Breaking News

Identifikasi kasus-kasus bernuansa politik yang berpotensi melumpuhkan integrasi nasional

Questions and Answer Keys for Class 11 PPKN Curriculum 2013 Revised 2017 Independent Tasks 5.1 identification of politically nuanced cases that have the potential to paralyze national integration Page 151 Chapter 5 (Beware of Threats to the Position of the Unitary State of the Republic of Indonesia) ~ Assalamualikum semuanya, kembali lagi bersama laguasyik.com. Pada kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban PPKN Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Tugas Mandiri 5.1 identifikasi kasus-kasus bernuansa politik yang berpotensi melumpuhkan integrasi nasional Halaman 151 Bab 5 (Mewaspadai Ancaman Terhadap Kedudukan Negara Kesatuan Republik Indonesia) kepada para siswa/siswi yang melihat artikel ini. Yuk, kita langsung saja ke soal dan jawabannya. ~

Tugas Mandiri 5.1

Pada saat ini, sering sekali terjadi kasus-kasus bernuansa politik yang berpotensi melumpuhkan integrasi nasional seperti kerusuhan yang disebabkan ketidakpuasan terhadap hasil pilkada. Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kewaspadaan akan hal tersebut, coba kalian identifikasi kasus-kasus tersebut dan tuliskan hasil identifikasi kalian pada tabel di bawah ini.

No. Jenis Kasus Faktor Penyebab Dampak Yang Muncul
1. Bangkitnya Paham Komunisme
  • Kegagalan Pemerintah dalam mensejahterakan rakyatnya.
  • Kemiskinan yang masih merajalela.
  • Infrastruktur yang belum merata.
  • Kesenjangan Ekonomi.
  • Menimbulkan keresahan diantara warga.
  • Adanya kasus pembunuhan seperti yang baru-baru saja menimpa beberapa Ulama.
  • Ancaman bagi Ideologi Pancasila.
2. Konflik SARA
  • Kurangnya sikap tenggang rasa dan memahami keberagaman yang ada.
  • Fanatisme dan pemahaman yang sempit.
  • Mengedepankan Egoisme dan Paham Radikalisme.
  • Adanya ketegangan dan tindak kekerasan antar warga.
  • Hilangnya rasa aman.
  • Kerugian jiwa dan harta benda.
  • Dapat menimbulkan konflik-konflik lainnya.
3. Penurunan Paksa Pemerintah.
  • Pemerintah kurang pro terhadap rakyat dan lebih dominan bersikap kontra.
  • Sikap Otoriter.
  • Janji pemerintah ketika pemilu yang dingkari.
  • Permasalahan dalam negeri yang tidak bisa diselesaikan pemerintah yang ada.
  • Sistem Pemerintahan yang menjadi semrawut.
  • Dapat menimbulkan kerusuhan.
  • Krisis Ekonomi.
  • Disintegrasi Nasional.
4. Isu-Isu Politik Berupa Hoax
  • Keinginan calon pejabat yang ingin mendapat kekuasaan dengan cara yang salah.
  • Ambisi yang berlebihan sehingga menghalalkan segala cara.
  • Agenda dan niatan busuk yang dimiliki si calon pejabat.
  • Terpecahnya kesatuan dan persatuan masyarakat karena terpecah akibat isu-isu hoax.
  • Pertikaian, perkelahian, bahkan pembunuhan.
  • Hilangnya rasa aman dan tenteram.
5. Terorisme
  • Kesukuan dan Separatisme.
  • Kemiskinan dan Kesenjangan Globalisasi.
  • Non Demokrasi.
  • Pelanggaran Harkat dan Martabat Manusia.
  • Radikalisme Paham Menyimpang.
  • Menimbulkan kecemasan dan rasa was-was bagi masyarakat.
  • Mempengaruhi pertumbuhan psikologis bagi para penerus bangsa.
  • Terancamnya pertahanan dan keamanan bangsa.
6. Politik Oligarki
  • Kurangnya memahami asas Demokrasi yang  dilakukan Indonesia.
  • Rasa berkuasa dan sewenang-wenang dengan jabatan.
  • Hilangnya kesempatan orang yang berkompeten untuk memimpin.
  • Terbukanya peluang tindak pidana korupsi.
  • Merusak tata birokrasi di daerah.
  • Menurunkan kualitas demokrasi.
7. Gerakan Separatisme
  • Sikap primodialisme dan ekslusivisme bernuansa SARA
  • Krisis ekonomi dan lambatnya pemulihan ekonomi.
  • Lemahnya penegakan hukum dan HAM.
  • Intervensi Internasional.
  • Terganggunya proses pembangunan.
  • Banyaknya kerugian harta dan jiwa.
  • Keresahan Sosial.
  • Perpecahan Nasional yang menjadikan hilangnya kesatuan dan persatuan.
8. KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme)
  • Lemah peraturan pengatur mekanisme di tingkat lebih tinggi sebelum dilanjutkan ke yang ditingkat bawah.
  • Sistem birokrasi yang teramat berbelit-belit.
  • Kurangnya pemerintah yang berkompeten.
  • Ketidakadilan di berbagai bidang.
  • Penyalahgunaan kekuasaan yang menyebabkan kesengsaraan pihak lain.
  • Pelanggaran hak-hak warga negara.
  • Kesenjangan Sosial.
9. Pengklaiman Batas Wilayah Negara
  • Perbedaan cara pandang dalam menetapkan batas wilaya suatu negara.
  • Keinginan untuk memiliki wilayah negara lain yang berpotensi baik secara ekonomi, maupun kestrategisan wilayah.
  • Perang antar negara.
  • Hilangnya keharmonisan antar negara yang bersangkutan.
  • Perasaan mencekam yang dirasakan masyarakat antar kedua negara.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban PPKN Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Tugas Mandiri 5.1 identifikasi kasus-kasus bernuansa politik yang berpotensi melumpuhkan integrasi nasional Halaman 151 Bab 5 (Mewaspadai Ancaman Terhadap Kedudukan Negara Kesatuan Republik Indonesia)”, Dan terima kasih sudah berkunjung blog yang sederhana. Semoga kunci jawaban ini bisa membantu kalian yang belum menjawab Soal dan Kunci Jawaban PPKN Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Tugas Mandiri 5.1 identifikasi kasus-kasus bernuansa politik yang berpotensi melumpuhkan integrasi nasional Halaman 151 Bab 5 (Mewaspadai Ancaman Terhadap Kedudukan Negara Kesatuan Republik Indonesia). Jika ada kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika ada pertanyaan dan ada saran untuk kelebihan dan kekurangan selain ini bisa komen di kolom komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Rasio dari dua dua bilangan adalah 3 : 4. Jika masing-masing bilangan ditambah 2, rasionya menjadi 7 : 9. Tentukan hasil kali kedua bilangan itu!

[Kunci Jawaban] Rasio dari dua dua bilangan adalah 3 : 4. Jika masing-masing bilangan ditambah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!