Breaking News

Kegiatan 6.7 Bacalah sebuah buku, baik itu buku sastra maupun buku ilmiah populer. Catatlah identitas buku dan hal-hal lainnya seperti yang telah dipaparkan di depan

Questions and Answer Key Indonesian Class 8 Curriculum 2013 6.7 Revision 2017 Activity Read a book, be it a book of literary and popular science books. Write down the identity of the book and other things as described above. Pages 171-172 Chapter 6 (Review of Our Work) ~ Assalamualikum semuanya, kembali lagi bersama laguasyik.com. Pada kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kegiatan 6.7 Bacalah sebuah buku, baik itu buku sastra maupun buku ilmiah populer. Catatlah identitas buku dan hal-hal lainnya seperti yang telah dipaparkan di depan Halaman 171-172 Bab 6 (Ulasan Karya Kita) kepada para siswa/siswi yang melihat artikel ini. Yuk, kita langsung saja ke soal dan jawabannya. ~

Kegiatan 6.7

A. 1.Bacalah sebuah buku, baik itu buku sastra maupun buku ilmiah populer. Usahakan buku itu merupakan terbitan terbaru!

2. Catatlah identitas buku dan hal-hal lainnya seperti yang telah dipaparkan di depan!

Judul buku Hujan Bulan Juni (NOVEL)
Penulis Sapardi Djoko Damono
Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit 2015
Halaman VI + 138 halaman
Informasi penting Novel ini mengisahkan hubungan asmara antara pria sederhana, idealis, dan kaku bernama Sarwono dengan gadis cantik, pandai, dan blasteran Jawa-Manado bernama Pingkan. Perjalanan cinta mereka tidak sendiri, tentu akan selalu ada tokoh yang mendukung mereka. Disitulah Toar berada, kakak dari Pingkan, orang yang ceria dan juga sahabat karib Sarwono. Dan dari sinilah kisah cinta mereka berdua bermula.

Kelebihan dan Kelemahan

a. Kelebihan Dari cerita yang dikandung dalam novel ini, menurut pendapat saya secara keseluruhan Abah Sapardi telah menciptakan suatu karya yang luar biasa. Kenapa? Karena baru kali ini saya membaca novel romansa yang simpel namun sangat bermakna. Mungkin kisah cinta di novel ini tidak terlalu istimewa dan romantis, tapi Abah Sapardi dapat membuatnya menjadi kisah yang luar biasa. Kenapa saya menyebut kisah ini luar biasa?. Yang pertama adalah pemilihan karakter tokoh. Tokoh Sarwono yang terkenal kaku dan Pingkan yang ceria dapat menciptakan perpaduan yang simpel dan sangat indah. Hal ini dapat diperlihatkan di cerita bagian perjalanan dari Manado ke Gorontalo. Dalam perjalanan yang membosankan tersebut dikisahkah Sarwono yang suka musik jazz merasa bising dengan lantunan lagu yang belum pernah Ia dengar selama ini. Mengetahui itu, Pingkan berusaha menghibur Sarwono agar tidak merasa bosan. Walau Pingkan sempat menyebut tentang penyakit yang Sarwono derita, tapi kondisi dimana mereka berdua mendengarkan musik berdua dalam perjalanan seolah memperlihatkan cinta dapat mempersatukan air dan minyak.

Lalu yang kedua adalah dialog-dialog antar tokoh yang sangat menarik. Hal semacam ini diperlihatkan di novel halaman 39-43. Disitu menceritakan percakapan antara Sarwono dan Pingkan yang saling bercanda. Dimulai dari penyebutan tokoh-tokoh legenda, sampai penggunaan bahasa yang lucu seperti gundhulmu dan pengung membuat kita seolah-olah dapat merasakan kisah antara mereka berdua.

Lalu yang ketiga adalah setiap bagian dari novel ini selalu bermakna dalam kehidupan. Bukan Abah Sapardi kalau tidak mampu menciptakan kisah yang membuat kita berfikir akan suatu makna dan bernilai dalam kehidupan. Hal ini dapat kita lihat di halaman 20. Di bagian itu dikisahkan bahwa keluarga Sarwono berpenghasilan rendah, berbeda dengan saudara-saudara yang lain yang berpenghasilan banyak dan bangga karena mengabdi sebagai PNS. Namun disini perkataan ayahnya Sarwono kepada Sarwono menurut saya sangat bagus dan perlu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Perkataan ayah Sarwono adalah “Nasib memang diserahkan kepada manusia untuk digarap, tetapi takdir juga harus ditandatangani diatas materai dan tidak boleh digugat kalau terjadi apa-apa, baik atau buruk. Kata yang ada di langit sana, kalau baik ya alhamdulillah, kalau buruk ya disyukuri saja”. Di bagian ini secara jelas bahwa kita harus bisa menjalani kehidupan dengan baik. Walaupun hidup tidak selalu sesuai dengan keinginan kita, disitulah letak kesabaran kita dalam menjalaninya.

Dan yang terakhir adalah penggunaan nilai-nilai daerah dalam novel ini sangat bagus. Novel ini cenderung berlatar Sulawesi (Manado) dan Jawa (Solo). Sebagai contoh ketika Pingkan berkunjung ke Tante Henny, dikisahkan tentang legenda Pingkan dan Matindas. Disini secara tidak langsung kita diarahkan untuk mengetahui tentang budaya-budaya di Indonesia. Selain agar kita tahu, hal ini juga bertujuan agar kita bisa menghargai keberagaman yang ada di Indonesia.

b. Kelemahan Yang pertama adalah penggunaan bahasa yang berbelit-belit. Walaupun tidak terlalu banyak ditemukan dalam novel “Hujan Bulan Juni”, namun hal ini membuat pembaca berfikir ulang untuk mencari makna dari cerita tersebut. Sebagai contoh ada di halaman 44-45. Mungkin di bagian ini berusaha menunjukkan bagaimana sebenarnya kasih sayang itu. Namun karena penggunaan bahasa yang terlalu bertele-tele justru membuat pembaca kurang faham tentang makna di bagian ini. Bahkan sebagian pembaca enggan membaca bagian ini dikarenakan sangat rumit.

Lalu yang kedua adalah penggunaan beberapa kosa kata daerah yang tidak ada penjelasannya. Seperti yang saya jelaskan tadi bahwa di novel ini banyak mengandung nilai-nilai daerah terutama Solo dan Manado. Akan tetapi ada beberapa kosa kata di novel yang tidak diberikan penjelasan. Seperti mangap, empan papan, dll. Mungkin kosa kata seperti itu bagi orang yang mengerti pasti faham artinya. Akan tetapi bagi pembaca yang tidak tahu menahu akan sulit memahami cerita karena semua pembaca belum tentu faham apa makna kata-kata seperti itu.

Dan yang terakhir adalah akhir dari cerita yang menurut saya kurang kompleks. Di novel ini Cuma dikisahkan bahwa Pingkan datang ke rumah sakit membaca puisi karya Sarwono yang dimuat di koran. Menurut saya akhir cerita semacam ini kurang kompleks karena masih menyimpan banyak pertanyaan seperti bagaimana kondisi Sarwono pada akhirnya. Akan tetapi secara keseluruhan cerita menurut saya sangat bagus.

Simpulan Novel yang berjudul Hujan Bulan Juni yang merupakan karya Sapardi Djoko Damono ini menceritakan kisah cinta dua dosen muda yaitu Sarwono dan Pingkan. Namun hubungan tersebut belum sampai kejenjang pernikahan karena perbedaan mereka terutama dalam hal agama.
Saran-saran Menambah wawasan pengetahuan serta pengalaman baik dalam melakukan penelitian maupun dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kegiatan 6.7 Bacalah sebuah buku, baik itu buku sastra maupun buku ilmiah populer. Catatlah identitas buku dan hal-hal lainnya seperti yang telah dipaparkan di depan Halaman 171-172 Bab 6 (Ulasan Karya Kita)”, Dan terima kasih sudah berkunjung blog yang sederhana. Semoga kunci jawaban ini bisa membantu kalian yang belum menjawab Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kegiatan 6.7 Bacalah sebuah buku, baik itu buku sastra maupun buku ilmiah populer. Catatlah identitas buku dan hal-hal lainnya seperti yang telah dipaparkan di depan Halaman 171-172 Bab 6 (Ulasan Karya Kita). Jika ada kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika ada pertanyaan dan ada saran untuk kelebihan dan kekurangan selain ini bisa komen di kolom komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Dalam tabel informasi nilai gizi pada kemasan biskuit yang dimiliki Dian menyatakan bahwa 16 keping biskuit mengandung 24 gram karbohidrat. Dian memakan 12 keping biskuit. Kandungan karbohidrat dalam 12 biskuit?

[Kunci Jawaban] Dalam tabel informasi nilai gizi pada kemasan biskuit yang dimiliki Dian menyatakan bahwa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!