Perkembangan Bangsa Indonesia Pada Masa Orde Baru

  • 5 min read
  • Jan 07, 2021

Questions and Answer Keys for Class 9 Social Sciences Curriculum 2013 Revision 2018 The Development of the Indonesian Nation During the New Order Period Page 271 Chapter 4 (Indonesia from the Independence Period to the Reformation Period) ~ Assalamualikum Semuanya, Kembali lagi Bersama laguasyik.com. Pada Kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 9 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Perkembangan Bangsa Indonesia Pada Masa Orde Baru Halaman 271 Bab 4 (Indonesia dari Masa Kemerdekaan Hingga Masa Reformasi) Kepada Para Siswa/Siswi Yang melihat Artikel Ini. Yuk, Kita Langsung saja ke Soal dan Jawabannya. ~

Aktivitas Kelompok

1. Bentuklah kelompok dengan anggota 4-6 orang!

2. Bersama kelompokmu, carilah informasi mengenai perkembangan bangsa Indonesia pada masa Orde Baru!

3. Kamu dapat mencari informasi dari materi yang telah kamu pelajari, buku-buku bacaan, majalah, surat kabar, internet atau sumber lainnya.

4. Berdasarkan informasi yang kamu peroleh, buat tulisan tentang perkembangan masyarakat Indonesia pada masa Orde Baru dalam 1-2 halaman!

Perkembangan masyarakat Indonesia pada masa Orde Baru

A. Latar Belakang Lahirnya Orde Baru

Lahirnya Orde Baru (Orba) tidak bisa dilepaskan dari peristiwa besar sebelumnya yaitu pemberontakan G 30 S/PKI. Setelah Gerakan 30 September 1965 berhasil ditumpas dan berbagai bukti yang berhasil dikumpulkan mengarah pada PKI, akhirnya ditarik kesimpulan bahwa PKI sebagai dalang di belakang gerakan itu. Hal ini menibulkan kemarahan rakyat kepada PKI. Kemarahan itu diikuti dengan berbagai demonstrasi-demonstrasi yang semakin bertambah gencar menuntut pembubaran PKI beserta organisasi massanya (ormas) dan tokoh-tokohnya harus diadili.

Sementara itu untuk mengisi kekosongan pimpinan Angkatan Darat pada tanggal 14 Oktober 1965, Panglima Kostrad/Pangkopkamtib Mayor Jenderal Soeharto diangkat sebagai Menteri/Panglima Angkatan Darat. Bersamaan dengan itu juga dilakukan tindakan-tindakan pembersihan terhadap unsur-unsur PKI dan ormasnya. Masyarakat luas yang terdiri dari berbagai unsur seperti kalangan partai politik, organisasi massa, perorangan, pemuda, mahasiswa, pelajar dan wanita secara serentak membentuk satu kesatuan aksi dalam bentuk Front Pancasila yang bertujuan untuk menghancurkan para pendukung Gerakan 30 September 1965. Mereka menuntut dilaksanakannya penyelesaian politis terhadap mereka yang yang terlibat dalam gerakan itu. Kesatuan aksi yang muncul untuk menentang Gerakan 30 September 1965 itu diantaranya Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI), Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI) dan lain-lain. Kesatuan-kesatuan aksi yang tergabung dalam Front Pancasila kemudian lebih dikenal dengan sebutan Angkatan 66. Mereka yang tergabung dalam Front Pancasila mengadakan demonstrasi di jalan-jalan raya. Seperti pada tanggal 8 Januari 1966, mereka menuju Gedung Sekretariat Negara dengan mengajukan pernyataan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah tidak dapat dibenarkan. Puncaknya terjadi pada tanggal 12 Januari 1966 dimana berbagai kesatuan aksi yang tergabung dalam Front pancasila berkumpul di halaman gedung DPR-GR dengan mengajukan tuntutan yang sangat terkenal yaitu Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) yang isinya sebagai berikut :

  • Pembubaran PKI beserta organisasi massanya
  • Pembersihan Kabinet Dwikora dari unsur-unsur PKI
  • Penurunan harga-harga barang

Pada tanggal 15 Januari 1966 diadakan sidang paripurna Kabinet Dwikora di Istana Bogor. Dalam sidang itu hadir para wakil mahasiswa. Presiden Soekarno menuduh bahwa aksi-aksi mahasiswa itu didalangi oleh CIA (Central Intelligence Agency) Amerika Serikat. Kemudian, pada tanggal 21 Februari 1966 Presiden Soekarno mengumumkan perombakan kabinet. Ternyata perombakan itu tidak memuaskan hati rakyat, karena banyak tokoh yang diduga terlibat dalam G 30 S masih bercokol di dalam kabinet baru yang diberi nama Kabinet Seratus Menteri. Pada saat pelantikan tanggal 24 Februari 1966, para pelajar, mahasiswa dan pemuda memenuhi jalan-jalan menuju istana Merdeka. Aksi itu di hadang oleh pasukan Cakrabirawa ( pasukan pengamanan presiden) dan menyebabkan terjadinya bentrokan. Dalam peristiwa itu, seorang mahasiswa Universitas Indonesia yang bernama Arief Rahman Hakim gugur. Dengan gugurnya Arief Rahman Hakim, maka suasana demonstrasi makin memanas. Upaya perjuangan mahasiswa dan penentangan terhadap Orde Lama terus berlangsung.

Perkembangan Kekuasaan Orde Baru

Pada hakikatnya Orde Baru merupakan tatanan seluruh kehidupan rakyat, bangsa dan negara yang diletakkan pada kemurnian pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 atau sebagai koreksi terhadap penyelewengan-penyelewengan yang terjadi pada masa lalu.Tritura mengungkapkan keinginan rakyat yang mendalam untuk melaksanakan kehidupan bernegara sesuai dengan aspirasi masyarakat. Jawaban dari tuntutan itu terdapat pada 3 ketetapan sebagai berikut :

  1. Pengukuhan tindakan pengemban Supersemar yang membubarkan PKI dan ormasnya ( TAP MPRS No. IV dan No. IX / MPRS / 1966
  2. Pelarangan paham dan ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme di Indonesia ( TAP MPRS No. XXV / MPRS / 1966 )
  3. Pelurusan kembali tertib konstitusional berdasarkan Pancasila dan tertib hukum ( TAP MPRS No. XX / MPRS / 1966 )

Setelah dilanda G 30 S/PKI, negara Indonesia mengalami instabilitas politik akibat tidak tegasnya kepemimpinan Presiden Soekarno dalam mengambil keputusan atas peistiwa itu. Sementara itu, partai-partai politik terpecah belah dalam kelompokkelompok yang saling bertentangan, antara penentang dan pendukung kebijakan Presiden Soekarno. Selanjutnya terjadilah situasi politik yang membahayakan persatuan dan keutuhan bangsa. Melihat situasi konflik antara masyarakat pendukung Orde Lama dengan Orde Baru semakin bertambah gawat, DPR-GR berpendapat bahwa situasi konflik harus segera di selesaikan secara konsitusional. Akhirnya pada tanggal 3 Februari 1967, DPR-GR menyampaikan resolusi dan memorandum yang berisi anjuran kepada Ketua Presidium Kabinet Ampera agar diadakan Sidang istimewa MPRS.

Pada tanggal 20 Februari1967, Presiden Soekarno menyerahkan kekuasaan kepada Soeharto. Penyerahan kekuasaan dari Presiden Soekarno kepada Soeharto dikukuhkan di dalam Sidang istimewa MPRS. MPRS dalam ketetapannya No.XXXIII/MPRS/1967, mencabut kekuasaan pemerintahan negara dari Presiden Soekarno dan mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia. Dengan adanya ketetapan tersebut, situasi politik yang merupakan sumber instabilitas politik telah berakhir secara konstitusional.

Usaha penataan kembali kehidupan politik mulai dilaksanakan pada awal tahun 1968 dengan penyegaran DPR-GR. Penyegaran ini bertujuan untuk menumbuhkan hakhak demokrasi dan mencerminkan kekuatan-kekuatan politik yang ada di dalam masyarakat. Komposisi anggota DPR terdiri dari wakil-wakil partai politik dan golongan karya. Tahap selanjutnya adalah penyederhanaan partai-partai polotik, keormasan dan kekaryaan dengan pengelompokan partai-partai politik dan golongan karya. Usaha ini dilaksanakan pada tahun 1970 dengan mengadakan serangkaian konsultasi dengan pimpinan partai-partai politik. Hasilnya lahirlah tiga kelompok di DPR yaitu :

  1. Kelompok Demokrasi Pembangunan, yang terdiri dari partai-partai PNI, Parkindo, Katolik, IPKI, serta Murba
  2. Kelompok Persatuan Pembangunan, yang terdiri dari partai-partai NU, Partai Muslimin Indonesia, PSII, dan Perti
  3. Sedangkan kelompok organisasi profesi seperti organisasi buruh, organisasi pemuda, organisasi tani dan nelayan, organisasi seniman, dan lain-lain tegabung dalam kelompok Golongan Karya (Golkar).

PROSES MENGUATNYA PERAN NEGARA PADA MASA ORDE BARU

Sejak Orde Baru berkuasa telah banyak perubahan yang dicapai oleh bangsa Indonesia, langkah yang dilakukannya adalah menciptakan stabilitas ekonomi politik. Tujuan perjuangannya adalah menegakkan tata kehidupan negara yang didasarkan atas kemurnian pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945.

Kabinet yang pertamakali dibentuk adalah Kabinet AMPERA dengan tugas menciptakan stabilitas politik dan ekonomi sebagai persyaratan untuk melaksanakan pembangunan nasional yang disebut DWI DHARMA KABINET AMPERA. Adapun programnya antara lain :

  1. Memperbaiki kehidupan rakyat terutama sandang dan pangan
  2. Melaksanakan Pemilu
  3. Melaksanakan Politik Luar Negeri yang Bebas dan Aktif
  4. Melanjutkan perjuangan anti imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuk.

Keempat program ini disebut dengan Catur Karya Kabinet Ampera.

PROSES PERTUMBUHAN DAN MOBILITAS PENDUDUK PADA MASA ORDE BARU

A. Pertumbuhan dan mobilitas penduduk

Menurut Edward Ullman ada 3 faktor yang mempengaruhi timbulnya interaksi kota, yaitu :

  • Adanya wilayah yang saling melengkapi
  • Adanya kesempatan untuk berinteraksi
  • Adanya kemudahan transfer/pemindahan dalam ruang

Dalam kaitannya dengan interaksi kota tersebut, maka mobilitas penduduk dapat diartikan sebagai suatu perpindahan penduduk baik secara teritorial ataupun geografis. Hubungan timbal balik antara kota dengan kota maupun antara kota dengan desa dapat menyebabkan munculnya gejala-gejala yang baru yang meliputi aspek ekonomi, sosial maupun budaya. Gejala ini dapat bersifat positif ataupun negatif bagi desa dan kota.

B. Pusat-Pusat pertumbuhan di Indonesia pada masa Orde Baru

Untuk mengetahui munculnya pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia terdapat 2 teori yaitu :

  • Teori Tempat Sentral ( central place theory ) oleh Walter Christaller

Bahwa Pusat lokasi aktivitas yang melayani berbagai kebutuhan penduduk harus berada di suatu tempat sentral yaitu tempat yang memungkinkan partisipasi manusia dengan jumlah yang maksimum.Tempat sentral itu berupa ibukota kabupaten, kecamatan, propinsi ataupun ibukota Negara. Masing-masing titik sentral memiliki daya tarik terhadap penduduk untuk tinggal disekitarnya dengan daya jangkau yang berbeda.

  • Teori Kutub Pertumbuhan ( Growth Pole Theory ) oleh Lerroux

Bahwa pembangunan yang terjadi di manapun tidak terjadi secara serentak tapi muncul pada tempat-tempat tertentu dengan kecepatan dan identitas yang berbeda. Kawasan yang menjadi pusat pembangunan dinamakan pusat-pusat atau kutub-kutub pertumbuhan. Dari kutub inilah proses pembangunan menyebarke wilayah-wilayah lain di sekitarnya.

C. Faktor penyebab suatu titik lokasi menjadi pusat pertumbuhan

Suatu titik lokasi menjadi pusat pertumbuhan disebabkan oleh beberapa hal antara lain :

  • Kondisi fisik wilayah
  • Kekayaan sumber daya alam
  • Sarana dan prasarana transportasi
  • Adanya industry

5. Presentasikan hasil kerja kelompokmu di depan kelas!

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 9 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Perkembangan Bangsa Indonesia Pada Masa Orde Baru Halaman 271 Bab 4 (Indonesia dari Masa Kemerdekaan Hingga Masa Reformasi)”, Dan Terima Kasih Sudah Berkunjung Blog Yang Sederhana. Semoga Kunci Jawaban Ini Bisa Membantu Kalian Yang Belum Menjawab Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 9 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Perkembangan Bangsa Indonesia Pada Masa Orde Baru Halaman 271 Bab 4 (Indonesia dari Masa Kemerdekaan Hingga Masa Reformasi). Jika ada Kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun Salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika Ada Pertanyaan Dan Ada Saran Untuk kelebihan dan kekurangan Selain Ini Bisa Komen Di Kolom Komentar.

error: Content is protected !!