Mengapa umat Islam saat ini jauh tertinggal dengan umat yang beragama lain, padahal dahulu mereka belajar dari Islam? Bagaimana solusinya agar umat Islam kembali menguasai ilmu pengetahuan seperta masa lalu?

Questions and Answer Keys Islamic Religious Education and Character Class 10 2013 Revised 2017 Curriculum Activity 3 Why are Muslims currently far behind with people of other religions, even though they used to learn from Islam? Page 163 Chapter 10 (The Joy of Seeking Knowledge and the Beauty of Sharing Knowledge) ~ Assalamualikum semuanya, kembali lagi bersama laguasyik.com. Pada kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Aktivitas 3 Mengapa umat Islam saat ini jauh tertinggal dengan umat yang beragama lain, padahal dahulu mereka belajar dari Islam? Halaman 163 Bab 10 (Nikmatnya Mencari Ilmu dan Indahnya Berbagi Pengetahuan) kepada para siswa/siswi yang melihat artikel ini. Yuk, kita langsung saja ke soal dan jawabannya. ~

Aktivitas 3

Mengapa umat Islam saat ini jauh tertinggal dengan umat yang beragama lain, padahal dahulu mereka belajar dari Islam? Bagaimana solusinya agar umat Islam kembali menguasai ilmu pengetahuan seperta masa lalu?

Mengapa umat Islam saat ini jauh tertinggal dengan umat yang beragama lain, padahal dahulu mereka belajar dari Islam?

Jika menurut saya, hanya satu permasalahannya mengapa umat islam jauh tertinggal dengan umat beragama lain, yaitu umat islam pada masa sekarang tidak teguh memegang syariat-syariatnya. Mereka hanya mengaku beragama islam tanpa mempelajari dan melaksanakan apa yang diwajibkan serta disunnahkan dalam islam.

ondisi Umat islam jauh tertinggal saat ini karena mereka meninggalkan ajaran Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya. Sebaliknya non-Islam maju karena mereka mengambil ilmu-ilmu Islam yang ada dalam AL-Qur’an.

Sebenernya ajaran islam yang ditunkan Allah SWT adalah syariat terakhir yang lengkap dan universal. Terbaik sepanjang zaman dan tak ada yang mampu mengunggulinya sampai kiamat. Ajaran ini pamungkas segala ajaran yang pernah ada. Siapa saja yang mampu mengamalkan secara sempurna akan menemui kenikmatan iman dalam menempuh hidup yang fana di dunia ini. Islam itu rahmat bagi seluruh alam.

Sebuah pertanyaan meluncur dari lubuk hati yang paling dalam. Kalau begitu mengapa juga ummat islam jauh tertinggal dengan umat-umat agama lain? Mengapa orang-orang Jepang yang menyembah matahari mampu menguasai ekonomi dunia? Mengapa pula orang Korea Selatan yang masih menyembah berhala, mobil-mobil mereka memenuhi jalan-jalan raya di Mekkah dan Madinah? Mengapa pula Amerika, Perancis, Inggris dan Jerman yang masih musyrik mampu melesat tajam dalam teknologi?

Kenapa bukan umat islam yang mencapai kemajuan? Syeikh Syakib Arsalan, Muhammad Abduh dan Jamaluddin Al-Afghani menjawab problema itu hampir semakna. “Umat islam tertinggal Jauh karena meninggalkan Al-Qur’an dan syariah agamanya. Sedangkan umat yang lain mencapai kemajuan karena menjauh dengan agamanya dan kemudian mencuri kunci-kunci ilmu pengetahuan dari umat islam.

Meski mereka tidak menyatakan diri Muslim, namun mereka telah memotong langkah umat islam untuk membaca kitab-kitab samawi termasuk Al-Qur’an yang menurut mereka satu-satunya kitab samawi yang masih asli. DR. Maurice Bucaille dalam bukunya “La Bible, Le Coranet La Science” mengungkapkan bahwa al-Qur’an telah memberi isyarat ilmiah kepada manusia untuk mengungkapkan rahasia-rahasia alam. Hal seperti itu tak pernah didapat dalam kitab-kitab sebelumnya. Sarjana Perancis tersebut memperkirakan, suatu saat kelak, ajaran islam menjadi ajaran yang paling disukai manusia dimuka bumi ini. Insyaa Allah.

Persoalan kemunduran Islam dalam pengembangan iptek pernah dilontarkan oleh seorang sarjana Muslim. Dia menerima sebuah pertanyaan yang kemudian dituliskan dalam sebuah buku.

Dalam bukunya, dia menulis bahwa salah satu jawaban kemunduran Islam dalam pengembangan iptek adalah karena umat Islam meninggalkan pesan-pesan yang diberikan dalam Alquran dan sunah Nabi.

Penyebab lainnya adalah karena umat Islam terlibat dalam konflik internal. Dengan kata lain, umat Islam dihalangi oleh umat Islam yang lain. Mereka terlibat dalam pertentangan politik dan ideologis.

Untuk menuju pada pengembangan dan kemajuan iptek dalam Islam, saya kira pertama yang harus dilakukan adalah melakukan evaluasi sekaligus refleksi terhadap apa yang selama ini menjadi faktor kemunduran iptek dalam Islam.

Tadi, salah satunya adalah karena kita jauh dari moral pengetahuan dan ke-Islam-an yang dianjurkan oleh Alquran dan sunah Nabi. Ini sebagai modal utama.

Yang kedua, kita harus menghilangkan pertentangan-pertentangan ideologis dan politik di antara sesama anak manusia dari berbagai bangsa dan negara.

Ketiga, kita harus mengembangkan tradisi berpikir, bebas, dan independen. Tradisi ini bisa memicu orang untuk mencari dan menggali informasi dalam rangka membentuk ilmu pengetahuan yang kita kehendaki.

Keempat, berdasar pada ketiga hal tersebut, kita harus mengembangkan sistem pendidikan yang memperkuat pengetahuan dan kemanusiaan. Dengan cara ini, ilmu pengetahuan yang berkembang dalam Islam tak hanya berguna bagi agama kita, tapi juga berguna bagi kemanusiaan.

Bagaimana solusinya agar umat Islam kembali menguasai ilmu pengetahuan seperta masa lalu?

  • Pertama: Membangun ilmu yang mapan

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt) :

اقرأ باسم ربك الذي خلق ، خلق الإنسان من علق ، اقرأ وربك الأكرم ، الذي علم بالقلم ، علم الإنسان ما لم يعلم

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq [96]: 1).

Ayat yang turun pertama kali ini menjadi pondasi dasar bagi orang beriman. Membaca merupakan syarat utama memperoleh ilmu. Untuk memahami dan melaksanakan syariat Islam dibutuhkan ilmu yang benar dan memadai. Sebab tak sedikit manusia yang niatnya berbuat baik tapi terjerumus ke dalam kesalahan bahkan kesesatan.

Dengan ilmu, adab seorang Muslim juga bisa terjaga. Ia makin mengenal siapa dirinya dan mengetahui hak dan kewajibannya. Mulai dari peran sebagai seorang hamba di hadapan Tuhan Pencipta dan menjadi khalifah yang bertugas mengurus kemasalahatan di muka bumi. Disebutkan, fungsi ilmu selain membenarkan amalan dan menguatkan keimanan, ilmu juga bisa menaikkan derajat orang tersebut di hadapan Allah.

Senada, Majid Irsan al-Kilani dalam Falsafah at-Tarbiyah al-Islamiyah, menjelaskan kedudukan manusia yang berilmu dalam kehidupannya. Menurut al-Kilani setidaknya orang berilmu memandang dengan lima pola interaksi. Hubungan manusia dengan al-Khaliq adalah ikatan penghambaan, hubungan dengan alam sekitar sebagai ikatan pemberdayaan (at-taskhir), dengan manusia lainnya adalah hubungan berbuat baik (adil dan ihsan), dengan kehidupan adalah ikatan ujian, dan dengan kehidupan akhirat adalah ikatan tanggung jawab (al-mas`uliyah) dan balasan (al-jaza`).

  • Kedua: Membangun iman yang mendalam

Bagi orang beriman, apapun itu pastinya tak cukup jika tak dibarengi dengan keimanan kepada Allah. Mengilmui syariat Islam secara rinci bahkan menghafal dalil-dalil yang ada hanya menjadi sia-sia jika tak didasari dengan pondasi iman atau hidayah.

Godaan syahwat dan kepuasaan sesaat di dunia hanya bisa terlewati dengan bekal iman di dada. Sebagaimana jalan terjal menuju surga juga hanya bisa didaki dengan stok iman yang cukup. Memahami syariat Islam dengan baik dan rinci menjadi tidak bermakna tanpa adanya iman. Iman adalah bekal untuk menggapai keridhaan dan pengakuan Allah serta jaminan keselamatan. Dengan iman, kehadiran manusia di dunia menjadi sesuatu yang bermakna. Yaitu menyembah kepada Allah dan menjadi wakil-Nya dalam mengurus kehidupan dunia.

Tanpa iman, kebahagiaan yang diakui manusia berubah menjadi semu dan palsu. Materi yang dipunyai dan seluruh kenikmatan dunia nyaris menjadi hampa sekiranya orang tersebut abai mengurus imannya. Sebab memburu kesenangan dunia tanpa berbekal keimanan hanya mengantar seseorang kepada frustasi dan kecewa berkepanjangan. Lihatlah, orang-orang kaya yang miskin iman. Meski hidup glamour, namun mereka adalah kumpulan orang gelisah yang tak mampu menikmati harta kekayaannya sedikitpun.

  • Ketiga: Membangun ukhuwah yang kokoh

Longgarnya ukhuwah (persaudaraan) di tengah umat Islam menyuburkan krisis yang menimpa saat ini. Hal ini menjadi peluang besar bagi musuh-musuh Islam untuk memberaikan rajutan ukhuwah yang terjalin, mendinginkan dekapan ukhuwah, dan menjadikan cinta sesama saudara Muslim berubah tawar dan hampa. Inilah fenomena umat Islam saat ini. Sebagian mereka masih sibuk bertikai sesama Muslim sedang di luar sana musuh-musuh Islam bertepuk riuh dengan pemandangan tersebut.

Berjama’ah adalah pola hidup yang menjadi kebutuhan setiap makhluk hidup. Ia bersifat fitrah dan berjalan secara sunnatullah. Dengan pemahaman demikian maka tak pantas seorang manusia berlaku sombong kepada lainnya. Semuanya adalah lemah dan tak berdaya di hadapan Allah. Semuanya hanya bisa kuat ketika mengikatkan diri dalam satu simpul ukhwat berbalut keimanan kepada Allah.

Allah berfirman:

واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا واذكروا نعمت الله عليكم إذ كنتم أعداء فألف بين قلوبكم فأصبحتم بنعمته إخوانا وكنتم على شفا حفرة من النار فأنقذكم منها كذلك يبين الله لكم آياته لعلكم تهتدون

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran [3]: 103)

Ada banyak cara dalam menautkan hati sesama orang beriman. Salah satunya adalah dengan menjauhi buruk sangka, iri hati, dendam, dan benci kepada saudara Muslim. “Jangan kalian saling mendengki dan membelakangi karena permusuhan dalam hati. Tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” Demikian pesan Nabi dalam riwayat Imam al-Bukhari.

Terakhir, apapun kondisi kaum muslimin belakangan ini, bukanlah alasan yang tepat untuk berpangku tangan apalagi sekedar mengeluh dan berputus asa. Setidaknya inilah tiga solusi mendasar yang bisa menjadi penawar daripada dahaga umat Islam menyongosng kebangkitan kembali peradaban Islam tersebut. Saatnya bekerja dan bermujahadah serta saling mengingatkan dalam bingkai ukhuwah Islamiyah.

  • Dengan memperdalam tentang islam.

Sebenarnya, jika seorang muslim mempelajari al-qur’an dan al-hadits walaupun hanya sedikit, mereka akan memiliki wawasan luas bahkan bisa menjadi lebih pintar. Karena al-qur’an telah menjelaskan semuanya, Didalam al-qur’an terdapat ilmu yang banyak sekali jika kita mau memahami.

  • Dengan memberikan motivasi kepada umat islam bahwa pengetahuan itu sangat penting untuk dipelajari

Karena ada ayat yang menjelaskan tentang hal itu bahwa para malaikat akan meletakkan sayapnya kepada orang yang berjalan untuk menempuh ilmu pengetahuan.bahkan ilmu pengetahuan yang kita jalani akan di bawa sampai mati oleh karena tempuhlah ilmu sebanyak banyak karena ilmu yang baik itu akan membawa kita ke jalan yang benar seperti beberapa tokoh ilmu sains islam yang telah sukses menjalni ilmu pengetahuan yang ia miliki tanpa adanya rasa putus asa dan selalu optimis dari setiap percobaan yang ia lakukan.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Aktivitas 3 Mengapa umat Islam saat ini jauh tertinggal dengan umat yang beragama lain, padahal dahulu mereka belajar dari Islam? Halaman 163 Bab 10 (Nikmatnya Mencari Ilmu dan Indahnya Berbagi Pengetahuan)”, Dan terima kasih sudah berkunjung blog yang sederhana. Semoga kunci jawaban ini bisa membantu kalian yang belum menjawab Soal dan Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Aktivitas 3 Mengapa umat Islam saat ini jauh tertinggal dengan umat yang beragama lain, padahal dahulu mereka belajar dari Islam? Halaman 163 Bab 10 (Nikmatnya Mencari Ilmu dan Indahnya Berbagi Pengetahuan). Jika ada kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika ada pertanyaan dan ada saran untuk kelebihan dan kekurangan selain ini bisa komen di kolom komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Kalor lebur es adalah 80 kal/g. Apa maksudnya?

[Kunci Jawaban] Kalor lebur es adalah 80 kal/g. Apa maksudnya? Pertanyaan: 3. Kalor lebur es …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!