Breaking News

Buatlah Kliping yang Menunjukkan Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial yang Terjadi di Indonesia

Questions and Answer Key Grade 8 Social Sciences Curriculum 2013 Revised 2017 Individual Activities Shows Make Clipping the Conflict and Integration in Social Life Happens in Indonesia Page 126 Chapter 2 (Social Interaction Effect Against Social Life and Nationality) ~ Assalamualikum Semuanya, Kembali lagi Bersama laguasyik.com. Pada Kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Aktivitas Individu Buatlah Kliping yang Menunjukkan Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial yang Terjadi di Indonesia Halaman 126 Bab 2 (Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Kehidupan Sosial dan Kebangsaan) Kepada Para Siswa/Siswi Yang melihat Artikel Ini. Yuk, Kita Langsung saja ke Soal dan Jawabannya. ~

Aktivitas Individu

Kegiatan :

1. Buatlah kliping yang menunjukkan konflik dan integrasi dalam kehidupan sosial yang terjadi di Indonesia.

2. Tuliskan pemecahan masalah dari setiap konflik yang terjadi.

3. Berikan kesimpulan dan alasan, mengapa kita tidak boleh melanggar pranata yang ada.

Konflik dalam Masyarakat

Awalnya konflik memang terjadi karena adanya perbedaan antara masyarakat lainnya.Kemudian berbuah masalah dan belum ditemukan kesepakatan dalam menyelesaikan masalah tersebut.Konflik terjadi pada setiap lapisan masyarakat, baik itu dalam sekala kecil maupun besar.

Contoh sederhananya dari konflik kecil adanya pertengkaran antara saudara I sebuah keluarga.

Upaya Penyelesaian Konflik dalam Masyarakat

Upaya penyelesaian konflik yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, dilakukan dengan cara menggunakan metode penyelesaian konflik disesuaikan dengan tipe konflik, besarnya konflik, serta dampak yang ditimbulkan di dalam kehidupan bermasyarakat.

Metode Upaya Penyelesaian Konflik

Adapun beberapa metode yang dapat dipergunakan dalam penyelesaian konflik , antara lain adalah sebagai berikut :

  • Koersi (coercion), yaitu salah satu bentuk akomodasi yang dilakukan melalui paksaan fisik atau psikologis kepada pihak-pihak yang terkait. Contoh koersi dalam upaya penyelesaian konflik adalah peperangan yang terjadi antara ISIS dengan Amerika Serikat, Rusia, Irak, Suriah, dan lain sebagainya. Penyelesaiakan masalah konflik ini berakhir dengan adanya kesepatakan untuk menghabiskan ISIS dari akar-akarnya yang dilakukan dengan memberikan BOM Nuklir.
  • Kompromi (compromise), adalah salah satu bentuk peyelesaian konflik yang dilakukan dengan melakukan keterlibat dangan cara mengurangi segala bentuk tuntutan untuk mencapai suatu penyelesaian yang diangap pantas.
  • Arbitrase (arbitration), yaitu cara penyelesaian konflik sosial yang dilaukan untuk mencapai sebuah kompromi dengan melalui jembatan pada pihak ketiga yang tentusaja pihak keiga ini bersifat formal karena pihak-pihak yang bertikai tidak mampu menyelesaikan masalah sendiri. Pihak ketiga dalam arbitrase berupa majelis arbitrase.
  • Mediasi (mediation) yaitu akomodasi yang membutuhkan pihak ketiga. Pihak ketiga mi bersifat netral dan tidak berwenang mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah.
  • Konsiliasi (conciliation) yaitu usaha memperbaiki phak yang bertikai untuk mencapai suatu kesepakatan. Konsiliasi merupakan mediasi yang bersifat lebih formal. Keputusan pihak ketiga dalam konsiliasi bersifat tidak mengikat.
  • Rekonsiliasi (reconciliation) yaitu usaha menyelesajkan konflik pada masa lalu sekaligus memperbarui hubungan ke arah perdamaian yang lebih harmonis.
  • Stalemate yaitu proses akomodasj yang terjadi karena kedua belah pihak memiliki kekuatan seimbang sehingga pertikaian berhenti dengan sendirinya.
  • Transformasi konflik (conflict transformation) yaitu upaya penyelesajan konflik dengan mengatasnamakan akar penyebab konflik sehingga dapat mengubah konflik yang bersifat destruktif menjadi konflik konstruktif.
  • Ajudikasi (ajudication) yaitu penyelesaian konflik di pengadilan.
  • Segregasi (segregation) yaitu tiap-tiap pihak memisahkan diri dan saling menghindar untuk mengurangi ketegangan.
  • Eliminasi (elimination) yaitu salah satu pihak yang berkonflik memutuskan mengalah atau mengundurkan diri dari konflik.
  • Subjugation atau domination yaitu pihak yang mempunyai kekuatan lebih kuat dan dominan meminta pihak yang lebih lemah untuk memenuhi keinginanannya.
  • Keputusan mayonitas (majority rule) yaitu keputusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak atau melakukan voting.
  • Konversi yaitu penyelesaian konflik dengan cara salah satu pihak bersedia mengalah dan menerima pendirian pihak lain.

Contoh Upaya Penyelesaian Konflik

Contoh upaya dalam penyelesaian konflik yang terjadi dalam masyrakat, secara garis besarnya bisa dilihat dari berbagai daerah. Misalnya saja dari Daerah yang sering mengalami konflik sosial di Indonesia, antara lain di Kalbar (Kalimantan Barat) yang terjadi antara Suku Madura dan Dayak, penyelesaian konflik lainnya di Lampung, yang terjadi antara Suku Lampung dan Bali, serta daerah lainnya.

Proses penyelesaian konflik di wilayah-wilayah tersebut bisa dijadikan sebagai salah satu contoh nyata kehidupan sehari-hari, yang diselesaikan umumnya dengan rekonsiliasi, stalemate, atau dilakukan dengan model penyelesaikan mediasi.

Berikan kesimpulan dan alasan, mengapa kita tidak boleh melanggar pranata yang ada.

  • Jika kita melanggar pranata sosial, maka secara langsung kita menjadi bagian yang menghambat upaya manusia dalam memenuhi kebutuhannya secara memadai, juga sebagai penghambat terciptanya suatu ketertiban di masyarakat
  • Jika melanggar pranata sosial, maka akan terjadi disintegrasi antar masyarakat yang kemudian memecah belah sistem kemasyarakatan yang telah disepakati, kita menjadi bagian dari pemecah belah dan melanggar ketertiban di masyarakat

Kesimpulan dari kita tidak boleh melanggar pranata yang ada adalah pranata sosial wajib kita lakukan agar terjadi ketertiban dan integrasi antar masyarakat. Dari sikap yang menjaga ketertiban dan integrasi yang ada di masyarakat, akan menyebabkan terjadinya kerukunan, terciptanya kondisi tertib sosial atau yang kita sebut dengan Keteraturan sosial. Keteraturan sosial adalah suatu kondisi yang sendi sendi kehidupan bermasyarakat berjalan tertib dan teratur sehingga tujuan kehidupan bermasyarakat dapat tercapai.

Konflik Suku di Sampit

Konflik yang paling feomenal dalam masyarakat Indonesia salah satunya dilakukan di Provinsi Kalimantan Barat, dengan Ibu Kota Pontianak. Kalbar menjadi salah satu wilayah yang pernah mengelami konflik, konflik ini sendiri dilakukan oleh Suku Madura (Pendatang) dan Suku Dayak (Suku Asli Kalimantan).

Perang Sampit pada dasarnya merupakan perang etnis murni. Artinya, perang Sampit ini memang terjadi dikarenakan oleh tradisi yang dipegang teguh oleh dua suku besar yang saling berbenturan. Masyarakat suku Dayak yang berada di Pulau Kalimantan merasa terdesak oleh kehadiran suku-suku lain, termasuk suku Madura.

Namun, suku Madura yang dikenal sebagai etnis pulau garam itu seringkali melanggar dan melakukan beberapa hal yang dianggap oleh suku Dayak tidak memberikan sikap toleransi terhadap kebudayaan dan tradisi yang ada di Kalimantan, termasuk tradisi suku Dayak. Sehingga, akhirnya pecahlah perang Sampit ini.

Penyelesaian dari konflik Sampit ini dilakukan oleh pemerintah dengan meningkatkan keamanan, mengevakuasi warga, menangkap provokator dan mengadakan rehabilitasi mental. Rehabilitasi mental ini dianggap perlu sebab konflik ini memunculnya trauma mendalam khususnya bagi Suku Madura yang banyak menjadi korban pemenggalan Suku Dayak.

Berikan kesimpulan dan alasan, mengapa kita tidak boleh melanggar pranata yang ada.

  • Jika kita melanggar pranata sosial, maka secara langsung kita menjadi bagian yang menghambat upaya manusia dalam memenuhi kebutuhannya secara memadai, juga sebagai penghambat terciptanya suatu ketertiban di masyarakat
  • Jika melanggar pranata sosial, maka akan terjadi disintegrasi antar masyarakat yang kemudian memecah belah sistem kemasyarakatan yang telah disepakati, kita menjadi bagian dari pemecah belah dan melanggar ketertiban di masyarakat

Kesimpulan dari kita tidak boleh melanggar pranata yang ada adalah pranata sosial wajib kita lakukan agar terjadi ketertiban dan integrasi antar masyarakat,. Dari sikap yang menjaga ketertiban dan integrasi yang ada di masyarakat, akan menyebabkan terjadinya kerukunan, terciptanya kondisi tertib sosial atau yang kita sebut dengan Keteraturan sosial. Keteraturan sosial adalah suatu kondisi yang sendi sendi kehidupan bermasyarakat berjalan tertib dan teratur sehingga tujuan kehidupan bermasyarakat dapat tercapai.

Konflik di Aceh

Aceh adalah salah satu Provinsi di Indonesia, provinsi ini dikenal banyak memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA), salah satu minyak bumi. Konon minyak bumi di Aceh lebih besar cadangannya di bandingkan dengan Minya Bumi di Arab Sauda. Oleh karena itulah Aceh ingin membuat keputusan dengan merdeka dari Indonesia, atas landasan ini akhirnya dilakukan kejasama atas perundingan yang terjadi, hal ini unsuk menekan adanya konflik sosial yang pernah terjadi aceh.

Proses perdamaian konflik di Aceh adalah melalui diplomasi dan kekuatan militer. Kekuatan militer telah menjadi ujung tombak perjuangan negara untuk menyelesaikan konflik Aceh, namun penggunaannya diikuti dengan meningkatnya isu pelanggaran hak asasi manusia. Untuk mencegah intervensi internasional terhadap konflik tersebut melalui isu yang pelanggaran HAM, sebuah strategi diplomatik yang lebih luas kemudian digunakan Pemerintah untuk dapat tetap mengerahkan kekuatan militer. Hal ini juga dikarenakan Pemerintah menyadari pentingnya kekuatan militer di Aceh. Penggunaan isu 9/11 dalam berdiplomasi keluar menghasilkan dukungan dari masyarakat internasional untuk Pemerintah agar menggunakan apa pun yang diperlukan supaya dapat menjaga kedaulatan negara. Dukungan ini juga memberikan dampak lebih lanjut, terutama terhadap berkurangnya dukungan internasional terhadap perjuangan GAM. Konflik ini kemudian memasuki fase baru karena pihak Pemerintah memperoleh keunggulan atas GAM dari pengerahan kekuatan militer (yang berjalan bersamaan dengan diplomasi) dalam sebuah operasi militer besar. Meskipun demikian, dorongan untuk mempertahankan kredibilitas negara membuat Pemerintah Indonesia melakukan pendekatan baru melalui negosiasi, namun tetap mempertahankan kekuatan militer yang koersif sebagai tekanan ke pihak GAM. Terpojoknya posisi GAM membuat mereka tidak mempunyai lagi strategi keluar yang menguntungkan selain menyetujui usulan negosiasi yang diberikan oleh pihak Pemerintah. Strategi lebih lanjut dilakukan oleh Pemerintah dengan mempersiapkan jalan menuju negosiasi yang dapat menguntungkan pihak mereka. Hal ini dimulai dengan mempertahankan kekuatan militer untuk terus mendorong pihak GAM dan menghalangi mereka dari bantuan pasca tsunami yang melanda pantai Aceh. Pemerintah juga mengatur sebuah pertemuan rahasia untuk menawarkan kompensasi ekonomi dan politik bagi para pemimpin GAM. Ini juga diikuti oleh penyusunan prosedur negosiasi serta menunjuk Marthi Ahtisaari dan CMI sebagai mediator untuk negosiasi yang kesemuanya memberi keuntungan lain bagi pihak Pemerintah. Hasilnya bisa ditebak. Konflik tiga dekade ini berakhir saat GAM menyerahkan tuntutan kemerdekaan mereka menjadi penerimaan atas otonomi khusus dalam bentuk selfgovernment dan menandatangani sebuah Memorandum of Understanding.

Berikan kesimpulan dan alasan, mengapa kita tidak boleh melanggar pranata yang ada.

  • Jika kita melanggar pranata sosial, maka secara langsung kita menjadi bagian yang menghambat upaya manusia dalam memenuhi kebutuhannya secara memadai, juga sebagai penghambat terciptanya suatu ketertiban di masyarakat
  • Jika melanggar pranata sosial, maka akan terjadi disintegrasi antar masyarakat yang kemudian memecah belah sistem kemasyarakatan yang telah disepakati, kita menjadi bagian dari pemecah belah dan melanggar ketertiban di masyarakat

Kesimpulan dari kita tidak boleh melanggar pranata yang ada adalah pranata sosial wajib kita lakukan agar terjadi ketertiban dan integrasi antar masyarakat. Dari sikap yang menjaga ketertiban dan integrasi yang ada di masyarakat, akan menyebabkan terjadinya kerukunan, terciptanya kondisi tertib sosial atau yang kita sebut dengan Keteraturan sosial. Keteraturan sosial adalah suatu kondisi yang sendi-sendi kehidupan bermasyarakat berjalan tertib dan teratur sehingga tujuan kehidupan bermasyarakat dapat tercapai.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Aktivitas Individu Buatlah Kliping yang Menunjukkan Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial yang Terjadi di Indonesia Halaman 126 Bab 2 (Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Kehidupan Sosial dan Kebangsaan)”, Dan Terima Kasih Sudah Berkunjung Blog Yang Sederhana. Semoga Kunci Jawaban Ini Bisa Membantu Kalian Yang Belum Menjawab Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Aktivitas Individu Buatlah Kliping yang Menunjukkan Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial yang Terjadi di Indonesia Halaman 126 Bab 2 (Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Kehidupan Sosial dan Kebangsaan). Jika ada Kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun Salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika Ada Pertanyaan Dan Ada Saran Untuk kelebihan dan kekurangan Selain Ini Bisa Komen Di Kolom Komentar.

Kata Kunci:

  • https://laguasyik com/buatlah-kliping-yang-menunjukkan-konflik-dan-integrasi-dalam-kehidupan-sosial-yang-terjadi-di-indonesia/

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Perhatikan tabel hasil percobaan tentang pemuaian zat cair berikut ini a. Rumuskan masalah yang sesuai dengan tabel di atas! b. Berdasarkan masalah dan data tabel tersebut, apa kesimpulannya?

[Kunci Jawaban] Perhatikan tabel hasil percobaan tentang pemuaian zat cair berikut ini a. Rumuskan masalah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!