Peninggalan dari Masa Islam di Indonesia

Questions and Answers to Social Sciences Class 7 Curriculum 2013 2016 Revision Group Activity Relics from the Islamic era in Indonesia Page 276 Chapter 4 (Indonesian Society in the Pre-literate, Hindu-Buddhist, and Islamic) ~ Assalamualikum Semuanya, Kembali lagi Bersama laguasyik.com. Pada Kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Aktivitas Kelompok Peninggalan dari Masa Islam di Indonesia Halaman 276 Bab 4 (Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam) Kepada Para Siswa/Siswi Yang melihat Artikel Ini. Yuk, Kita Langsung saja ke Soal dan Jawabannya. ~

Aktivitas Kelompok

1. Bentuklah kelompok dengan anggota 4-5 orang!

2. Bersama kelompok, carilah 10 buah peninggalan dari masa Islam di Indonesia!

3. Kamu dapat mengunakan buku,majalah,koran,atau internet sebagai sumber informasi.

4. Beri gambar dan tulis keterangan tentang peninggalan tersebut!

No. Peninggalan Gambar Keterangan
1. Masjid Agung Demak Masjid Agung Demak adalah salah satu masjid paling tua yang ada di Negara Indonesia dan merupakan Peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia. Masjid ini berada di Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah. Masjid Demak dipercayai warga setempat pernah menjadi tempat berkumpulnya para wali yang menyebarkan agama Islam di pulau Jawa yang dikenal sebagai Walisongo. Pendiri dari masjid Agung Demak adalah Raden Patah, yaitu raja pertama dari Kesultanan Demak sekitar tahun ke-15 Masehi. 

Masjid ini mempunyai dua bagian bangunan yaitu bangunan utama dan serambi. Di dalam bangunan utama terdapat 4 tiang besar yang dibuat dengan menyatukan serpihan-serpihan kayu menjadi satu kesatuan tiang utuh yang diberi nama saka tatal. Saat ini masjid Demak masih berdiri dan menjadi tempat ibadah Umat Islam di daerah Demak dan sekitarnya. Pada tahun 1995 masjid Demak dicalonkan menjadi situs warisan dunia lembaga PBB Unesco.

2. Masjid Raya Baiturahman (Aceh) Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah bangunan masjid dari Kesultanan Aceh yang didirikan oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam pada abad 1022 H/1612 M. Bangunan ini indah dan megah yang mirip dengan Taj Mahal yang ada di India ini berlokasi di Kota Banda Aceh dan menjadi titik pusat dari segala kegiatan yang di Aceh Darussalam.

Sewaktu Negara Belanda menyerang Kesultanan Aceh pada agresi yang dilakukan tentara Belanda pada Bulan Shafar 1290 Hijriah/10 April 1873 Masehi, Masjid Raya Baiturrahman dibakar oleh tentara Belanda. Pada tahun 1877 Belanda mendirikan kembali Masjid Raya Baiturrahman untuk menarik simpati masyarakat Aceh dan meredam kemarahan dari Bangsa Aceh. Pada masa itu Kesultanan Aceh masih berada di bawah kekuasaan Sultan Muhammad Daud Syah Johan Berdaulat yang adalah Sultan Aceh paling akhir.

Arsitektur Masjid Baiturrahman terdiri atas 7 kubah dengan 4 menara yang salah satunya merupakan menara induk. Di depan masjid terdapat kolam dan taman yang indah dengan berbagai macam pohon yang menghiasi di sekelilingnya. Pada saat ini banyak wisatawan yang berkunjung ke Masjid Baiturrahman untuk beribadah dan sekaligus melihat keindahan arsitektur Masjid Baiturrahman.

3. Masjid Menara Kudus

 

Nama lain masjid Menara Kudus adalah Masjid Al Manar. Secara resmi nama untuk masjid ini adalah Masjid Al-Aqsa Manarat  yang dibangun pada tahun sebut 549 Masehi oleh Sunan Kudus. Sesuai dengan namanya, masjid ini berada di kabupaten Kudus provinsi Jawa Tengah. Arsitektur masjid Menara Kudus tergolong unik dan bisa digambarkan sebagai alkulturasi dari budaya jawa dengan arsitektur budaya Islam. Hal ini terlihat dari adanya menara yang mirip dengan bangunan candi dengan dihiasi oleh 32 piring bergambar yang tertempel di sekeliling menara.  Piring-piring tersebut di dalam berlukiskan masjid, manusia dengan unta, pohon kurma dan bunga. Saat ini masjid Menara Kudus menjadi objek wisata religi dimana para pengunjung bisa beribadah di dalam masjid sekaligus melakukan ziarah ke makam Sunan Kudus.
4. Istana Maimun Istana Maimun adalah istana dari Kesultanan Deli yang merupakan salah satu ikon dari kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, yang berlokasi di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun.

Didesain oleh arsitek yang berasal dari Italia dan didirikan oleh Sultan Deli yang bernama Sultan Mahmud Al Rasyid. Pembangunan dari istana ini dilakukan pada tanggal 26 Agustus 1888 dan selesai pada tanggal 18 Mei 1891. Istana Maimun ini memiliki luas mencapai 2.772 m2 dan memiliki 30 ruangan. Istana Maimun sendiri terdiri dari 2 lantai dan mempunyai 3 bagian yaitu bangunan induk, bangunan sayap kiri dan bangunan sayap kanan. Bangunan istana tersebut menghadap ke arah utara dan pada sisi depan bangunan istana ini terdapat sebuah bangunan Masjid Al-Mashun atau  Masjid Raya Medan.

5. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Keraton Surakarta  adalah istana milik Kasunanan Surakarta yang berlokasi di Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Keraton ini dibangun oleh Susuhunan Pakubuwana II pada tahun 1744 sebagai ganti dari Istana/Keraton Kartasura yang hancur lebur akibat Geger Pecinan 1743.

Susuhunan Pakubuwana II pada saat itu memerintahkan Tumenggung Hanggawangsa dan Tumenggung Mangkuyudha, serta komandan dari pasukan Belanda yang bernama J.A.B. van Hohendorff, untuk mencari lokasi ibu kota/keraton yang baru. Dibangunlah keraton baru di Desa Sala, tidak jauh dari sungai Bengawan Solo. Untuk melakukan pembangunan keraton, Susuhunan Pakubuwana II membeli tanah dari akuwu (lurah) Desa Sala yang bernama Ki Gede Sala.

6. Masjid Sultan Ternate Masjid Sultan Ternate berada di Kota Ternate, Masjid ini berdiri sejak tahun 1606 oleh Sultan Zainal Abidin dari Kesultanan Ternate. Sampai masa sekarang ini masih berdiri megah dan masih digunakan oleh warga untuk beribadah.
7. Masjid Ampel Masjid Ampel adalah sebuah bangunan masjid kuno yang berlokasi di kelurahan Ampel, kecamatan Semampir, kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Masjid ini memiliki luas 120 x 180 meter persegi ini dibangun pada tahun 1421 oleh Sunan Ampel, yang didekat masjid ini terdapat kompleks pemakakaman Sunan Ampel.

Masjid ini pada saat sekarang menjadi objek wisata religi di kota Surabaya, masjid ini dikelilingi oleh bangunan yang memiliki arsitektur Tiongkok dan Arab. Disamping kiri dari halaman masjid, terdapat sebuah sumur yang diyakini warga setempat sebagai sumur yang bertuah, biasanya digunakan oleh mereka yang yakin sebagai penguat janji atau sumpah. 

8. Babad Tanah Jawi Babad Tanah Jawi merupakan sebuah buku yang ditulis oleh Carik Braja yang diterbitkan pada tahun 1788. Secara umum di dalam Buku ini menceritakan tentang sejarah dari Pulau Jawa yang menceritakan tentang kejadian-kejadian terjadi pada kerajaan-kerajaan yang pernah berdiri di Pulau Jawa. Di dalam buku ini juga terlampir silsilah raja-raja yang pernah memerintah kerajaan-kerajaan yang ada di pulau Jawa.
9. Hikayat Hang Tuah Peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia selanjutnya adalah hikayat Hang Tuah. Hikayat Hang Tuah adalah sebuah karya klasik sastra Melayu yang terkenal dan mengisahkan tentang Hang Tuah. Pada zaman kemakmuran Kesultanan Malaka, ada seorang bernama Hang Tuah, yaitu laksamana yang amat terkenal. Dia berasal dari kelas rendah, dan dilahirkan dalam sebuah gubuk rusak. Tetapi karena keberaniannya, dia amat dikasihi dan dia mendapat kenaikan pangkatnya. Maka dia  menjadi seorang duta dan mewakili negeranya dalam segala urusan kenegaraan.

Hang Tuah mempunyai sahabat karib yang bernama Hang Jebat, Hang Kesturi, Hang Lekir dan Hang Lekiu. Dalam hikayat ini diceritakan bahwa Hang Tuah sangat setia terhadap Sri Sultan. Bahkan ketika dia dikhianati sahabat karibnya,  yaitu Hang Jebat yang melakukan pemberontakan untuk membelanya akhirnya malah dibunuh oleh Hang Tuah.

10. Istana Gowa Istana ini berada di kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Istana Gowa didirikan oleh I Mangngi Mangngi Daeng Mattutu pada tahun 1936. Secara arsitektur istana bentuknya seperti rumah khas Bugis dengan bentuk rumah panggung yang punya tinggi lebih dari 2 meter. Luas bangunan pengukuran 60×40 meter dengan luas teras 40×4,5 meter yang fungsinya sebagai tempat menerima tamu. Istana Gowa saat ini menjadi museum yang diberi nama museum Balla Lompoa yang menjadi salah satu tempat wisata yang terkenal di Sulawesi Selatan.
11. Masjid Gedhe Kauman Mesjid Gedhe Kauman Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah masjid raya dari Kesultanan Yogyakarta, atau Masjid Besar milik Provinsi Yogyakarta, yang berlokasi di sebelah bagian barat kompleks Alun-alun Utara dari Keraton Yogyakarta. Masjid Gedhe Kauman didirikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I bersama dengan Kyai Faqih Ibrahim Diponingrat (penghulu keraton Yogyakarta pertama) dan Kyai Wiryokusumo sebagai arsitek dari masjid ini. Masjid tersebut didirikan pada hari Ahad Wage, 29 Mei 1773 M atau 6 Robi’ul Akhir 1187 H.
12. Keraton Surosowan Peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia selanjutnya adalah Keraton Surosowan. Keraton Surosowan adalah bangunan keraton di daerah Banten. Keraton ini didirikan sekitar tahun 1522-1526 pada masa kekuasaan Sultan Maulana Hasanuddin, yang kemudian dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai pendiri dari Kesultanan Banten.

 

Pada masa Sultan Banten berikutnya bangunan keraton tersebut direnovasi bahkan sampai melibatkan ahli arsitektur dari Belanda, yang bernama Hendrik Lucasz Cardeel yang memeluk agama Islam yang diberi gelar Pangeran Wiraguna.  Dinding pembatas keraton ini setinggi 2 meter mengitari area keraton sekitar kurang lebih 3 hektare. Keraton Surowowan mirip dengan benteng Belanda yang kokoh dengan dilengkapi bastion (sudut benteng yang berbentuk intan) di keempat sudut bangunan keraton ini. Sehingga pada masa jayanya Kesultanan Banten juga disebut sebagai Kota Intan. 

13. Pemakaman Imogiri Permakaman Imogiri, Pasarean Imogiri, atau Pajimatan Girirejo Imogiri adalah sebuah kompleks permakaman yang terletak di Imogiri, Imogiri, Kabupaten Bantul, Provinsi DI Yogyakarta. Permakaman ini dianggap suci dan kramat oleh warga sekitar karena yang dimakamkan disini adalah raja-raja dan keluarga raja dari Kesultanan Mataram. Makam Imogiri didirikan pada tahun 1632 oleh Sultan Mataram III Prabu Hanyokrokusumo yang merupakan keturunan dari Sultan Panembahan Senopati Raja Mataram pertama. Makam ini berada di atas perbukitan yang masih satu bagian dengan Pegunungan Seribu.
14. Hikayat Amir Hamzah Hikayat Amir Hamzah  adalah sebuah sajak Melayu yang asal mulanya dari Islam – Parsi yang mengkisahkan tentang kegagahan perjuangan dari Amir Hamzah dalam melakukan dakwah, menyebarluaskan agama Islam, dari Masyrik sampai Magrib. Kedudukan dari Hikayat Amir Hamzah sangat populer di masyarakat bangsa Melayu dan biasanya dibaca oleh prajurit ketika mau berangkat berperang agar timbul semangat dan keberanian ketika berperang.

Sajak ini juga telah diterjemahkan dalam banyak bahasa di dunia dan bahasa di nusantara yaitu bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Bali, bahasa Sasak, Bahasa Palembang, dan bahasa Aceh serta bahasa internasional yaitu bahasa Arab, bahasa Hindi, dan bahasa Turki. Salah satu dari penulis/penyelenggara naskah yang membukukan Hikayat Amir Hamzah adalah Abdul Samad Ahmad dengansebuah judal yaitu “Hikayat Amir Hamzah (Siri Warisan Sastera Klasik)”.

15. Sjair Abdoel Moeloek Sjair Abdoel Moeloek adalah syair  yang dibuat pada tahun 1847, yang menurut beberapa sumber ditulis oleh Raja Ali Haji atau putrinya yang bernama Saleha. Syair ini menceritakan tentang seorang wanita yang sedang menyamar sebagai pria yang bertujuan untuk membebaskan suaminya yang merupakan tawanan dari Sultan Hindustan, Sultan menawan karena berhasil melakukan serangan ke kerajaan mereka. Buku syair ini bertemakan tentang penyamaran gender yang dianggap menata ulang tentang hierarki dari pria dan wanita serta bangsawan dan pelayan. Tema ini sering ditemukan di sastra kontemporer Jawa dan Melayu.

Sjair Abdoel Moeloek telah berkali-kali dicetak ulang dan diterjemahkan. Syair ini sering diangkat menjadi lakon panggung dan menjadi dasar cerita dari Sair Tjerita Siti Akbari karya Lie Kim Hok.

16. Grebeg Besar Demak Grebeg Besar Demak adalah sebuah acara budaya tradisional besar dari Kesultanan Demakdan sebagai Peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia. Tradisi Grebeg Besar Demak ini diadakan setiap tahun pada tanggal 10 Dzulhijah saat Idul Adha. Dimeriahkan oleh karnaval kirap budaya yang dilaksanakan dari Pendopo Kabupaten Demak hingga ke Makam Sunan Kalijaga yang berada di Desa Kadilangu, yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari tempat acara dimulai.

Demak adalah kerajaan Islam pertama dipulau jawa dan pusat dari penyebaran agama Islam dipulau Jawa. Berbagai cara dilakukan oleh para Walisongo dalam menyebarluaskan agama Islam, yaitu dengan cara pendekatan para Wali melalui jalan mengajarkan agama Islam lewat kebudayaan atau adat istiadat yang telah ada. Karena itu setiap tanggal 10 Dzulhijah umat Islam memperingati Hari Raya Idul Adha dengan melakukan Sholat Ied dan dilanjutkan dengan acara menyembelih hewan qurban dan kemudian dilaksanakan acara Grebeg Besar Demak. Pada masa itu, hanya dilaksanakan dilingkungan Masjid Agung Demak saja dan juga disisipi dengan syiar-syiar keagamaan, sebagai upaya dari penyebarluasaan agama Islam dipulau jawa oleh Wali Sanga.

17. Tabuik Tabuik adalah perayaan lokal dalam rangka merayakan Asyura yaitu gugurnya Imam Husain, cucu dari Nabi Muhammad, yang dilaksanakan oleh masyarakat Minangkabau di daerah pantai Provinsi Sumatera Barat, khususnya di Kota Pariaman. Festival ini menampilkan sebuah drama dari Pertempuran Karbala, dan dengan memainkan drum tassa dan dhol. Upacara mengarungkan tabuik ke laut dilaksanakan setiap tahun di Kota Pariaman pada tanggal 10 Muharram sejak 1831. Upacara Tabuik diperkenalkan di daerah ini oleh Pasukan Tamil Muslim Syi’ah dari Negeri India, yang tinggal didaerah sini pada masa pemerintahan dari Negara Inggris di Sumatera bagian barat.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Aktivitas Kelompok Peninggalan dari Masa Islam di Indonesia Halaman 276 Bab 4 (Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam)”.Dan Terima Kasih Sudah Berkunjung Blog Yang Sederhana. Semoga Kunci Jawaban Ini Bisa Membantu Kalian Yang Belum Menjawab Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Aktivitas Kelompok Peninggalan dari Masa Islam di Indonesia Halaman 276 Bab 4 (Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam). Jika ada Kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun Salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika Ada Pertanyaan Dan Ada Saran Untuk kelebihan dan kekurangan Selain Ini Bisa Komen Di Kolom Komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Kalor lebur es adalah 80 kal/g. Apa maksudnya?

[Kunci Jawaban] Kalor lebur es adalah 80 kal/g. Apa maksudnya? Pertanyaan: 3. Kalor lebur es …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!