Breaking News

Bagaimana tumbuhan kelapa dan palem dapat memiliki batang yang besar

Questions and Answer Key Natural Sciences Grade 8 curriculum in 2013 Revised 2017 How coconut and palm plants can have a big trunk Page 121 Section 3 (Structure and Function of Plants) ~ Assalamualikum semuanya, kembali lagi bersama laguasyik.com. Pada kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Bagaimana tumbuhan kelapa dan palem dapat memiliki batang yang besar Halaman 121 Bab 3 (Struktur dan Fungsi Tumbuhan) kepada para siswa/siswi yang melihat artikel ini. Yuk, kita langsung saja ke soal dan jawabannya. ~

Ayo, Kita Diskusikan

Tumbuhan dikotil memiliki meristem sekunder sehingga batang tumbuhan dikotil dapat tumbuh besar. Sedangkan tumbuhan monokotil tidak memiliki meristem sekunder sehingga batang tumbuhan monokotil tidak dapat tumbuh besar. Pernahkah kamu melihat pohon kelapa atau pohon palem? Pohon kelapa dan palem merupakan tumbuhan monokotil. Namun, ketika kamu mengamati pohon tersebut ternyata memiliki batang yang besar. Coba diskusikan dengan temanmu bagaimana tumbuhan kelapa dan palem dapat memiliki batang yang besar!

Membesarnya batang pada tumbuhan disebabkan oleh adanya pertumbuhan sekunder. Pohon kelapa termasuk dalam tumbuhan monokotil dimana tidak memiliki kambium yang menunjang adanya pertumbuhan sekunder pada batang. Namun pada tumbuhan monokotil, pelebaran batang dilakukan oleh meristem penebalan primer. Pada beberapa tumbuhan monokotil pertumbuhan sekunder terjadi sebagai aktivitas meristem pada bagian batang yang letaknya jauh di belakang apeks (pada dikotil disebut kambium pembuluh).

Pada tumbuhan monokotil yang memiliki organ aksial yang tebal. Penebalan yang besar dan cepat terjadi di bawah meristem apikal. Selama ontogoni permulaan, diameter batang bertambah secara bertahap, sehingga setiap ruas menjadi lebih lebar daripada sebelumnya sampai batang memperoleh lebar yang tetap. Karena jenis pertumbuhan ini, batang berbentuk kerucut terbalik. Pertambahan secara terus-menerus dalam pelebaran batang ini dinamakan pertumbuhan pasti. Pada tumbuhan-tumbuhan ini bagian atas tidak membesar, namun setelahnya terjadi pembelahan sel yang intensif. Hal ini menyebabkan pertambahan dalam diameter dari batang. Aktivitas ini dianggap sebagai bagian dari pertumbuhan primer dari puncuk. Penebalan sekunder pada Monokotiledon juga hanya terjadi pada beberapa spesies, seperti: Aloë arborescens dari Liliacea; jenis-jenis dari Cordyline, Dasylirion, Dracaena, Sanseviera, dan Yucca dari Agaveceae.

Penebalan sekunder pada Monokotiledon ditimbulkan oleh kambium khusus, juga dinamakan penebalan sekunder. Meristem ini berkesinambungan dengan meristem penebalan primer pada taraf kecambah tetapi tidak berlaku pada pucuk yang dewasa. Kambium ini berkembang pada parenkim batang, disebelah luar seluruh berkas pembuluh primer. Sel dari meristem sekunder ini berbentuk fusiform, segi empat, atau satu ujung meruncing dan ujung lainya tumpul.

Perkembangan kambium Monokotiledon berasal dari meristem yang bertingkat atau berderet (Etagenmeristem) melibatkan pembelahan tangensial dalam sel parenkima sehingga membentuk radial. Pada sebelah luar pembelahan seperti ini berulang-ulang. Beberapa membentuk korteks sekunder. Aktivitas ini hanya sementara dalam perkembangan kambium tersebut. Selanjutnya kambium sebenarnya berkembang dengan lapisan inisial tunggal. Inisial ini pada lapisan luar terus bertambah pada korteks sekunder yang bersifat parenkima. Disebelah dalam, inisial memproduksi sel-sel yang berdifferensiasi sebagian menjadi parenkim yang dinamakan jaringan konjungtif yang dinding-dinding sel-selnya terkadang dapat menebal dan yang lain menjadi berkas pembuluh. Ikatan-ikatan itu berkembang dari tumpukan longitudinal dari satu sel yang dipisahkan dari kambiumnya. Terlihat dalam irisan melintang, setiap sel tunggal merupakan pusat untai pembuluh selanjutnya. Sel ini membelah secara antiklinal untuk menghasilkan dua atau tiga baris sel yang akan membelah secara periklinal. Dengan cara ini ikatan-ikatan pembuluh sekunder terbentuk. Xilem menjadi 15-40 kali dari panjangnya semula. Sedangkan parenkim xilem dan elemen-elemen floem mengalami sedikit atau tidak pemanjangan. Penebalan dinding trakeid yang terdekat pada pusat umumnya dimulai sebelum penyempurnaan pembelahan sel dalam ikatan yang berkembang.

Ikatan sekunder dapat amfivasal, yaitu xilem mengelilingi floem, atau xilem dapat mengelilingi floem pada tiga sisi dan ikatannya berbentuk U seperti terlihat pada Kingia. Hubungan antara badan-badan primer dan skunder pada Monokotiledon dengan penebalan skunder itu kuat, bahkan pada Monokotiledon lebih jelas karena ada hubungan antara ikatan sekunder dan ikatan primer yang mengelilinginya.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Bagaimana tumbuhan kelapa dan palem dapat memiliki batang yang besar Halaman 121 Bab 3 (Struktur dan Fungsi Tumbuhan)”, Dan terima kasih sudah berkunjung blog yang sederhana. Semoga kunci jawaban ini bisa membantu kalian yang belum menjawab Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Bagaimana tumbuhan kelapa dan palem dapat memiliki batang yang besar Halaman 121 Bab 3 (Struktur dan Fungsi Tumbuhan). Jika ada kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika ada pertanyaan dan ada saran untuk kelebihan dan kekurangan selain ini bisa komen di kolom komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Kota A dan kota B pada peta berjarak 6 cm. Jarak sebenarnya kedua kota tersebut adalah 120 km. Jika Kota B dan Kota C pada peta yang sama berjarak 4 cm, maka tentukan jarak sebenarnya Kota B dan Kota C!

[Kunci Jawaban] Kota A dan kota B pada peta berjarak 6 cm. Jarak sebenarnya kedua …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!