Manusia yang sudah mulai hidup menetap terdapat pada masa

  • 6 min read
  • Agu 20, 2021

Humans who have begun to live sedentary lives are in the period of) ~ Assalamualikum semuanya, kembali lagi bersama laguasyik.com. Pada kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Manusia yang sudah mulai hidup menetap terdapat pada masa kepada para siswa/siswi yang melihat artikel ini. Yuk, kita langsung saja ke soal dan jawabannya. ~

Latihan Soal

Pilihlah salah satu jawaban di bawah ini yang paling benar !

1. Manusia yang sudah mulai hidup menetap terdapat pada masa . . . .

A. Perundagian

B. Berburu

C. Bercocok tanam

D. Bersawah

E. Meramu

Jawaban : C. Bercocok tanam

Pembahasan : Mayarakat praaksara mulai menetap secara permanen adalah pada masa bercocok tanam dengan irigasi. Pada masa sebelumnya yaitu masa bercocok tanam tingkat awal sudah mulai menetap juga, tetapi tidak permanen atau sementara.

2. Kehidupan manusia pada masa berburu dan mengumpulkan makanan masih sangat tergantung pada alam sekitarnya disebut . . . .

A. Sedenter

B. food gathering

C. Menetap

D. food producing

E. nomaden

Jawaban : B. food gathering

Pembahasan : Food gathering dan food producing adalah sebutan nama menandai kehidupan masyarakat pra aksara. Kehidupan manusia purba pada masa berburu dan masa mengumpulkan makanan yang masih sangat tergantung pada alam sekitarnya itu disebut dengan food gatreing. Sedangkan food producing adalah masa dimana masyarakat sudah bisa memproduksi makanan sendiri, yaitu masyarakat pada masa bercocok tanam.

3. Teknik peleburan sudah dikenal oleh masyarakat praaksara pada masa . . . .

A. berburu dan meramu tingkat lanjut

B. bercocok tanam

C. berburu dan meramu tingkat sederhana

D. food producing

E. perundagian

Jawaban : E. perundagian

Pembahasan : Pada masa perundagian masyarakat praaksara mengenal ketrampilan meleburkan bijih logam menjadi peralatan untuk persembahyangan. Teknik peleburan yang dilakukan dengan a cire perdue, yaitu teknik dengan menggunakan bantuan cetakan. Kemahiran ini mulai ada pada masa perundagian.

4. Masyarakat praaksara pada masa perundagian sudah mengenal sistem kepercayaan yang terbukti dari ditemukannya nekara yang berfungsi sebagai . . . .

A. alat pemanggil hujan

B. alat memanggil dewa

C. alat memanggil roh nenek moyang

D. alat memanggil dewi kesuburan

E. alat memanggil roh halus

Jawaban : A. alat pemanggil hujan

Pembahasan : Pada kehidupan praaksara terdapat masa perundagian. Perundagian berasal dari kata undagi yang artinya mahir, trampil. Masa perundagian artinya masa dimana masyarakat pada masa itu sudah memiliki tingkat kemahiran dan ketrampilan, yaitu megolah logam dan batu-batu besar. Disamping itu juga Masyarakat praaksara pada masa perundagian sudah mengenal sistem kepercayaan. Batu-batu besar, logam dan bejih besi dibuat sebagai peralatan dalam persembahayangan mereka. Jenis yang terkenal dihasilkan dan banyak digunakan adalah nekara. Nekara dalam kegiatan kepercayaan memiliki fungsi sebagai alat penabuh genderang meminta hujan.

5. Manakah pernyataan berikut ini yang paling tepat menggambarkan pengaruh kehidupan awal manusia Indonesia yang masih ada sampai sekarang dalam bidang sosial!

A. Kehidupan ekonomi sudah mulai maju dengan adanya sistem konsumsi, produksi, dan distribusi

B. Munculnya upacara ruat bumi untuk menghindari bencana alam di wilayah kampung nelayan

C. Berkembangnya seni ukir pada perhiasan, sehingga menghasilkan harga jual yang cukup tinggi

D. Berkebangnya indsutri manufaktur dan industri mesin sebagai hasil cipta manusia zaman dahulu

E. Munculnya komunitas, dan stratifikasi sosial yang membuktikan manusia tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan orang lain

Jawaban : e. Munculnya komunitas, dan stratifikasi sosial yang membuktikan manusia tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan orang lain

Pembahasan : Yang masih terlihat pengaruh manusia zaman masa praaksara dengan kehidupan masa kini pada sspek social yaitu manusia lebih cenderung hidup berkelompok ketimbang sendiri sehingga mereka merasa lebih terlindungi dari berbagai macam ancaman. Pengaruhnya di masa kini, manusia lebih suka bergabung di berbagai komunitas atau organisasi untuk mewujudkan tujuan hidupnya serta memperoleh kenyamanan serta dukungan sesama.

EVALUASI

Setelah kalian mencoba menjawab latihan soal, maka kegiatan yang terakhir adalah menjawab evaluasi.

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!

1. Jelaskan perbedaan food gathering dan food producing?

Food gathering berbeda dengan kehidupan food producing. Pada zaman, food gathering kehidupan manusia untuk berburu untuk mengkonsumsi makanan tersebut. Namun, food producing adalah kehidupan manusia untuk mengusahakan setiap sumber kekayaan alam yang ada. Manusia mengolah tumbuhan dan hewan. Kemudian juga pada masa ini manusia mengusahakan alam dengan cara bercocok tanam, membersihkan hutan dan kemudian menanam bibit – bibit tanaman tersebut akan di tanam di daerah yang memiliki tanah yang subur.

Misal tanah sudah tidak subur lagi maka mereka akan membersihkan hutan kembali kemudian berpindah tempat untuk mencari tanah yang lebih subur untuk menanam lagi tanaman – tanaman. Para manusia jaman purba dengan kegiatan food producing mulai memikirkan bagaimana untuk kelangsungan hidupnya dan keturunannya kedepan, maka dari itu manusia pada masa food producing mulai menerapkan bercocok tanam pada lingkungan persawahan dan mereka hidup menetap. Inilah titik awal kemajuan yang mempengaruhi kehidupan manusia.

Pada saat manusia zaman food producing tinggal menetap di suatu daerah mereka mempererat diri antara manusia satu dengan manusia yang lainnya di daerah area tempat tinggalnya. Manusia pada jaman ini juga suka bergotong royong karena mereka sadar bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri untuk memenuhi kebutuhan kehidupannya. Kehidupan gotong royong ini di terapkan pada bidang agraris atau bercocok tanam. Dalam rangka memenuhi kehidupan sehari – hari dan karena manusia sudah sadar bahwa mereka tidak dapat hidup sendiri melainkan membutuhkan satu dengan yang lainnya maka dari itu mereka mulai melakukan sistem barter untuk memenuhi kebutuhan kehidupan sehari – hari.

Sistem barter ini memulai era perdagangan pada kehidupan manusia atau sistem perekonomian dalam kehidupan masyarakat, dimana untuk melakukan kegiatan barter atau tukar menemukan tersebut disadari bahwa manusia memerlukan tempat khusus untuk melakukannya, kemudian tempat bertemunya penjual dan pembeli ini disebut sebagai pasar di kemudian hari. Pada kehidupan dalam hal budaya, manusia pada jaman food producing menghasilkan alat yang beragam yaitu yang terbuat mulai dari tanah liat, batu, dan tulang. Misalnya beliung persegi, kapak lonjong, mata panah, gerabah, perhiasan dan lain – lain.

Sistem pertanian dengan pematang –pematang untuk menahan air. Selain manusia pada jaman food producing ini mengolah tanaman, manusia juga mulai mengolah hewan. Dengan cara mengembang biakkannya, Hewan yang telah di buru bukan lagi untuk di bunuh kemudian di konsumsi, tetapi mereka lebih kearah menangkap hewan – hewan tersebut kemudian mengkawinkannya dan juga memeliharanya (memberi makan dan lain – lain). Kemudian jika sudah berkembang maka mereka akan mengkonsumsinya dan tetap mengembang biakkan hewan – hewan tersebut. Hewan yang diternakan bermacam – macam yaitu kerbau, sapi, ayam, anjing, kuda dan lain – lainnya.

Pada masa food producing juga sudah dapat membuat perahu sederhana dengan cara melubangi potongan – potongan kayu besar dengan api, kemudian lubang tersebut diperdalam menggunakan beliung sehingga menyerupai bentuk lesung, kaum lelaki menggunakan – perahu yang mereka buat untuk menangkap ikan – ikan yang ada di tengah laut dan kemudian kembali ke darat untuk mengkonsumsinya. Demikian merupakan beberapa hal mengenai Food Gathering.

2. Pada masa awal kehidupan manusia dikenal empat kepercayaan yaitu kepercayaan terhadap roh nenk moyang, animisme, dinamisme, dan totemisme. Coba anda uraikan diantara empat konsep kepercayaan tersebut?

Kepercayaan awal manusia Indonesia

  • Roh Nenek Moyang

Kepercayan terhadap nenek moyang ini diduga muncul pada saat masyaraka zaman pra-aksara masih mengandalkan kehidupan berburu, mengumpulkan, serta meramu makanan. Kepercayaan ini muncul ketika fenomena mimpi saat manusia tidur. Pada saat itu, manusia melihat dirinya berada di tempat yang berbeda dari tubuh jasmaninya. Mereka percaya bahwa tubuh yang berada di tempat lain itu adalah jiwa. Kemudian kepercayaan ini berkembang bahwa jiwa benar-benar telah terlepas dari jasmaninya. Nah, jiwa yang terlepas itu dianggap dapat berbuat sesuai kehendaknya. Berdasarkan hal tersebut, setiap ada pemimpin yang mati, roh atau jiwanya akan sangat dihormati dan dipuja-puja.

  • Animisme

Animisme adalah tahap kelanjutan dari kepercayaan terhadap roh nenek moyang. Mereka mulai memahami sebab-sebab gejala alam yang terjadi. Setelah mengetahui fenomena sebab gejala alam yang terjadi, mereka kemudian mencari pemecahan masalah atas fenomena tersebut. Nah, atas dasar perkembangan berfikirnya itu, manusia purba menganggap penyebab terjadinya fenomena-fenomena tersebut adalah roh, sebagai penentu dan pengatur alam semesta. Agar manusia purba itu dapat beraktifitas dengan tenang dan aman, mereka melakukan ritual pembacaan doa, pemberian sesaji, bahkan korban.

  • Dinamisme

Dinamisme adalah kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup. Mereka percaya terhadap kekuatan gaib dan kekuatan itu dapat menolong mereka. Kekuatan gaib itu terdapat di dalam bendabenda seperti keris, patung, gunung, pohon besar, dll. Untuk mendapatkan pertolongan kekuatan gaib tersebut, mereka melakukan upacara pemberian sesaji, atau ritual lainnya.

  • Totemisme

Totemisme adalah kepercayaan bahwa hewan tertentu dianggap suci dan dipuja karena memiliki kekuatan supranatural. Hewan yang dianggap suci antara lain sapi, ular, dan harimau.

3. Jelaskan perbedaan manusia awal Indonesia pada masa berburu dan mengumplkan makanan, bercocok tanam dan masa perundagian dalam aspek ekonomi, dan budaya secara singkat dan jelas

4. Sebutkan hasil kebudayaan yang dihasilkan zaman batu yang masih bisa ditemukan hingga sekarang?

  • Kubur batu

Kubur batu merupakan sebuah peti mati yang terbuat dari batu besar. Dan, kubur batu ini dipakai buat menyimpan mayat jenazah

  • Sarkofagus

Sarkofagus merupakan batu besar yang berupa peti dan dipakai buat menyimpan mayat atau jenazah.

  • Dolmen

Dolmen merupakan meja besar yang dipakai sebagai tempat sesaji dan juga buat pemujaan terhadap roh nenek moyang

  • Menhir

Menhir merupakan batu besar yang cuma satu dan berbentuk seperti tugu atau tiang yang diletakkan dengan posisi berdiri di atas tanah.

  • Punden Berundak

Punden Berundak merupakan bangunan dari batu besar yang bertingkat– tingkat.

  • Arca

Arca atau saat ini disebut dengan patung merupakan batu besar yang dibentuk seperti manusia maupun hewan yang melambang sebagai nenek moyang

  • Waruga

Waruga merupakan makam yang terbuat dari batu besar dengan dua bagian, yaitu atas dan bawah.

5. Jelaskan pengaruh kepercayaan, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi yang masih ada sampai dengan sekarang?

  • Aspek kepercayaan, diawali peradaban manusia, mereka telah mempercayai ada kekuatan yang jauh lebih besar dari mereka di alam semesta ini, sehingga muncul animisme, dinamisme, totemisme, sampai pada perkembangan selanjutnya muncul pengaruh agama Hindu Budha dan Islam. Pengaruhnya dimasa kini, walaupun sudah berkembang agama agama yang ada di dunia tetapi tidak juga yang masih meyakini adanya kekuatan roh, dan benda benda pusaka sampai dengan tradisi tradisi upacara yang tidak diatur di dalam kitab suci masing masing–masing.
  • Aspek sosial, manusia lebih cenderung hidup berkelompok ketimbang sendiri sehingga mereka merasa lebih terlindungi dari berbagai macam ancaman. Pengaruhnya di masa kini, manusia lebih suka bergabung di berbagai komunitas atau organisasi untuk mewujudkan tujuan hidupnya serta memperoleh kenyamanan serta dukungan sesama.
  • Aspek budaya, munculnya hasil karya budaya dalam segi peralatan yang digunakan juga dalam sisi lain manusia menyukai keindahan dalam berbagai bentuk, sehingga mereka menciptakan gambar atau sebuah gerakan tari, nyanyian ataupun puisi dan cerita yang merupakan ide awal dari seni. Pengaruhnya di masa kini, manusia selalu berusaha mengembangkan seni di berbagai bidang, seperti seni memasak, seni berbicara di depan umum, ataupun seni dalam olahraga.
  • Aspek teknologi, manusia sejak awal berupaya menciptakan sesuatu barang atau alat yang dapat membantu mempermudah pekerjaannya lewat alat bantu sederhana. Pengaruhnya di masa kini, manusia selalu terus berinovasi mengembangkan ilmunya untuk menciptakan alat-alat atau gawai baru yang lebih canggih yang bisa membuat hidup lebih mudah dan bermanfaat.

error: Content is protected !!