Breaking News

Jelaskan Susunan Tata Surya

Natural Science Questions and Answers for Class 7 Curriculum 2013 Revised 2016 Competency Test Explain the composition of the Solar System Pages 167-168 Chapter 6 (Solar System) ~ Assalamualikum semuanya, kembali lagi bersama laguasyik.com. Pada kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Uji Kompetensi Jelaskan susunan Tata Surya Halaman 167-168 Bab 6 (Tata Surya) kepada para siswa/siswi yang melihat artikel ini. Yuk, kita langsung saja ke soal dan jawabannya. ~

Uji Kompetensi

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar.

1. Jelaskan susunan Tata Surya.

TATA SURYA ialah kumpulan benda-benda langit yang terdiri dari matahari sebagai pusatnya, delapan planet beserta satelitnya, asteroid, komet, dan meteoroid.

Matahari

Termasuk salah satu bintang yang memancarkan cahayanya sendiri. susunan lapisannya terdiri atas :

  • Inti matahari
  • Fotosfer
  • Kromosfer
  • Korona

2. Planet-planet dalam tata surya

Planet merupakan anggota tata surya yang selain berputar pada porosnya ( rotasi ) planet juga berputar mengelilingi matahari ( revolusi ). Berikut macam-macam planet :

  • Merkurius

Merupakan planet terdekat dengan matahari yang tidak memiliki atmosfer yang menyebabkan perbedaan suhu yang signifikan antara siang dan malam. Merkurius biasa disebut juga bintang fajar karena kadang kala terlihat saat fajar.

  • Venus

Memiliki ukuran hampir sama dengan bumi, planet ini juga paling dekat dengan bumi sehingga terlihat lebih jelas dibanding planet lain. Venus disebut juga bintang timur atau bintang kejora karena tampak seperti bintang di Timur pagi hari.

  • Bumi

Satu-satunya planet yang terdapat kehidupan. Permukaannya terdiri atas daratan dan lautan, dimana lautannya lebih luas dibanding dengan wilayah daratannya. Di planet ini terjadi perubahan iklim dan mempunyai satu satelit, bulan.

  • Mars

Biasa disebut planet merah karena memang terlihat seperti bintang berwarna merah. Permukaannya berbentuk kawah, lembah, dan gunung berapi. Mars memiliki dua satelit, Phobos dan Deimos.

  • Jupiter

Merupakan planet terbesar dalam tata surya dan memiliki 17 satelit dengan satelit terbesar adalah Ganymedes.

  • Saturnus

Planet terbesar kedua setelah Jupiter. Planet ini dikelilingi oleh cincin yang terdiri atas debu halus, kerikil dan butiran es. Memiliki 22 satelit dengan satelit terbesar Titan.

  • Uranus

Planet terbesar ketiga setelah Jupiter. Memiliki 5 buah satelit dengan satelit terbesar Titania.

  • Neptunus

Suhu permukaannya sangat dingin mencapai -200°C. Memiliki dua buah satelit, yaitu Triton dan Nereid.

  • Satelit

Merupakan benda langit yang bergerak mengelilingi planet. Satelit berputar pada porosnya, mengelilingi planet yang diiringinya dan bersama planet berputar mengelilingi matahari.

  • Asteroid

Merupakan planet – planet kecil yang bergerak mengelilingi matahari dengan lintasan antara Mars dan Jupiter. Lintasannya dinamakan sabuk asteroid.

  • Komet (bintang berekor)

Benda langit ini mengelilingi matahari dengan orbit sangat lanjong. Ekor komet selalu menjauhi matahari.

  • Meteoroid

Meteoroid adalah batuan kecil yang melayang-layang di angkasa luar. Meteor adalah meteoroid yang jatuh dan masuk ke atmosfer bumi.

2. Mengapa Matahari yang menjadi pusat Tata Surya? Jelaskan.

Matahari menjadi pusat tata surya karena faktor grafitasi yang dimilikinya sehingga semua benda langit yang ada di tata surya bergerak mengelilingi matahari termasuk bumi.

3. Dari manakah energi Matahari dihasilkan?

Matahari memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai pembeda waktu antara pagi dan malam, pengatur datangnya musim, pengatur temperatur permukaan planet (termasuk bumi), dan beragam fungsi lain, matahari juga belakangan ini semakin terkenal berkat kegunaannya sebagai sumber energi alternatif. Sinar matahari dapat digunakan untuk beragam keperluan, mulai dari pengeringan ikan hingga pemenuhan kebutuhan listrik. Namun, pertanyaan besar kerap muncul: dari mana matahari menghasilkan energinya sendiri?

Menurut para ilmuwan, ENERGI MATAHARI DIPEROLEH DARI REAKSI FUSI NUKLIR YANG TERJADI PADA BAGIAN INTINYA.

Fusi nuklir merupakan penggabungan inti atom yang bertujuan membentuk inti atom dengan massa yang lebih besar. Pada matahari, reaksi fusi nuklir melibatkan penggabungan inti hidrogen untuk membentuk inti helium dengan massa yang lebih besar. Inti helium ini juga kerap disebut sebagai partikel alpha.

Seperti yang kita ketahui, inti atom hidrogen hanya memiliki 1 proton. Proton atom hidrogen bergerak dengan bebas di inti matahari. Adapun elektronnya terlepas dari proton karena tidak mampu terikat secara elektromagnetik akibat pengaruh dari temperatur inti matahari yang terlalu tinggi.

Untuk dapat menghasilkan energi, dibutuhkan penggabungan antarproton. Hal ini dimungkinkan berkat adanya tekanan di bagian inti matahari yang sangat tinggi. Menurut para ahli, tekanan di bagian inti matahari berkisar di angka 250 miliar kali lebih tinggi daripada tekanan di permukaan laut bumi. Dengan tekanan sedemikian tinggi, proton melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi hingga tabrakan antarproton tidak bisa terhindarkan dan terjadi penggabungan.

Pada saat terjadi tabrakan, salah satu proton yang terlibat mengeluarkan antipartikel elektron atau positron serta neutrino. Proses ini menghasilkan neutron. Kemudian, terjadi tabrakan berikutnya antara proton dan neutron sehingga tercipta nukleus helium.

Tabrakan antarpartikel nukleus itulah yang pada akhirnya menghasilkan energi matahari. Energi ini muncul sebagai produk samping dari tabrakan antara proton dan neutron. Energi yang dihasilkan dari proses ini sangat tinggi, mencapai 400 kali lebih besar daripada energi yang dihasilkan dari reaksi fisi nuklir. Pada setiap detik, dapat terjadi 9.2×10^37 reaksi tersebut di bagian inti matahari dan menghasilkan energi setara 3.846×10^26 joule.

Kesimpulannya adalah Energi matahari dihasilkan dari tabrakan antarproton hidrogen yang menciptakan nukleus helium serta tabrakan antarnukleus helium.

4. Jelaskan perbedaan antara planet luar dan planet dalam.

Planet luar disebut juga dengan planet Jovian. Planet Jovian adalah planet yang letaknya jauh dengan Matahari, berukuran besar, memiliki banyak satelit, dan sebagian besar tersusun dari bahan ringan. Seperti hidrogen, helium, metana, dan amonia. Planet-planet dalam dan luar dipisahkan oleh sabuk asteroid. Planet luar terdiri atas Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus. Planet adalah benda langit yang tidak dapat memancarkan cahaya sendiri. Planet hanya memantulkan cahaya yang diterimanya dari bintang. Planet dalam disebut juga dengan planet terestrial, yaitu  planet yang letaknya dekat dengan Matahari, berukuran kecil, memiliki sedikit satelit atau tidak sama sekali, berbatu, terestrial, sebagian  langit yang tidak dapat memancarkan cahaya sendiri akan tetapi hanya memantulkan cahaya dari bintang yang diterimanya besar terdiri atas mineral tahan api, seperti  silikat yang membentuk kerak dan mantelnya, serta logam seperti besi dan nikel yang membentuk intinya.

  • Ukuran

Perbedaan pertama terlihat pada ukuran. Planet yang ukurannya cukup kecil masuk ke dalam kelompok planet dalam. Planet terkecil di kelompok ini adalah Merkurius yang diameternya sekitar 4,878 km. Sedangkan planet terbesarnya yaitu Bumi yang diameternya sekitar 12,756 km.

Sementara planet-planet yang berukuran besar masuk ke dalam kelompok planet luar. Bahkan Neptunus yang merupakan planet terkecil di kelompok planet luar, memiliki diameter yang jauh lebih besar dibandingkan diameter Bumi, yaitu sekitar 49,552 km. Sementara planet terbesar di kelompok planet luar adalah Jupiter yang memiliki diameter sekitar 142,985 km.

  • Kepadatan Permukaan

Menurut teori, makhluk hidup hanya bisa berdiri di atas permukaan planet dalam. Hal ini dikarenakan permukaannya berasal dari benda padat.

Namun, jika dilihat berdasarkan besar suhunya, makhluk hidup hanya mungkin hidup di Bumi. Merkurius dan Venus memiliki suhu yang sangat panas. Sedangkan di Mars suhunya sangat dingin.

Sementara permukaan planet luar tersusun dari gas atau udara. Memang terdapat bagian permukaan yang tersusun dari zat padat maupun cair, tapi jumlahnya sangat kecil dan letaknya pun berada di bagian yang paling dalam.

  • Rotasi Planet

Planet dalam berputar cukup lambat pada sumbunya jika dibandingkan dengan planet luar. Dalam kelompok planet dalam, planet yang berputar paling lambat adalah Venus, membutuhkan waktu 243 hari untuk berputar. Sedangkan yang tercepat adalah bumi, yaitu sekitar 23 jam 56 menit.

Sedangkan kelompok planet luar memiliki ukuran yang cukup besar, tapi perputarannya sangatlah cepat. Kelompok planet luar yang paling lambat berputar adalah Uranus dengan waktu 17 jam 15 menit. Sedangkan planet luar yang tercepat adalah Jupiter, hanya membutuhkan waktu 9 jam 55 menit.

Karena rotasinya yang sangat cepat, planet Jupiter dan Saturnus terlihat agak pipih. Itu karena luas di daerah ekuator atau khatulistiwa lebih besar dibandingkan dengan area atas dan bawahnya.

  • Cincin Planet

Seluruh planet luar memiliki cincin. Hal ini berbeda dengan planet dalam, di mana tidak ada satu pun dari kelompok mereka yang memiliki cincin. Cincin yang mengelilingi planet luar merupakan satelit yang kemudian hancur akibat adanya gaya gravitasi.

Meski semua planet luar memiliki cincin, hanya Saturnus yang cincinnya terlihat jelas, bahkan dapat dilihat dari bumi. Hal ini dikarenakan Saturnus memiliki cincin yang lebih padat dibandingkan dengan cincin yang dimiliki planet-planet lainnya.

5. Jelaskan perbedaan antara meteoroid, meteor, dan meteorit.

Meteoroid adalah batuan kecil-kecil yang melayang-layang bebas di luar angkasa.

Meteor adalah batuan kecil luar angkasa yang jatuh ke bumi namun terbakar habis karena bergesekan dengan atmosfer sehingga tidak sampai ke bumi.

Meteorit adalah batuan kecil luar angkasa yang jatuh ke bumi dan bisa sampai ke bumi.

6. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pasang surut air laut.

Berdasarkan teori keseimbangan, pasang surut air laut dipengaruhi oleh faktor :

  • Rotasi Bumi

Rotasi bumi adalah faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pasang surut air laut. Penjelasan ini dikemukakan dalam teori keseimbangan milik Sir Isaac Newton. Saat bumi berputar pada porosnya, maka waktu ada posisi wilayah laut menghadap bulan, dan menghadap matahari.

Air laut akan bertemu dengan bulan pada waktu malam hari. Hal ini yang membuat gaya tarik bulan lebih besar dua kali lipat daripada gaya tarik matahari, maka tidak heran apabila banyak air laut mengalami pasang ketika malam hari.

  • Revolusi Bumi Terhadap Matahari

Revolusi merupakan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pasang surut air laut dalam teori keseimbangan. Peristiwa berputarnya benda langit mengelilingi benda langit akan menjadi pusatnya.

Salah satu benda yang melakukan revolusi adalah planet dan bumi. Planet akan melakukan revolusi terhadap matahari karena dia bagian dari pusat tata surya. Revolusi ini yang membuat manusia di bumi memiliki tahun.

Revolusi bumi terhadap matahari yang menjadi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pasang surut air laut, karena ada masa bumi dekat dan jauh dengan matahari. Pemengaruhnya adalah lintasan atau orbit bumi yang berbentuk oval.

  • Revolusi Bulan Terhadap Matahari

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pasang surut air laut berdasarkan teori keseimbangan, didasarkan pula pada revolusi bulan terhadap matahari. Bulan merupakan satelit alam dari bumi, ada revolusi ganda, yakni bumi dan matahari.

Ketika mengalami revolusi bersama dengan bumi, maka ada satu kemungkinan matahari dan bulan berada dalam satu titik yang berdekatan. Akan ada kekuatan gaya tarik keduanya untuk bergabung dan dapat menarik permukaan air laut daripada kondisi yang biasanya.

  • Kedalaman dan Luas Perairan

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pasang surut air laut kali ini didasarkan pada teori dinamis. Kedalaman satu wilayah laut dengan lainnya mempunyai kedalaman dan luas berbeda-beda. Laut pun terkadang mempunyai keadaan topografi dasar laut berbeda-beda.

Kedalaman dan luas air laut cukup memberikan dampak. Tak heran bila dijadikannya hal ini sebagai salah satu dari faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pasang surut air laut. Laut yang dalam akan jauh berbeda dengan laut yang lebih dangkal. Laut yang lebih luas akan berbeda dengan laut yang lebih sempit.

Berdasarkan teori dinamis, pasang surut air laut dipengaruhi oleh faktor :

  • Lebar Selat

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pasang surut air laut dari teori dinamis selanjutnya, lebar selat. Selat merupakan perairan yang memisahkan dua pulau. Selat akan berukuran lebih sempit daripada lautan karena diapit oleh dua pulau. Lebar dari selat dipercaya memberikan pengaruh terhadap lautan dalam mengalami peristiwa pasang surut yang kerap terjadi.

  • Gesekan Dasar

Gesekan dalam dasar air laut pun menjadi salah satu dari faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pasang surut air laut menurut teori dinamis. Gesekan ini terjadi pada lempang-lempeng di samudera.

Ketika lempeng-lempeng bumi bergesekan antara satu dengan lainnya, maka lempeng tersebut akan menimbulkan semacam rongga yang dapat menyerap air laut.

Maka saat air laut terserap atau tersedot, maka di permukaan akan tampak air tersebut surut. Sebaliknya apabila air tersebut keluar lagi maka akan seperti disetakkan dan air tersebut akan meninggi jika dilihat dari permukaan.

  • Topografi Dasar Laut

Didasarkan pada teori keseimbangan dan teori dinamis, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pasang surut air laut ada topografi dasar laut. Topografi dasar laut merupakan kedaan bentang alam yang ada di dasar suatu samudera atau lautan.

Terutama pada topografi yang rata, intensitas dan besarnya pasang surut tidak akan sama dengan laut yang topografinya beraneka ragam, seperti ada tonjolan maupun ada cekungan.

  • Bentuk Teluk

Bentuk teluk menurut teori dinamis disebut sebagai salah satu faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pasang surut air laut. Teluk merupakan bagian dari daratan, air laut lebih menjorok ke dalam daratan.

Hal ini yang membuatnya ketika dilihat, akan mirip seperti kue yang sudah digigit dan ada bagian yang lebih menjorok ke daratan.

Teluk berupa pantai landai akan berbeda dengan teluk yang berupa tebing curang. Terlebih ketika air pasang terjadi. Pantai landai akan lebih terlihat pasang dibandingkan dengan dinding jurang yang curam karena ditahan oleh dinding jurang yang ada.

7. Selain berotasi dan berevolusi terhadap Bumi, Bulan juga bersama-sama dengan Bumi mengelilingi Matahari. Apabila ditentukan kala rotasi Bumi 1 (satu) hari, kala revolusi Bumi 366 hari, serta kala revolusi dan rotasi Bulan sama, yaitu 29,5 hari. Ketika Bumi telah menempuh seperempat lintasan revolusinya, maka berapa kali Bumi telah berotasi dan berapa kali Bulan telah berevolusi dan berotasi? Jelaskan jawabanmu.

Ketika Bumi telah menempuh seperempat lintasan revolusinya, maka:

  • Jumlah rotasi bumi: 1/4 revolusi bumi = 1/4 x 366 hari = 91,5 hari
  • Jumlah bulan berevolusi: 1/4 revolusi bulan = 1/4 x 29.5 hari = 7.375 hari
  • Jumlah bulan berotasi = sama dengan waktu revolusinya = 1/4 x 29,5 hari = 7.375 hari

8. Jenis gerhana apakah yang terjadi berdasarkan gambar di bawah ini? Jelaskan

Gambar di soal menunjukkan gejala gerhana bulan.

Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleb bumi.

Jenis gerhana yang terjadi pada gambar tersebut adalah gerhana bulan. Gerhana bulan yang terjadi adalah gerhana bulan sebagian (jika bulan berada di wilayah penumbra) dan gerhana bulan total (jika bulan berada di wilayah umbra)

9. Mengapa gerhana Matahari hanya terjadi kadang-kadang saja, meskipun fakta menunjukkan bahwa rotasi Bulan menyebabkan Bulan berada di antara Bumi dan Matahari pada setiap bulannya? Jelaskan.

Gerhana matahari hanya terjadi kadang – kadang saja dikarenakan rotasi bulan yang menyebabkan posisi bulan berada di antara bumi dan matahari pada setiap bulannya tidak selalu sama posisinya yaitu tidak selalu sejajar dan lurus antara bumi, bulan dan matahari. 

Jika posisi bumi, bulan dan matahari ini tidak lurus dan sejajar, maka cahaya matahari tidak tertutup oleh bulan sepenuhnya sehingga hanya akan mengakibatkan gerhana matahari yang terjadi sebagian atau bukan gerhana matahari total. 

Kita memang tidak dapat melihat keadaan gerhana matahari sebagian ini karena keterbatasan alat untuk mengamati. 

Cahaya matahari yang terlalu menyilaukan mata juga akan membahayakan mata jika mata melihat langsung kearah matahari. 

Namun para peneliti antariksa selalu bisa memprediksi kapan akan terjadi gerhana matahari sebagian karena mereka memiliki alat untuk terus memantau pergerakan bulan dan dapat memprediksi posisi bulan sehingga akan menyebabkan gerhana matahari entah gerhana matahari total atau gerhana matahari sebagian. 

Gerhana matahari ini juga akan terjadi di waktu waktu tertentu dan teramati pada lokasi yang berbeda beda pada setiap kejadian gerhana matahari sebagian atau gerhana matahari total ini. 

Karena perbedaan lokasi lintang dan bujur, antara Indonesia dengan Negara lainnya juga akan mengalami gerhana matahari pada saat yang berbeda pula.

Karena orbit Bumi mengelilingi Matahari dan orbit Bulan mengelilingi Matahari tidak persis sebidang, tapi membentuk sudut sekitar 5,14°. Akibatnya, letak Bulan berada di antara Bumi dan Matahari yang dapat ini hanya terjadi pada waktu tertentu saja.

Mengapa gerhana matahari tidak terjadi setahun sekali?

Gerhana matahari total tidak terjadi setiap bulannya karena Itu karena bidang orbit bulan membentuk sudut 5,145 derajat (atau sering ditulis 5,2 derajat) terhadap bidang ekliptika bumi. Karena bidang orbit bulan dan bumi yang tidak sejajar maka gerhana matahari hanya akan terjadi jika bidang orbit bulan berpotongan dengan bidang ekliptika bumi dan posisi matahari dekat dengan titik simpul perpotongan kedua orbit tersebut atau posisi matahari, bulan dan bumi berada dalam satu garis simpul

Mengapa gerhana matahari tidak terjadi sebulan sekali?

Ini karena bumi mengelilingi matahari membutuhkan waktu 365,24 hari, sedangkan bulan berganti dari fase bulan baru ke fase bulan penuh hanya membutuhkan waktu 14,765 hari sehingga posisi bumi relatif belum banyak berubah dari posisi saat fase bulan baru (posisi dimana bidang orbit bulan berpotongan dengan ekliptika bumi), artinya posisi bumi kurang lebih masih satu garis dengan matahari dan bulan sehingga memungkinkan terjadi gerhana bulan pada fase bulan penuh.

10. Mengapa ketika terjadi gerhana Matahari kamu tidak diperbolehkan untuk melihat Matahari secara langsung?

Saat gerhana matahari, kita tidak boleh melihat langsung. Cahaya matahari mengandung sinar ultraviolet dapat menyebabkan sejumlah gangguan mata, seperti kerusakan lensa dan kornea. 

Sinar berbahaya ini sebenarnya juga ada pada saat matahari normal (tidak gerhana). Namun saat normal, mata kita melakukan refleks menghindari matahari karena silau. Sementara saat gerhana, matahari tidak silau, sehingga mata kita terkecoh dan dapat melihat lama. Padahal, sinar berbahaya ini tetap ada. 

Akibatnya, semakin lama kita menatap matahari, semakin banyak sinar berbahaya yang masuk, dan semakin besar kemungkinan kerusakan mata.

Melihat langsung ke arah matahari tanpa perlindungan mata apapun sangat berbahaya karena dapat menyebabkan solar retinopathy yaitu kerusakan jaringan retina akibat terpapar sinar matahari.

Gangguan penglihatan pada solar eclipseretinopathy disebabkan karena sinar matahari (ultraviolet dan inframerah) dengan intensitas yang tinggi masuk melalui lubang pupil, kemudian difokuskan di retina. Hal ini dapat meningkatkan  suhu retina hingga 10-25 derajat celcius, padahal peningkatan suhu 4 derajat celcius saja dapat mengakibatkan peningkatan radikal bebas dan kerusakan termal/fotokimia terhadap sel fotoreseptor di retina.

Saat gerhana matahari terjadi, sebagian besar sinar matahari akan tertutup oleh bulan, sehingga langit akan terlihat gelap dan menatap langsung ke arah matahari tidak akan terasa silau. Padahal dalam keadaan ini, ukuran pupil mata menjadi lebih lebar sehingga semakin banyak sinar matahari yang masuk ke dalam mata. Akibatnya, semakin besar pula kerusakan di retina. Menatap sinar matahari kurang dari satu menit saja sudah dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan. Apalagi dalam waktu yang lebih lama.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Uji Kompetensi Jelaskan susunan Tata Surya Halaman 167-168 Bab 6 (Tata Surya)”, Dan terima kasih sudah berkunjung blog yang sederhana. Semoga kunci jawaban ini bisa membantu kalian yang belum menjawab Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Uji Kompetensi Jelaskan susunan Tata Surya Halaman 167-168 Bab 6 (Tata Surya). Jika ada kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika ada pertanyaan dan ada saran untuk kelebihan dan kekurangan selain ini bisa komen di kolom komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Perhatikan tabel hasil percobaan tentang pemuaian zat cair berikut ini a. Rumuskan masalah yang sesuai dengan tabel di atas! b. Berdasarkan masalah dan data tabel tersebut, apa kesimpulannya?

[Kunci Jawaban] Perhatikan tabel hasil percobaan tentang pemuaian zat cair berikut ini a. Rumuskan masalah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!