Perkembangan Masyarakat Praaksara dari Aspek Ekonomi, Sosial, dan Budaya

Questions and Answer Keys for Class 7 Social Sciences Curriculum 2013 Revised 2016 Activities of the Developmental Group of Pre-literate Community from Economic, Social, and Cultural Aspects Page 209 Chapter 4 (Indonesian Society in Pre-aksara, Hindu-Buddhist, and Islamic Periods) ~ Assalamualikum Semuanya, Kembali lagi Bersama laguasyik.com. Pada Kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Aktivitas Kelompok Perkembangan Masyarakat Praaksara dari Aspek Ekonomi, Sosial, dan Budaya Halaman 209 Bab 4 (Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam) Kepada Para Siswa/Siswi Yang melihat Artikel Ini. Yuk, Kita Langsung saja ke Soal dan Jawabannya. ~

Aktivitas Kelompok

1. Bentuklah kelompok dengan anggota 3-4 orang!

2. Carilah informasi mengenai perkembangan masyarakat praaksara dari berbagai sumber seperti buku, artikel, atau internet!

3. Diskusikan perkembangan masyarakat praaksara dari aspek ekonomi, sosial dan budaya!

4. Tulis hasil diskusi pada kolom yang telah disediakan!

5. Setelah selesai, Presentasikan hasil diskusi di depan kelas!

Masa Aspek Deskripsi Perkembangan
Berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana Ekonomi Kehidupan manusia pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana masih sangat bergantung pada alam.Kebutuhan makanan dipenuhi dengan cara berburu hewan dan mengumpulkan umbi-umbian,buah-buhan serta dedaunan  yang ditemukan di sekitar lingkungan mereka.Jika sumber makanan di sekitar tempat mereka menipis atau sudah habis, mereka berpindah ke tempat lain.Kehidupan pada masa itu sangat tergantung dengan alam yang menyediakan bahan kebutuhan manusia.
Sosial Sesuai dengan cara memenuhi kebutuhan,manusia pada masa ini hidupnya tidak menetap.Mereka selalu berpindah-pindah tempat mencari tempat tinggal baru yang banyak terdapat binatang buruan dan bahan makanan.Mereka juga mencari tempat-tempat yang ada airnya.Tempat yang mereka pilih ialah di padang-padang rumput diselingi semak belukar,yang sering dilalui binatang buruan.Kadang-kadang mereka memilih tempat tinggal di tepi pantai,sebab di situ mereka dapat mencari kerrang dan binatang binatang laut lainnya.

Manusia pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana hidup secara berkelompok yang tersusun dari keluarga-keluarga kecil.Anggota kelompok yang laki-laki melakukan perburuan dan yang perempuan mengumpulkan makanan dari tumbuh-tumbuhan serta hewan-hewan kecil.

Budaya Pada masa ini,manusia sudah mampu membuat alat-alat sederhana dari batu atau tulang dan kayu.Alat-alat yang dibuat masih berbentuk kasar.Alat-alat tersebut antara lain adalah sebagai berikut :

  • Alat alat batu ini,terdiri dari kapak perimbas,kapak penetak,pahat genggam,dan kapak genggam
  • Alat serpih yang digunakan untuk pisau,peraut,gurdi,mata panah,dan untuk menguliti umbi-umbian
  • Alat dari tulang dan kayu
Berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut Ekonomi Manusia pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut sudah mengenal cara bercocok tanam dengan sistem berladang.Caranya,yaitu menebang hutan,kemudian membersihkan dan menanaminya.Beberapa kali tanah lading itu dipergunakan,dan setelah dirasakan kesuburannya berkurang,maka pindah ke tempat lain.Selain berladang,mereka juga memelihara dan mengembangbiakkan binatang.
Sosial Kehidupan manusia pada masa ini masih dipengaruhi oleh cara hidup pada masa sebelumnya.Mereka masih melakukan perburuan hewan,menangkap ikan,mencari kerang,dan mengumpulkan makanan dari lingkungan di sekitarnya.Meskipun demikian,kehidupan manusia mengalami perubahan yang besar.Manusia secara berkelompok mulai hidup menetap dengan memilih gua sebagai tempat tinggalnya.Biasanya gua yang dipilih adalah gua yang letaknya cukup tinggi,yaitu di lereng bukit dan dekat dengan mata air.
Budaya Selama bertempat tinggal di gua,mereka melukiskan sesuatu di dinding gua yang menggambarkan suatu pengalaman,perjuangan,dan harapan hidup.Lukisan-lukisan ini dibuat dengan cara menggores pada dinding atau dengan memberi warna merah,hitam,dan putih.Bentuknya ada berupa gambar tangan,binatang,atau bentuk lainnya.

Lukisan dinding gua menandkan berkembangnya kepercayaan manusia pada masa itu.Misalnya,lukisan cap tangan dengan latar belakang warna merah mengantu arti kekuatan pelindung untuk mencegah roh jahat dan cap-cap tangan yang jari-jarinya tidak lengkap dianggap sebagai tanda berkabung.Pada masa ini,kemampuan manusia membuat alat-alat atau perkakas mengalami kemajuan.Alat-alat batu yang dibuat bentuknya lebih halus daripada masa sebelunya.Alat-alat tersebut antara lain adalah sebagai berikut :

  • Kapak Sumatera,yaitu batu berakal yang dibelah tengah sehingga satu sisinya cembung halus dan sisi lainnya kasar.
  • Alat tulang sampung,yaitu alat yang terbuat dari tulang dan tanduk digunakan sebagai penggali umbi-umbian.
Bercocok tanam Ekonomi Pada bercocok tanam,manusia tidak lagi sepenuhnya bergantung pada alam.Manusia sudah mampu mengolah alam untuk memenuhi kebutuhan hidup.Kebutuhan makanan dipenuhi dengan cara membabat hutan dan semak belukar untuk ditanami berbagi jenis tanaman sehingga terciptalah lading-ladang yang memberikan hasil pertanian.Selai bercocok tanam,mereka juga mengembangbiakkan binatang ternak,seperti ayam,kerbau,dan hewan ternak lainnya.Meskipun sudah bercocok tanam dan memelihara hewan ternak,kegiatan berburu dan mengumpulkan hasil hutan masih tetap dilakukan.

Manusia pada masa bercocok tanam diperkirakan sudah melakukan kegiatan perdagangan yang bersifat barter.Barang yang dipertukarkan pada waktu itu ialah hasil-hasil cocok tanam,hasil kerajinan tangan,seperti gerabah dan beliung,atau hasil laut berupa ikan yang dikeringkan.Ikan laut yang dihasilkan oleh penduduk pantai sangat diperlukan oleh mereka yang bertempat tinggal di pedalaman.

Sosial Hidup menetap pada masa bercocok tanam member kesempatan bagi manusia untuk menatap kehidupan secara teratur.Mereka hidup menetap di suatu tempat secara berkelompok dan membentuk masyarakat perkampungan.Perkampungan pada masa bercocok tanam terdiri atas tempat tinggal sederhana yang didiami oleh beberapa keluarga dan dipimpin oleh kepala kampung.Biasanya kedudukan sebagai kepala kampung dijabat leh orang yang paling tua dan berwibawa.Kepala kampung merupakan tokoh yang disegani,dihormati,dan ditaati oleh penduduk kampung yang dipimpinnya.

Kegiatan-kegiatan dalam kehidupan perkampungan yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan bersama mulai diatur dan dibagi antar anggota masyarakat.Kegiatan yang banyak menghabiskan tenaga,seperti membabat hutan,menyiapkan lading untuk ditanami,membangun rumah atau membuat perahu dilakukan oleh laki-laki.Adapun perempuan melakukan kegiatan menabur benih di ladang yang sudah disiapkan,merawat rumah,dan kegiatan lain yang tidak memerlukan tenaga besar.

Budaya Pada masa bercocok tanam,manusia semakin mahir membuat berbagai alat-alat atau perkakas.Alat-alat yang dihasilkan sudah dibuat halus dan fungsinya beraneka ragam.Ada yang berfungsi untuk kegiatan sehari-hari, ada yang berfungsi sebagai perhiasan, ada pula yang berfungsi sebagai alat upacara keagamaan.Alat-alat tersebut antara lain sebagai berikut.

  • Kapak Persegi digunakan mengerjakan kayu,menggarap tanah dan alat upacara keagamaan.
  • Kapak Lonjong digunakan sebagai cangkul untuk menggarap tanah dan sebagai kapak biasa.
  • Gerabah
  • Alat pemukul kulit kayu digunakan untuk memukul-mukul kulit kayu hingga halus. 
  • Perhiasan berupa gelang dari batu dan kulit kerang.   

Pada masa bercocok tanam, berkembang kepercayaan bahwa roh seseorang tidak lenyap pada saat meninggal dunia.Roh dianggap mempunyai kehidupan dialamnya sendiri.Oleh karena itu,diadakan upacara pada waktu penguburan.Orang yang meninggal dibekali bermacam-macam barang keperluan sehari-hari,seperti perhiasan dan periuk yang dikubur bersama-sama.Hal ini dimaksudkan agar perjalanan orang yang meninggal menuju alam arwah dan kehidupan selanjutnya terjamin sebaik-baiknya.

Pada masa ini, mulai berkembang pula tradisi pendirian bangunan-bangunan megalitik (bangunan besar dari batu). Tradisi ini didasari oleh kepercayaan akan adanya hubungan antara yang hidup dan yang mati, terutama kepercayaan akan adanya pengaruh kuat dari orang yang telah mati terhadap kesejahteraan masyarakat dan kesuburan tanaman. Jasa seorang kerabat yang telah meninggal dunia diabadikan dengan mendirikan bangunan batu besar.Bangunan ini kemudian menjadi media penghormatan, tempat singgah,dan menjadi lambang bagi orang yang meninggal tersebut.

 

Perundagian

Ekonomi Masyarakat pada masa perundagian telah mampu mengatur kehidupannya.Kegiatan kehidupan yang mereka lakukan tidak lagi sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup, melainkan untuk meningkatkan kesejahteraan.Kegiatan pertanian di ladang dan sawah masih tetap dilakukan.Pengaturan air dilakukan agar kegiatan pertanian tidak sepenuhnya bergantung pada hujan. Hasil pertanian disimpan untuk masa kering dan mungkin juga untuk diperdagangkan ke daerah lain.Kegiatan peternakan juga turut berkembang,hewan ternak yang dipelihara lebih beragam dari masa sebelumnya.Masyarakat telah mampu beternak kuda dan berbagai jenis unggas.

Munculnya golongan masyarakat yang memiliki keterampilan tertentu menyebabkan teknologi berkembang pesat.Seiring kemajuan yang dicapai, terjadi peningkatan kegiatan perdagangan.Pada masa ini  perdagangan masih bersifat barter, namun telah menjangkau tempat-tempat yang jauh,yakni antar pulau.Barang-barang yang dipertukarkan semakin beragam,seperti alat pertanian,perlengkapan upacara, dan hasil kerajinan.

Kegiatan perdagangan antar pulau pada masa perundagian dibuktikan dengan ditemukannya nekara di Selayar dan kepulauan Kei yang dihiasi gambar-gambar binatang,seperti gajah, merak,dan harimau.Binatang-binatang ini tidak ada di wilayah Indonesia bagian timur.Hal ini menunjukkan bahwa nekara tersebut berasal dari daerah Indonesia bagian barat.

Sosial Masyarakat pada masa perundagian hidup menetap di perkampungan yang lebih besar dan lebih teratur. Perkampungan ini terbentuk dari bersatunya beberapa kampung hingga jumlah kelompok penduduk bertambah banyak. Masyarakat tersusun dalam kelompok yang beragam. Ada kelompok petani ada pedagang,ada pula kelompok undagi (pengrajin/tukang).

Dalam tata kehidupan yang sudah teratur, berburu binatang liar seperti harimau dan kijang masih tetap dilakukan. Perburuan ini selain untuk menambah mata pencaharian, juga dimaksudkan untuk menunjukkan tingkat keberanian dan kegagahan dalam suatu lingkungan masyarakat.

Budaya Pada masa perundagian, manusia sudah mahir membuat berbagai peralatan atau perkakas. Alat-alat yang dihasilkan terbuat dari logam digunakan untuk bertani, bertukang, peralatan rumah tangga, perhiasan dan sebagai alat perlengkapan upacara dan pemujaan.

Kepercayaan yang berkembang pada masa ini melanjutkan kepercayaan pada masa sebelumnya.Masyarakat meyakini bahwa arwah nenek moyang berpengaruh terhadap perjalanan hidup manusia dan masyarakatnya. Oleh karena itu, arwah nenek  moyang harus selalu dihormati dengan melaksanakan berbagai upacara. Demikian pula kepada orang yang sudah meninggal, mereka diberi penghormatan dengan diberi bekal kubur. Terlebih lagi jika orang yang meninggal adalah orang yang terpandang atau mempunyai kedudukan dalam masyarakat, maka diadakan upacara penguburan dengan memberikan bekal kubur yang lengkap.

Pada masa ini,berbagai bidang seni seperti seni lukis,seni ukir/pahat,seni patung,dan seni bangunan (arsitektur) mengalami perkembangan.Hal yang menunjukkan perkembangan ini diantaranya adalah meningkatnya pemahatan arca dan pendirian bangunan batu untuk pemujaan.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Aktivitas Kelompok Perkembangan Masyarakat Praaksara dari Aspek Ekonomi, Sosial, dan Budaya Halaman 209 Bab 4 (Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam)”, Dan Terima Kasih Sudah Berkunjung Blog Yang Sederhana. Semoga Kunci Jawaban Ini Bisa Membantu Kalian Yang Belum Menjawab Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Aktivitas Kelompok Perkembangan Masyarakat Praaksara dari Aspek Ekonomi, Sosial, dan Budaya Halaman 209 Bab 4 (Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam). Jika ada Kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun Salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika Ada Pertanyaan Dan Ada Saran Untuk kelebihan dan kekurangan Selain Ini Bisa Komen Di Kolom Komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Apa perbedaan antara suhu dan kalor?

[Kunci Jawaban] Apa perbedaan antara suhu dan kalor? Pertanyaan: Apa perbedaan antara suhu dan kalor? …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!