan suatu perjanjian atau akad untuk mengikatkan diri pada seorang laki-laki atau perempuan dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang diridhahi Allah SWT.

Secara etimologi, Nikah berasal dari kata bahasa arab yakni النكاح yang artinya adalah perjanjian atau perkawinan.

Pada sumber lain, nikah diartikan sebagai akad atau perjanjian yang memberi konsekuensi seorang pria dan wanita untuk bergaul secara sah dan menjadi mahram yang kemudian memunculkan hak dan juga kewajiban tertentu.

Dalam islam, ketentuan fiqih mengenai pernikahan disebut dengan Munakahat.

Nikah merupakan perbuatan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad. Dalam islam nikah ini bahkan disebutkan sebagai sebuah ibadah yang melengkapi keimanan seseorang meski sebenarnya hukum asal nikah adalah mubah. Artinya boleh dilakukan boleh juga tidak dilakukan.

2. Sebutkan tujuan nikah!

  • Melaksanakan Sunnah Rasul

Tujuan utama pernikahan dalam Islam ialah menjauhkan dari perbuatan maksiat. Sebagai seorang muslim, kita memiliki panutan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Alangkah baiknya bisa meniru yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Salah satunya menjalankan pernikahan dengan niat yang baik.

“Menikah adalah sunnahku, barangsiapa yang tidak mengamalkan sunnahku, bukan bagian dariku. Maka menikahlah kalian, karena aku bangga dengan banyaknya umatku (di hari kiamat).” (HR. Ibnu Majah no. 1846, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 2383).

  • Menguatkan Ibadah sebagai Benteng Kokoh Akhlaq Manusia

Pernikahan merupakan hal yang mulia dalam Islam. Ikatan suci yang bermanfaat dalam menjaga kehormatan diri, serta terhindar dari hal-hal yang dilarang agama.

Apabila telah menikah, diketahui baik untuk mmenundukkan pandangan. Juga membentengi diri dari perbuatan keji dan merendahkan martabat, salah satunya zina.

“Wahai para pemuda, jika kalian telah mampu, maka menikahlah. Sungguh menikah itu lebih menentramkan pandangan dan kelamin. Bagi yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa bisa menjadi tameng baginya.” (HR. Bukhari No. 4779).

  • Menyempurnakan Agama

Terasa lebih indah bila menjalani kebahagiaan dunia dan akhirat bersama rekan yang tepat dalam biduk rumah tangga. Tujuan pernikahan dalam Islam selanjutnya untuk menyempurnakan separuh agama. Separuhnya yang lain melalui berbagai ibadah.

“Barangsiapa menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh ibadahnya (agamanya). Dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah SWT dalam memelihara yang sebagian sisanya.” (HR. Thabrani dan Hakim).

  • Mengikuti Perintah Allah SWT

Tujuan pernikahan dalam Islam berikutnya ialah mengikuti perintah Allah SWT. Menikah menjadi jalan ibadah yang paling banyak dinanti dan diidamkan oleh sebagian masyarakat. Tak perlu ragu dan takut perihal ekonomi.

Yakinlah bahwa usaha yang dibarengi doa, tawakal bersama pasangan, tentu akan saling menguatkan mencapai kekayaan dunia dan akhirat.

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur Ayat 32).

  • Mendapatkan Keturunan

Demi melestarikan keturunan putra-putra Adam, tujuan pernikahan dalam Islam termasuk mendapatkan keturunan. Salah satu jalan investasi di akhirat, selain beribadah, termasuk pula keturunan yang sholeh/sholehah.

“Allah menjadikan kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki yang baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?.” (QS. An-Nahl ayat 72).

  • Penyenang Hati dalam Beribadah

Tujuan menikah dalam Islam selanjutnya sebagai penyenang hati, membentuk pasangan suami-istri yang bertakwa pada Allah SWT. Pernikahan mampu memicu rasa kasih dan menciptakan insan yang takwa. Bersama memperjuangkan nilai-nilai kebaikan dan bermanfaat bagi orang lain.

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqon ayat 74).

  • Membangun Generasi Beriman

Tujuan pernikahan dalam Islam selanjutnya untuk membangun generasi beriman. Bertanggung jawab terhadap anak, mendidik, mengasuh, dan merawat hingga cukup usia. Jalan ibadah sekaligus sedekah yang menjadi bekal di akhirat kelak.

“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (QS. At-Thur ayat 21).

  • Memperoleh Ketenangan

Sebuah pernikahan dianjurkan dengan tujuan dan niat yang memberi manfaat. Perasaan tenang dan tentram atau sakinah, akan hadir seusai menikah. Bukan sekedar untuk melampiaskan syahwat atau perasaan biologis saja, karena hal ini bisa mengurangi ketenangan tersebut.

“Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia ciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.” (QS al-Rum [30]: 21).

3. Pernikahan dinyatakan sah apabila memenuhi 5 (lima) rukun nikah, sebutkan!

  • Ada mempelai laki-laki

Sejatinya pernikahan dimulai pada saat akad nikah dilaksanakan. Bagaimana bisa akan akan berlangsung jika mempelai laki-lakinya nggak ada. Akad juga nggak bisa diwakilkan karena pada saat berlangsungnya akad juga merupakan proses penyerahan tanggung jawab wali mempelai perempuan ke mempelai laki-laki.

  • Ada mempelai perempuan

Pada syariat Islam, disebutkan juga sahnya pernikahan saat ada mempelai perempuan yang halal untuk dinikahi. Seorang laki-laki dilarang untuk memperistri perempuan yang haram untuk dinikahi. Haram untuk dinikahi di antaranya, pertalian darah, hubungan persusuan, atau hubungan kemertuaan.

  • Ada wali nikah bagi perempuan

Selain ada mempelai laki-laki dan perempuan, juga diperlukan wali nikah. Wali merupakan orangtua mempelai perempuan baik ayah, kakek, ataupun saudara dari garis keturunan ayah. Jika diurutkan yang berhak menjadi wali di antaranya ayah, kakek dari pihak ayah, saudara laki-laki kandung (kakak atau adik), saudara laki-laki seayah, saudara kandung ayah (pakde atau om), anak laki-laki dari saudara kandung ayah.

  • Ada saksi nikah 2 orang laki-laki

Dibutuhkan dua saksi nikah laki-laki yang mempunyai enam persyaratan, yaitu Islam, baligh, berakal, merdeka, lelaki, dan adil. Dua orang saksi ini dapat diwakilkan oleh pihak keluarga, tetangga ataupun orang yang dapat dipercaya untuk menjadi seorang saksi. Jika nggak ada saksi maka pernikahan tersebut nggak sah di mata hukum dan agama.

  • Ijab dan qabul

Ijab dan qabul dimaknai sebagai janji suci kepada Allah SWT di hadapan penghulu, wali dan saksi. Saat kalimat “saya terima nikahnya”, maka dalam waktu bersamaan dua mempelai laki-laki dan perempuan sah untuk menjadi sepasang suami istri. Pada rukun nikah ini harus dipenuhi semuanya dan nggak bisa ditawar lagi.

4. Bagaimanakah cara memilih jodoh(isteri atau suami) menurut Islam!

  • Beragama Islam

Kriteria yang paling penting dalam mencari calon suami adalah beragama Islam. Karna sudah jelas bahwa seorang muslimah diwajibkan untuk menikah dengan seorang laki-laki muslim pula. Seperti yang tertera dalam firman Allah SWT yang artinya :

“…Janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik daripada orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya…”(Q.S. Al-Baqarah: 221).

  • Taat Beragama

Kemudian kriteria yang kedua adalah laki-laki yang taat beribadah atau bisa kita sebut laki-laki soleh. Karena dengan memilih laki-laki yang soleh maka ia akan senantiasa membimbing kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Seperti yang di sebutkan dalam hadits Nabi Muhammmad SAW yang artinya :

“Bila datang seorang laki-laki yang kamu ridhoi agama dan akhlaknya, hendaklah kamu nikahkan dia, karena kalau engkau tidak mau menikahkannya, niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas.” (H.R. Tirmidzi dan Ahmad).

  • Menjauhi Kemaksiatan

Kriteria yang ketiga adalah seorang laki-laki yang senantiasa menjauhkan dirinya dari kemaksiatan. Karena apabila seseorang mendekati kemaksiatan maka biasanya orang tersebut akan cenderung melakukan kemaksiatan. Oleh karena itu alangkah lebih baik bila seorang muslim menjauhi kemaksiatan. Seperti yang tertera pada firman Allah SWT yang artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah atas perintah Allah kepada mereka dan selalu taat pada apa yang diperintahkan.” (Q.S. At-Tahriim: 6).

  • Berasal Dari Keluarga Yang Baik

Kriteria yang keempat adalah seorang laki-laki yang berasal dari keluarga baik-baik. Bukan hanya laki-laki yang menginginkan hal itu namun seorang wanita pun pastilah menginginkan hal tersebut. Lingkungan keluarga biasanya akan mencerminkan bagaimana kepribadian seseorang. Oleh karena itu sebelum memilih laki-laki cobalah untuk mengetahui bagaimana kehidupan keluarganya atau kamu bisa mencoba untuk mengakrabkan diri dengan keluarganya terlebih dahulu.

  • Taat dan Santun Kepada Orang Tuanya

Kriteria yang ke lima adalah seorang laki-laki yang taat dan santun kepada kedua orang tua. Karena hal ini bisa menunjukkan bagaimana nantinya kepribadian seorang laki-laki setelah berumah tangga denganmu. Apabila iya taat dan santun kepada kedua orang tua nya khususnya Ibunya maka dapat di pastikan bahwa laki-laki tersebut akan menghormatimu dan menyayangimu seperti ibunya sendiri. Serperti yang disebutkan dalam hadits Nabi Muhammmad SAW yang artinya :

“Dari Mu’awiyah bin Jahimah, sesungguhnya Jahimah berkata: “Saya datang kepada Nabi SAW untuk meminta izin kepada beliau guna pergi berjihad, namun Nabi SAW bertanya: “Apakah kamu masih punya Ibu-Bapak (yang tidak bisa mengurus dirinya)?”. Saya menjawab: “Masih”. Beliau bersabda: “Uruslah mereka, karena surga ada di bawah telapak kaki mereka.”” (H.R. Thabarani, adapun ini adalah hadits Hasan (baik)).

“Dari Ibnu Umar RA, ujarnya: “Rasulullah SAW bersabda: “Berbaktilah kepada orang tua kalian, niscaya kelak anak-anak kalian berbakti kepada kalian; dan periharalah kehormatan (istri-istri orang), niscaya kehormatan istri-istri kalian terpelihara.”” (H.R. Thabarani, adapun ini adalah hadits Hasan).

  • Mandiri Dalam Ekonomi

Kriteria yang keenam  adalah seorang laki-laki yang mandiri dalam ekonomi. Maksud dari mandiri dalam berekonomi adalah seorang laki-laki yang sudah memiliki penghasilan sendiri dan tiidak bergantung kepada kedua orang tuanya. Karena sejatinya bahwa seorang laki-laki akan menghidupi istri dan anak-anaknya namun bagaimana seorang laki-laki bisa menghidupi keluarganya apabila masih menggantung hidupnya pada kedua orang tua. Yang perlu ditekankan adalah tidak perlu kaya namun mandiri dalam ekonomi, karena saat kita berbicara tentang materi manusia tidak akan pernah merasa cukup.

  • Berjiwa Pemimpin

Kriteria yang ke tujuh adalah seorang laki-laki berjiwa pemimpin. Seperti yang di syariatkan dalam Islam bahwa seorang insan harus bisa menjadi seorang khalifah minimal untuk dirinya sendiri. Sama halnya dalam berumah tangga, jiwa kepemimpinan ini sangat dibutuhkan karena nantunya seorang suami akan memimpin istri dan anak-anaknya untuk mencapai ridho Allah SWT.

  • Bertanggung Jawab

Kriteria yang ke delapan adalah memiliki tanggung jawab. Sebagai contoh seorang suam yang bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup istri dan anak-anaknya. Tidak hanya kebutuhan hidup saja yang harus dipenuhi tapi bertanggung jawab untuk membahagiakan istri dan anak-anak serta keturunannya selanjutnya.

  • Berperilaku Lemah Lembut

Kriteria yang ke sembilan adalah seorang laki-laki yang berperilaku lemah lembut. Karena bagaimana pun kodrat seorang wanita selalu ingin diperhatikan dan di manja oleh seorang laki-laki yang ia cintai. Setinggi apapun karir seorang wanita dan semandiri apapun wanita, iya tetaplah seseorang yang membutuhkan bahu untuk bersandar di kala letih dan sedih. Lemah lembut disini bukan hanya dalam bersikap namun kepribadian pula seperti bagaimana menyenangkan hati wanita, mengontrol emosi, dan tidak berlaku kasar kepada istri dan anak-anaknya.

  • Suka Berketurunan dan Subur

Kriteria yang kesepuluh adalah laki-laki yang suka berketurunan dan subur. Setiap mahkluk hidup pastilah berkeinginan untuk memiliki keturunan dan dengan memiliki keturunan maka hubungan keluarga  akan terus terjalin. Sebenarnya inilah yang membedakan Islam dengan agama lainnya. Dalam Islam diwajibkan untuk menikah dan bercampur apabila sudah waktunya sedangkan di agama lain membebaskan umatnya untuk tanpa pasangan dan tanpa keturunan sekalipun.

5. Sebutkan 3 (tiga) macam kewajiban suami terhadap isteri!

  • Menafkahi

Nafkah adalah hak wajib seorang istri dari suaminya. Ketika menikah, maka seorang laki-laki secara otomatis bertanggung jawab atas kelangsungan hidup istrinya. Karenanya, suami wajib memberikan nafkah secara cukup untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan, termasuk juga biaya anak-anak.

  • Menggauli Istri dengan Baik

Selain nafkah lahir, istri juga membutuhkan nafkah batin—yang diwujudkan dalam hubungan suami istri yang mesra dan penuh kasih sayang. Seorang suami wajib menggauli istrinya sebaik mungkin.

Kriteria hubungan intim yang baik menurut Islam adalah tidak ada unsur kekerasan, dilakukan dengan penuh kasih sayang, dan tidak ada unsur keterpaksaan.  Ada kalanya istri menolak berhubungan badan karena capek, hendaknya suami memahami hal ini.

  • Menjaga Aib Istri

Jangan sekali-kali menceritakan kehidupan pribadi istri atau rumah tangga Anda kepada orang lain, terutama yang sifatnya cukup privat. Sebagai suami, sudah sepatutnya Anda juga menjaga marwah istri dengan tidak menceritakan kejelekan atau keburukannya di hadapan orang lain. Selain tidak etis, hal ini juga akan sangat menyakiti perasaan istri Anda sebagai pasangannya. Bagaimanapun, aib istri adalah aib suami juga.

Dari Abdurrahman bin Sa’id, ia berkata; “Aku mendengar abu Sa’id al-Khudri berkata, Rasulullah saw bersabda: sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya disisi Allah Swt pada hari kiamat adalah suami yang menunaikan hajatnya kepada istrinya dan istri yang menunaikan hajat kepada suaminya, kemudian suami tesebut menceritakan rahasia istrinya.” [HR. Muslim]

  • Membimbing Istri

Suami adalah imam (pemimpin) bagi istri dan keluarga. Maka sudah sepatutnya Anda memberikan contoh yang baik dan membimbing keluarga ke jalan yang benar dan sesuai dengan tuntutan syairat. Selain mencukupi kebutuhan pendidikan keluarganya, suami/ayah juga wajib membimbing keluarga dengan ilmu agama.

  • Memperlakukan Istri dengan Baik

Menikahi seorang perempuan artinya Anda siap mengambil alih tanggung jawab dari orang tuanya. Oleh karena itu suami diwajibkan untuk selalu memperlakukan istri sebaik mungkin, menjaganya dengan penuh kasih sayang, serta mencukupi kebutuhannya.

Sedikit catatan, jangan melimpahkan segala urusan rumah tangga kepada istri, misalnya mencuci, memasak, mengurus anak, dan sebagainya. Ringankan bebannya dengan bersama-sama melakukan tugas rumah tangga. Niscaya ia akan semakin bahagia dan mencintai Anda.

“Kewajiban seorang suami terhadap isterinya ialah suami harus memberi makan kepadanya jika ia makan dan memberi pakaian kepadanya jika ia berpakaian dan jangan memukul wajahnya dan jangan pula meninggalkannya kecuali ia berada di dalam rumah (ketika isteri membangkang)“ [HR. Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah]

  • Menghormati Orang Tuanya

Orang tua istri adalah orang tua Anda juga. Jadi belajarlah untuk menaruh rasa hormat dan berbakti kepada keduanya. Perlakukan mereka selayaknya orang tua Anda sendiri. Meskipun mungkin ada sifat dan perilaku mereka yang kurang Anda sukai, jangan sekali-kali berkata atau berperilaku kasar kepadanya.

6. Bagaimana pendapat kalian tentang hidup bebas tanpa nikah yang banyak terjadi di tengah masyarakat dalam hubungannya dengan hukum Islam!

Hidup bebas tanpa nikah adalah salah satu dosa besar dalam Islam. Menurut pendapat saya, perbuatan ini harus dihilangkan karena dekat sekali dengan Zina. Menurut Syara’ atau Hukum Islam, zina hukumnya HARAM. Haram dalam hal ini artinya sesuatu yang mendatangkan dosa apabila dilakukan dan mendatangkan pahala apabila ditinggalkan.

Hidup bebas tanpa nikah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat barat. Globalisasi memudahkan transfer budaya ini ke berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Selain bertentangan dengan budaya ketimuran, perbuatan ini juga melanggar syariat atau hukum islam.

7. Apakah yang dimaksud dengan mahram!

Pengertian Mahram berasal dari kata dalam bahasa arab yang berarti haram dinikahi baik nikah secara resmi maupun nikah siri. Mahram juga berasal dari makna haram, yaitu wanita yang haram dinikahi dan yang dimaksud dengan keharaman menikahi wanita adalah menyangkut boleh atau tidaknya melihat aurat, dan hubungan baik langsung maupun tidak langsung.

Mahram secara Bahasa dalam kamus Al-Munawwir adalah kata mahram berasal dari kata harama – yahrumu – harama wamahramah sedangkan untuk mahram itu sendiri memiliki arti yang haram atau yang terlarang, dan tidak boleh dilakukan ataupun tidak boleh dikerjakan, jika dikerjakan atau dilakukan maka akan mendapatkan dosa.

Mahram tersebut bisa bersifat langsung artinya orang-orang yang memiliki darah yang sama otomatis menjadi mahram dan ada pula hubungan yang tidak langsung seperti mahram yang diakibatkan oleh hubungan pernikahan misalnya saja seorang wanita yang sudah menikah dan bersuami maka ia haram hukumnya untuk dinikahi oleh orang lain. Demikian pula para wanita yang masih berada dalam masa iddah setelah talak (baca hukum talak dalam pernikahan) dan termasuk juga wanita yang tidak beraga islam atau kafir non kitabiyah seperti Hindu, Budha dan majusi.

8. Jelaskan macam-macam hukum nikah!

  • Wajib

Pernikahan dapat menjadi wajib hukumnya jika seseorang telah memiliki kemampuan untuk berumah tangga, baik secara fisik maupun finansial, serta sulit baginya untuk menghindari zina. Orang tersebut diwajibkan menikah karena dikhawatirkan jika tidak, maka ia bisa melakukan perbuatan zina yang dilarang dalam Islam.

  • Sunah

Dasar hukum nikah menjadi sunah jika seseorang sudah mampu dan siap membangun rumah tangga, tapi dia dapat menahan diri dari segala perbuatan yang menjerumuskannya pada zina. Meskipun demikian, Islam selalu menganjurkan umatnya untuk menikah jika sudah memiliki kemampuan sebab pernikahan merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah.

  • Mubah

Hukum nikah juga bisa menjadi mubah atau boleh dilakukan. Dikatakan mubah jika ia menikah hanya untuk memenuhi syahwatnya saja dan bukan bertujuan untuk membina rumah tangga sesuai syariat Islam, tapi dia juga tidak dikhawatirkan akan menelantarkan istrinya.

  • Makruh

Selanjutnya ialah hukum nikah makruh. Hal ini terjadi jika seseorang memang tidak menginginkan untuk menikah karena faktor penyakit ataupun wataknya. Dia juga tidak memiliki kemampuan untuk menafkahi istri dan keluarganya sehingga jika dipaksakan menikah, dikhawatirkan orang tersebut tak bisa memenuhi hak dan kewajibannya dalam rumah tangga.

  • Haram

Hukum nikah juga bisa menjadi haram jika seseorang tidak memiliki kemampuan atau tanggung jawab untuk membangun rumah tangga. Misalnya, tidak mampu berhubungan seksual atau tak memiliki penghasilan sehingga besar kemungkinannya dia tidak bisa menafkahi keluarganya kelak. Selain itu, hukum nikah jadi haram jika pernikahan itu dilakukan dengan maksud untuk menganiaya, menyakiti, dan menelantarkan pasangannya.

Pernikahan bisa menjadi haram jika syarat sah dan kewajiban tidak terpenuhi bahkan dilanggar. Beberapa contoh ernikahan yang diharamkan dalam Islam seperti kawin kontrak, pernikahan sedarah, pernikahan sejenis, atau pernikahan beda agama antara perempuan Muslim dengan laki-laki non-Muslim.

9. Jelaskan isi kandungan Q.S.adz-Zariyat/51:49!!

  • Kandungan dari surah Az Dzariyat ayat 49 adalah penegasan bahwa seluruk makhluk yang ALLAH ciptakan diciptakan secara berpasang-pasangan, agar saling melengkapi. Misal ada lakilaki ada perempuan, ada langit ada bumi, ada surga da neraka, ada daratan ada lautan. Seluruh makhluknya diciptakan secara berpasangan tanpa terkecuali , namun tidak dengan ALLAH, ALLAh adalah dzat yang ESA, tidak ada pasangan yang sebanding denganNYA. Kemudian ALLAH ciptakan segalanya secara berpasangan agar manusia berpikir dengan akalnya mengenai kebesaran ALLAH. Bagaimana dengan hikmahNYA ALLAh jadikan segala seusatunya berpasangan, agar menjadi sebab berlangsungnya kehidupan ( laki-laki dan perempuan ), dan berlangsungan keselarasan dalam pemeliharan alam semesta ( matahari dan bulan, siang dan malam, dataran tinggi dataran rendah) bila tidak ada salah satunya tentu dunia akan binasa.
  • Allah menciptakan segala sesuatu ada pasangannya
  • Allah menciptakan manusia secara berpasang-pasangan
  • Allah maha besar atas segala mahluk
  • Allah memerintahkan kita agar selalu ingat kepadanya sehingga kita termasuk hamba-hamba yang bersyukur
  • Ayat ini menunjukkan kebesaran Allah karena Allah mampu menciptakan segala hal berpasang-pasangan

10. Tuliskan sighat Ijab dan Qabul secara lengkap!

a) Ijab qobul pernikahan

Ijab : yaitu pernyataan dari pihak perempuan yang diwakili oleh wali

Qobul : pernyataan menerima keinginan dari pihak pertama untuk menerima maksud tersebut.

Contoh Sighot Ijab :

Ya Fulan bin Fulan uzawwijuka ‘ala ma amarollohu min imsakin bima’rufin au tasriihim bi ihsanin, ya fulan bin fulan (jawab: na’am/labbaik) anakahtuka wa zawwaj-tuka makhthubataka fulanah binti fulan bi mahri mushaf alquran wa alatil ‘ibadah haalan

Contoh sighot qobul :

Qobiltu nikaahahaa wa tazwiijahaa bil mahril madz-kuur haalan

Jika menggunakan bahasa indonesia

Contoh ijab :

Saudara fulan bin fulan (dijawab: ya saya). saudara saya nikahkan dan kawinkan fulanah binti fulan denganmahar sebuah mushaf Alquran dan perlengkapan sholat secara tunai.”

Contoh qobul :

“Saya terima nikah dan kawinya fulanah binti fulan dengan mahar sebuah mushaf Alquran dan perlengkapan Sholat secara tunai.”

b) Ijab qobul jual beli

Ijab qobul jual beli masuk rukun jual beli , jadi harus dilakukan , namun masalah pelafalannya ada yg berpendapat harus dilafalkan ada yg tdk harus dilafalkan

Syariah Islam tidak menetapkan lafadz tertentu atau perbuatan spesifik untuk ijab qobul dalam jual beli.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 12 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Evaluasi Pilihan Ganda Pernyataan di bawah ini merupakan fungsi dari sebuah pernikahan, kecuali Halaman 144-146 Bab 7 (Indahnya Membangun Mahligai Rumah Tangga)”, Dan terima kasih sudah berkunjung blog yang sederhana. Semoga kunci jawaban ini bisa membantu kalian yang belum menjawab Soal dan Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 12 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Evaluasi Pilihan Ganda Pernyataan di bawah ini merupakan fungsi dari sebuah pernikahan, kecuali Halaman 144-146 Bab 7 (Indahnya Membangun Mahligai Rumah Tangga). Jika ada kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika ada pertanyaan dan ada saran untuk kelebihan dan kekurangan selain ini bisa komen di kolom komentar.

Kata Kunci:

  • https://laguasyik com/seorang-pemuda-berusia-27-tahun-punya-keinginan-besar-untuk-menikah-tetapi-secara-ekonomi-kondisinya-belum-memadai-agar-selamat-dari-perbuatan-dosa-sebaiknya-pemuda-tersebut/

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Apa perbedaan antara suhu dan kalor?

[Kunci Jawaban] Apa perbedaan antara suhu dan kalor? Pertanyaan: Apa perbedaan antara suhu dan kalor? …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!