Bentuklah kelompok. Bacalah sekurang-kurangnya sebuah buku fiksi dan nonfiksi

Questions and Answer Key Indonesian Class 8 Curriculum 2013 9.4 Revision 2017 Activity Form groups. Read at least one book of fiction and nonfiction Pages 242-243 Chapter 9 (Develop a Love of Reading) ~ Assalamualikum semuanya, kembali lagi bersama laguasyik.com. Pada kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kegiatan 9.4 Bentuklah kelompok. Bacalah sekurang-kurangnya sebuah buku fiksi dan nonfiksi Halaman 242-243 Bab 9 (Kembangkan Kegemaran Membaca) kepada para siswa/siswi yang melihat artikel ini. Yuk, kita langsung saja ke soal dan jawabannya. ~

Kegiatan 9.4

A. 1. Bentuklah kelompok. Bacalah sekurang-kurangnya sebuah buku fiksi dan nonfiksi!

2. Catatlah setiap bagian penting dari setiap buku tersebut dengan dalam bentuk peta konsep.

3. Catat pula identitas buku itu secara jelas, seperti judul, penulis/ pengarang, penerbit, dan ketebalannya.

Buku Fiksi : Novel Laskar Pelangi

Judul : Laskar Pelangi

Penulis : Andrea Hirata

Penerbit : Bentang

Tahun Terbit : 2005

ISBN : 979-3062-79-7

Jumlah Halaman : 529 Halaman

Berat Buku : 500 gr

Jenis Sampul : Soft Cover

Genre/Kategori : Roman

Kisah apik Laskar Pelangi dimulai di desa Gantung di Belitong. Sekolah Muhammadiyah, sebuah sekolah miris, sedang memulai tahun ajaran baru. Miris karena gedungnya sudah sangat tua dan bisa rubuh kapan saja. Miris karena di malam hari gedungnya dipakai jadi kandang ternak. Miris karena atapnya yang bocor dan lebih miris lagi kapur basah saja harus dijemur lagi karena tak ada dana untuk membeli kapur, padahal kapurnya basah karena atapnya bocor!

Singkat cerita, 10 anak diterima jadi siswa baru mereka, sepuluh laskar pelangi yang warna dan kisahnya akan jadi cerita di novel ini. Mereka ialah Ikal (sang penulis sendiri), Lintang, Sahara, Mahar, A Kiong, Trapani, Borek, Syahdan, Kucai dan Harun. Mereka semuanya adalah anak melayu pesisir yang habis dilibas kemiskinan. Semuanya serba susah dan serba terbatas.

Ironi kisah ini ditambah lagi dengan kesenjangan sosial yang terjadi di Belitong saat itu. Sesungguhnya bukan miskin pulau Belitong itu! Timah-timah melimpah bersembunyi di dalam tanah. Nikmat sekali orang PN Timah mengeruk harta pulau itu. Mereka yang bekerja untuk PN Timah pun turut hidup bahagia sejahtera di dalam gedong-gedong perumahan.

Tapi kekayaan Belitong tak menjadi nikmat bagi kebannyakan penduduk melayu yang tinggal disana. Mereka tetap hidup miskin dan serba berkekurangan. Bahkan kebanyakan anak disana tidak bisa bersekolah karena harus ikut banting tulang mencari makan.

Salah satu highlight di novel ini adalah Pak Harfan dan Bu Muslimah. Meskipun mereka tak lepas dari kemiskinan, mereka tetap dengan tulus hati mendidik para Laskar Pelangi di sekolah Muhammadiyah itu dengan gaji seadanya. Bahkan karena gajinya tak cukup, mereka terpaksa mencari cara lain untuk menyambung hidup. Bu Mus misalnya, terpaksa part-time menjadi tukang jahit untuk menambah pemasukan. Tapi walau kehidupan mereka begitu berat, Pak Harfan dan Bu Muslimah berhasil menanamkan pentingnya nilai pendidikan bagi siswa mereka. Guru-guru hebat ini berhasil mengajarkan muridnya untuk berani bermimpi.

Novel ini banyak bercerita tentang bagaimana kemiskinan tidak menyurutkan semangat anak-anak melayu kampung di pelosok belitong itu. Lintang misalnya – yang menjadi banyak sorotan – harus menempuh jarak 80 kilometer pulang pergi jika ingin bersekolah. Tidak hanya sampai disitu, dia juga harus bertaruh nyawa karena di tengah jalan dia masih perlu berhadapan dengan buaya!

Berbicara tentang Lintang, jangan sampai salah! Justru Lintang-lah yang kemudian menjadi murid paling cemerlang di sekoalah itu. Bahkan kecerdasanya melampai anak-anak SD PN Timah, sekolah elit dengan fasilitas serba ada. Hal ini terbukti karena Lintang, Ikal, dan Sahara menang beradu cemerlang dengan anak-anak SD PN Timah di lomba cerdas cermat. Apik, bukan?

Namun duka menimpa, meskipun cerdas, keadaan membuat Lintang terpaksa berhenti bersekolah. Ayahnya yang seorang nelayan hilang ketika melaut, tak pernah kembali lagi. Terpaksa Lintang menggatikan ayahnya untuk mencari nafkah dan membesarkan adiknya. Kalau dilihat, tak banyak sesungguhnya yang bisa dicita-citakan anak-anak miskin didikan Bu Mus itu, tapi cita-citanya yang tak seberapa itupun harus ditepis lagi karena nasib memang sedang tak enak badan.

Novel Laskar Pelangi adalah cerita tentang bagiamana kesepuluh anak-anak miskin melayu ini menjalani hidup di tengah segala keterbatasan, namun tetap berani bermimpi. Kisah mereka dipenuhi dengan suka, duka, nestapa, dan tentu saja jenaka. Kisah ini menceritakan bagaimana ketulusan hati dan integritas seorang Pak Harfan dan Bu Mus berbuah manis, hingga anak-anak didik mereka menjadi orang-orang hebat.

Kelebihan Novel Laskar Pelangi

Novel ini disajikan dengan cara jenaka yang penuh dengan canda. Pembaca tak akan bosan membalik halaman demi halaman novel ini. Cara penyajian Andrea Hirata memang bisa dikatakan berbeda dengan penulis-penulis lain. Andrea sendiri mengakui bahwa caranya menulis cerita di novel ini terinspirasi dari bagaimana cara orang-orang melayu bercerita.

Kisah yang diangkat juga sangat menarik. Tentang kemudian bagaimana keterbatasan tak menjadi penghalang untuk mengejar mimpi benar-benar mampu menyihir pembaca dan membuat kita semua takjub. Pembaca pun lantas jadi percaya dan terinspirasi melihat bagaimana anak melayu kampung yang miskin kemudian berhasil menembus sesuatu yang kelihatannya mustahil dan menggulat nasib sehingga keadaan mereka berubah menjadi lebih baik. Ingat! Novel ini diangkat dari kisah nyata, diangkat dari kisah Ikal (Andrea Hirata) dan teman-temannya.

Kelebihan lain novel ini juga mengangkat isu ekonomi dan isu sosial yang sebenarya masih sangat relevan dengan kehidupuan kita saat ini. Tentang kemiskinan, tentang pendidikan, tentang kesenjangan sosial, semuanya masih sangat relevan bahkan hingga beberapa dekade mendatang. Isu ini bahkan relevan tidak hanya di Indonesia, bahkan di banyak negara lainnya. Tidak heran kalau kemudan novel ini menjadi begitu terkenal karena banyak orang yang tergerak untuk memperhatikan pendidikan anak-anak berasal dari keluarga miskin.

Novel ini juga diangkat menjadi film layar lebar dengan judul yang sama – Laskar Pelangi. Film-nya pun bisa dibilang sukses besar dan menambah popularitas novel ini.

Kelemahan/Kekurangan Novel Laskar Pelangi

Tak pantas rasanya menyebutkan kekurangan dari sesuatu yang sudah terbukti sukses besar. Tentu di dunia ini tak ada yang sempurna – termasuk novel Laskar Pelangi ini. Adapun saya sendiri sudah menjadi penggemar berat Andrea Hirata sehingga saya tak mampu menemukan kekurangan novel ini. Jika kamu benar-benar ingin tahu kekurangan novel ini, anda bisa cari di sumber lain.

Buku Nonfiksi : Logika dan Himpunan

Judul Buku : Logika Dan Himpunan

Pengarang Buku : Drs. Sukirman M.Pd

Penerbit buku : Hanggar Kreator

Tahun Terbit : Maret 2006

Jumlah Halaman : 207 Halaman

Logika dan himpunan yang tidak terlalu berbeda dengan materi yang sudah kita dapatkan  di sekolah menengah Atas (SMA), sehingga kita hanya perlu sedikit mengingat kembali materi logika dan himpunan, buku logika dan himpunan ini disusun untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan cermat dalam mengerjakan soal-soal yang akan kita hadapi.

Materi-materi yang akan kita pelajari di dalam buku logika dan himpunan ini antara lain :

  • Bab I : Pernyataan atau Proposisi
  • Bab II : Pernyataan Majemuk dan Tabel Kebenarannya
  • Bab III : Kalkulus Pernyataan
  • Bab IV : Kalkulus Pernyataan, Keabsahan
  • Bab V : Konstan,Perubah, Kalimat terbuka dan Kuantifikasi
  • Bab VI : Kalkulus Predikat
  • Bab VII : Himpunan
  • Bab VIII : Relasi
  • Bab IX : Fungsi (Pemetaan= Mapping)
  • Bab X : Himpunan Lanjut
  • Bab XI : Himpunan TakHingga

Kelebihan Buku

  • Ukuran buku yang tidak terlalu besar sehingga lebih praktis pada saat dibawa kemana saja
  • Soal-soal yang tersedia cukup banyak, sehingga pembaca dapat mengerjakan berbagai variasi soal dan melatih otak untuk berpikir lebih cermat lagi

Kekurangan Buku

  • Sampul buku yang kurang menarik perhatian pembaca
  • Kertas dari buku mudah robek
  • Ada beberapa kata dan simbol dalam istilah matematika yang masih belum dipahami dan diketahui  oleh pembaca, seharusnya  disertai dengan  keterangan dari simbol-simbol tersebut.

B. 1. Secara bergiliran dengan kelompok lain, presentasikan peta konsep yang telah dibuat kelompokmu. Sebaiknya, kamu menggunakan media presentasi, seperti LCD.

2. Mintalah kelompok lain untuk memberikan komentar berdasarkan aspek- aspek seperti : kejelasan, kelengkapan, dan keruntunan sistematikanya.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kegiatan 9.4 Bentuklah kelompok. Bacalah sekurang-kurangnya sebuah buku fiksi dan nonfiksi Halaman 242-243 Bab 9 (Kembangkan Kegemaran Membaca)”, Dan terima kasih sudah berkunjung blog yang sederhana. Semoga kunci jawaban ini bisa membantu kalian yang belum menjawab Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kegiatan 9.4 Bentuklah kelompok. Bacalah sekurang-kurangnya sebuah buku fiksi dan nonfiksi Halaman 242-243 Bab 9 (Kembangkan Kegemaran Membaca). Jika ada kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika ada pertanyaan dan ada saran untuk kelebihan dan kekurangan selain ini bisa komen di kolom komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Bagaimana persamaan kalor untuk menaikkan suhu benda dan kalor untuk mengubah wujud benda? Coba jelaskan!

[Kunci Jawaban] Bagaimana persamaan kalor untuk menaikkan suhu benda dan kalor untuk mengubah wujud benda? …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!