Breaking News

Sebutkan isi Perjanjian Hudaibiyah

Questions and Answer Keys for Islamic Religious Education and Character Class 10 2013 Revised 2017 Curriculum Evaluation Mention the contents of the Hudaibiyah Agreement Page 156 Chapter 9 (Implementing the Da’wah Struggle of the Prophet in Medina) ~ Assalamualikum semuanya, kembali lagi bersama laguasyik.com. Pada kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Evaluasi Sebutkan isi Perjanjian Hudaibiyah Halaman 156 Bab 9 (Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah saw. di Madinah) kepada para siswa/siswi yang melihat artikel ini. Yuk, kita langsung saja ke soal dan jawabannya. ~

Evaluasi

A. Uji Pemahaman

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jelas.

1. Sebutkan isi Perjanjian Hudaibiyah.

Pertama, gencatan senjata selama 10 tahun. Tiada permusuhan dan tindakan buruk terhadap masing-masing dari kedua belah pihak selama masa tersebut.

Kedua, siapa yang datang dari kaum musyrik kepada Nabi, tanpa izin keluarganya, harus dikembalikan ke Makkah, tetapi bila ada di antara kaum Muslim yang berbalik dan mendatangi kaum Musyrik, maka ia tidak akan dikembalikan.

Ketiga, diperkenankan siapa saja di antara suku-suku Arab untuk mengikat perjanjian damai dan menggabungkan diri kepada salah satu dari kedua pihak. Ketika itu, suku Khuza’ah menjalin kerja sama dan mengikat perjanjian pertahanan bersama dengan Nabi Muhammad saw. dan Bani Bakar memihak kaum musyrik.

Keempat, tahun ini Nabi Muhamamad saw. dan rombongan belum diperkenankan memasuki Makkah, tetapi tahun depan dan dengan syarat hanya bermukim tiga hari tanpa membawa senjata kecuali pedang yang tidak dihunus.

Kelima, perjanjian ini diikat atas dasar ketulusan dan kesediaan penuh untuk melaksanakannya, tanpa penipuan atau penyelewengan.

2. Tuliskan lafaż ażan.

Arab:

(٢x) اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ

(٢x) أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ

(٢x) اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

(٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

(٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

(١x) اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ

(١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ

Latin:

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)

Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)

Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)

Hayya ‘alashshalaah (2x)

Hayya ‘alalfalaah. (2x)

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)

Laa ilaaha illallaah (1x)

Artinya :

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah

Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah

Marilah Sholat

Marilah menuju kepada kejayaan

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

Tiada Tuhan selain Allah

3. Jelaskan isi khutbah wada’.

Setiap pertemuan pasti ada akhirnya, begitu pun pertemuan rasul dengan umatnya di dunia yang memiliki akhir. Setelah 22 tahun tanpa Lelah memperjuangkan agama Allah, telah tiba masa dimana Rasulullah harus melakukan perpisahan dengan umatnya di dunia. Sebagai seorang nabi Rasulullah sepertinya mengetahui bahwa tugasnya di dunia ini akan berakhir, sebagai perpisahan dengan pengikutnya Rasulullah mengajak umatnya untuk melakukan haji wada yang di dalamnya terdapat khutbah wada. Isi khutbah wada yang singkat namun mengandung bekal yang sangat banyak seakan menggambarkan bahwa ini lah saatnya Rasulullah meninggalkan umatnya.

Pada hari Arafah, Rasulullah berdiri di depan ribuan pengikutnya dan menyampaikan pesan yang amat penting, pesan-pesan ini banyak dilupakan oleh umatnya khususnya kita yang telah lama ditinggalkannya. Menyampaikan isi khutbah wada’ Rasulullah memulai dengan pesan seakan ini lah saatnya ia meninggalkan kaumnya, beliau berpesan:

أَيُّهَا النَّاسُ اسْمَعُوْا قَوْلِيْ فَإنِّي لَا أَدْرِيْ لَعَلِّي أَلْقَاكُمْ بَعْدَ عَامِيْ هَذَا بِهَذَا المَوْقِفِ أَبَدًا

“Wahai umatku, dengarkan lah pesanku ini, sesungguhnya aku tidak yakin apakah dapat bertemu kembali dengan kalian setelah tahun ini dengan keadaan seperti ini”.

Pada tanggal 9 Zulhijjah, di lembah sebuah wadi di bilangan Urana dan Rasulullah SAW masih di atas unta, berhenti dan kemudian berkhutbah di depan lebih seratus ribu orang yang hadir saat itu. Khutbah berlangsung di bawah panas matahari menuju tengah hari. Umayyah bin Rabi’ah bin Khalaf, diminta mengulang keras setiap kalimat yang beliau sampaikan, agar dapat didengar di tempat yang jauh dari tempat Rasulullah berada.

Pesan-pesan penting dalam khutbah wada’ diraangkum oleh Ulama karismatik Syiria Dr. Muhammad Ramadhan Said Al Buthi dalam 6 poin dalam karyanya fiqih siroh, berikut 6 poin tersebut:

  • Berharganya Seorang Muslim

Isi khutbah wada pertama yang disampaikan, beliau mengingatkan umat muslim bahwasanya nyawa dan hartanya begitu berharga dan tidak boleh diambil tanpa hak. Haram hukumnya seorang muslim membunuh lainnya dan juga mengambil hartanya. Pesan ini disampaikan agar seorang muslim menghargai muslim lainnya dan menghargai dirinya. Betapa berharganya seorang muslim dihadapan Allah dan Rasulullah, sehingga tidak boleh nyawa dan hartanya diambil tanpa sebab yang dibolehkan. 2 hal ini disampaikan sekaligus menjadi pengingat bahwa membunuh dan mencuri adalah perbuatan haram.

  • Penghapusan Adat Jahiliyyah

Pesan kedua yang disampaikan Rasulullah berkaitan dengan adat jahiliyyah yang sangat erat dengan masyarakat Arab kala itu. Rasulullah memastikan bahwa adat-adat ini dihapuskan olehnya, mulai dari riba, membunuh anak perempuan, haji tanpa busana dan berbagai adat jahiliyyah lainnya. Segala adat ini tidak berharga lagi dan digantikan dengan syariat islam. Hal ini juga digambarkan dengan penghancuran berhala-berhala sembahan mereka yang ada di sekeliling ka’bah.

  • Penetapan Zaman

Poin ke 3 yang disampaikan Rasulullah berkaitan dengan sebelumnya, dimana sebelum datangnya islam, bangsa Arab memainkan waktu sesuka hati mereka. Berhaji sesuka hati mereka, tanpa mempedulikan waktu. Pada kesempatan ini Rasulullah menetapkan bahwa haji harus dikerjakan di bulan Dzulhijjah. Selain itu, Rasulullah juga menyampaikan bahwa dalam satu tahun ada 4 bulan yang dihormati semua golongan, muslim atau pun non muslim, yang dimana pada bulan ini haram untuk berperang dan menjadi bulan damai bagi bangsa Arab, 4 bulan tersebut adalah: Rajab,  Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram.

  • Menghormati Wanita

Pesan ini menjadi bantahan bagi mereka yang mengatakan bahwa islam menjadikan wanita sebagai gender kelas 2 di bawah laki-laki. Sebaliknya, wanita sederajat bahkan ditinggikan derajatnya oleh islam, terlebih dengan apa yang dilakukan Arab saat zaman jahiliyyah dimana wanita menjadi harta warisan bahkan barang dagangan.

  • Bekal bagi Umat Muslim

Menjelang akhir khutbah, Rasulullah berpesan bahwa ia meninggalkan bagi umat muslim 2 hal yang harus dipegang teguh yang akan menyampaikan seorang muslim menuju Allah dan aman dari kesyirikan serta kesesatan, dua hal tersebut adalah : Al Quran dan hadits.

  • Hubungan antara Pemimpin dan Rakyatnya

Isi khutbah wada terakhir yang beliau sampaikan berkaitan denggan hubungan pemimpin dengan rakyatnya yang berlandaskan ketaatan. Seorang rakyat harus mendukung pemimpinnya selama pemimpinnya mengajak kepada kebaikan, walaupun pemimpinnya adalah seorang budak atau pun orang yang tidak memiliki kedudukan di masyarakan.

Khutbah Wada yang disampaikan Rasulullah SAW antara lain

  • Larangan Membunuh Jiwa dan Mengambil Harta Orang Lain Tanpa Hak

Maknanya Perlindungan terhadapa Darah, harta, dan kehormatan Umat Islam

  • Kewajiban Meninggalkan Tradisi Jahiliyah seperti Pembunuhan Balasan dan Riba

Maknanya segala yang berkaitan dengan perkara kemanusiaan seperti pembunuhan, dendam, dll) yang telah terjadi pada masa Jahiliyah wajib ditinggalkan. Begitu juga Riba

  • Mewaspadai Gangguan Setan dan Kewajiban Menjaga Agama

Maknanya : nasehat gar mewaspadai gangguan setan karena setan akan berbangga jika manusia melakukan kesalahan kecil terus menerus

  • Larangan Mengharamkan yang Dihalalkan dan Sebaliknya

Maknanya : Larangan mengubah bulan suci karena akan menambah kekafiran. Bulan Suci itu antaranya   Zul Qa’dah, Zul Hijjah, Muharram, Rajab serta larangan menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal

  • Kewajiban Memuliakan Wanita (Isteri)

Maknanya Kewajiban suami terhadp isteri dan isteri terhadap suami

  • Kewajiban Berpegang Teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah

Maknanya : Rasulullah meninggalkan pada Al-Qur’an dan Hadits agar umat islam berpegang teguh dan tidak tersesat

  • Kewajiban Taat kepada Pemimpin Siapapun Dia Selama Masih Berpegang Teguh pada Al Qur’an.

Maknanya umat islam harus taat pada pemimpin yang berpegang teguh pada Al-Qur’an

  • Kewajiban Berbuat Baik kepada Hamba Sahaya.

Dengan cara memberi makan sebagaimana yang dimakan, memberi pakaian sebagaimana yang dipakai. Jika mereka melakukan kesalahan dan tidak bisa dimaafkan maka dilarang untuk menyiksa tapi harus dijual

  • Umat Islam adalah Bersaudara antara Satu dengan Lainnya

Maknanya setiap muslim yang satu dengan muslim lainnya adalah saudara dan seseorang tidak dibolehkan mengambil sesuatu milik saudaranya kecuali dengan kerelaan pemiliknya yang telah memberikannya dengan senang hati.

  • Kewajiban Menyampaikan Khutbah Rasulullah SAW kepada Orang Lain

Selesai menyampaikan isi khutbah wada yang amat mendalam, Rasulullah mendapatkan wahyu bahwasanya pada hari itu agama Allah telah lengkap. Mengetahui isi surah Al Maidah ayat 5 ini Abu Bakar pun menangis, beliau memahami bahwa ini lah saat-saat terakhir Rasulullah bersama mereka. Sesuai dengan namanya, khutbah wada menjadi khutbah penutup Rasulullah di depan umatnya, beberapa bulan setelahnya Rasulullah mengeluhkan sakit kepala dan sejak saat itu Rasulullah sakit hingga pada akhirnya tidak lebih dari 4 bulan setelah khutbah wada, Rasulullah benar-benar berpisah dengan umatnya di dunia. Wallahu a’lam bishowab.

4. Jelaskan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat yang dibangun Nabi Muhammad saw. di Madinah.

Senin, 22 September 622 M menjadi hari yang bersejarah bagi umat Islam. Hari dimana Rasulullah tiba di Madinah dalam rangka hijrah, setelah menempuh perjalanan berpuluh hari dari Makkah. Bak kedatangan ‘sang juru selamat’, Masyarakat Madinah menyambut Rasulullah dengan penuh suka cita. Maklum, Madinah dihuni masyarakat yang beragam. Mulai dari beda suku, etnis, hingga agama. Sehingga mereka kerap kali berperang. Kedatangan Rasulullah di Madinah diharapkan bisa menjadi penengah atau pemersatu diantara mereka.

Betul saja, dalam beberapa sumber sejarah disebutkan bahwa Rasulullah berhasil membangun kota Yatsrib yang biasa-biasa saja menjadi kota Madinah yang berperadaban dan diperhitungkan di jazirah Arab. Selama beberapa waktu sebelum suatu kelompok di Madinah mengkhianatinya, Rasulullah juga berhasil membangun masyarakat yang majemuk hidup dalam harmoni dan damai.

Sebagaimana diuraikan dalam buku Madinah: Kota Suci, Piagam Madinah, dan Teladan Muhammad saw., setidaknya ada tiga hal dasar yang dilakukan Rasulullah pada fase Madinah. Tiga hal dasar itu sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat Madinah sehingga mereka hidup aman, tenteram, saling menghargai, dan dalam kesejahteraan.

Pertama, menjadikan masjid sebagai pusat semua kegiatan (center of activities). Usai tiba di Madinah, Rasulullah membangun sebuah masjid, Masjid Nabi (Nabawi). Masjid ini memiliki bangunan yang sangat sederhana; atapnya dari daun pohon kurma, pilarnya dari batang pohon kurma, lantainya kerikil dan berpasir, dan bangunannya dari batu bata.

Akan tetapi, bangunan itu bukan sekedar bangunan biasa. Sebuah bangunan yang menjadi penanda kebangkitan peradaban Islam. Karena Rasulullah memfungsikan masjid ini untuk semua kegiatan. Mulai dari mengajarkan ajaran Islam, hikmah, proses belajar mengajar baca-tulis hingga menyusun strategi perang atau politik. Semua diadakan di Masjid Nabi, bukan hanya untuk shalat saja. Singkatnya, Rasulullah menggunakan Masjid sebagai tempat pertemuan dan pembinaan umat.

Kedua, membangun persaudaraan antar sesama Muslim (ukhuwah islamiyah). Pada fase Madinah, ada dua kelompok umat Islam yakni kaum Muhajirin (umat Islam Makkah yang hijrah ke Madinah) dan kaum Anshar (umat Islam yang asli penduduk Madinah). Rasulullah mempersaudarakan mereka satu persatu, satu Muhajirin dengan satu Anshar. Rasulullah juga selalu menegaskan bahwa sesama Muslim itu bersaudara. Tidak lain, ini dilakukan Rasulullah untuk memperkuat solidaritas dan kohesivitas sosial antar sesama umat Islam. Sehingga, mereka tidak mudah bertikai dan berperang, sebagaimana watak Arab Jahiliyah. Bagi seorang Muslim, persaudaraan bukan saja didasarkan pada darah, tapi juga keimanan yang sama.

Ketiga, membangun persaudaraan dengan umat agama lain (ukhuwan insaniyah). Rasulullah sadar betul bahwa Madinah memiliki masyarakat yang majemuk. Ada umat Islam, ada umat Nasrani, ada umat Yahudi, dan yang lainnya. Untuk membangun sebuah kota yang kuat dan damai, tidak ada jalan bagi Rasulullah kecuali ‘mempersatukan’ masyarakat yang berbeda itu.

Akhirnya Rasulullah mencetuskan sebuah kesepakatan bersama, Piagam Madinah (Constitution of Medina). Piagam ini menjadi titik temu (kalimatun sawa’) bagi masyarakat Madinah yang beragam. Dengan Piagam Madinah, Rasulullah berhasil mempersatukan masyarakat Madinah yang selama itu tidak mungkin dipersatukan. Piagam Madinah menjadi konstitusi pertama dalam membangun masyarakat yang bhineka berdasarkan nilai-nilai kesetaraan dan keadilan bersama.

Tiga pondasi dasar itulah yang dilakukan Rasulullah selama fase Madinah. Sehingga Madinah menjadi sebuah kota yang berperadaban dan diperhitungkan di jazirah Arab pada saat itu. (Sumber: NU Online)

5. Jelaskan latar belakang terjadinya Perang Tabuk.

Perang tabuk adalah perang yang sangat berat ketika permulaan pengumpulan pasukan untuk memulai ekspedisi ini, karena kondisi saat itu, musim panas yang sangat parah di jazirah arab yang orang arab mengatakan panasnya bisa mendidihkan kepala.

Dan bersamaan juga dengan akan datangnya waktu panen kurma, jika di tinggalkan berperang maka kurma kurma ini akan membusuk di pohonnya.

Yang melatar belakangi terjadinya perang tabuk adalah:

  • Berdasarkan dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa latar belakang penyebab terjadinya perang tabuk dapat tuliskan dalam beberapa point yakni:
  • Perang tabuk terjadi sekitar bulan rajab tahun 9 hijriah, perang tabuk masih ada kaitannya dengan prang mu`tah sebab kaisar romawi Heraklius tidak terima kekalahan tersebut dengan jumlah pasukannya lebih besar.
  • Terdapat ancaman dari kuaidir bin abdul malik al-kindi yang seorang nasrani dan yang mengancam akan memberontak dengan bantuan dari pasukan romawi, namun gagal dan dijadikan tawanan untuk membuka pintu gerbang dumah, yang kemudian Khalid bin walid meminta tebusan kepada rakyat dumah.
  • Para pedagang yang kembali dari Negeri Syam memberi kabar kepada Rasulullah saw bahwa Raja Romawi ingin menyerang wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Rasulullah saw dan mempersiapkan penyerangan di perbatasan wilayah arab sebelah utara.
  • Gugurnya tiga orang panglima kaum musimin pada perang Mu’tah (Syalabi 2000, 210) yaitu Zaid ibnu Haritsah, Abdullah ibnu Abi Rahawah dan Ja’far ibnu Abi Thalib (Syalabi 2000, 194). Meurut sebagian pendapat mengatakan bahwanabi menuntut balas atas kematian panglima muslimin tersebut.
  • Adanya kabar yang di bawa oleh para saudagar muslim, bahwa tentara Romawi akan menyerang semua daerah kekuasaan islam di jazirah Arab, termasuk Madinah, dengan membawa pasukan yang sangat besar.
  • Karena adanya kabar yang di bawa oleh para saudagar muslim, bahwa tentara Romawi akan menyerang semua daerah kekuasaan islam di jazirah Arab, termasuk Madinah, dengan membawa pasukan yang sangat besar.
  • Karena adanya kabar itu, maka Rasullullah sallallhu alaihi wassalam membentuk pasukan untuk mendahului pasukan romawi dalam penyerangan.
  • Walaupun untuk membentuk pasukan saat itu sangat sulit, karena berbagai rintangan yang telah kami tuliskan diatas, tapi akhirnya pasukan bisa berangkat dan menyisakan kaum munafik, lalu kembali dengan kemenangan besar.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Evaluasi Sebutkan isi Perjanjian Hudaibiyah Halaman 156 Bab 9 (Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah saw. di Madinah)”, Dan terima kasih sudah berkunjung blog yang sederhana. Semoga kunci jawaban ini bisa membantu kalian yang belum menjawab Soal dan Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Evaluasi Sebutkan isi Perjanjian Hudaibiyah Halaman 156 Bab 9 (Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah saw. di Madinah). Jika ada kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika ada pertanyaan dan ada saran untuk kelebihan dan kekurangan selain ini bisa komen di kolom komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Emilia akan menggunakan petunjuk yang tertera pada kemasan sirup rasa melon.“Tambahkan 13 cangkir air untuk setiap 2 cangkir sirup rasa melon.” Di antara proporsi berikut yang dapat digunakan untuk menentukan w, banyak cangkir air yang harus Emilia tambahkan untuk 5 cangkir sirup rasa melon adalah

[Kunci Jawaban] Emilia akan menggunakan petunjuk yang tertera pada kemasan sirup rasa melon. “Tambahkan 13 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!