Breaking News

Jelaskan proses terjadinya menstruasi dan hormon yang berperan

Questions and Answers for Natural Science Class 9 Curriculum 2013 Revised 2018 Competency Test Describe the process of menstruation and the hormones that play a role! Page 49 Chapter 1 (Human Reproductive System) ~ Assalamualikum semuanya, kembali lagi bersama laguasyik.com. Pada kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 9 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Uji Kompetensi Jelaskan proses terjadinya menstruasi dan hormon yang berperan! Halaman 49 Bab 1 (Sistem Reproduksi Manusia) kepada para siswa/siswi yang melihat artikel ini. Yuk, kita langsung saja ke soal dan jawabannya. ~

B. Jawablah dengan benar pertanyaan berikut!

1. Jelaskan proses terjadinya menstruasi dan hormon yang berperan!

Menstruasi terjadi saat sel telur (ovum) tidak dibuahi oleh sperma. Keadaan ini akan membuat dinding rahim/uterus meluruh dan terjadi pendarahan. Normalnya mestruasi terjadi pada seorang wanita setiap bulan. Hormon-hormon yang berperan antara lan estrogen, progesteron, FSH, dan LH.

Seorang wanita dewasa setiap bulan melepaskan sel telur atau ovum matang dari salah satu ovariumnya. Bila tidak terjadi pembuahan atau fertilisasi maka akan terjadi pendarahan yang disertai luruhnya sel telur dan dinding endometrium rahim melalui vagina karena sel telur tidak dibuahi sel sperma yang disebut menstruasi. Menstruasi terjadi secara periodik dan umumnya siklus berlangsung selama 28 hari.

Siklus menstruasi terdiri dari 4 fase, yaitu: 

1. Fase menstruasi

  • terjadi saat ovum tidak dibuahi sperma
  • korpus luteum menghentikan produksi estrogen dan progesteron
  • ovum meluruh bersama endomettrium ditandai dengan pendarahan melalui vagina.

2. Fase pra ovulasi atau fase folikel

  • hipotalamus menghasilkan hormon gonadotropin yang merangsang produksi FSH
  • FSH merangsang pembentukan folikel yang mengelilingi oosit primer hingga matang yang disebut folikel de Graaf
  • folikel de Graaf menghasilkan estrogen yang akan merangsang pembetukan endometrium
  • estrogen juga mempengaruhi serviks mengeluarkan lendir basa sehingga sperma mampu hidup di dalamnya.

3. Fase ovulasi

  • estrogen semakin meningkat sehingga kadar FSH menurun mengakibatkan hipofisis memproduksi LH (luteinizing hormone).
  • LH merangsang terjadinya ovulasi (oosit sekunder lepas dari folikel)
  • biasa terjadi pada hari ke-14 dihitung sejak hari pertama menstruasi

4. Fase pasca ovulasi atau luteal

  • LH merangsang folikel kosong menjadi korpus luteum (badan kuning) korpus luteum merangsang produksi estrogen dan progesteron yang akan memacu pembentukan endometrium
  • jika sampai akhir fase pasca ovulasi tidak terjadi fertilisasi atau pembuahan, maka akan kembali ke fase menstruasi lagi

Berikut adalah fungsi masing-masing hormon pada siklus menstruasi: 

1. Hormon FSH (follicle stimulating hormone)

  • Merangsang pembentukan folikel de graaf dalam ovarium.
  • Memacu pembentukan estrogen.

2. Hormon estrogen

  • Merangsang kelenjar hipofisis untuk memproduksi LH
  • Menghambat produksi FSH

3. Hormon LH (luteinizing homorne)

  • Merangsang ovulasi dan perkembangan korpus luteum.
  • Merangsang ovarium untuk memproduksi progesteron.

4. Hormon progesteron

  • Memacu pembentukan edometrium uterus sehingga siap untuk implantasi embrio.
  • Menghambat produksi FSH oleh hipofisis.
  • Menghambat produksi LH.

Siklus menstruasi berlangsung bertahun-tahun hingga seorang wanita berusia kurang lebih 45-50 tahun. Pada usia 42-52 tahun, banyak oosit primer dalam ovarium mengalami degenerasi. Akibatnya siklus menstruasi menjadi tidak teratur dan akhirnya berhenti sama sekali. Berhentinya siklus menstruasi ini disebut dengan menopouse. Usia terjadinya menopouse pada wanita berbeda-beda,  namun ada pula yang mengalaminya di usia sebelum 40 tahun dan inilah yang disebut menopouse dini. 

Pada usia 40 tahunan, biasanya akan terjadi masa transisi. Hal ini dikarenakan ovum yang dihasilkan semakin sedikit. Kinerja ovarium yang menurun serta perubahan terjadinya produksi hormon estrogen yang naik turun secara tidak teratur.

2. Uterus atau rahim merupakan bagian dari sistem reproduksi pada mamalia. Sebutkan salah satu fungsi uterus!

UTERUS atau RAHIM merupakan organ reproduksi utama bagi wanita. Sebagai organ reproduksi, tentu Uterus memiliki fungsi yang erat kaitannya dengan perkembangbiakan manusia. Apun fungsi UTERUS atau RAHIM adalah sebagai tempat janin tumbuh dan berkembang sebelum siap untuk dikeluarkan melalui persalinan.

Fungsi uterus atau rahim lainnnya adalah untuk menerima sel telur yang dibuahi yang akan berubah menjadi janin dan menahannya selama perkembangan Uterus juga membantu mendukung janin selama masa kehamilan. Uterus adalah tempat di mana telur yang telah dibuahi tertanam supaya terjadi kehamilan. Setelah telur tertanam, uterus memberikan nutrisi bagi janin melalui pembuluh darah.

Uterus memiliki bentuk yang kurang lebih mirip dengan buah pear. Berat rata-rata uterus ini adalah 30 gram. Uterus tersusun atas lapisan-lapisan otot. Otot uterus sangat elastis, dengan demikian bisa menyesuaikan dengan perkembangan janin selama kurang lebih 9 bulan.

Selain disebut RAHIM, uterus juga dikenal dengan istilah KANTONG PERANAKAN.

3. Bagaimanakah cara penularan HIV/AIDS? Jelaskan pula cara pencegahan agar tidak tertular HIV/AIDS!

Bagaimanakah cara penularan HIV/AIDS?

  • Hubungan seks

Penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seksual tanpa kondom, baik itu melalui vagina, anal, maupun seks oral. Selain itu seseorang yang suka berganti-ganti pasangan seksual juga lebih berisiko untuk terkena HIV.

  • Penggunaan jarum suntik

HIV dapat ditularkan melalui jarum suntik yang terkontaminasi darah orang yang terinfeksi HIV. Berbagi pakai jarum suntik atau menggunakan jarum suntik bekas membuat seseorang berisiko sangat tinggi tertular penyakit, termasuk HIV.

  • Kehamilan, persalinan atau menyusui

Seorang ibu yang terinfeksi HIV dan mengandung atau menyusui berisiko tinggi untuk menularkan HIV kepada bayinya. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda adalah penderita HIV yang tengah hamil agar risiko penularan HIV pada bayi bisa ditekan.

  • Transfusi darah

Dalam sebagian kasus, penularan HIV juga bisa terjadi melalui transfusi darah. Namun, kejadian ini semakin jarang terjadi karena adanya penerapan uji kelayakan donor, termasuk donor darah, organ ataupun donor jaringan tubuh. Dengan pengujian yang layak, penerima donor darah memiliki risiko yang rendah untuk terinfeksi HIV.

  • Melakukan seks bebas, berganti – ganti pasangan.
  • Pada bayi Melalui Plasenta yang Ibunya penderita HIV/AIDS

Jelaskan pula cara pencegahan agar tidak tertular HIV/AIDS!

  • Gunakan kondom setiap kali berhubungan seks

Jika Anda tidak mengetahui status HIV pasangan Anda, gunakanlah kondom setiap kali Anda melakukan hubungan seks vaginal, anal maupun oral. Untuk wanita, bisa menggunakan kondom wanita.

  • Hindari perilaku seksual yang berisiko

Seks anal adalah aktivitas seks yang memiliki risiko tertinggi dalam penularan HIV. Pelaku maupun penerima seks anal sama-sama berisiko untuk tertular HIV, hanya saja penerima seks anal berisiko lebih tinggi. Karena itu, disarankan untuk melakukan hubungan seks yang aman, serta gunakan kondom untuk mencegah penularan HIV.

  • Hindari penggunaan jarum bekas

Hindari penggunaan jarum bekas saat menyuntikkan obat. Penularan HIV melalui tato dan tindik juga berisiko terjadi jika memakai jarum tato yang tidak disterilisasi dengan baik atau menggunakan tinta tato yang terkontaminasi. Sebelum melakukan tato atau tindik, pastikan jarum masih steril.

  • Lakukan pre-exposure prophylaxis (PrEP)

PrEP merupakan metode pencegahan HIV dengan cara mengonsumsi antiretroviral bagi mereka yang berisiko tinggi tertular HIV, yaitu:

Yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual

Yang memiliki pasangan dengan HIV positif

Pengguna jarum suntik yang berisiko dalam 6 bulan terakhir, atau mereka yang sering berhubungan seksual tanpa pengaman

  • Menghindari seks bebas dan setia hanya pada satu pasangan yang sah.
  • Menjaga kesterilan alat-alat medis seperti jarum suntik,jarum tato, jarum tindik, hanya digunakan sekali pakai.
  • Mengecek darah yang akan ditransfusikan atau donorkan harus benar – benar steril dari virus apapun.

4. Lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini!

5. Saat ovum mengalami pembuahan, zigot yang dihasilkan akan berkembang dan menempel pada dinding endometrium yang sudah menebal. Oleh karena itu, ketebalan endometrium harus dipertahankan selama kehamilan. Jelaskan mekanisme hormonal untuk mempertebal dan mempertahankan ketebalan dinding endometrium!

Mekanisme hormonal untuk mempertebal dan mempertahankan ketebalan dinding endometrium adalah sbb:

Pada saat fase pasca ovulasi, kadar hormon FSH akan semakin menurun, sedangkan kadar hormon progesteron tinggi. Akibatnya dinding rahim akan menebal. 

Pada saat kehamilan, progesteron akan semakin banyak, sehingga dinding rahim semakin menebal. Selain itu muncul hormon HCG yang memicu dan mempertahankan ketebalan dinding rahim selama kehamilan.

Hormon FSH (follicle stimulating hormone) yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis merangsang pertumbuban folikel. Folikel yang sedang tumbuh tersebut menghasilkan hormon estrogen yang berfungsi merangsang pertumbuhan endometrium (penebalan dinding rahim). Setelah terjadi ovulasi, korpus  luteum akan menghasilkan hormone progesterone yang akan mempertahankan ketebalan dinding endometrium yang memungkinkan terjadinya implantasi. Setelah terjadi kehamilan dan terbentuk plasenta, plasenta ini selanjutnya akan menghasilkan HCG (human chorionic gonadotrophin) yang akan mempertahankan korpus luteum agar tidak berdegenarasi.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 9 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Uji Kompetensi Jelaskan proses terjadinya menstruasi dan hormon yang berperan! Halaman 49 Bab 1 (Sistem Reproduksi Manusia)”, Dan terima kasih sudah berkunjung blog yang sederhana. Semoga kunci jawaban ini bisa membantu kalian yang belum menjawab Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 9 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Uji Kompetensi Jelaskan proses terjadinya menstruasi dan hormon yang berperan! Halaman 49 Bab 1 (Sistem Reproduksi Manusia). Jika ada kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika ada pertanyaan dan ada saran untuk kelebihan dan kekurangan selain ini bisa komen di kolom komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Kota A dan kota B pada peta berjarak 6 cm. Jarak sebenarnya kedua kota tersebut adalah 120 km. Jika Kota B dan Kota C pada peta yang sama berjarak 4 cm, maka tentukan jarak sebenarnya Kota B dan Kota C!

[Kunci Jawaban] Kota A dan kota B pada peta berjarak 6 cm. Jarak sebenarnya kedua …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!