Membuat Biografi Singkat Tokoh Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

  • 11 min read
  • Jan 07, 2021

Questions and Answer Keys for Class 9 Social Sciences 2013 Revision 2018 Curriculum Making Short Biography of Proclamation of Indonesian Independence Figures Page 213-214 Chapter 4 (Indonesia from the Independence Period to the Reformation Period) ~ Assalamualikum Semuanya, Kembali lagi Bersama laguasyik.com. Pada Kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 9 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Membuat Biografi Singkat Tokoh Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Halaman 213-214  Bab 4 (Indonesia dari Masa Kemerdekaan Hingga Masa Reformasi) Kepada Para Siswa/Siswi Yang melihat Artikel Ini. Yuk, Kita Langsung saja ke Soal dan Jawabannya. ~

Aktivitas Individu

1. Pilihlah salah satu tokoh yang berperan dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan dan proses terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2. Upayakan tokoh pilihanmu tidak sama dengan pilihan temanmu!

3. Buatlah biografi singkat tokoh tersebut, dan bagaimana peran tokoh itu dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan pada tempat yang disediakan!

4. Kamu boleh memanfaatkan buku bacaan, artikel, majalah, atau internet sebagai sumber untuk membuat biografi!

5. Berdasarkan cerita yang kamu tulis, nilai luhur apa yang dapat kamu petik dari tokoh yang kamu pilih?

6. Tukarkan hasil karyamu dengan teman yang lain, kemudian berikan komentar hasil karya temanmu!

Biografi singkat tokoh Proklamasi Kemerdekaan Indonesia : Ir.Soekarno

Nama lengkap : Ir. Soekarno

Nama panggilan : Bung Karno

Nama kecil : Kusno

Tempat, tanggal lahir : Surabaya, 6 Juni 1901

Agama : Islam

Nama Isteri :

  1. Fatmawati
  2. Hartini
  3. Ratna Sari Dewi

Nama Anak :

  1. Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, Guruh (dari Fatmawati)
  2. Taufan, Bayu (dari Hartini)
  3. Kartika (dari Ratna Sari Dewi)

Pendidikan :

  1. HIS di Surabaya
  2. Hoogere Burger School (HBS)
  3. Technische Hoogeschool (THS) di Bandung

Meninggal : 21 Juni 1970

Dimakamkan : Blitar, Jawa-Timur

Bung Karno adalah nama populer dari Soekarno. Lahir pada 6 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur. Ketika Soekarno kecil, ia tidak tinggal bersama dengan orang tuanya yang berada di Blitar. Ia tinggal bersama dengan kakeknya yang bernama Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur. Soekarno bahkan sempat mengenyam sekolah disana walau tidak sampai selesai, karena harus ikut bersama dengan orang tuanya yang pada waktu itu pindah ke Mojokerto. Di Mojokerto, Soekarno kemudian disekolahkan di Eerste Inlandse School dimana ayahnya juga bekerja disitu sebagai guru. Akan tetapi kemudian ia dipindahkan pada tahun 1911 ke ELS yang setingkat sekolah dasar untuk dipersiapkan masuk di HBS yang ada di Surabaya. Setelah tamat dan bersekolah di HBS tahun 1915, Soekarno kemudian tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau HOS Cokroaminoto yang merupakan sahabat dari ayah Soekarno. Darisanalah Soekarno kenal dengan dunia perjuangan yang membuatnya menjadi pejuang sejati.

Pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Jepang dimana pada tanggal ini juga diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia yang juga membuat Soekarno diangkat menjadi presiden pertama Indonesia. Dalam biografi Soekarno, ia berhasil membentuk pancasila dengan timnya sebagai dasar negara Indonesia.

Dengan proklamasi kemerdekaan ini juga membuat kawannya Mohammad Hatta dinobatkan sebagai wakil presiden pertama Indonesia mendampingi Soekarno. Diluar sosoknya sebagai Bapak Bangsa Indonesia, tidak banyak orang yang tahu jika Soekarno pernah menikah sebanyak sembilan kali. Kharisma yang luar biasa dimiliki oleh Soekarno melalui penuturan orang – rang yang dekat dengannya membuat wanita cantik terkesima dan kemudian dijadikan istri Soekarno. Beliau tertarik dengan wanita sederhana dan sopan. Salah satu istrinya Fatmawati pernah bertanya pada presiden Soekarno mengenai wanita yang berpenampilan seksi. Beliau menjawab bahwa wanita yang penampilannya sopan dan sederhana lebih menarik dan lebih ia sukai. Menurut Soekarno kecantikan seorang wanita terlihat dari keaslian, tutur bahasanya, sikapnya dan kesederhanaan yang terpancar dari dalam dirinya.

Bertahun-tahun dijajah oleh para penjajah, pada akhirnya Indonesia pun bisa mengumandangkan kemerdekaan. Kemerdekaan Indonesia yang bertepatan dengan tanggal 17 Agustus puluhan tahun silam tentu tidak akan bisa dilepaskan dari jasa para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia ini. Salah satu pahlawan pemberani yang namanya tidak akan pernah bisa dilepaskan dari sisi kemerdekaan negeri ini adalah Ir Soekarno. Proklamator sekaligus Presiden Indonesia yang pertama ini memang memberikan begitu banyak pengaruh hingga akhirnya Indonesia bisa merdeka. Sebagai bangsa yang menghargai pahlawannya, ada baiknya kita bisa mengetahui biografi Soekarno, Sang Proklamator.

Bagaimana peran tokoh Ir.Soekarno dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan :

  • Merumuskan teks proklamasi bersama dengan Ahmad Soebarjo dan Drs. Mohammad Hatta.
  • Membacakan teks proklamasi indonesia dengan didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta.
  • Diebut dengan bapak proklamator indonesia.

Nilai luhur apa yang dapat kamu petik dari tokoh Ir.Soekarno yang kamu pilih :

  • Terbukti Bung Karno dengan serta merta mengumandangkan proklamasi  Kemerdekaan Republik Indonesia, setelah  mendengar dan didorong situasi dan  pendapat kawan seperjuangan  juga merasakan kejamnya penjajahan. Kemudian menghadapi kelas pertama 1947 dan kelas kedua 1949. Juga menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika  (KAA).
  • Sikap yang komitmen pada nasib rakyat. Khususnya kaum tani dan buruh.  Wong Cilik memang berada di lapisan buruh dan petani , dari dahulu hingga sekarang. Karenanya Bung Karno melahirkan Marhaenisme, aliran pemikiran kerakyatan khas Indonesia.
  • Yang pada hakikatnya adalah Indonesia jangan  bergantung pada asing. Terlebih kepada Amerika (saat itu). Maka relevan ketika Bung Karno menggagas  konsep BERDIKARI (Berdiri di atas Kaki Sendiri).

Biografi singkat tokoh Proklamasi Kemerdekaan Indonesia : Drs. Mohammad Hatta

Dr.(HC) Drs. H. Mohammad Hatta adalah tokoh pejuang, pahlawan nasional, negarawan, ekonom dan Wakil Presiden Indonesia yang pertama. Dulu lahirnya dengan nama Mohammad Athar yang sekarang lebih populer dijuluki sebagai Bung Hatta. Beliau lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 di Fort de Kock yang sekarang lebih dikenal dengan nama Bukittinggi di Provinsi Sumatra Barat. Beliau meninggal di Jakarta pada tanggal 14 Maret 1980 di usia 77 tahun. Bersama dengan Bung Karno, beliau memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari era penjajahan sekaligus memproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Bung Hatta juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri mulai dari Kabinet Hatta I hingga RIS. Kemudian Bung Hatta mundur dari jabatan wakil presiden pada tahun 1956 karena ada perselisihan pendapat dengan Presiden Soekarno. Selain peran yang sudah disebutkan di kalimat pertama, Hatta juga berjasa dalam memajukan koperasi di Indonesia. Sehingga Hatta juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Sebagai penghargaan untuk menghargai jasa Bung Hatta, namanya sangat sering diabadikan di berbagai tempat. Contohnya seperti bandara internasional Tangerang Banten yang bernama Bandar Udara Soekarno-Hatta. Pada tanggal 14 Maret 1980, Hatta menghembuskan nafas terakhir dan dimakamkan di Tanah Kusir di Jakarta. Bung Hatta diangkat menjadi salah satu Pahlawan Proklamator Indonesia pada tanggal 23 Oktober 1986 yang pada waktu itu Indonesia di bawah pemerintahan Suharto. Disebut pahlawan proklamator karena termasuk orang yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Termasuk membuat teks kemerdekaan yang mengandung makna proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sehingga beliau termasuk pahlawan nasional Indonesia dari Sumatera Barat.

Bagaimana peran tokoh Drs. Mohammad Hatta dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan :

  • Merumuskan teks proklamasi bersama dengan Ahmad Soebarjo dan Ir. Soekarno
  • Mendampingi pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
  • Disebut dengan bapak proklamator indonesia
  • Bung Hatta amat gigih menyelamatkan Republik dengan cara mempertahankan naskah Linggarjati di Sidang Pleno KNIP di Malang yang diselenggarakan pada tanggal 25 Februari – 6 Maret 1947.
  • Bung Hatta berhasil memperjuangkan Perjanjian Renville yang akhirnya jatuh jatuhnya Kabinet Amir dan digantikan oleh Kabinet Hatta

Nilai luhur apa yang dapat kamu petik dari tokoh yang Drs. Mohammad Hatta kamu pilih :

  • Demokratis

Bung Hatta dikenal sebagai tokoh yang demokratis. Walaupun pada masa lampau ia sempat dipenjara dan diasingkan di tempat pembuangan,  Bung Hatta  selalu menekankan pada rekan-rekannyanya agar tetap bersikap  demokratis  sekalipun  berada di pengasingan.

  • Menjunjung Tinggi Nasionalisme

Wakil Presiden RI yang pertama ini selalu menebar semangat kebangsaan dan nasionalisme. Ia selalu  menempatkan  kepentingan bangsa dan negara dibandingkan kepentingan pribadi dan golongan.

  • Pekerja Keras

Kebenciannya terhadap colonial Belanda membuatnya selalu bekerja keras ketika memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dahulu. Sosok yang tidak bisa dipisahkan dari Bung Karno ini juga sering keluar masuk penjara karena melawan selalu para kolonial yang ingin merebut tanah airnya.

  • Tidak Mau Memanfaatkan Jabatan

Sewaktu masih hidup, Bung Hatta sangat menginginkan sepatu merek ternama. Oleh karena itu, ia menyimpan guntingan iklan dari sepatu tersebut dan mengumpulkan uang agar bisa membeli sepatu yang diinginkannya. Padahal dengan statusnya yang kala itu menjabat sebagai Wakil Presiden ia bisa saja memanfaatkan jabatannya. Namun, Bung Hatta memilih untuk tidak meminta sesuatu karena kepentingannya sendiri.

  • Rendah Hati

Sewaktu berangkat ke tanah suci, Bung Hatta pergi menggunakan biaya sendiri. Padahal, Bung Karno sudah menawarinya untuk pergi dengan menggunakan biaya yang ditanggung oleh negara.  Tapi, Bung Hatta menolaknya, ia lebih memilih untuk naik haji menggunakana biaya sendiri sebagai rakyat biasa.

Biografi singkat tokoh Proklamasi Kemerdekaan Indonesia : Laksamana Muda Tadashi Maeda

Laksamana Muda Tadashi Maeda (前田 精 Maeda Tadashi, lahir di Kagoshima, Jepang, 3 Maret 1898 – meninggal 13 Desember 1977 pada umur 79 tahun) adalah seorang perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di Hindia Belanda pada masa Perang Pasifik. Selama pendudukan Indonesia di bawah Jepang, ia menjabat sebagai Kepala Penghubung Angkatan Laut dan Angkatan Darat Tentara Kekaisaran Jepang.

Laksamana Muda Maeda memiliki peran yang cukup penting dalam kemerdekaan Indonesia dengan mempersilakan kediamannya yang berada di Jl. Imam Bonjol, No.1, Jakarta Pusat sebagai tempat penyusunan naskah proklamasi oleh Soekarno, Mohammad Hatta dan Achmad Soebardjo, ditambah sang juru ketik Sayuti Melik.

Setelah Jepang dibom atom Sekutu pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, Kekalahan Jepang semakin dekat. Hal ini membangkitkan semangat pemuda Indonesia untuk segera mencapai kemerdekaan. Pada tanggal 12 Agustus 1945, tiga tokoh Indonesia yakni Soekarno, Mohammad Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat dipanggil oleh Panglima Tertinggi Jepang di Asia Tenggara, Marsekal Terauchi di markas besarnya di Dalat (sekarang Ho Chi Minh ) di Vietnam. Dalam pertemuan itu, Terauchi berjanji akan memberi bangsa Indonesia kemerdekaan pada tanggal 24 Agustus 1945.

Pada tanggal 15 Agustus 1945, Radio Asia Raya mengumumkan kekalahan Jepang. Kaisar Jepang, Hirohito menyerah kepada Sekutu. Berita ini kemudian tersebar luas di seluruh kalangan pemuda dan rakyat Indonesia. Mereka ingin pelaksanaan kemerdekaan dilakukan secepat mungkin. Mereka itulah yang termasuk golongan muda. Tetapi disisi lain, golongan tua ingin agar kemerdekaan dilaksanakan sesuai janji Jepang agar menghindari adanya pertumpahan darah.

Akhirnya pada tanggal 16 Agustus 1945, golongan muda seperti Sukarni dan Chaerul Saleh menculik Soekarno dan Muhammad Hatta ke Rengasdengklok dan mendesak mereka segera membacakan proklamasi. Setelah melalui pembicaraan yang panjang, akhirnya semua setuju proklamasi dibacakan diluar janji Jepang yakni 24 Agustus.

Di hari yang sama, para pemuda mengantarkan Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta untuk segera merumuskan naskah proklamasi. Namun ketika tiba dari Rengasdengklok ke Jakarta, hari sudah larut. Pada pukul 22.00, rombongan tiba di Hotel Des Indes. Mereka akan memesan ruangan untuk dijadikan tempat merumuskan naskah proklamasi. Sayangnya tempat itu sudah tutup. Para pemuda tidak kehabisan akal. Mereka lalu menghubungi seorang perwira Angkatan Laut Kekaisaran Jepang yang bersimpati terhadap perjuangan bangsa Indonesia, Laksamana Maeda. Ia pun mengizinkan rumahnya, yang sekarang beralamat di Jalan Imam Bonjol no.1 untuk dijadikan tempat perumusan naskah proklamasi dan menjamin keamanan selama rapat karena Maeda merupakan Kepala Perwakilan Kaigun (Angkatan Laut Kekaisaran Jepang) sehingga rumahnya merupakan extra territorial dan harus dihormati oleh Rikugun (Angkatan darat kekaisaran Jepang / Kempetai) maka rumah Maeda dianggap aman.Rumah Maeda tersebut kini berubah menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

Bagaimana peran tokoh Laksamana Muda Tadashi Maeda dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan :

  • Dengan jaminan keamanan dari Laksamana Maeda, Ir Soekarno dan Moh. Hatta dibebaskan oleh golongan muda dari Rengasdengklok.
  • Laksamana Maeda meminjamkan rumahnya untuk dijadikan tempat merumuskan naskah proklamasi, serta menjamin para menjamin keselamatan Ir Soekarno dan Moh. Hatta dari tindakan militer Jepang karena Laksamana Maeda adalah kepala kantor Penghubung Angkatan Laut di daerah kekuasaan Angkatan Darat.

Nilai luhur apa yang dapat kamu petik dari tokoh yang Laksamana Muda Tadashi Maeda kamu pilih :

  • Dapat dipercaya
  • Baik hati
  • Mau menolong satu sama lain

Biografi singkat tokoh Proklamasi Kemerdekaan Indonesia : Sayuti Melik

Mohamad Ibnu Sayuti atau yang lebih dikenal sebagai Sayuti Melik , dicatat dalam sejarah Indonesia sebagai pengetik naskah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Dia adalah suami dari Soerastri Karma Trimurti, seorang wartawati dan aktivis perempuan di zaman pergerakan dan zaman setelah kemerdekaan.

Beliau dilahirkan di Sleman 22 November 1908. Orang tuanya bernama Abdul Mu’in alias Partoprawito dan Sumilah. Istri beliau bernama Soerastri Karma. Istri Sayuti Melik merupakan seorang aktivis perempuan sekaligus wartawan. Dalam Biografi Sayuti Melik disebutkan pendidikan beliau di mulai dari Sekolah Ongko Loro (SD) di Srowolan Solo hanya sampai kelas 4 dan kemudian dilanjutkan di Yogyakarta.

Sejak masih muda beliau merupakan penulis yang mampu membuat belanda merasa terganggu, kisah hidup Sayuti melik juga diwarnai dengan penahanan berkali-kali oleh Belanda. Beliau juga pernah di buang di Boven Digul (1927-1933) karena dianggap terlibat dengan PKI oleh Belanda. Selama satu tahun beliau juga pernah ditawan dan dipenjara di Singapore, pada tahun 1937 beliau [ulang ke Jakarta namun dimasukkan ke sel di Gang tengah hingga 1938.

Beliau juga mendirikan koran Pesat di semarang yang segala bagian redaksi hingga percetakan dan penjualan beliau kerjakan sendiri bersama istrinya. Namun mereka tetap tidak terlepas dari pengasingan. Selama menerbitkan koran tersebut, Sayuti Melik atau istrinya bergantian keluar masuk penjara dan pengasingan. Hal itu dikarenakan tulisan mereka yang tajam dan kritis. Pada kependudukan Jepang tepatnya Putera didirikan, atas bantuan Bung Karno Sayuti Melik dan istrinya dapat bersatu kembali. Selain aktif dalam dunia jurnalis, biografi Sayuti melik juga menyebutkan bahwa dirinya juga menjadi anggota PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia)

Sayuti melik merupakan pemuda ataupun golongan tua yang sangat mendukung segera diproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 16 Agustus 1945, Seokarno dan Hatta di culik dan dibawa ke Rengasdengklok. Penculikan tersebut bertujuan untuk menyakinkan Bung Karno dan Bung Hatta segera menyatakan kemerdekaan Indonesia, ketika Jepang sedang kalah dari sekutu.

Setelah terjadi kesepakatan akhirnya naskah proklamasi dirumuskan oleh Bung Karno dan Bung Hatta di rumah Laksmana Muda Maeda. Biografi Sayuti melik menyatakan bahwa dirinya dan sukarni menjadi sanksi dan membantu mereka dalam merumuskan proklamasi. Atas usul Sayuti melik juga proklamasi ditanda tangani oleh Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Karier politik Sayuti Melik semakin berkembang. Beliau pernah menjabat sebagai anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Sedangkan pada masa orde baru karier politik Sayuti Melik berkembang menjadi DPR pada tahun 1971 hingga 1977. Beliau meninggal pada 27 Februari 1989. Penghargaan yang beliau dapat adalah Bintang Mahaputra (1961) dan BIntang mahaputra Adiprana pada tahun 1973.

Bagaimana peran tokoh Laksamana Muda Tadashi Maeda dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan :

  • Menjadi wakil golongan pemuda yang menyaksikan penyusunan naskah proklamasi bersama dengan Sukarni.
  • Sayuti Melik diposisikan sebagai pembantu Soekarno pada proses penyusunan naskah proklamasi. Adapun Sukarni sebagai pembantu Hatta.
  • Sayuti Melik merupakan sosok yang memberi gagasan agar teks proklamasi yang ditolak para pemuda diubah pada bagian ‘wakil-wakil bangsa Indonesia’ dan menjadi ‘atas nama bangsa Indonesia’. Gagasan ini berhasil meredakan ketegangan antara golongan pemuda dan golongan tua.
  • Sayuti Melik adalah sosok yang mengetik naskah proklamasi hasil gagasan golongan tua.

Nilai luhur apa yang dapat kamu petik dari tokoh Laksamana Muda Tadashi Maeda yang kamu pilih :

  • Rasa nasionalisme yang tinggi, dengan ikut serta dalam perumusan teks proklamasi.
  • Berpendirian teguh dan bertanggung jawab, dapat di ketahui dari sosok beliau yang relah tidak tidur demi menyelesaikan teks proklamasi.
  • Berani mempertaruhkan nyawannya untuk mewujudkan kemerdekaan.
  • Sosok yang berani dan pantang menyerah.
  • Berjasa bagi nusa dan bangsa, siap-sedia berbakti kepada Tuhan, tanah air dan negara.

Biografi singkat tokoh Proklamasi Kemerdekaan Indonesia : Achmad Soebardjo

Achmad Soebardjo mempunyai nama lengkap Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo. Ia lahir pada tanggal 18 Maret 1896 di Teluk Jambe, Karawang, Jawa Barat.

Saat lahir ayahnya memberinya nama Teuku Abdul Manaf namun ibunya memberi nama nama Achmad Soebardjo atas saran dari kakek neneknya. Adapun nama Djojoadisoerjo dipakai oleh Achmad Soebardjo ketika ia ditahan di penjara Ponorogo.

Ayahnya bernama Teuku Muhammad Yusuf dari Aceh. Ketika Achmad Soebardjo lahir, ayahnya bekerja sebagai Mantri Polisi Pamong Praja (Sekretaris Kecamatan).

Ibu Achmad Soebardjo bernama Wardinah. Ayahnya masih memiliki keturunan bangsawan dari Aceh sementara ibunya berdarah jawa-bugis. Ibunya adalah anak dari camat di Cirebon.

Ahmad Soebardjo merupakan tokoh yang menjemput Soekarno dan Mohammad Hatta dari Rengasdengklok dan dibawa ke Jakarta. Di Jakarta, Achmad Soebardjo bersama dengan Soekarno dan Mohammad Hatta pergi ke rumah Laksamana Muda Maeda. Disana juga terdapat para pemuda yang sudah menunggunya.

Di rumah laksamana muda Maeda, Achmad Soebardjo merupakan salah satu tokoh yang menyusun dan merumuskan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia bersama dengan Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta. Teks proklamasi ini kemudian yang akan di bacakan keesokan harinya pada tanggal 17 Agustus 1945.

Pada tanggal 15 Desember 1978, Pejuang kemerdekaan Indonesia Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pertamina, Jakarta akibat kompikasi flu.

Achmad Soebardjo kemudian dimakamkan di rumah Cipayung, Bogor, jawa Barat. Atas jasa-jasa Achmad Soebardjo terhadap Indonesia maka Pemerintah Indonesia memberinya gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2009.

Bagaimana peran tokoh Achmad Soebardjo dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan :

  • Ahmad Subarjo adalah orang yang dimana dipilih sebagai anggota dari BPUPKI

Ahmad Subarjo diangkat oleh Gunseikanbu yang dimana ia mendapatkan status keanggotaan tersebut dikarenakan ia adalah orang yang memiliki sebuah pengalaman kerja yang dimana dilakukanya untuk Laksamana Muda Maeda.

  • Ahmad Subarjo adalah orang yang menyumbangkan buah pemikirannya dalam pembentukan dari dasar negara bagi Republik Indonesia.

Ahmad Subarjo sebagai orang yang dimana memiliki sebuah pengaruh yang besar, kemudian Ia juga sebagai seorang yang dimana mampu menjadi orang yang memberikan berbagai macam pemikiran yang dimana berguna untuk menyusun dasar negara. Sebagaimana contohnya adalah ketika disaat melakukan perancangan konstitusi bagi Republik Indonesia, Ahmad Subarjo memiliki sebuah pendapat untuk tidak hanya meniru konstitusi yang dimana dimiliki oleh negara lain dan diimplementasikannya di Indonesia. Tetapi sebuah kosntitusi ada baiknya untuk menjadi sesuatu yang dimana akan menjadi sebuah pandangan hidup bagi sebuah negara dan sebaiknya juga memiliki sebuah pandangan yang dimana mengenai kehidupan dan juga dunia ini. Kemudian, dari hal tersebutlah BPUPKI menjadikan pendapatan yang diberikan oleh Ahmad Subarjo sebagai sebuah bahan dari pertimbangan untuk melakukan sidang BPUPKI dalam kegiatan untuk mencari sebuah dasar negara.

  • Membujuk Laksamana Muda Maeda untuk menggunakan rumahnya sebagai tempat menyusun naskah proklamasi.

Dikarenakan pangkat dari Laksamana Muda Maeda yang tinggi, hal tersebut membuat pihak dari tentara Angkatan Darat Jepang sendiri tidak akan memiliki kuasa untuk masuk ke dalam rumah tersebut yang dimana kemudian membuat Soekarno dan Hatta akan lebih terjamin keselamatannya.

  • Ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri Pertama di Indonesia

Setelah melakukan proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dimana dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945 membuat Ahmad Subarjo sebagai orang yang ditunjuk oleh Presiden Soekarno untuk menjjadi Menteri Luar Negeri Pertama di Indonesia yang dimana tugasnya adalah untuk meyakinkan sekutu bahwa Indonesia telah merdeka dan melucuti senjata Jepang.

Nilai luhur apa yang dapat kamu petik dari tokoh Achmad Soebardjo yang kamu pilih :

  • Berperan aktif dalam berorganisasi dalam memajukan negara
  • Rela berkorban untuk negar
  • Tanggung jawab
  • Adil dan Bijaksana
  • Semangat Patriotisme/Nasionalisme yang tinggi
  • Rela menolong tanpa pamrih
  • Orang yang sederhana dan tidak sombong
  • Cinta terhadap Tanah Air Indonesia

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 9 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Membuat Biografi Singkat Tokoh Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Halaman 213-214  Bab 4 (Indonesia dari Masa Kemerdekaan Hingga Masa Reformasi)”, Dan Terima Kasih Sudah Berkunjung Blog Yang Sederhana. Semoga Kunci Jawaban Ini Bisa Membantu Kalian Yang Belum Menjawab Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 9 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Membuat Biografi Singkat Tokoh Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Halaman 213-214  Bab 4 (Indonesia dari Masa Kemerdekaan Hingga Masa Reformasi). Jika ada Kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun Salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika Ada Pertanyaan Dan Ada Saran Untuk kelebihan dan kekurangan Selain Ini Bisa Komen Di Kolom Komentar.

error: Content is protected !!