Breaking News

Asal-Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Questions and Answer Keys to Social Sciences Class 7 Curriculum 2013 2016 Revision Individual Activity The Origins of Indonesian Ancestors Page 222 Chapter 4 (Indonesian Society in Pre-Literary, Hindu-Buddhist, and Islamic) ~ Assalamualikum Semuanya, Kembali lagi Bersama laguasyik.com. Pada Kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Aktivitas Individu Asal-usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia Halaman 222 Bab 4 (Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam) Kepada Para Siswa/Siswi Yang melihat Artikel Ini. Yuk, Kita Langsung saja ke Soal dan Jawabannya. ~

Aktivitas Individu

1.Setelah membaca uraian di atas, beri penjelasan tentang asal usul nenek moyang bangsa Indonesia!

Asal-Usul Masyarakat Indonesia Menurut Para Ahli

Para ahli mempunyai pandangan masing-masing mengenai asal mula bangsa Indonesia.Masing-masing berpendapat berdasarkan sudut pandang yang berbeda. Ada ahli yang menyelidiki asal-usul bangsa Indonesia dari persebaran bahasa, ada pula yang melihatnya dari persebaran peninggalan artefak-artefak (logam, tulang dan benda-benda rumah tangga dar baru) atau pun fosil-fosil manusia purbanya.

Berikut ini teori-teori menurut para ahli mengenau Asal-Usul masyarakat Indonesia.

  • Menurut Prof.Dr.H.Kern (Ilmuan Asal Belanda)

Menyatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari Asia. Kern berpendapat bahwa bahasa-bahasa yang digunakan di kepulauan Indonesia, Polinesia, Melanesia, Mikronesia memiliki akar bahsa yang sama yaitu bahasa Austronesia. Kern menyimpulkan bahwa bangsa Indonesia berawal dari satu daerah dan menggunakan bahasa Campa.

Menurutnya, nenek moyang bangsa Indonesia menggunakan perahu-perahu bercadik menuju kepulauan Indonesia. Pendapat Kern ini didukung oleh adanya persamaan nama dan bahasa yang dipergunakan di daerah Campa dengan di Indonesia misalnya kata “kampong” yang banyak digunakan sebagai kata tempat di Kamboja. Selain nama geografis istilah-istilah binatang dan alat pernag pun banyak kesamaannya. Tetapi pendapat ini disangkal oleh K.Himly dan P.W. Schmidt berdasarkan perbendaharaan bahasa Campa.

  • Menurut Van Heine Geldern

Berpendapat tidak jauh berbeda dengan Kern bahwa bahasa Indonesia berasal dari Asia Tengah. Teori Geldern ini didukung oleh penemuan-penemuan sejumlah artefak, sebagai perwujudan budaya yang ditemukan di Indonesia memiliki banyak kesamaan dengan yang ditemukan di daratan Asia.

  • Menurut Max Muller

Berpendapat lebih spesifik yaitu bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah Asia Tenggara. Namun alasan Muller tidak didukung oleh alasan yang jelas.

  • Menurut Willem Smith

Melihat Asal-Usul bangsa Indonesia melalui penggunaan bahasa oleh orang-orang Indonesia. Willem Smith membagi bangsa-bangsa di Asia ata dasar bahasa yang dipakai yakni bangsa yang berbahasa Togon, bangsa yang berbahasa Jerman dan bangsa yang berbahasa Austria. Lalu bahasa Austria di bagi menjadi dua yaitu :

  1. Bangsa yang berbahasa Austro Asia
  2. Dan bangsa yang berbahasa Austronesia

Bangsa-bangsa yang berbahasa Austronesia ini mendiami wilayah Indonesia, Milanesia dan Polinesia.

  • Menurut Hogen

Menyatakan bahwa bangsa yang mendiami daerah pasir Melayu berasal dari Sumatera. Bangsa Melayu ini kemudian bercampur dengan bangsa Mongol yang disebut bangsa Proto Melayu (Melayu Tua) dan Deutro Melayu (Melayu Muda). Bangsa Proto Melayu kemudian menyebar di sekitar wilayah Indonesia pada tahun 3.000 hingga 1.500 SM,sedangkan bangsa Deutro Melayu datang ke Indonesia sekitar tahun 1.500 hingga 500 SM.

  • Menurut Drs. Moh. Ali

Menyatakan bahwa bangsa Indonesia bersal dari daerah Yunan, Cina. Pendapat ini dipengaruhi oleh pendapat Mens yang berpendapat bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah Mongol yang terdesak oleh bangsa-bangsa lebih kuat sehingga mereka pindah ke selatan termasuk ke Indonesia.

Moh. Ali mengemukakan bahwa leluhur orang Indonesia berasal dari hulu-hulu sungai besar yang terletak di daratan Asia dan mereka berdatangan secara bergelombang. Gelombang pertama berlangsung dari 3.00 hingga 1.500 SM (Proto Melayu) dan gelombang kedua terjadi pada 1.500 hingga 500 SM (Deutro Melayu).Ciri-ciri gelombang pertama ialah kebudayaan Neolitikum dengan jenis perahu bercadik-satu, sedangkan gelombang kedua menggunakan perahu bercadik-dua.

  • Menurut Prof. Dr. Krom

Menguraikan bahwa masyarakat awal Indonesia berasal dari Cina Tengah karena di daerah Cina Tengah banyak terdapat sumber sungai besar. Mereka menyebar ke kawasan Indonesia sekitar 2.000 SM hingga 1.500 SM. Sedangkan Mayundar berpendapat bahwa bangsa-bangsa yang berbahasa Austronesia berasal dai India, lalu menyebar ke wilayah Indocina terus ke daerah Indonesia dan Pasifik. Teori Mayundar ini didukung oleh penelitiannya bahwa bahasa Austria merupakan bahasa Muda di India bagian timur.

  • Menurut Dr. Brandes

Berpendapat bahwa suku-suku yang bermukin di kepulauan Indonesia memiliki persamaan dengan bangsa-bangsa yang bermukim di daerah-daerah yang membentang dari sebelah utara Pulau Formosa di Taiwan, sebelah barat Pulau Madagaskar ; sebelah selatan yaitu Jawa, Bali, sebelah timur hingga ke tepi pantai bata Amerika. Brandes melakukan penelitian ini berdasarkan perbandingan bahasa.

  • Menurut Prof. Mohammad Yamin

Sejarawan Indonesia,Prof Mohammad Yamin bahkan menentang teori-teori di atas.Ia menyangkal bahwa orang Indonesia berasal dari luar kepulauan Indonesia.Menurut pandangannya orang Indonesia ialah asli berasal dari wilayah Indonesia sendiri. ia bahkan menyakini bahwa ada sebagian bangsa atau suku diluar negeri yang berasal dari Indonesia.

Mohammad Yamin, menyatakan bahwa temua fosil dan artefak lebih banyak dan lengkap di Indonesia dari pada daerah lainnya di Asia misalnya temua fosil Homo atau Pithecanthropus soloensis dan wajakensis yang tak ditemukan didaerah Asia lain termasuk Indocina (Asia Tenggara).

Persebaran ras, rumpun, bangsa dan suku selain dapat diteliti melalui ilmu antropologi juga dapat dilacak melalui penelitian biologis yakni pada gen manusia. Gen merupakan bagian dari kromosom yang menjadi lokasi tempat sifat-sifat keturunan (hereditas) pada makhluk hidup.

Dalam gen inilah terdapat senyawa asam yang bernama deoxyribo nucleic acid atau DNA. Dari penelitian terhadap zat kimia inilah para ilmuwan dapat menentukan karakter dan usia manusia secara genetis. Dari sinilah mereka menafsirkan ke mana sejarah persebaran ras manusia.

Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Banyak pendapat yang bermunculan terkait dengan dari mana sejatinya asal usul nenek moyang bangsa Indonesia. Para ahli sejarah saling mengeluarkan argumenya disertai dalih pembenaran dari dugaannya masing-masing. Kendati begitu banyak pendapat tersebut, ada satu pendapat yang nampaknya memiliki bukit dan dasar pemikiran paling kuat. Dan pendapat tersebut berasa dari seorang sejarahwan asal Belanda, yaitu Von Heine Geldern.

  • Migrasi Besar-besaran ke Austronesia

Berdasarkan penelitiannya Von Heine Geldern berargumen jika asal usul nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Asia Tengah. Diterangkan olehnya bahwa semenjak tahun 2.000 SM sampai dengan tahun 500 SM (dari zaman batu Neolithikum hingga zaman Perunggu) telah terjadi migrasi penduduk purba dari wilayah Yunan (sekarang Kamboja) ke daerah-daerah di Asia bagian Selatan termasuk daerah kepulauan Indonesia. Perpindahan ini terjadi secara besar-besaran diperkirakan karena adanya suatu bencana alam hebat atau adanya perang antar suku bangsa.

  • Menyeberangi Lautan Dengan Perahu Bercadik

Setelah diketahui jika asal usul nenek moyang bangsa Indonesia adalah dari daratan Yunan, kini saatnya kita membahas bagaimana nenek moyang kita tadi bisa sampai di kepulauan Indonesia.

Ya, berdasarkan bukti sejarah, diketahui bahwa untuk menyeberangi lautan dari daratan Asia Tenggara seperti Malaysia dan sekitarnya, nenek moyang kita menggunakan alat transportasi berupa perahu bercadik. Perahu bercadik sendiri adalah perahun yang memiliki tangkai kayu di kedua sisinya sebagai alat penyeimbang. Untuk ilustrasi perahu bercadiknya sendiri, Anda dapat melihat pada gambar di bawah ini

  • Pembagian Bangsa Melayu Indonesia

Sebutan Melayu Indonesia bagi orang-orang Austronesia secara umum berlaku untuk semua dari mereka yang menetap di wilayah Nusantara. Akan tetapi, berdasarkan waktu kedatangan, serta daerah yang pertama kali ditempati Bangsa Melayu Indonesia ini dapat dibedakan menjadi 3 sub bangsa yang antara lain bangsa proto melayu, bangsa deutro melayu, dan bangsa primitif. Berikut penjelasan dari masing-masing sub bangsa tersebut:

  1. Bangsa Proto Melayu  (Melayu Tua)

Bangsa proto melayu atau Melayu Tua adalah nenek moyang bangsa Indonesia yang merupakan orang-orang Austronesia yang pertama kali datang ke nusantara pada gelombang pertama (sekitar tahun 1500 SM). Bangsa porto melayu memasuki wilayah Indonesia melalui dua jalur, yaitu (1) Jalur Barat melalui Malaysia–Sumatera dan (2) Jalur Utara atau Timur melalui Philipina–Sulawesi.

  1. Bangsa Deutero Melayu (Melayu Muda)

Bangsa Deutro Melayu atau bangsa melayu muda adalah nenek moyang bangsa Indonesia yang merupakan orang-orang austronesia yang datang ke nusantara pada gelombang kedatangan kedua, yakni pada kurun waktu 400-300 SM.  Bangsa melayu muda (Deutero Melayu) berhasil melakukan asimilsasi dengan para pendahulunya yang tak lain adalah bangsa melayu tua (proto melayu).

  • Bangsa Primitif

Sebetulnya, sebelum kelompok bangsa Austronesia masuk ke wilayah Nusantara,  sudah ada beberapa kelompok manusia purba yang sudah lebih daulu menempati wilayah  tersebut. Mereka adalah bangsa-bangsa primitif dengan budaya yang sangat sederhana. Mereka di antaranya adalah manusia pleistosin, suku wedoid, dan suku negroid.

  1. Manusia Pleistosin : Kehidupan manusia purba ini selalu berpindah tempat dengan kemampuan yang sangat terbatas. Demikian juga dengan kebudayaannnya sehingga corak kehidupan manusia purba ini tidak dapat diikuti lagi, kecuali beberapa aspek saja.
  2. Suku Wedoid : Sisa-sisa suku Wedoid hingga kini masih ada dan dapat kita temukan. Mereka hidup meramu dan mengumpulkan makanan dari hasil hutan dan memiliki kebudayaan yang sangat sederhana. Suku Sakai di Siak dan suku Kubu di perbatasan Jambi dan Palembang adalah dua contoh peninggalan Suku Wedoid di masa kini.
  3. Suku Negroid : Di Indonesia sudah tidak terdapat lagi sisa-sisa kehidupan suku negroid. Namun, di pedalaman Malaysia dan Philipina, keturunan suku ini rupanya masih ada Suku Semang di Semenanjung Malaysia dan Suku Negrito di Philipina merupakan bukti nyatanya.

2. Bagaimana caranya agar keragaman etnis yang ada dapat menjadi kekuatan untuk membangun bangsa dan negara kita?

  • Menghargai Pendapat Orang lain
  • Menghormati Kewajiban Orang lain
  • Saling Menjaga Orang lain (Membantu saat sedang Kesusahan)
  • Tidak membeda bedakan (Suku,Agama,Ras,Dan Budaya)
  • Bersikap Peduli
  • Bersikap Jujur Dan Berwibawa
  • Bersikap Adil Dan Bijaksana
  • Sekelompok golongan etnis/suku tersebuat harus bekerja sama behu membahu untuk menjadikan kekuatan untuk membangun bangsa dan negara.Dengan cara, saling meningkatkan keragaman budaya suku tersebut lalu dipentaskan hingga nasional sehingga mencerminkan kualitas bangsa.
  • Dengan cara menghargai dan menghormati setiap kebudayaan etnis(suku) serta tidak menghina dan tidak menganggap kebudayaan sendiri lebih baik dan lebih tinggi dari kebudayaan etnis yang lain.
  • Tidak membeda bedakan etnis, karna dengan beraneka ragam etnis di indonesia, kita harus bisa menjaga persatuan dan tidak membeda bedakan antara satu dengan yang lainnya agar kerukunan dapat tercipta antar sesama rakyat Indonesia dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki toleransi yang tinggi terhadap berbagai perbedaan.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Aktivitas Individu Asal-Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia Halaman 222 Bab 4 (Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam)”, Dan Terima Kasih Sudah Berkunjung Blog Yang Sederhana. Semoga Kunci Jawaban Ini Bisa Membantu Kalian Yang Belum Menjawab Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Aktivitas Individu Asal-Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia Halaman 222 Bab 4 (Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam). Jika ada Kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun Salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika Ada Pertanyaan Dan Ada Saran Untuk kelebihan dan kekurangan Selain Ini Bisa Komen Di Kolom Komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Rasio dari dua dua bilangan adalah 3 : 4. Jika masing-masing bilangan ditambah 2, rasionya menjadi 7 : 9. Tentukan hasil kali kedua bilangan itu!

[Kunci Jawaban] Rasio dari dua dua bilangan adalah 3 : 4. Jika masing-masing bilangan ditambah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!