Breaking News

Buatlah karya tulis tentang kisah sejarah dengan Tema : Jepang Saudara Tua

Questions and Answer Keys for Indonesian History Class 11 Curriculum 2013 Revised 2017 Assignment Write an essay on historical stories with the theme: Japan, Old Brother Page 40 Chapter 5 (Tyrani of the Rising Sun) ~ Assalamualikum semuanya, kembali lagi bersama laguasyik.com. Pada kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Sejarah Indonesia Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Tugas Buatlah karya tulis tentang kisah sejarah dengan Tema : Jepang Saudara Tua Halaman 40 Bab 5 (Tirani Matahari Terbit) kepada para siswa/siswi yang melihat artikel ini. Yuk, kita langsung saja ke soal dan jawabannya. ~

Tugas

Buatlah karya tulis tentang kisah sejarah dengan Tema : Jepang “Saudara Tua”.

1. Kamu dapat mencari koran, majalah, atau buku-buku yang mendukung untuk membuat karya tulis tersebut.

2. Dapat juga kamu mencari seorang narasumber, yang mengalami hidup pada masa pendudukan Jepang di daerah sekitar tempat tinggalmu untuk diwawancarai.

3. Sebelum melakukan wawancara:

  1. Buatlah daftar pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan!
  2. Bawalah buku catatan atau alat perekam untuk merekam informasi saat berlangsungnya wawancara!
  3. Jangan lupa membawa kamera untuk melakukan pendokumentasian yang sekiranya kamu anggap penting!
  4. Setelah wawancara, buatlah transkrip hasil wawancaramu!
  5. Kemudian, buatlah laporan dalam bentuk esai sekitar 10 halaman!

A. Latar Belakang

Sejarah adalah kejadian di masa lampau. Dengan mempelajari sejarah kita dapat mengetahui suatu kejadian atau peristiwa yang telah terjadi di masa lampau.Termasuk kerya tulis saya yg berjudul “Jepang Saudara Tua” ini juga termasuk sejarah yang harus kita ketahui.

Saya membuat karya tulis ini agar pembaca dapat tau tentang sejarah Jepang di Indonesia.

Zaman sekarang ini banyak orang yang tidak perduli dengan sejarah bangsa nya.padahal sangat penting mempelajari sejarah agar tidak lupa atau paling tidak mengenang jasa para pahlawan bangsa. Dan semoga karya tulis saya ini dapat bermanfaat untuk membantu mengenang sejarah bangsa kita.

B. Rumusan Masalah

  • Bagaimana kronologi masuknya Jepang ke Indonesia
  • Kenapa Jepang di sebut saudara tua Indonesia
  • Bagaimana pengaruh kebijakan pemarintah Jepang di Indonesia
  • Apa dampak positif kedatangn Jepang di Indonesia

C. Pemecahan Masalah

  • Kronoligi masuknya Jepang ke Indonesia
  • Jepang di sebut saudara tua Indonesia
  • Pengaruh kebijakan pemerintah Jepang di Indonesia
  • Dampak positif Jepang di Idonesia

D. Maksud dan Tujuan

  • Agar pembaca tau tentang sejarah masuknya Jepang ke Indonesia
  • Melatih minat pembaca agar lebih tertarik untuk mempelajari sejarah Idonesia
  • Menambah wawasan pembaca

A. Kronologi masuknya Jepang ke Indonesia

Tanggal 8 Desember 1941 : secara tiba-tiba Jepang menyerbu ke Asia Tenggara dan membom Pearl Harbor, yaitu pangkalan terbesar Angkatan Laut Amerika di Pasifik. Lima jam setelah penyerangan atas Pearl Harbor itu, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Tjarda van Starkenborgh Stachhouwer menyatakan perang terhadap Jepang.

Tanggal 11 Januari 1942 : tentara Jepang mendarat di Tarakan, Kalimantan Timur, dan esok harinya (12 Januari 1942) Komandan Belanda di pulau itu menyerah.

Tanggal 24 Januari 1942 : Balikpapan yang merupakan sumber minyak ke-2 jatuh ke tangan tentara Jepang

Tanggal 29 Januari 1942 : Pontianak berhasil diduduki oleh Jepang

Tanggal 3 Februari 1942 : Samarinda diduduki Jepang

Tanggal 5 Februari 1942 : sesampainya di Kotabangun, tentara Jepang melanjutkan penyerbuannya ke lapangan terbang Samarinda II yang waktu itu masih dikuasai oleh tentara Hindia Belanda (KNIL).

Tanggal 10 Februari 1942 : dengan berhasil direbutnya lapangan terbang itu, maka dengan mudah pula Banjarmasin diduduki oleh tentara Jepang

Tanggal 14 Februari 1942 : diturunkan pasukan paying di Palembang. Dua hari kemudian (16 Februari 1942) Palembang dan sekitarnya berhasil diduduki.

Dengan jatuhnya Palembang itu sebagai sumber minyak, maka terbukalah Pulau Jawa bagi tentara Jepang. Di dalam menghadapi ofensif Jepang, pernah dibentuk suatu komando gabungan oleh pihak Serikat, yakni yang disebut ABDACOM (American British Dutch Australian Command) yang markas besarnya ada di Lembang, dekat Bandung dengan panglimanya Jenderal  H. Ter Poorten diangkat sebagai panglima tentara Hindia Belanda (KNIL). Pada akhir Februari 1942 Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Tjarda van Starkenborgh telah mengungsi ke Bandung disertai oleh pejabat-pejabat tinggi pemerintah. Pada masa itu Hotel Homman dan Preanger penuh dengan pejabat-pejabat tinggi Hindia Belanda.

Tanggal 1 Maret 1942 : tentara ke-16 Jepang berhasil mendarat di 3 tempat sekaligus yaitu di Teluk Banten, di Eretan Wetan (Jawa Barat), dan di Kragan (Jawa Tengah).

Tanggal 1 Maret 1942 : Jepang telah mendaratkan satu detasemen yang dipimpin oleh Kolonel Toshinori Shoji dengan kekuatan 5000 orang di Eretan, sebelah Barat Cirebon. Pada hari yang sama, Kolonel Shoji telah berhasil menduduki Subang. Momentum itu mereka manfaatkan dengan terus menerobos ke lapangan terbang Kalijati, 40 Km dari Bandung. Setelah pertempuran singkat, pasukan-pasukan Jepang merebut lapangan terbang tersebut.

Tanggal 2 Maret 1942 : tentara Hindia Belanda berusaha merebut Subang kembali, tetapi ternyata mereka tidak berhasil. Serangan balasan kedua atas Subang dicoba pada tanggal 3 Maret 1942 dan sekali lagi, tentara Hindia Belanda berhasil dipukul mundur.

Tanggal 4 Maret 1942 : untuk terakhir kalinya tentara Hindia Belanda mengadakan serangan dalam usaha merebut Kalijati dan mengalami kegagalan.

Tanggal 5 Maret 1942 : ibu kota Batavia (Jakarta) diumumkan sebagai ‘Kota Terbuka’ yang berarti bahwa kota itu tidak akan dipertahankan oleh pihak Belanda. Segera setelah jatuhnya kota Batavia ke tangan mereka, tentara ekspedisi Jepang langsung bergerak ke selatan dan berhasil menduduki Buitenzorg (Bogor).  Pada tanggal yang sama, tentara Jepang bergerak dari Kalijati untuk menyerbu Bandung dari arah utara. Mula-mula digempurnya pertahanan di Ciater, sehingga tentara Hindia Belanda mundur ke Lembang dan menjadikan kota tersebut sebagai pertahanan terakhir. Tetapi tempat ini pun tidak berhasil dipertahankan sehingga pada tanggal 7 Maret 1942 dikuasai oleh tentara Jepang.

Tak lama sesudah berhasil didudukinya posisi tentara KNIL di Lembang, maka pada tanggal 7 Maret 1942, psukan-pasukan Belanda di sekitar Bandung meminta penyerahan lokal dari pihak Belanda ini kepada Jenderal Imamura tetapi tuntutannya adalah penyerahan total daripada semua pasukan Serikat di Jawa (dan bagian Indonesia lainnya). Jika pihak Belanda tidak mengindahkan ultimatum Jepang, maka Kota Bandung akan di bom dari udara Jenderal Imamura pun mengajukan tuntutan lainnya agar Gubernur Jenderal Belanda turut dalam perundingan di Kalijati yang diadakan selambat-lambatnya pada hari berikutnya. Jika tuntutan ini dilanggar, pemboman atas Kota Bandung dari udara akan segera dilaksanakan. Akhirnya pihak Belanda memenuhi tuntutan Jepang dan keesokan harinya, baik Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer maupun Panglima Tentara Hindia Belanda serta beebrapa pejabat tinggi militer dan seorang penerjemah pergi ke Kalijati. Di sana mereka kemudian berhadapan dengan Letnan Jenderal Imamura yang dating dari Batavia (Jakarta). Hasil pertemuan antara kedua belah pihak adalah kapitulasi tanpa syarat Angkatan Perang Hindia Belanda kepada Jepang.

Dengan penyerahan tanpa syarat oleh Letnan Jenderal H. Terpoorten, Panglima Angkatan Perang Hindia Belanda atas nama Angkutan Perang Serikat di Indonesia kepada tentara ekspedisi Jepang di bawah Pimpinan Letnan Jenderal Hitoshi Imamura pada tanggal 8 Maret 1942, berakhirlah peemrintahan Hindia Belanda di Indonesia dan dengan resmi mulailah kekuatan pendudukan Jepang di Indonesia.

B. Jepang di sebut Saudara Tua Indonesia

Pada permulaan tentara jepang menginjakan kaki nya di Indonesia, mereka berbuat baik terhadap bangsa jepang. Jepang melancarkan propaganda, bahwa jepang akan mendukung kemerdekaan indonesia. Propaganda itu disiarkan oleh radio jepang, yang disebut Nippon Hoso Kyoku. Pada stasiun itu dibentuk seksi indonesia, yang khusus mengadakan penyiaran bagi bangsa indonesia. Siaran-siaran itu didahului oleh lagu Indonesia Raya.

Jepang mengaku sebagai Saudara Tua, yang hendak memperbaiki nasib bangsa indonesia dan membebaskannya dari penjajahan belanda. Pada mulanya, penduduk dibiarkan mengibarkan bendera merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Dinas propaganda jepang, yang disebut sendenbu menganjurkan agar rakyat indonesia memberi dukungan sepenuhnya kepada “saudara tua” untuk memenangkan “perang suci” dan membangun kemakmuran bersama di Asia Timur Raya, yang disebut Dai Toa. Jepang menjadi pemimpin bangsa Asia dengan semboyan: NIPPON CAHAYA ASIA – NIPPON PEMIMPIN ASIA – NIPPON PELINDUNG ASIA. Semboyan itu digambarkan dengan lambang “Tiga A”.

Akan tetapi, janji-janji manis selangkah demi selangkah diingkari oleh jepang. Pada tanggal 20 maret 1942, baru sebelas hari setelah belanda menyerah, penguasa jepang sudah melarang dikibarkan bendera merah putih dan dilarang menyanyikan lagu indonesia raya. Dinas propaganda jepang makin giat mengajak rakyat agar membaktikan tenaga dan hartanya untuk perbekalan perang. Beribu-ribu rakyat terkena wajib kerja paksa ditempat-tempat yang jauh dari kampung halamannya. Mereka mengerjakan pembangunan-pembangunan militer, seperti pembangunan landasan terbang, jembatan-jembatan, gua-gua penyimpanan perbekalan, benteng-benteng pertahanan, dan sebagainya. Mereka itu disebut romusha. Romusha Indonesia dikirimkan juga ke daerah-daerah medan perang dimalaya dan birma. Selain itu juga rakyat indonesia diperas tenaga dan hartanya. Padi, jagung, ternak dan hasil-hasil usaha pertanian rakyat harus diserahkan sebagian kepada jepang. Para petani diwajibkan pula menanam pohon jarak, yang buahnya diolah untuk minyak pelumasan kendaraan-kendaraan. Bahkan barang-barang perhiasan yang berharga dimintanya dari indonesia. Selain itu masih banyak lagi kekejaman jepang terhadap rakyat indonesia. Menghadapi penderitaan itu, rakyat tidak berani mengeluarkan keluhannya, karena takut diketahui oleh polisi rahasia jepang yang disebut kompeitai yang terkenal kejam.

C. Pengaruh kebijakan pemerintah Jepang di Indonesia

Bidang Politik

Pada masa pendudukan Jepang kegiatan politik dilarang keras dengan adanya larangan berkumpul dan berserikat. Semua oraganisasi Pergerakan Nasional yang didirikan rakyat dibubarkan kecuali terhadap golongan Islam Nasionalis masih diberikan kelonggaran. Upaya Jepang dalam memperkuat kedudukannya di Indonesia selain merubah sistem pemerintahannya, yakni dengan sistem pemerintahan militer juga dengan mendekati kaum nasionalis Islam, kaum nasionalis sekuler maupun golongan pemuda.

Bidang Ekonomi

Pada masa kendudukan jepang, perekonomian Indonesia sangat terpuruk, hal ini di karenakan penyerangan Jepang terhadap Hindia Belanda pada bulan maret 1942 dengan menggunakan sistem bumi hangus. Sehingga perekonomian Indonesia bisa di katakan lumpuh. Untuk memperbaiki keadaan ini, Jepang mulai melakukan rehabillitasi sarana dan prasarana yang menyangkut kegiatan perekonomian.

Selanjutnya Jepang melakukan tindakan penyitaan terhadap seluruh kekeyaan musuh meliputi perusahaan-perusahaan,bank-bank,sarana dan perasarana telekomunikasi dan lain sebagainya. Seluruh kebijakan ekonimi yang di lakukan pemerintah Jepang di utamakan untuk kepentingan perang. Bahkan tanaman-tanaman perkebunan yang di rasa tidak bermanfaat bagi kepentingan perang langsung di ganti dengan tanaman lain yang bermanfaat bagi kepntingan perang, seperti tanaman jarak yang berguna sebagi pelumas.

Bidang Militer

Meluasnya perang Asia Pasifik ke Asia Tenggara, Asia Timur dan Pasifik membuat Jepang kekurangan tanaga militer. Oleh karenanya di bentuklah organisasi-organisasi yang bersifat militer maupun semi militer. Organisasi-organisasi itu antara lain :

a. Seinendan (Barisan Pemuda )

Seinendan merupakan organisasi semi mililter yang didirikan 29 April 1943 dengan anggota yang berada dalam rentang usia 14-22 tahun. Dalam organisasi ini para pemuda di latih untuk melakukan penyerangan dan pertahanan diri. Maksud terselubung dari pendirian organisasi ini tidak lain adalah untuk mempersiapkan pasukan cadangan dalam perang Asia Pasifik.

b. Keibondan (barisan pembantu polisi)

Keibondan merupakan organisasi semi militer yang didirikan bersamaan dengan didirikannya seinendan, anggotanya berusia 23-25 tahun.Keibondan di bentuk dengan tujuan untuk membantu tugas polisi seperti menjaga lalu-lintas,sebagai mata-mata desa dan lain sebagainya.Hampir di seluruh pelosok tanah air Keibondan di bentuk meskipun dalam nama yang berbeda,seperti bogondan di Sumatra dan Borneo Konen Hokukudan di Kalimantan.

c. Fujinkai (barisan wanita )

Masih dalam organisasi yang sama dengan dua organisasi sebelumnya,Fujinkai di bentuk Agustuas 1943.Para anggotanya adalah wanita umur 15 tahun ke atas.Tugas Fujinkai adalh mengumpulkan dana yang bersifat wajib baik dalam bentuk perhiasan,hewan ternak dan makanan untuk keperluan perang.

d. Heiho(pembantu prajurit Jepang )

Heihi merupakn organisasi militer resmi yang didirikan April 1945 dengana anggota berusia15-25 tahun.Heiho merupakan bagian dari tentara Jepang yang menjadi tenaga kasar dengan tugas memelihara senjata,memindahkan senjata dan peluru dari gudang ke truk.Total jumlah Heiho sampai masa berakhirnnya penduduk Jepang adalah sekitar 42.000 orang.

e. Syuisyintai (barisan pelopor)

Syusyintai merupakn organisasi di bawah pimpinan Ir.Soekarno di bantu Oto Iskandardinata,R.P Suroso,dan Dr Buntaran Martoatmojo yang didirikan 25 september 1944. Di sini pemuda di persiapkan untuk gerakan perlawanan rakyat dan latihan-latihan lebih kemiliteran.

f. Jawa Hokokai (Perhimpunan Kebaktian Rakyat jawa)

Jawa hokokai merupakan organisasi pemerintahan yang di awasi langsung oleh pejabat jepang.Organisasi ini didirikan secara resmi pada tanggal 1 Maret 1944, dengan anggotanya adalah para pemuda berusia minimal 14 tahun.Tujuan dari organisasi ini adalah untuk menggerakkan rakyat dalam rangka pengumpulan pajak,upeti dan hasil tani.

g. Peta (Pembelaan Tanah Air)

Pendirian Peta merupakan asal usul dari Letnan Jendral Gatot Mangkupraja kepada Letnan Jendral Kumakici Harada pada 3 Oktober 1944. Berbeda dengan organisasi lain. Peta didirikan untuk orang Indonesia agar mendapat pendidikan militer Jepang. Peta ini nantinya bertugas untuk membela dan mempertahakan tanah air.

Dalam Sosial Budaya

Pada masa kependudukan Jepang seluruh media masa baik radio,majalah maupun surat kabar mendapat pengawasan ketan oleh bidang sensor .

 Meskipun demikian, media masa memberi sumbangsih yang besar terhadap perkembangan dan penyebaran bahasa Indonesia sejak di larangnya bahasa Belanda di seluruh media masa.Perkembangan pesat terjadi dalam penggunaan bahasa Indonesia bahkan pada akhirnya 1928, Jepang tidak mau mangijinkan pengangkatan bahasa Indonesia kedalam isi teks sumpah pemuda.

D. Dampak Positf Jepang di Indonesia

Tidak banyak yang mengetahui tentang dampak positifnya Jepang menduduki Indonesia. Ada pun dampak positif yang dapat dihadirkan antara lain :

  • Di perbolehkannya bahasa Indonesia untuk menjadi bahasa komunikasi nasional dan menyebabkan bahasa Indonesia mengukuhkan diri sebagai bahasa nasional.
  • Dalam bidang ekonomi didirikannya kumyai yaitu koperasi yang bertujuan untuk kepentingan bersama.
  • Pembentukan strata masyarakat hingga tingkat paling bawah yaitu rukun tetangga (RT)
  • Diperkenalkan suatu sistem baru bagi pertanian yaitu line system (sistem pengaturan bercocok tanam secara efisien) yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan.
  • Dibentuknya BPUPKI dan PPKI untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Dari sini muncullah ide Pancasila.
  • Jepang dengan terprogram melatih dan mempersenjatai pemuda-pemuda Indonesia demi kepentingan Jepang pada awalnya, namun oleh pemuda hal ini dijadikan modal untuk berperang.
  • Dalam pendidikan dikenalkannya sistem Nipon sentris dan diperkenalkannya kegiatan upacara dalam sekolah.

A. Kesimpulan

Jepang menduduki Indonesia selama 3 tahun.walupun awalnya manis akhirnya pahit.Namun tidak semua nya pahit ada juga ke untungan dengan kedatangan Jepang.Seperti berakhirnya masa penjajahan Belanda, di perbolehkannya bahasa Indonesia dan lain sebagainya.

B. Saran

Berdasarkan pembahasan di atas di sarankan bagi pembaca agar :

  • Lebih sering belajar sejarah Indonesia agar tidak hilang di telan waktu
  • Menjaga budaya bangsa
  • Lebih giat belajar untuk membangun Indonesia yang jauh lebih baik kedepannya

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Sejarah Indonesia Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Tugas Buatlah karya tulis tentang kisah sejarah dengan Tema : Jepang Saudara Tua Halaman 40 Bab 5 (Tirani Matahari Terbit)”, Dan terima kasih sudah berkunjung blog yang sederhana. Semoga kunci jawaban ini bisa membantu kalian yang belum menjawab Soal dan Kunci Jawaban Sejarah Indonesia Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Tugas Buatlah karya tulis tentang kisah sejarah dengan Tema : Jepang Saudara Tua Halaman 40 Bab 5 (Tirani Matahari Terbit). Jika ada kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika ada pertanyaan dan ada saran untuk kelebihan dan kekurangan selain ini bisa komen di kolom komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Apakah yang dimaksud energi fosil? Mengapa kita tidak boleh menggunakan energi yang berasal dari fosil secara berlebihan? Coba jelaskan!

[Kunci Jawaban] Apakah yang dimaksud energi fosil? Mengapa kita tidak boleh menggunakan energi yang berasal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!