Breaking News

Buatlah sebuah cerita pendek berdasarkan pengalaman hidup yang kamu alami sendiri ataupun pengalaman orang lain

Questions and Answer Keys Indonesian Class 11 Curriculum 2013 Revised 2017 Assignments Write a short story based on your own life experience or the experiences of others Page 134 Chapter 4 (Implementing Life from Short Stories) ~ Assalamualikum semuanya, kembali lagi bersama laguasyik.com. Pada kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Tugas Buatlah sebuah cerita pendek berdasarkan pengalaman hidup yang kamu alami sendiri ataupun pengalaman orang lain Halaman 134 Bab 4 (Meneladani Kehidupan dari Cerita Pendek) kepada para siswa/siswi yang melihat artikel ini. Yuk, kita langsung saja ke soal dan jawabannya. ~

Tugas

1. Buatlah sebuah cerita pendek berdasarkan pengalaman hidup yang kamu alami sendiri ataupun pengalaman orang lain.

2. Tentukanlah topiknya yang menarik dan dianggap khas atau langka.

3. Catatlah kata-kata kunci yang berkaitan dengan topik; lalu susunlah menjadi kerangka cerpen secara krologis.

4. Kembangkanlah kerangka itu menjadi cerpen yang utuh dengan menggunakan kekuataan emosi.

5. Lakukanlah silang baca dengan teman sebangku untuk saling memberikan koreksi berkaitan dengan pilihan kata, ejaan, dan tada bacanya.

Cerpen 1

Lebaranku Kali Ini

Mau Lebaran kali ini rasanya biasa-biasa saja gak seindah masa-masa dulu karena sudah gede, yang seru dan bikin kangen pas ingat lebaran waktu masih kecil dulu kalau 3H blom punya baju baru aku nangis, ngabuburit dari mulai ngejar lanyangan sampai ngadu layangan sampAi lupa waktu magrib, pas udah magrib di cariin ibu isya baru pulang dengan baju kotor. Bakar petasan sampai habis uang 30 ribu belum pulang kalau gak di jewer bapak, panas-panasan sama kampung tetangga, bakar karbit yang pakai lodong bambu, gak berhenti sebelum lodong bambunya pecah terus sudah di beliin di pamer-pamerin sama teman-teman terus di pakai sampai hari H, 3 hari aku pake gak ganti-ganti, kebayang tuh bau nya hehe, untung di beliinnya 2 stel pas Hari H di suruh ganti sama mama.

Senang kalau ngunjungi keluarga jauh meski di suruh bawa rantang yang isinya nasi sama ikan buat ngikutin tradisi tahunan tukeran makanan, habis itu di kasih uang pula sama keluarga, pokonya keluarga jauh di kunjungin apa lagi yang deket ngumpul semua di rumah terus bikin acara rekreasi keluarga ke laut. Sekarang lebaran yang aku rasakan bisa aja di tambah lagi lebaran kali ini gak bisa pulang kampung karena kerjaan jauh lintas pulau apa lagi di kasih libur 3 hari pas hari H sama dua hari sesudahnya, maaf-maafan sama Orangtua cuma lewat telefon buka gak mau pulang bukan gak kangen sama keluarga di kampung mengingat tanggung jawab kerjaan dan ongkos yang relatif gak murah, Kalimantan timur – Jawa barat gak cukup dengan uang sedikit, mending di kumpulin dulu aja nanti habis lebaran insyaalloh aku nyempetin pulang dulu.

Cerpen 2

Rezeki Tidak Akan Kemana

Hari ini hari yang cukup melelahkan, namun juga menyenangkan. Aku baru saja selesai dari pekerjaan sementaraku di acara aqiqah kecil-kecilan milik sepupuku. Iya, seharian aku membantu bibiku menyiapkan acara. Mulai dari mengatur dan bolak-balik mengisi piring lauk, membagikan piring dan sendok garpu pada tamu, mengangkat kardus-kardus air mineral, sampai membersihkan kembali rumahnya yang kotor dan berantakan setelah acara selesai.

Awalnya aku sama sekali tidak mengharapkan upah sepeser pun dari bibi, karena memang aku membantunya dengan ikhlas. Tapi pada saat aku selesai membersihkan rumahnya, bibi memberikan sebuah amplop yang sudah dilipat kecil. Bibi bilang itu adalah hadiah untukku karena telah membantunya. Dan dengan hati terkejut sekaligus gembira, aku pun lantas menerimanya. Tidak lupa untuk mengatakan terima kasih.

Aku menaruh amplop itu ke dalam saku baju panjang yang aku kenakan, lantas merapihkan alat-alat kebersihan dan mengembalikannya ke tempat semula. Setelahnya aku keluar dari rumah bibi. Berjalan ke taman belakang dimana para sepupuku yang datang tengah berkumpul dan bermain. Kemudian aku ikut bergabung ke dalam permainan bersama-sama dengan para sepupuku. Permainan yang cukup seru. Terbukti, kami baru selesai bermain ketika hari sudah beranjak sore. Waktu berjalan cepat sekali rasanya.

Karena sudah sore, maka bisa dipastikan bahwa aku akan segera pulang setelah ini. Aku iseng merogoh saku baju panjangku, namun seketika jantungku berdetak cepat. Amplop yang aku kantongi tidak ada ditempatnya. Para sepupuku yang menyadari kepanikan dariku pun segera mendekat. Mereka bertanya ada apa dan aku menjawab jujur bahwa amplop berisi uang milikku telah hilang. Mereka terkejut. Namun setelahnya mereka membantuku mencarinya, barang kali terjatuh saat kami bermain kejar-kejaran.

Kami terus mencarinya sampai ibuku berdiri di pintu belakang yang terbuka dan memanggilku agar segera bersiap pulang. Para sepupuku menyemangatiku sekaligus meminta maaf karena tak bisa menemukan amplop yang hilang tersebut. Aku mengangguk. Berkata tidak apa-apa dan berterima kasih sudah membantuku mencarinya.

Sampai di rumah, aku masih memikirkan amplop itu. Entah kemana hilangnya, yang pasti aku merasa agak kecewa karena tak bisa menjaga amplop itu dengan baik.

Aku baru berhenti memikirkan amplop itu ketika ibuku memanggil dari arah dapur. Aku lantas berdiri dari posisi duduk dan menghampiri ibuku. Lagi-lagi, aku dibuat terkejut sekaligus senang. Amplop itu rupanya ada pada ibuku. Ibu bilang beliau menemukannya di dapur bibi. Tergeletak begitu saja tidak ada yang lihat dan kebetulan ibu melihat namaku tertera di pojok amplop. Aku berteriak senang sembari bersyukur berkali-kali.

Dari peristiwa ini, aku menyadari bahwa segala sesuatu yang sudah menjadi rezekiku, apapun yang terjadi, bagaimana pun keadaannya, tetap akan menjadi milikku. Di dunia ini tidak ada yang namanya rezeki yang tertukar. Yang Maha Kuasa sudah menetapkan rezeki kita dalam porsi yang tepat dan cukup. Tidak perlu dicemaskan, cukup bersyukur jika mendapatkannya dan bersabar apabila tidak mendapatkannya. Apabila tidak dapat, mungkin Yang Maha Kuasa tengah menyiapkan rezeki yang lebih dari apa yang kita harapkan.

Cerpen 3

Online Paling Serius

Kebahagiaanku yang baru dimulai sejak membaca deretan huruf yang membentuk kalimat “Selamat! Anda dinyatakan lulus seleksi SBMPTN 2019”. Yeay!! seneng banget aku sampe nangis saat itu, hehe. Ohya kenalkan namaku Uly, seorang gadis cantik (ehem) yang berusia 20 tahun Maret lalu. Saat tulisan ini kutulis aku sudah berada di semester 4 perkuliahanku.

Kuliah di kota besar seperti Makassar cukup melelahkan, harus berkutat dengan jalanan ibukota dan waktu yang terkuras untuk kuliah. Rebahan time ku jadi berkurang banyak sekali, miris. Untunglah aku mempunyai beberapa teman dekat sehingga kehidupan kampusku tidak suram-suram banget, sesuram hatimu yang tak mengenal Tuhan. Maaf, random banget aku tuh.

Ayu, Tika, Ika, Selvi, Nur, Devi, dan Pujha. Hehe, kutuliskan namanya biar mereka senang kalau baca ini. Kami berdelapan cukup sering bersama, yah selama di kampuslah. Belajar bareng, curhat-curhatan, nobar drakor, tidur siang bareng, maupun makan bareng. Nah yang terakhir ini aku suka banget.

Kisah ini dimulai dengan pengumuman bahwa Universitas akan mengadakan absen online di semester 2 lalu. Kesuraman hidupku pun dimulai, hiks. Awal masuk kuliah, yah lumayan juga. Kita absen online dan beberapa mata kuliah juga mengadakan kuis online. Masih wajar, belum greget. Isu wabah covid-19 sedang hangat-hangatnya saat itu, tapi belum masuk Indonesia. Masuk bulan Maret, Indonesia mengkonfirmasi adanya pasien positif covid-19. Virus itu terus mewabah hingga surat berisi perkuliahan dialihkan secara daring dikeluarkan oleh Universitas. Awalnya aku senang, sudah kubayangkan banyaknya waktu yang bisa kugunakan untuk rebahan. Tapi, ternyata itu hanya anganku-anganmu. Memang aku lebih banyak rebahan, tapi kuliah online memberi tekanan yang berat. Aku suka mendramatisir keadaan, ehe!

Minggu pertama kuliah di rumah, okelah. Minggu-minggu berikutnya aku mulai merasakan aura meresahkan akan keonline-an ini. Waktu kuliah yang sering tidak sesuai jadwal, kuis mendadak, tugas menumpuk. Mata juga jadi perih pantengin layar ponsel dan laptop lama-lama. Jari-jari lentik lu pegal, hmm. Jaringan internet yang suka ghosting, kayak kamu yang ghostingin aku pas sayang-sayangnya hiks. Padahal isi surat pertama pengalihan ke kuliah online itu katanya cuman 2 minggu, tolong bold tulisan 2 minggu itu! Tapi apa ini miskah?! udah setahun lebih!! aku sekarang udah semester 4! sekali lagi, SEMESTER 4!

Aku mulai lelah, letih, lesu, lemas, lunglai, dan akhirnya kesehatanku mulai menurun. Tolong tunjukkan dimana letak kamera itu!! Aku ingin melambaikan tangan padanya, mengangkat bendera putih. Aku kalah dengan keonline-an ini. Kuliah online gak ada akhlak!!

Cerpen 4

Kemampuan Baru

Aku sering mengalami pengalaman mistis. Bermula saat aku berumur sekitar 8 tahun atau 9 tahun. Dan sejak kejadian itu, aku mulai bisa merasakan, mendengar, melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat kebanyakan orang..

Hari itu adalah hari yang paling gembira untukku. Kenapa begitu? Di kantorku, tanpa sepengetahuan atasan dan pimpinanku, untuk menghemat kuota internetku, aku mendownload lagu Kulihat Ibu Pertiwi. Sudah berapa hari ini aku disibukkan dengan pekerjaanku di kantor dan sampai di rumah yang tersisa hanya kelelahan dan tertidur lelap sehingga belum sempat mendownload lagu kesukaanku sejak beberapa hari belakangan ini.

Setelah berhasil didownload, sepanjang hari di kantor, telingaku tidak pernah lepas dari headset untuk mendengar lagu itu. Ketika malam tiba, sebelum tidur, lagu itu kudengarkan lagi dan kuhayati. Seketika terlintas di benakku kejadian aneh dari lirik-liriknya. Kejadian itu seperti flashback ke masa lalu.

“Kulihat Ibu Pertiwi sedang bersusah hati

Air matanya berlinang bak intannya terkenang..”

Mendengar lirik ini terlintas begitu saja di pikiranku sesosok wanita usia 40 tahunan, sedang menangis tersedu-sedu di bawah dipan, meratapi kepergian seseorang yang amat dicintainya. Awalnya aku tidak mengetahui siapa orang yang dicintainya. Tetapi setelah aku mendengarnya berkali-kali, aku baru menyadari bahwasanya suaminyalah yang dicintainya telah meninggal dan sedang terbaring di dipan.

“Hutan, gunung, sawah, lautan, simpanan kekayaan.

Mendengar lirik ini terlintas di pikiranku sesosok tentara atau prajurit atau mungkin polisi sedang bersedih hati memandangi keindahan alam indonesia. Dia merasa sebentar lagi akan meninggalkan tanah air tercintanya yang selama ini dia bela. Semakin mendengarkan lirik ini, muncul dipikiranku kalau dia meninggal karena jantungnya ditembak musuh saat sedang tempur atau mungkin sedang berperang. Ia terjatuh ke tanah sambil memegangi jantungnya yang berlumuran darah. Pikiran terakhirnya sebelum meninggal teringat akan Indonesia, akan tanah air yang dicintainya.

“Kini ibu sedang lara, merintih dan berdoa..”

Lirik ini beralih pada seorang ibu yang menangis tadi. Ia masih belum bisa melepas suaminya.

Pukul 06.40 tiba saatnya aku berangkat kerja. Kulangkahkan kakiku dengan penuh damai menyambut pagi yang terlihat tenang namun sedikit sendu. Kusimpan handphone dan headsetku di dalam tas karena aku tidak mau pagi ini diganggu suara-suara handphone apalagi musik. Tidak jauh dari tempatku berjalan, di pinggir jalan di sebuah rumah terlihat banner dukacita atau bunga papan dukacita dari kepolisian. Aku terkejut, kenapa dari kepolisian? Apakah ada yang terkena salah tembak polisi hingga meninggal sehingga polisi harus bertanggungjawab lalu sebagai ungkapan dukacita dibawakannya banner tersrbut? Semakin dekat jarakku dengan rumah itu, kuperhatikan satu per satu orang yang datang melayat. Rasa ingin tahuku semakin menjadi, kuperhatikan pintu masuk rumah berharap bisa melihat kejadian yang sebenarnya walau dari kejauhan namun tidak melihat apapun selain beras dan minyak di dekat pintu masuk.

Tiba di kantor, aku bertanya pada temanku yang kebetulan rumahnya dekat dengan rumah tadi.

“Memangnya siapa yang meninggal, San?” tanyaku.

“Oh itu Pak Anwar, kak. Tadi pukul 5 pagi beliau meninggal,” jelas Sandy.

“Meninggal kenapa?” tanyaku lagi.

“Kena serangan jantung, kak. Beliau memang ada riwayat penyakit jantung juga. Kambuh seminggu yang lalu sampai tidak bisa jalan cuma bisa berbaring di tempat tidur akhirnya meninggal pagi tadi,” jawab Sandy.

Mendengar ini, aku terkejut bukan kepalang. Terkena serangan jantung? Bukankah sejak kemarin pikiranku terlintas pada sepasang suami istri yang mana suaminya meninggal karena jantungnya ditembak? Rasa penasaranku bertambah dan kutanyakan lagi pada Sandy.

“Dia polisi? Tentara?”

“Polisi, kak. Sudah lama beliau jadi polisi. Suaminya asli orang Bali. Pindah ke daerah sini,” jelas Sandy. “Kok kakak tahu beliau polisi?”

Aku termangu mendengar jawaban Sandy. Polisi? Sakit jantung? Aku mulai menerka-nerka, dalam kepercayaan agama Buddha terdapat reinkarnasi atau kelahiran kembali, mungkinkah di kehidupan yang lampau dia seorang tentara atau mungkin polisi juga sama seperti sekarang yang mana jantungnya ditembak dan berakibat di kehidupan ini harus terkena serangan jantung? Ataukah dulunya dia seorang tentara atau mungkin polisi juga yang mana orang yang menembak dirinya adalah dirinya sendiri sehingga dia harus menanggung karma buruknya di kehidupan ini dan berakibat terkena serangan jantung? Oh astaga, aku benar-benar tidak bisa berpikir jernih. Terlalu banyak pertanyaan yang menyelimuti pikiranku dan aku sedikit pusing pagi itu.

Kejadian itu adalah awal dari kemampuan baruku. Dan setelahnya, aku mulai melihat kejadian yang akan datang baik dari sebuah lagu atau hanya sekedar melihat sesuatu saja. Kejadian itu seperti potongan-potongan film yang muncul dipikiran. Terkadang aku tidak tahu maksud dari potongan-potongan tersebut sehingga aku harus mencari tahu sendiri arti yang terkandung di dalamnya. Tetapi sering kali aku telat memahaminya dan baru menyadarinya setelah kejadian itu telah terjadi. Aku bukanlah Tuhan yang tahu segalanya. Tapi aku senang dengan kemampuanku ini. Dan aku bangga karena aku berbeda dari kebanyakan orang lain.

Cerpen 5

Secangkir Kopi

Ini aku dan aku sedang patah hati.

Bukan berarti aku cowok lemah tapi memang ini menyakitkan.

Jika Pagi biasanya aku spam dia dengan ucapan selamat pagi, kini aku dispam oleh kisah yang tak dapat kulupakan.

Semalam adalah akhir perjuanganku selama 11 bulan, ia minta berakhir tanpa alasan yang jelas. Aku mencoba meyakinkan dia, karena 11 bulan bukanlah waktu yang sebentar.

Aku tidak tahu salah dimana, karena yang kurasa aku sama saja seperti 11 bulan yang lalu saat kami bertemu di taman pinggir danau Toba.

Pagi itu seakan dunia hampa, lalu kuseduh secangkir kopi hangat untuk menghangatkan pikiran yang dingin akan ingatan tentang dia.

Duduk di teras rumah dengan secangkir kopi dan lagu Fourtwanty, mencoba menenangkan pikiran tetapi semua gagal karena terlalu indah untuk dilupakan.

Makan siang pun selesai, lalu aku membuka laptopku dan melihat video moment ulang tahunnya 3 bulan lalu. Semua bagaikan api yang meninggalkan debu, sulit untuk dibersihkan dan selalu menempel dengan tanah.

Lalu senja pun menyambut soreku, seakan langit ingin bercerita dua mata denganku akan arti sebuah perjuangan. Aku mencoba keluar rumah dengan motor tua yang biasa membawa aku dan ia, tapi sekarang hanya sebatas kenangan.

Lalu aku singgah di salah satu coffe shop, dan memesan kopi hitam.

Kuminum secara perlahan hingga menyadarkanku bahwa kehidupan itu seperti kopi, sama-sama pahit tapi tidak munafik akan hitamnya kopi.

Lalu tiba-tiba ponselku berbunyi, bertanda pesan masuk dan kubuka.

Ternyata ia ada di sekitarku dan mengatakan “blom move on iya? kok kesitu lagi?”

Lalu aku dengan berpikir seribu kali dan akhirnya kubalas “aku tidak mengerti sama sekali dengan permainanmu, tapi yang ku tahu semesta tak akan diam” dan ini menjadi chattingan terakhir kami.

Hingga akhirnya aku sadar, aku tak harus melupakanya melainkan memaafkannya dan merelakannya karena semesta hanya mempertemukan kami, bukan untuk menyatukan kami.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Tugas Buatlah sebuah cerita pendek berdasarkan pengalaman hidup yang kamu alami sendiri ataupun pengalaman orang lain Halaman 134 Bab 4 (Meneladani Kehidupan dari Cerita Pendek)”, Dan terima kasih sudah berkunjung blog yang sederhana. Semoga kunci jawaban ini bisa membantu kalian yang belum menjawab Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Tugas Buatlah sebuah cerita pendek berdasarkan pengalaman hidup yang kamu alami sendiri ataupun pengalaman orang lain Halaman 134 Bab 4 (Meneladani Kehidupan dari Cerita Pendek). Jika ada kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika ada pertanyaan dan ada saran untuk kelebihan dan kekurangan selain ini bisa komen di kolom komentar.

Kata Kunci:

  • https://laguasyik com/buatlah-sebuah-cerita-pendek-berdasarkan-pengalaman-hidup-yang-kamu-alami-sendiri-ataupun-pengalaman-orang-lain/

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Perhatikan tabel hasil percobaan tentang pemuaian zat cair berikut ini a. Rumuskan masalah yang sesuai dengan tabel di atas! b. Berdasarkan masalah dan data tabel tersebut, apa kesimpulannya?

[Kunci Jawaban] Perhatikan tabel hasil percobaan tentang pemuaian zat cair berikut ini a. Rumuskan masalah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!