Breaking News

Peninggalan Dari Masa Hindu-Buddha di Indonesia

Question and Answer Key of Social Sciences Class 7 Curriculum 2013 2016 Revision Group Activity Relics from the Hindu-Buddhist Period in Indonesia Page 249-250 Chapter 4 (Indonesian Society in the Period of Praaksara, Hindu-Buddha, and Islam) ~ Assalamualikum Semuanya, Kembali lagi Bersama laguasyik.com. Pada Kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Aktivitas Kelompok Peninggalan Dari Masa Hindu-Buddha di Indonesia Halaman 249-250 Bab 4 (Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam) Kepada Para Siswa/Siswi Yang melihat Artikel Ini. Yuk, Kita Langsung saja ke Soal dan Jawabannya. ~

Aktivitas Kelompok

1. Bentuklah kelompok dengan anggota 4-5 orang!

2. Bersama kelompok, carilah 10 buah peninggalan dari masa Hindu-Buddha di Indonesia!

3. Kamu dapat mengunakan buku,majalah,koran,atau internet sebagai sumber informasi.

4. Beri gambar dan tulis keterangan tentang peniggalan tersebut!

No. Peninggalan Gambar Keterangan
1. Prasasti Prasasti merupakan peninggalan sejarah yang berbentuk tulisan atau gambar yang diukir pada batu, sehingga juga dikenal dengan nama batu tulis. Isi prasasti biasanya berupa satu peristiwa penting dalam kurun waktu sejarah yang dialami oleh seorang pemimpin kerajaan atau mengenai kerajaan itu sendiri. Bahasa yang digunakan dalam beberapa prasasti berupa huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Beberapa prasasti yang ditemukan sebagai peninggalan bersejarah yang ada di Indonesia yaitu:

  • Prasasti Yupa yang ditemukan di aliran sungai Mahakam, Kalimantan Timur bertahun sekitar 500 M, peninggalan Kerajaan Kutai Kartanegara dan merupakan prasasti tertua.
  • Prasasti Talaga Batu, Kota Kapur (686 M), Prasasti Kedukan Bukit (684 M), Prasasti Talang Tuo (684 M), Prasasti Karang Berahi dan Prasasti Palah Pasemah di Palembang merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang bercorak Budha.
  • Prasasti Padiegan, Weleri dan Jaring dari peninggalan Kerajaan Kediri.
  • Prasasti Ciaruteun di Jawa Barat dari Kerajaan Tarumanegara yang terdapat gambar telapak kaki Raja Purnawarman. Selain itu juga ada Prasasti Pasir Jambu, Kebon Kopi, Pasir Awi, Muara Ciateun, Cidanghiang dan Prasasti Tugu.
2. Yupa Prasasti Yupa merupakan salah satu sebuah peninggalan dalam sejarah tertua di wilayah Kerajaan Kutai. Objek dalam sebuah sejarah ini adalah sebagai adanya suatu bukti terkuat dari kerajaan Hindu yang berlabuh di negara Kalimantan.

Yupa merupakan peninggalan dari kerajaan Kutai yang berfungsi sebagai Tugu untuk memperingati kebaikan hati raja kepada para Brahmana. Bentuknya dari batu yang tinggi vertical yang bertuliskan huruf pallawa. Yupa berisikan sejarah kerajaan Kutai, yupa banyak ditemukan di daerah Kalimantan Timur terutama di pedalaman Sungai Mahakam. Yupa berbeda dengan prasasti,  Yupa hanya ditemukan di Kerajaan Kutai dan bentuknya berdiri seperti Tugu sedangkan prasasti biasanya berbentuk seperti batu atau lempeng batu yang sudah ditulis di atasnya. 

Pengertian Yupa tersebut merupakan adanya sebuah monumen batu atau monumen yang dapat berfungsi untuk adanya peringatan terhadap kejayaan hati Raja Mulawarman. Prasasti Yupa menunjukkan bahwa dalam sebuah Kerajaan Kutai terletak di hilir Sungai Muara Kaman di wilayah Kalimantan Timur.

Akan tetapi, Yupa tidak mengatakan dalam kapan kerajaan Kutai pertama kali akan didirikan. Sejarawan telah memperkirakan bahwa sekitar tahun 400 M adalah sebuah hasil dari kesimpulan peneliti sejarah yang konsisten dengan tulisan suci yang terkandung dalam Yupa.

Tujuh Yupa ditulis dalam aksara Pallawa Awal dalam bahasa Sansekerta. Prasasti itu mungkin telah diciptakan oleh para Brahmana untuk mengenang kebaikan dan perbuatan mulia Mulawarman, raja kerajaan Kutai. Ketujuh prasasti ini adalah catatan tertulis tertua dalam sebuah sejarah terhadap budaya negara Indonesia.

3. Candi Prambanan Candi ini mempunyai nama lain candi Roro Jonggrang yang merupakan suatu Kompleks candi Hindu yang paling besar di Indonesia. Candi Prambanan dibangun sekitar abad ke-9 masehi pada masa kerjaan Mataram Kuno. Candi ini terletak di kecamatan Prambanan antara Kabupaten Sleman dan Klaten yang jauhnya kurang lebih yang jauhnya di sekitar 17 km k arah timur laut dari kota Yogyakarta. Candi ini sangat bersejarah bagi masyarakat Indonesia dan merupakan salah satu situs warisan dunia oleh organisasi PBB UNESCO dan merupakan salah satu objek wisata unggulan bagi bangsa  Indonesia.
4. Candi Borobudur Candi ini didirikan sekitar tahun 800-an oleh wangsa Sailendra dari Kerajaan Mataram Kuno. Candi Borobudur merupakan candi Budha yang paling besar di dunia. Jila dilihat dari atas, candi ini berbentuk menyerupai bujur kandang yang diatasnya terdapat tiga pelataran yang berbentuk melingkar dengan hiasan relief di dindingnya dan di atasnya terdapat stupa dan patung Budha.  Candi ini sempat dipugar pada tahun 1975 hingga 1982 oleh UNESCO dan pemerintah RI. Candi Borobudur juga termasuk dalam situs warisan dunia. Pada ketika ini selain dipakai untuk beribadah juga merupakan wisata yang sangat populer di Indonesia. Candi Borobudur terletak di kabupaten Magelang provinsi Jawa Tengah quran lebih arah 100 KM sebelah barat daya kota Semarang.
5. Gapura Wringin lawang Gapura ini merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang dibangun dengan kerikil bata tubuh sekitar era ke 14 M. Secara umum Gapura ini memperlihatkan pintu masuk ke keraton Majapahit. Hal ini dibuktikan gapura ini ditemukan di sekitar ibukota Majapahit yang ketika ini berada  di wilayah kecamatan Trowunan, kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Saat ini gapura ini dijadikan objek wisata sejarah terutama untuk mengenang kejayaan Kerajaan Majapahit.
6. Segaran Segaran merupakan peninggalan kerajaan Majapahit. Segaran berupa bak yang luas yang memiliki ukuran 800 x 500 m. Bagi masyarakat Majapahit ketika itu segaran merupakan tempat yang menyerupai dengan laut. Segara sendiri dalam bahasa Jawa artinya laut. Saat ini segaran sanggup ditemui di kawasan trowulan Mojokerto yang dulunya merupakan sentra kerajaan Majapahit.
7. Kitab Sutasoma atau Kakawin Sutasoma KAKAWIN Sutasoma merupakan karya lain dari Mpu Tantular yang digubah di bawah lindungan Sri Ranamanggala semasa pemerintahan Hayam Wuruk, yakni sekitar tahun 1365-1389. Digubahnya Kakawin Sutasoma sangat penting, karena karya tersebut memaparkan ide-ide religius, terutama yang berkaitan dengan agama Buddha Mahayana dan hubungannya dengan agama Siwa.

Kakawin Sutasoma merupakan karya sastra yang unik karena kisah tokoh keturunan Pandawa telah digubah menjadi kisah Buddhis. Kisah hidup Sutasoma berpolakan kisah hidup Buddha dan dirangkai dengan kisah yang mengambil bahan dari cerita faktual.

Lain dengan Kakawin Arjunawijaya yang memberilan peringatan mengenai masa pasca Gajah Mada, Kakawin Sutasoma kiranya cenderung memberikan peringatan tentang masa timbulnya gejala-gejala pertentangan antara keraton barat (Kusumawardhani/Wikramawardhana) dan keraton timur (Bhre Wirabhumi). Pertentangan kedua kubu keturunan Hayam Wuruk tersebut kelak meletus dengan perang setahap demi setahap yang dikenal dengan Perang Paregreg.

Kiranya Kakawin Sutasoma memuat anjuran agar masalah pertentangan antara dua kubu keturunan Hayam Wuruk tersebut dapat diselesaikan dengan damai menurut prinsip Buddhis. Disamping itu, kakawin tersebut pula melukiskan bahwa Hayam Wuruk merupakan penjelmaan raja Buddhis yang ideal. Karena sifatnya yang sangat didaktis, Kakawin Sutasoma kurang digemari di Bali hingga sekarang.

Motto atau semboyan Indonesia tidaklah tanpa sebab diambil dari kitab kakawin ini. Kakawin ini mengenai sebuah cerita epis dengan pangeran Sutasoma sebagai protagonisnya. Amanat kitab ini mengajarkan toleransi antar agama, terutama antar agama Hindu-Siwa dan Buddha. Kakawin ini digubah oleh Empu Tantular pada abad ke-14.

Kitab ini sangat terkenal karena ada kalimat dalam kitab ini yang dijadikan motto Negara Indonesia yaitu “Bhineka Tunggal Ika”. Kitab Sutasoma merupakan karangan dari Mpu Tantular. Pada saat ini kitab Sutasoma masih bisa kita baca terjemahannya dengan membelinya di Toko buku.

8. Relief Relief adalah seni pahat dan ukiran 3-dimensi yang biasanya dibuat di atas batu. Bentuk ukiran ini biasanya dijumpai pada bangunan candi, kuil, monumen dan tempat bersejarah kuno. Di Indonesia, relief pada dinding candi Borobudur merupakan salah satu contoh yang digunakan untuk menggambarkan kehidupan sang Buddha dan ajaran-ajarannya. Di Eropa, ukiran pada kuil kuno Parthenon juga masih bisa dilihat sampai sekarang sebagai peninggalan sejarah Yunani Kuno.

Relief ini bisa merupakan ukiran yang berdiri sendiri, maupun sebagai bagian dari panel relief yang lain, membentuk suatu seri cerita atau ajaran. Pada Candi Borobudur sendiri misalkan ada lebih dari 1400 panel relief ini yang dipakai untuk menceritakan semua ajaran sang Buddha Gautama.

9. Patung atau Arca Arca adalah patung yang dibuat dengan tujuan utama sebagai media keagamaan, yaitu sarana dalam memuja tuhan atau dewa-dewinya. Arca berbeda dengan patung pada umumnya, yang merupakan hasil seni yang dimaksudkan sebagai sebuah keindahan. Oleh karena itu, membuat sebuah arca tidaklah sesederhana membuat sebuah patung.

Kini di dalam dunia keagamaan Indonesia dikenal tiga macam arca, yakni arca peninggalan agama Hindu, arca peninggalan agama Buddha, dan arca agama Kristen (terutama Katolik).

Dalam agama Hindu, arca adalah sama dengan Murti (Dewanagari: मूर्ति), atau murthi, yang merujuk kepada citra yang menggambarkan Roh atau Jiwa Ketuhanan (murta). Berarti “penubuhan”, murti adalah perwujudan aspek ketuhanan (dewa-dewi), biasanya terbuat dari batu, kayu, atau logam, yang berfungsi sebagai sarana dan sasaran konsentrasi kepada Tuhan dalam pemujaan.[1] Menurut kepercayaan Hindu, murti pantas dipuja sebagai fokus pemujaan kepada Tuhan setelah roh suci dipanggil dan bersemayam didalamnya dengan tujuan memberikan persembahan atau sesaji.Perwujudan dewa atau dewi, baik sikap tubuh, atribut, atau proporsinya harus mengacu kepada tradisi keagamaan yang bersangkutan.

Arca tidak selalu ditemukan di dekat sebuah candi. Candi bisa jadi memiliki sebuah arca, namun sebuah arca belum tentu ada dalam sebuah candi. Ada tiga jenis arca berdasarkan kuantitas pemujanya, yakni:

  • Arca Istadewata, yaitu arca yang dimiliki oleh perseorangan, sehingga dapat dibawa ke mana-mana.
  • Arca Kuladewata, yaitu arca yang dimiliki oleh sebuah keluarga, biasanya terdapat di rumah-rumah.
  • Arca Garbadewata, yaitu arca yang dipuja oleh banyak orang, dalam hal ini masyarakat.

Murti juga dimuliakan dalam agama Buddha terutana mazhab Mahayana saat beribadah sebagai sasaran pemujaan atau fokus meditasi. Pemujaan murti sangat dianjurkan dalam dalam Hindu dan Buddha, khususnya pada masa Dwapara Yuga,seperti disebutkan dalam naskah Pañcaratra.Dalam agama Buddha, arca perwujudan Buddha Gautama disebut Buddharupa.

10. Situs Ratu Baka Situs ini merupakan wilayah yang terdapat sisa-sisa bangunan yang diyakini merupakan tempat istana raja pada masa kerajaan Mataram Kuno.Saat ini situs ini menjadi obyek wisata yang sering didatangi turis dalam negeri maupun asing.

Candi Baka terletak sekitar 3 Km ke arah selatan dari Candi Prambanan atau sekitar 19 km kea rah selatan dari Kota Yogyakarta.Kawasan Candi Ratu Baka yang berlokasi di atas sebuah bukit dengan ketinggian 195,97 Meter diatas permukaan laut,meliputi dua desa,yaitu Desa Sambirejo dan Desa Dawung.

Situs Ratu Baka sebenarnya bukan merupakan candi,melainkan reruntuhan sebuah kerajaan.Oleh karena itu,Candi Ratu Baka sering disebut juga keraton Ratu Baka.Disebut Kraton Ratu Baka,karena menurut legenda situs tersebut merupakan Istana Ratu Baka,ayah Lara Jonggrang.Diperkirakan situs Ratu Baka dibangun pada abad ke-8 oleh Wangsa Syailendra yang beragama Buddha.Namun,kemudian diambil-alih oleh raja-raja Mataram Hindu.Peralihan ‘pemilik’ tersebut menyebabkan bangunan Kraton Baka dipengaruhi oleh Hinduisme dan Buddhisme.

Kraton Ratu Baka ditemukan pertama kali oleh Arkeolog Belanda,HJ De Graaf pada abad ke-17.Pada tahun 1790 Van Boeckholtz menemukan Kembali reruntuhan bangunan kuno tersebut.Penemuannya dipublikasikan sehingga menarik minat para ilmuka lainnya untuk melakukan pencatatan di situs tersebut pada tahun 1814.

Kraton Ratu Baka yang menempati lahan yang cukup luas tersebut terdiri atas beberapa kelompok bangunan.Sebagian besar diantaranya saat ini hanya berupa reruntuhan.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Aktivitas Kelompok Peninggalan Dari Masa Hindu-Buddha di Indonesia Halaman 249-250 Bab 4 (Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam)”, Dan Terima Kasih Sudah Berkunjung Blog Yang Sederhana. Semoga Kunci Jawaban Ini Bisa Membantu Kalian Yang Belum Menjawab Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Aktivitas Kelompok Peninggalan Dari Masa Hindu-Buddha di Indonesia Halaman 249-250 Bab 4 (Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam. Jika ada Kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun Salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika Ada Pertanyaan Dan Ada Saran Untuk kelebihan dan kekurangan Selain Ini Bisa Komen Di Kolom Komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Sebutkan 3 contoh hasil penambangan perut bumi yang digunakan sebagai sumber energi!

[Kunci Jawaban] Sebutkan 3 contoh hasil penambangan perut bumi yang digunakan sebagai sumber energi! Pertanyaan: …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!