Breaking News

Jelaskan istilah tentang pengertian al-Qur’an dan hadis

Questions and Answer Keys for Islamic Religious Education and Character Class 10 2013 Revision 2017 Curriculum Evaluation Explain terms about the meaning of the Qur’an and Hadith Page 62 Chapter 4 (Al-Qur’ān and Hadith are the Guidelines for My Life) ~ Assalamualikum semuanya, kembali lagi bersama laguasyik.com. Pada kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Evaluasi Jelaskan istilah tentang pengertian al-Qur’an dan hadis Halaman 62 Bab 4 (Al-Qur’ān dan Hadis adalah Pedoman Hidupku) kepada para siswa/siswi yang melihat artikel ini. Yuk, kita langsung saja ke soal dan jawabannya. ~

Evaluasi

B. Uji Pemahaman

Jelaskan pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas.

1. Jelaskan istilah tentang pengertian al-Qur’ān dan hadis.

Al-Qur’an berasal dari kata qara’a – yaqra’u – qira’atan – qur’anan yang artinya bacaan atau sesuatu yang dibaca.

Secara istilah Al-Qur’an adalah Kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw dalam bahasa arab yang sampai kepada kita secara mutawattir, ditulis dalam mushaf.

Hadits berarti perkataan atau ucapan. Secara istilah hadits adalah segala perkataan, perbuatan, dan ketetapan yang dilakulan oleh Nabi Muhammad Saw.

Al-Qur’an dan hadits merupakan sumber hukum dalam islam. Dalam Al-Qur’an terdapat beberapa hukum islam. Para Ulama mengelompokkan hukum yang terdapat dalam Al-Qur’an menjadi tiga bagian yaitu :

  • Akidah dan keimanan » Keyakinan yang tertancap kuat didalam hati dan keyakinan pada hal-hal yang terdapat pada rukun iman.
  • Syari’ah dan ibadah » Mengatur tata cara ibadah yang baik kepada sang pencipta Allah SWT serta bagaimana cara berhubungan dengan makhluk yang lain.
  • Akhlak dan budi pekerti » Mengajarkan tentang akhlak dan budi pekerti yang baik terhadap sesama.

Hadits juga merupakan sumber hukum dalam islam. Hadits berada satu tingkat dibawah Al-Qur’an, maksudnya adalah jika sebuah perkara tidak ditemukan hukumnya didalam Al-Qur’an maka yang dijadikan sandaran untuk menentukan sebuah hukum adalah hadits.

Selain itu hadits memiliki fungsi terhadap Al-Qur’an. Fungsi hadits terhadap Al-Qur’an yaitu:

  • Menjelaskan ayat-ayat pada Al-Qur’an yang bersifat umum.
  • Memperkuat pernyataan dalam Al-Qur’an
  • Menerangkan maksud dan tujuan ayat dalam Al-Qur’an
  • Menetapkan hukum yang tidak terdapat dalam Al-Qur’an

2. Apakah yang dimaksud dengan hadis mutawatir, hadis masyhur, dan hadis aḥad?

  • Hadist mutawatir

Mutawatir dalam segi bahasa memiliki arti yang sama dengan kata “mutataabi’,artinya:” beruntun atau beriring-iringan”, maksudnya beriring-iringan antara satu dengan yang lain tanpa ada jaraknya.” Hadits mutawatir ialah hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah besar perawi yang menurut adat, mustahil mereka bersepakat lebih dahulu untuk berdusta. Hadits mutawatir ialah hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah perawi yang menurut adat, mustahil mereka sepakat untuk berdusta, mulai awal sampai akhir mata rantai sanad,pada setiap tabaqat atau generasi. Dari definisi diatas, dapat dipahami bahwa hadits mutawatir adalah hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah besar perawi, yang menurut adat, pada umumnya dapat memberikan keyakinan yang mantap, terhadap apa yang telah mereka beritakan, dan mustahil sebelumnya mereka bersepakat untuk berdusta, mulai dari awal matarantai sanad sampai pada akhir sanad.

  • Hadist Ahad

Ahad adalah bahasa arab yang berasal dari kata dasar ahad, artinya satu. Jadi khabar wahid adalah suatu habar yang diriwayatkan oleh orang satu. sedang menurut istilah hadits ahad ialah hadits yang tidak memenuhi syarat-syarat hadits mutawatir. Atau berarti  Hadits yang tidak mencapai tingkatan hadits mutawatir.

  • Hadits Mahsyur

Hadits masyhur ialah hadits yang diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih, selama tidak mencapai tingkatan mutawatir. Dalam menanggapi masalah ini, sebagian ulama mengatakan bahwa hadits masyhur itu sama dengan hadits mustafidl. sedang yang lain mengatakan berbeda, jika mustafidl perawinya berjumlah tiga orang atau lebih sedikit,mulai dari generasi pertama sampai terakhir. Dan hadits masyhur lebih umum dari pada mustafidl, artinya jumlah perawi dalam tiap-tiap genarasi tidak harus sama atau seimbang, sehingga jika generasi pertama sampai generasi ketiga perwinya hanya seorang, tetapi generasi terakhir jumlah perawinya beanyak, maka hadits ini dinamakan hadits masyhur.

3. Jelaskan syarat-syarat berijtihād menurut Yusuf al-Qaradawi.

  • Menguasai bahasa arab.
  • Menguasai kitabulloh dan hadis.
  • Mengetahui macam-macam ijma’ yang diyakini.
  • Menguasai usul fiqh.menguasai metode qiyas.
  • Faham dalam mengistimbath hukum.
  • Menguasai maksud-maksud syariat dan menguasai kaedah-kaedahnya yang menyeluruh.
  • Mempunyai kapasitas mengistimbathkan hukum.
  • Adil dan tsiqoh.
  • Hanya mencari kebenaran yang hakiki.

4. Sebutkan dan jelaskan macam-macam hukum taklifi.

  • Wajib

Wajib merupakan hukum yang berupa tuntutan yang harus dikerjakan. Apabila Allah SWT memberikan perintah dengan tuntutan wajib, hendaklah bagi kita melaksanakan kewajiban tersebut sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh Allah SWT.

Wajib sendiri apabila dikerjakan akan mendapatkan pahala dan apabila ditinggalkan kita akan mendapatkan dosa. Jadi, apabila ada seseorang yang meninggalkan tuntutan wajib, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memberikan sanksi atau siksaan di akhirat kelak.

Contoh wajib

Salah satu contoh wajib adalah mendirikan salat, sebagaimana Allah SWT telah memerintahkan kita sebagai umat muslim mendirikan salat lima waktu. Perintah shalat merupakan kewajiban karena telah dijelaskan dalam Qur’an surat Al-Baqarah Juz 2 ayat 110 yang artinya “dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat”.

Macam-macam wajib

Wajib Ain : Yaitu wajib yang dibebankan kepada setiap individu. Contoh : Salat fardu dan puasa

Wajib kifayah : Yaitu kewajiban yang apabila sudah ada yang wakilnya maka kewajiban tersebut akan gugur. Contoh: Salat mayat, apabila sudah ada yang mewakili maka kewajiban yang lainnya akan gugur.

Wajib Mutlak : Yaitu sebuah kewajiban yang tidak ditentukan waktu pelaksanaannya : mengqadha (mengganti) salat, mengqadha puasa wajib.

Wajib Muakkad : Yaitu sebuah kewajiban yang ditentukan waktu pelaksanaannya. Contoh: Salat fardhu, salat Jumat dan lain sebagainya

Wajib Muhaddad : Yaitu sebuah kewajiban yang sudah ditentukan oleh Allah SWT jumlah dan ukurannya. Contoh: Ukuran zakat makanan pokok, binatang ternak dan harta dagang.

Wajib Ghoiru Muhaddad Mu’ayyan : Yaitu kewajiban yang tidak ditentukan jumlah dan ukurannya. contoh: infaq

Wajib Muhayan : Yaitu sebuah kewajiban yang memiliki beberapa pilihan. Contoh: apabila ada seorang yang melanggar sumpah maka ia boleh memilih antara memerdekakan budak ataupun memberi makan fakir miskin.

  • Sunnah

Sunah merupakan tuntunan Allah SWT yang lebih baik dikerjakan daripada ditinggalkan. Sunah sendiri juga bisa didefinisikan sebagai perbuatan yang apabila kita kerjakan akan mendapatkan pahala dan apabila kita tinggalkan tidak mendapatkan dosa. Sebagaimana dijelaskan dalam Qur’an Surat Al Baqarah juz 2 ayat 282 .

Sunnah bukanlah perkara yang harus dikerjakan, melainkan sebuah anjuran yang lebih baik dikerjakan daripada tidak dikerjakan. Perkara bisa dikatakan sunnah karena hal tersebut bisa memberikan manfaat untuk orang yang melaksanakannya. Contoh : Puasa Arafah dan Tarwiyah. apabila orang melakukan puasa Tarwiyah maka ia akan mendapatkan manfaat diampuni dosa-dosanya selama setahun yang telah berlalu.

Macam-macam sunnah

Sunnah Muakkad: Yaitu sunah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan. Contoh: Salat berjamaah.

Sunnah Ghairu Muakkad: Yaitu sunah yang tidak terlalu dianjurkan atau tidak sepenting sunnah muakkad, tetapi juga memiliki manfaat dan keutamaan. Contoh: Puasa Senin Kamis

Sunnah Mustahab: Yaitu sunah untuk menyempurnakan atau menambah Amalan kita. Contoh: Melebihkan basuhan pada saat wudhu, Hal ini bertujuan untuk menjaga atau sebagai bentuk  ke hati-hatian kita.

  • Mubah

Mubah merupakan sebuah perkara yang boleh dikerjakan dan boleh tidak dikerjakan. Mubah juga bisa didefinisikan sebagai perkara yang apabila dikerjakan tidak mendapatkan pahala dan apabila di ditinggalkan tidak mendapatkan dosa.

Contoh makan, Makan merupakan perkara yang mubah, akan tetapi, hukum tersebut bisa berubah apabila kita niatkan agar nantinya kuat pada saat beribadah kepada Allah SWT. jika demikian, maka kita akan mendapatkan pahala dari niat tersebut.

Makan dan minum juga bisa menjadi haram apabila perkara yang kita makan atau minum dapat membahayakan tubuh kita. Contoh : Minum-minuman keras. Meskipun pada dasarnya minum merupakan aktivitas yang mubah atau diperbolehkan, akan tetapi berhubung apa yang dia minum merupakan sebuah perkara yang dapat membahayakan dirinya. Maka hukum minum berubah menjadi haram.

  • Makruh atau Karahah

Makruh merupakan perkara yang lebih baik ditinggalkan daripada dikerjakan. makhluk juga bisa didefinisikan sebagai perkara yang apabila dikerjakan tidak mendapatkan pahala dan apabila ditinggalkan mendapatkan pahala.

Contoh : Talak suami kepada istri, meskipun talak merupakan perkara yang sah-sah saja dilakukan oleh suami, tetap Rasulullah SAW sangat membenci perbuatan tersebut. Secara hukum talak merupakan perbuatan yang halal atau diperbolehkan, akan tetapi hal tersebut sangat dibenci oleh Allah SWT sehingga menjadikannya makruh apabila kita melakukannya.

  • Haram atau Tahrim

Macam-macam hukum taklifi yang kelima yaitu haram. Haram adalah sebuah tuntutan agar kita diwajibkan untuk meninggalkan perkara tersebut. Haram juga bisa didefinisikan sebagai perkara yang apabila dikerjakan mendapatkan dosa dan apabila ditinggalkan mendapatkan pahala.  Sebagaimana telah dijelaskan dalam Qur’an Surat Al Maidah ayat 3. Disitu dijelaskan haramnya memakan bangkai, berzina, durhaka kepada orang tua, meminum minuman keras dan lain sebagainya.

5. Perlukah ijtihād dilakukan saat ini? Jelaskan dengan alasan yang tepat

Jawabannya adalah, masih diperlukan. Alasannya, karena masalah dalam kehidupan manusia semakin hari semakin komplek, maka akan banyak dari permasalahan tersebut yang tidak disebutkan dalilnya secara tegas.

Sehingga perlu di lakukan kajian lebih mendalam terhadap permasalah baru tersebut untuk menentukan hukumnya.

Maka para Ulama yang berkompeten bisa beritijhad dengan mengerahkan segala kemampuannya untuk mengkaji dalil dalil yang sahih untuk menjadikan kesimpulan atas hukum permasalahan yang baru tersebut.

Al-Quran dan Sunnah merupakan dua sumber utama dalam penggalian hukum Islam. Apabila di dalam Al-Quran ditemukan ketentuan hukum yang jelas maka hukum itulah yang harus diambil. Namun bila tidak ditemukan di dalamnya, maka dicari dalam Sunnah. Dan Jika di dalam keduanya tidak terdapat ketentuan hukum atau hanya tersinggung secara samar, maka pencarian hukumnya melalui ijtihad atau ra’yi. Contohnya, peringatan maulud nabi. Peringatan maulud nabi dalam al-qur’an tidak disinggung, begitu juga dalam al-hadits, maka senagian ulama’ berijtihad, apakah boleh kita memperingati maulud nabi.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Evaluasi Jelaskan istilah tentang pengertian al-Qur’an dan hadis Halaman 62 Bab 4 (Al-Qur’ān dan Hadis adalah Pedoman Hidupku)”, Dan terima kasih sudah berkunjung blog yang sederhana. Semoga kunci jawaban ini bisa membantu kalian yang belum menjawab Soal dan Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Evaluasi Jelaskan istilah tentang pengertian al-Qur’an dan hadis Halaman 62 Bab 4 (Al-Qur’ān dan Hadis adalah Pedoman Hidupku). Jika ada kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika ada pertanyaan dan ada saran untuk kelebihan dan kekurangan selain ini bisa komen di kolom komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Perhatikan tabel hasil percobaan tentang pemuaian zat cair berikut ini a. Rumuskan masalah yang sesuai dengan tabel di atas! b. Berdasarkan masalah dan data tabel tersebut, apa kesimpulannya?

[Kunci Jawaban] Perhatikan tabel hasil percobaan tentang pemuaian zat cair berikut ini a. Rumuskan masalah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!