Breaking News

Menceritakan kembali secara tertulis teks biografi B.J. Habibie

Questions and Answer Key Indonesian Grade 10 curriculum in 2013 Revised 2016 retelling task in writing the biography text B.J. Habibie Page 239 Chapter 7 (Learning from Biography) ~ Assalamualikum semuanya, kembali lagi bersama laguasyik.com. Pada kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Tugas Menceritakan kembali secara tertulis teks biografi B.J. Habibie Halaman 239 Bab 7 (Belajar dari Biografi) kepada para siswa/siswi yang melihat artikel ini. Yuk, kita langsung saja ke soal dan jawabannya. ~

Tugas

Sekarang, berlatihlah melanjutkan untuk menceritakan kembali secara tertulis teks biografi B.J. Habibie dengan menggunakan kolom berikut ini.

Teks Asli Penceritaan dengan Bahasa yang Berbeda
Paragraf 1

B.J. Habibie adalah salah satu tokoh panutan dan menjadi kebanggaan bagi banyak orang di Indonesia. Beliau adalah Presiden ketiga Republik Indonesia. Nama dan gelar lengkapnya Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 dan dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Paragraf 1

B.J. Habibie adalah adalah Presiden ketiga Republik Indonesia yang dikenal sebagai teknokrat kebanggaan orang Indonesia. Putra asli Pare-Pare Sulawesi Selatan ini lahir pada tanggal 25 Juni 1936 dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Ia membina rumah tangga dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 dan dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Presiden kebanggan Indonesia ini memiliki gelar lengkap gelar lengkapnya Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult.yang diperolehnya dari luar negeri.

Paragraf 2

Habibi menjadi yatim sejak kematian bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung. Setelah ayahnya meninggal, ibunya menjual rumah dan kendaraannya kemudian pindah ke Bandung bersama anak-anaknya. Ibunya membanting tulang membiayai kehidupan anak-anaknya.

Paragraf 2

Hidup menakdirkan B.J.Habibie untuk menjadi seorang anak yatim semenjak sang ayah berpulang pada 3 September 1950 akibat serangan jantung. Kejadian itu memaksa keluarga mereka pindah ke Bandung dan menempatkan sang ibu sebagai tulang punggung keluarga.

Paragraf 3

Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas dan selalu memegang prinsip yang diyakini telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Paragraf 3

Sebagai seorang anak, masa kecil Habibie muda banyak dihabiskan di Pare-pare, Sulawesi Selatan. Sejak kecil, ia sudah diajarkan untuk bersikap tegas dan teguh pada prinsip. Ia pun ternyata memiliki hobi menunggang kuda dan membaca.

Paragraf 4

Habibie kemudian menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, kecerdasan beliau dan prestasinya tampak menonjol, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya. Atas kecerdasannya, setelah tamat SMA di Bandung tahun 1954, beliau masuk ke ITB (Institut Teknologi Bandung). Namun, ia tidak menyelesaikan S-1 nya di sana karena mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman. Habibie terinspirasi pesan Bung Karno tentang pentingnya dirgantara dan penerbangan bagi Indonesia. Oleh karena itu ia memilih jurusan teknik penerbangan dengan spesialisasi konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH).

Paragraf 4

Jenjang pendidikan berikutnya ditempuh Habibie di Gouvernments Middlebare School. Disana, kecerdasannya semakin menonjol. Sebagai buahnya, beliau lolos masuk ITB, meski tak sempat menamatkan pendidikannya disana. Ia lebih memilih menempuh pendidikan di Jerman setelah mendapat beasiswa dari pemerintah. Ia pun memilih jursan konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH).

Paragraf 5

Demi ibunya yang telah bersusah payah membiayai hidup dan pendidikannya, Habibie belajar dengan sungguh-sungguh. Tekadnya harus jadi orang sukses. Pada saat kuliah di Jerman tahun 1955, di Aachen, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar di sana diberi beasiswa penuh. Hanya beliaulah yang memiliki paspor hijau.

Paragraf 5

Disana ia belajar dengan sungguh-sungguh. Pada saat itu, ia juga tercatat sebagai satu-satunya mahasiswa Indonesia yang diberi hak khusus oleh pemerintah setempat sebagai pemegang paspor hijau dari ratusan mahasiswa Indonesia yang belajar di Jerman.

Paragraf 6

Ketika musim liburan tiba, ia menggunakan waktunya untuk mengikuti ujian dan bekerja. Sehabis masa libur, ia kembali fokus belajar. Gaya hidupnya ini sangat berbeda dibandingkan teman-temannya yang memilih menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman, tanpa mengikuti ujian.

Paragraf 6

Saat libur pun, ia tetap belajar dan bekerja, meski sebagian besar temannya lebih memilih untuk berlibur atau mencari pengalaman kerja.

Paragraf 7

Tahun 1960, Habibie berhasil mendapat gelar Diploma Ing, dari Technische Hochschule Jerman dengan predikat cumlaude (sempurna) nilai rata-rata 9,5. Dengan gelar insinyurnya itu, Habibie mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot, sebuah  industri kereta api di Jerman. Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan tapi volumenya besar.

Paragraf 7

Pada tahun 1960, beliau berhasil lulus dengan peringkat cumlaude dan mendapat gelar Diploma Ing. dari Technische Hochschule Jerman. Ia kemudian melamar kerja di Firma Talbot, sebuah perusahaan konstruksi kereta api.

Paragraf 8

Talbot membutuhkan 1000 wagon. Mendapat tantangan seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara konstruksi membuat sayap pesawat terbang. Metode itu ia terapkan pada wagon dan akhirnya berhasil.

Paragraf 8

Di Talbot, Habibie juga berhasil membuktikan prestasinya dengan menerapkan teknik produksi gerbong kereta api dengan teknik-teknik konstruksi pesawat terbang. Prestasinya ini semakin mengorbitkan namanya di dunia industri.

Paragraf 9

Habibie kemudian melanjutkan studinya di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aschen.

Paragraf 9

Selanjutnya, ia melanjutkan studi di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aschen.

Paragraf 10

Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudiandiboyongnya ke Jerman. Hidupnya makin keras. Pada pagi hari, Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat biaya hidup. Ia pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya. Demi menghemat, istrinya harus mengantrie di tempat pencucian umum untuk mencuci.

Paragraf 10

Untuk menemaninya sepanjang hidup, beliau memilih Hasri Ainun Habibie, yang selalu setia padanya di tengah masa perjuangan mereka. Beliau bahkan rela mengantri untuk mencuci di tempat pencucian umum sekadar untuk menghemat pengeluaran.

Paragraf 11

Pada tahun 1965, Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan penilaian summa cumlaude (sangat sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aschen. Habibie mendapatkan gelar Doktor setelah menemukan rumus yang ia namai “Faktor Habibie” karena bisa menghitung keretakan atau krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang. Habibie dijuluki sebagai Mr. Crack.

Paragraf 11

Gelar Dr. Ingenieur diperolehnya pada tahun 1965 dengan predikat sangat sempurna. Karyanya yang terkenal adalah Faktor Habibie, sebuah rumus yang mampu menghitung keretakan ke tingkat atom pesawat terbang.

Paragraf 12

Pada tahun 1967, Habibie menjadi Profesor Kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung. Kejeniusan dan prestasi mengantarkan Habibie diakui lembaga internasional, di antaranya Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society Londong (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l’Air et de lEspace (Perancis), dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat).

Paragraf 12

Dua tahun berselang, beliau didapuk menjadi Guru Besar ITB. Berbagai lembaga prestisius dunia pun mengakui prestasinya seperti Lembaga Penerbangan dan Luar Angkasa Jerman, Royal Aeronautical Society London, The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace (Perancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat).

Paragraf 13

Penghargaan bergengsi yang pernah diraih Habibie adalah Edward Warner Award dan Award von Karman yang hampir setara dengan hadiah Nobel. Di dalam negeri, Habibie mendapat penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana.

Paragraf 13

Beliau juga tercatat pernah meraih penghargaan von Karman Award dan Edward Warner Award yang dikenal setara dengan hadiah Nobel.

Paragraf 14

Di Indonesia, Habibie menjadi Menteri Negara Ristek/ Kepala BPPT selama 20 tahun, ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), memimpin perusahaan BUMN strategis, dipilih menjadi Wakil Presiden RI dan menjadi Presiden RI ke-3 setelah Soeharto mundur pada tahun 1998. Pada masa jabatan Habibie, terjadi referendum di Timor Timur, sampai akhirnya Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia. Dalam masa jabatannya yang singkat, B.J. Habibie telah meletakkan dasar bagi kehidupan demokrasi dan persatuan wilayah di Indonesia dengan disahkannya undang- undang tentang otonomi daerah dan undang-undang tentang partai politik, UU tentang Pemilu dan UU tentang susunan kedudukan DPR/MPR.

Paragraf 14

Di Indonesia, beliau sempat dikenal sebagai Menristek di era Soeharto, ketua ICMI, serta Presiden RI Ke-3. Salah satu peran penting yang berhasil dilakukan beliau adalah meletakkan dasar demokrasi dan persatuan di Indonesia serta desentraslisasi kekuasaan pemerintah pusat ke daerah.

Paragraf 15

Turun dari jabatan sebagai Presiden, Habibie kembali ke Jerman bersama keluarga. Pada tahun 2010, Ainun meninggal dunia karena kanker. Sebagai terapi atas kehilangan orang yang dicintai, Habibie membuat tulisan tentang kisah kasih dengan Ainun, yang kemudian dibukukan dengan judul “Ainun dan Habibie”. Buku ini telah difilmkan dengan judul yang sama.

Paragraf 15

Setelah melepas jabatan Presiden, beliau sempat kembali ke Jerman. Pada 2010, kabar duka menimpa keluarga beliau dengan berpulangnya sang istri. Tak lama, beliau membuat sebuah memoar tentang kisah romansanya dengan sang istri yang kemudian difilmkan dengan judul Habibie dan Ainun.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Tugas Menceritakan kembali secara tertulis teks biografi B.J. Habibie Halaman 239 Bab 7 (Belajar dari Biografi)”, Dan terima kasih sudah berkunjung blog yang sederhana. Semoga kunci jawaban ini bisa membantu kalian yang belum menjawab Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Tugas Menceritakan kembali secara tertulis teks biografi B.J. Habibie Halaman 239 Bab 7 (Belajar dari Biografi). Jika ada kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika ada pertanyaan dan ada saran untuk kelebihan dan kekurangan selain ini bisa komen di kolom komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Apakah yang dimaksud energi fosil? Mengapa kita tidak boleh menggunakan energi yang berasal dari fosil secara berlebihan? Coba jelaskan!

[Kunci Jawaban] Apakah yang dimaksud energi fosil? Mengapa kita tidak boleh menggunakan energi yang berasal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!