Breaking News

Dari beberapa pandangan ulama tentang demokrasi, pilihlah satu pandangan yang kamu sukai! Jelaskan alasanmu!

Questions and Answer Keys Islamic Religious Education and Character Class 12 Curriculum 2013 Revised 2018 Student Activities From several views of scholars on democracy, choose one view that you like! Explain your reasoning Page 77 Chapter 4 (United in Diversity and Democracy) ~ Assalamualikum semuanya, kembali lagi bersama laguasyik.com. Pada kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 12 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Aktivitas Siswa Dari beberapa pandangan ulama tentang demokrasi, pilihlah satu pandangan yang kamu sukai! Jelaskan alasanmu Halaman 77 Bab 4 (Bersatu dalam Keragaman dan Demokrasi) kepada para siswa/siswi yang melihat artikel ini. Yuk, kita langsung saja ke soal dan jawabannya. ~

Aktivitas Siswa

1. Dari beberapa pandangan ulama tentang demokrasi, pilihlah satu pandangan yang kamu sukai! Jelaskan alasanmu!

Secara garis besar, pandangan para ulama/cendekiawan muslim tentang demokrasi terbagi menjadi dua pandangan utama, yaitu; pertama, menolak sepenuhnya, kedua, menerima dengan syarat tertentu. Berikut ditamplkan ulama yang mewakili kedua pendapat tersebut:

A. Abul A’la Al-Maududi .

Al-Maududi secara tegas menolak demokrasi. Menurutnya, Islam tidak mengenal paham demokrasi yang memberikan kekuasaan besar kepada rakyat untuk menetapkan segala hal. Demokrasi adalah buatan manusia sekaligus produk dari pertentangan Barat terhadap agama sehingga cenderung sekuler. Karenanya, al-Maududi menganggap demokrasi modern (Barat) merupakan sesuatu yang bersifat syirik. Menurutnya, Islam menganut paham teokrasi (berdasarkan hukum Tuhan).

B. Mohammad Iqbal.

Menurut Iqbal, sejalan dengan kemenangan sekularisme atas agama, demokrasi modern menjadi kehilangan sisi spiritualnya sehingga jauh dari etika. Demokrasi yang merupakan kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat telah mengabaikan keberadaan agama. Parlemen sebagai salah satu pilar demokrasi dapat saja menetapkan hukum yang bertentangan dengan nilai agama kalau anggotanya menghendaki. Karenanya, menurut Iqbal Islam tidak dapat menerima model demokrasi Barat yang telah kehilangan basis moral dan spiritual. Atas dasar itu, Iqbal menawarkan sebuah konsep demokrasi spiritual yang dilandasi oleh etik dan moral ketuhanan. Jadi yang ditolak oleh Iqbal bukan demokrasi an sich, seperti yang dipraktekkan di Barat.

Lalu, Iqbal menawarkan sebuah model demokrasi sebagai berikut:

a) Tauhid sebagai landasan asasi.

b) Kepatuhan pada hukum.

c) Toleransi sesama warga.

d) Tidak dibatasi wilayah, ras, dan warna kulit.

e) Penafsiran hukum Tuhan melalui ijtihad.

C. Muhammad Imarah.

Menurut Imarah, Islam tidak menerima demokrasi secara mutlak dan juga tidak menolaknya secara mutlak. Dalam demokrasi, kekuasaan legislatif (membuat dan menetapkan hukum) secara mutlak berada di tangan rakyat. Sementara, dalam sistem syura (Islam) kekuasaan tersebut merupakan wewenang Allah Swt.. Dialah pemegang kekuasaan hukum tertinggi. Wewenang manusia hanyalah menjabarkan dan merumuskan hukum sesuai dengan prinsip yang digariskan Tuhan serta berijtihad untuk sesuatu yang tidak diatur oleh ketentuan Allah Swt.. Jadi, Allah Swt. berposisi sebagai al-Syari’ (legislator) sementara manusia berposisi sebagai faqih (yang memahami dan menjabarkan hukum-Nya).

Demokrasi Barat berpulang pada pandangan mereka tentang batas kewenangan Tuhan. Menurut Aristoteles, setelah Tuhan menciptakan alam, Dia membiarkannya. Dalam filsafat Barat, manusia memiliki kewenangan legislatif dan eksekutif. Sementara, dalam pandangan Islam, Allah Swt. pemegang otoritas tersebut. Allah Swt berfirman:

أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

“Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah Swt. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam”. (QS.al-A’raf/7:54).

Inilah batas yang membedakan antara sistem syariah Islam dan demokrasi Barat. Adapun hal lainnya seperti membangun hukum atas persetujuan umat, pandangan mayoritas, serta orientasi pandangan umum, dan sebagainya adalah sejalan dengan Islam.

D. Yusuf al-Qardhawi.

Menurut Al-Qardhawi, substasi demokrasi sejalan dengan Islam. Hal ini bisa dilihat dari beberapa hal, misalnya sebagaimana berikut:

a) Dalam demokrasi proses pemilihan melibatkan banyak orang untuk mengangkat seorang kandidat yang berhak memimpin dan mengurus keadaan mereka. Tentu saja, mereka tidak boleh akan memilih sesuatu yang tidak mereka sukai. Demikian juga dengan Islam. Islam menolak seseorang menjadi imam salat yang tidak disukai oleh ma’mum di belakangnya.

b) Usaha setiap rakyat untuk meluruskan penguasa yang tiran juga sejalan dengan Islam. Bahkan amar ma’ruf dan nahi mungkar serta memberikan nasihat kepada pemimpin adalah bagian dari ajaran Islam.

c) Pemilihan umum termasuk jenis pemberian saksi. Karena itu, barangsiapa yang tidak menggunakan hak pilihnya sehingga kandidat yang mestinya layak dipilih menjadi kalah dan suara mayoritas jatuh kepada kandidat yang sebenarnya tidak layak, berarti ia telah menyalahi perintah Allah Swt. untuk memberikan kesaksian pada saat dibutuhkan.

d) Penetapan hukum yang berdasarkan suara mayoritas juga tidak bertentangan dengan prinsip Islam. Contohnya dalam sikap Umar yang tergabung dalam syura. Mereka ditunjuk Umar sebagai kandidat khalifah dan sekaligus memilih salah seorang di antara mereka untuk menjadi khalifah berdasarkan suara terbanyak. Sementara, lainnya yang tidak terpilih harus tunduk dan patuh. Jika suara yang keluar tiga lawan tiga, mereka harus memilih seseorang yang diunggulkan dari luar mereka, yaitu Abdullah ibnu Umar. Contoh lain adalah penggunaan pendapat jumhur ulama dalam masalah khilafiyah. Tentu saja, suara mayoritas yang diambil ini adalah selama tidak bertentangan dengan nash syariat secara tegas.

e) Kebebasan pers dan kebebasan mengeluarkan pendapat, serta otoritas pengadilan merupakan sejumlah hal dalam demokrasi yang sejalan dengan Islam.

E. Salim Ali al-Bahasnawi.

Menurut Salim Ali al-Bahasnawi, demokrasi mengandung sisi yang baik yang tidak bertentangan dengan Islam dan memuat sisi negatif yang bertentangan dengan Islam. Sisi baik demokrasi adalah adanya kedaulatan rakyat selama tidak bertentangan dengan Islam. Sementara, sisi buruknya adalah penggunaan hak legislatif secara bebas yang bisa mengarah pada sikap menghalalkan yang haram dan menghalalkan yang haram. Karena itu, ia menawarkan adanya Islamisasi demokrasi sebagai berikut:

a) Menetapkan tanggung jawab setiap individu di hadapan Allah Swt.

b) Wakil rakyat harus berakhlak Islam dalam musyawarah dan tugastugas lainnya

c) Mayoritas bukan ukuran mutlak dalam kasus yang hukumnya tidak ditemukan dalam al-qur’an dan Sunnah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. an-Nisa’:59)

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”(QS. al-Ahzab :36).

d) Komitmen terhadap Islam terkait dengan persyaratan jabatan sehingga hanya yang bermoral yang duduk di parlemen.

2. Hargai pilihan temanmu yang berbeda dengan mendengarkan alasannya!

3. Simpulkan nilai-nilai demokratis yang terdapat dalam kepemimpinan Nabi Muhammad saw. berdasarkan sorotan para tokoh Barat di atas!

Beliau mengajarkan apa-apa yang pada zaman kini diistilahkan sebagai demokrasi. Sebelum Islam menyebar luas, masyarakat Jazirah Arab memberlakukan strata sosial yang ketat. Misalnya, seorang budak. Hamba sahaya dilucuti hak-haknya sebagai manusia. Anak perempuan dikubur hidup-hidup lantaran dipandang sebagai aib ayahnya. Tidak ada hukum yang adil. Si kaya nan berkuasa bisa semena-mena terhadap kaum miskin dan lemah. Kesamaan hak tidak dikenal.

Rasulullah SAW menunjukkan, setiap manusia berkedudukan sama di hadapan Allah. Pembedanya hanyalah iman dan ketakwaan. Rasulullah SAW meluruhkan kasta-kasta sosial yang selama ini membelenggu masyarakat Arab.

Sebagai contoh, pendirian masjid pertama dalam sejarah Islam. Saat itu, Nabi Muhammad SAW baru saja berhijrah dari kota kelahirannya ke Madinah bersama dengan Abu Bakar ash-Shiddiq.

Dalam statusnya sebagai pemimpin, Rasulullah SAW ikut membangun masjid tersebut bersama dengan para sahabat dan kaum Muhajirin serta kaum Anshar. Dengan tangannya sendiri, Sang Kekasih Allah itu memindahkan batu, menggali tanah, dan meletakkan pondasi untuk terwujudnya rumah ibadah itu.

Ketika seorang sahabat memintanya untuk sekadar memantau pembangunan masjid, Rasulullah SAW menolaknya dengan sopan sambil berkata, “Tidak. Kita sama-sama mengharapkan rahmat Allah. Engkau dapat ikut memindahkan (batu) lain, jika engkau mau.”

Dengan cara yang santun, Rasulullah SAW mengajarkan kepada para pengikutnya tentang kesetaraan sosial serta bagaimana seharusnya seorang pemimpin bersikap.

Selama di Madinah, Rasulullah SAW selaku pemimpin politik dan spiritual memantapkan penerapan Islam di tengah masyarakat yang heterogen. Keberagaman disatukannya melalui persaudaraan (ukhuwah) di dalam iman dan agama.

Dalam sebuah hadis, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menegaskan pentingnya ukhuwah: Tidaklah sempurna iman seseorang kecuali dia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.”

Rasulullah SAW juga berulang kali mengingatkan umatnya bahwa harta, keturunan, ras, dan segala hal duniawi tidak menentukan status seorang Muslim. Iman, ketakwaan, dan ilmulah yang menjadi faktor penentu kemuliaan individu di tengah masyarakat.

4. Presentasikan hasil temuan kalian di depan kelas untuk ditanggapi!

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 12 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Aktivitas Siswa Dari beberapa pandangan ulama tentang demokrasi, pilihlah satu pandangan yang kamu sukai! Jelaskan alasanmu Halaman 77 Bab 4 (Bersatu dalam Keragaman dan Demokrasi)”, Dan terima kasih sudah berkunjung blog yang sederhana. Semoga kunci jawaban ini bisa membantu kalian yang belum menjawab Soal dan Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 12 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Aktivitas Siswa Dari beberapa pandangan ulama tentang demokrasi, pilihlah satu pandangan yang kamu sukai! Jelaskan alasanmu Halaman 77 Bab 4 (Bersatu dalam Keragaman dan Demokrasi). Jika ada kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika ada pertanyaan dan ada saran untuk kelebihan dan kekurangan selain ini bisa komen di kolom komentar.

Kata Kunci:

  • https://laguasyik com/dari-beberapa-pandangan-ulama-tentang-demokrasi-pilihlah-satu-pandangan-yang-kamu-sukai-jelaskan-alasanmu/
  • https://laguasyik com/dari-beberapa-pandangan-ulama-tentang-demokrasi-pilihlah-satu-pandangan-yang-kamu-sukai-jelaskan-alasanmu/#:~:text=Menurut Salim Ali al-Bahasnawi selama tidak bertentangan dengan Islam

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Emilia akan menggunakan petunjuk yang tertera pada kemasan sirup rasa melon.“Tambahkan 13 cangkir air untuk setiap 2 cangkir sirup rasa melon.” Di antara proporsi berikut yang dapat digunakan untuk menentukan w, banyak cangkir air yang harus Emilia tambahkan untuk 5 cangkir sirup rasa melon adalah

[Kunci Jawaban] Emilia akan menggunakan petunjuk yang tertera pada kemasan sirup rasa melon. “Tambahkan 13 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!