Breaking News

Bagaimana prinsip kerja termometer zat cair termometer bimetal dan termometer kristal cair?

Questions and Answers for Natural Science Class 7 Curriculum 2013 Revised 2016 Competency Test How the working principle of a liquid thermometer is a bimetal thermometer and a liquid crystal thermometer Pages 154-155 Chapter 4 (Temperature and its Changes) ~ Assalamualikum semuanya, kembali lagi bersama laguasyik.com. Pada kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Uji Kompetensi Bagaimana prinsip kerja termometer zat cair termometer bimetal dan termometer kristal cair Halaman 154-155 Bab 4 (Suhu dan Perubahannya) kepada para siswa/siswi yang melihat artikel ini. Yuk, kita langsung saja ke soal dan jawabannya. ~

UJI KOMPETENSI

Review

1. Jelaskan pengertian suhu!

Suhu merupakan ukuran panas atau dinginnya suatu benda. Suhu merupakan salah satu besaran pokok fisika. Suhu atau temperatur adalah besaran fisika yang menyatakan derajat panas suatu zat.

Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas dingin suatu benda dan alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah thermometer.

2. Bagaimana prinsip kerja termometer zat cair, termometer bimetal, dan termometer kristal cair?

Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu, atau tingkat panas dan dingin. Ada beberapa jenis termometer yang dapat digunakan, yaitu termometer zat cair, termometer bimetal, dan termometer kristal cair

  • Termometer zat cair

Termometer zat cair bekerja dengan mengukur pemuaian dari zat cair di dalam termometer. Dengan meningkatnya suhu, maka benda akan memuai (meningkat panjang, luas atau volumenya). 

Cairan terletak pada tabung kapiler dari kaca yang memiliki bagian penyimpan. Umumnya zat cair yang digunakan adalah raksa (merkuri), yang merupakan satu-satunya logam cair pada suhu ruang.

  • Termometer bimetal:

Termometer bimetal bekerja dengan mengukur pelengkungan yang terjadi akibat perbedaan pemuaian batangan yang di dua sisinya tersusun dari logam (metal) yang berbeda.  Batangan ini disebut bimetal dan dibentuk melingkar atau spiral.

Dari perbedaan pemuaian, bimetal ini akan melengkung, dan dari lengkungan ini akan dapat diukur suhu saat ini.

  • Termometer kristal cair:

Termometer kristal cair bekerja dengan melihat perbedaan warna kristal cair yang warnanya dapat berubah jika suhu berubah. Kristal ini dikemas dalam plastik tipis, untuk mengukur suhu tubuh, suhu akuarium, dan sebagainya.

Termometer kristal ini tidak menggunakan pemuaian, berbeda dengan termometer bimetal dan zat cair.

3. Buaya sering mengangakan mulutnya dalam waktu yang lama. Mengapa hal itu dilakukan?

Buaya membuka mulut dalam waktu lama untuk menguapkan panas tubuhnya (evaporasi). Hal ini dilakukan ketika suhu lingkungan sedang panas, sehingga buaya harus melepas panas berlebih ke lingkungan dengan cara mengangakan mulutnya dalam waktu yang lama.

PENERAPAN

Kerjakan soal-soal berikut dengan benar.

4. Jelaskan prinsip kerja bimetal sebagai sensor suhu pada setrika listrik!

Bimetal pada Setrika Listrik

Pada setrika listrik, terdapat komponen yang bernama termostat, yaitu alat pengatur suhu dengan bimetal sebagai komponen utamanya yang berfungsi sebagai sakelar otomatis.

Bahan bimetal yang seringkali digunakan adalah kuningan dan besi. Kedua jenis logam tersebut memiliki koefisien muai yang berbeda.

Ketika dua logam tersebut digabungkan dan mendapatkan panas bersamaan, maka keduanya akan mengalami pertambahan panjang.

Namun, karena koefisien muai yang berbeda, masing-masing logam akan mengalami pertambahan panjang yang berbeda.

Perbedaan pertambahan panjang itu selanjutnya akan mengakibatkan bimetal melengkung karena logam dengan koefisien muai besar akan tertarik ke arah logam yang koefisien muainya lebih kecil.

Prinsip Kerja Bimetal sebagai Sensor Suhu pada Setrika Listrik

Bimetal sebagai sensor suhu bekerja dengan prinsip pemuaian panjang. Pada saat setrika dihubungkan dengan sumber listrik, maka bimetal yang awalnya dalam keadaan lurus mengalirkan arus listrik ke elemen pemanas.

Selama pemanas pekerja, suhu bimetal akan naik. Semakin lama, suhunya semakin tinggi. Peningkatan suhu ini akan membuat bimetal mulai sedikit melengkung.

Pada suhu tertentu bimetal melengkung cukup besar sehingga ujung bimetal akan menjauh dari kontak dengan konduktor elemen pemanas. Akibatnya, arus listrik akan terputus.

Ketika aliran listrik putus, suhu setrika mulai turun dan bimetal perlahan-lahan kembali lurus.

Saat bimetal telah lurus, ujungnya akan bersentuhan dengan konduktor yang menuju ke elemen pemanas sehingga arus listrik akan kembali mengalir. Demikian seterusnya.

Jadi, bimetal pada setrika listrik berfungsi sebagai saklar otomatis yang bekerja berdasarkan naik turunnya suhu. Dengan demikian, suhu pada termostat dapat diatur sesuai dengan keingingan.

Ketika suhu naik dan melewati batas yang ditentukan, elemen pemanas akan langsung berhenti bekerja karena arus dari sumber terputus.

Kesimpulan

Jadi, bimetal sebagai sensor suhu pada setrika listrik bekerja berdasarkan prinsip pemuaian panjang. Suhu diatur dengan cara memutus atau mengalirkan arus memanfaatkan lengkungan bimetal yang berfungsi layaknya saklar otomatis.

5. Konversikan:

Sebatang tembaga (koefisien muai panjangnya ada pada Tabel 7.1) pada suhu 28 panjangnya 80 m. Berapakah pertambahan panjangnya, jika tembaga dipanaskan sampai suhunya 78?

7. Berikut ini adalah grafk panjang sebatang logam terhadap suhunya

a. Berdasarkan data pada grafik tersebut. Tentukan koefisien muai panjang logam itu.

b. Berdasarkan hasil perhitunganmu, dan Tabel 4.1, kemungkinan besar apa jenis logam tersebut?

Berdasarkan tabel koefisien muai panjang logam, kemungkinan besar logam tersebut adalah kuningan (besar koefisien muai logam kuningan adalah 1,9.10⁻⁵/°C)

8. Perhatikan tabel hasil percobaan tentang pemuaian zat cair berikut ini.

a. Rumuskan masalah yang sesuai dengan tabel di atas!

1. Berapa besar perubahan muai volume pada masing-masing zat?

2. Berapa nilai koefisien muai volume dari masing-masing zat?

b. Berdasarkan masalah dan data tabel tersebut, apa kesimpulannya?

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Uji Kompetensi Bagaimana prinsip kerja termometer zat cair termometer bimetal dan termometer kristal cair Halaman 154-155 Bab 4 (Suhu dan Perubahannya)”, Dan terima kasih sudah berkunjung blog yang sederhana. Semoga kunci jawaban ini bisa membantu kalian yang belum menjawab Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Uji Kompetensi Bagaimana prinsip kerja termometer zat cair termometer bimetal dan termometer kristal cair Halaman 154-155 Bab 4 (Suhu dan Perubahannya). Jika ada kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika ada pertanyaan dan ada saran untuk kelebihan dan kekurangan selain ini bisa komen di kolom komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Sebuah foto berukuran 3 cm × 4 cm. Apabila foto diperbesar dan sisi yang paling panjang menjadi 9 cm, maka panjang sisi terpendek menjadi ….

[Kunci Jawaban] Sebuah foto berukuran 3 cm × 4 cm. Apabila foto diperbesar dan sisi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!