Apakah perbedaan salat sunnah mu’akkad dan gairu mu’akkad

Questions and Answer Keys for Islamic Religious Education and Morals for Class 8 Curriculum 2013 Revised 2017 The law of carrying out alat sunnahawatib qabliyah Fajr is Pages 76-77 Chapter 4 (Closer to Allah by Practicing Sunnah Prayers) ~ Assalamualikum Semuanya, Kembali lagi Bersama laguasyik.com. Pada Kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Apakah perbedaan salat sunnah mu’akkad dan gairu mu’akkad Halaman 78 Bab 4 (Lebih Dekat Kepada Allah dengan Mengamalkan Salat Sunnah) Kepada Para Siswa/Siswi Yang melihat Artikel Ini. Yuk, Kita Langsung saja ke Soal dan Jawabannya. ~

Essai 

Kerjakan Soal-Soal berikut ini!

1. Apakah perbedaan śalat sunnah mu’akkad dan gairu mu’akkad?

Terdapat perbedaan antara shalat sunnah muakkad dan shalat sunnah ghairu muakkad. Shalat sunnah muakkad adalah shalat yang DIANJURKAN dilaksanakan DENGAN PENEKANAN KERAS sehingga hampir-hampir mendekati hukum wajib. Contohnya shalat sunnah sebelum shalat subuh sebanyak dua rakaat. Adapun yang dimaksud dengan shalat sunnah ghairu muakkad adalah shalat yang DIANJURKAN dilaksanakan namun TANPA PENEKANAN KERAS. Contoh shalat sunnah ghairu muakkad adalah shalat 2 rakaat setelah shalat dzuhur.

2. Sebutkan tiga macam śalat sunnah yang dilaksanakan secara berjama’ah!

Secara lebih rinci śalat-śalat sunnah yang dilaksanakan secara berjama’ah sebagai berikut :

  1. Śalat Idul Fitri
  2. Śalat Idul Adha
  3. Śalat Kusūf (gerhana matahari)
  4. Śalat Khusūf (gerhana bulan)
  5. Śalat Istisqā (meminta hujan)

3. Tuliskan bacaan niat śalat tahajjud beserta artinya!

اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Tulisan latin: USHOLLI SUNNATAN TAHAJUDI ROK’ATAAINI MUSTAQBILAL QIBLATI LILLAAHI TAA’ALA

Artinya: Aku salat sunah tahajud 2 rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’aala

4. Sebutkan hikmah melaksanakan śalat sunnah!

  • Menambah kecintaan Allah SWT terhadap kita.
  • Menyempurnakan kekurangan-kekurangan dalam shalat wajib kita.
  • Menambah amalan-amalan kebajikan dan meningkatkan derajat di sisi Allah SWT.
  • Menjadikan waktu kita lebih produktif setiap saat.
  • Akan tinggal bertetanggaan dengan Rasulullah SAW karena kita cinta terhadap sunnah-sunnahnya.
  • Memperlancar berbagai rezeki kita.
  • Lewat salat, Allah menjadikan tubuh kita sehat dikarenakan kita banyak bergerak.
  • Disediakan jalan keluar dari segala permasalahan dan senantiasa diberi rezeki yang cukup oleh Allah SWT.
  • Menambah kesempurnaan salat fardhu.
  • Menghapus dosa.
  • Meningkatkan derajat keridhoan Allah SWT.
  • Sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT.
  • Mendatangkan keberkahan pada rumah.
  • Hidup menjadi terasa nyaman dan tenteram.

5. Bagaimana cara melaksanaan śalat sunnah istisqā?

Tata cara melaksanakan Śalat istisqā sebagai berikut:

  1. Sebelum mengerjakan shalat Istisqo’, kurang tiga hari supaya ada orang yang memerintahkan kepada para penduduk untuk berpuasa tiga hari, selama berpuasa dianjurkan supaya memperbanyak amal kebajikan dan memperbanyak bertaubat serta mohon ampun dengan membaca istighfar dan memperbanyak sedekah dan menjauhi segala kemaksiatan.
  2. Setelah pelaksanaan berpuasa selesai, pada hari keempat, supaya semua penduduk dianjurkan keluar menuju tanah lapang dengan menggiring semua binatang ternaknya, dan hendaklah berpakaian sederhana dan tidak memakai wangi-wangian, kemudian mengerjakan shalat Istisqo’ secara berjamaah.
  3. Setelah semua bersiap untuk śalat, muazin tidak perlu mengumandangkan azān dan iqāmah, cukup dengan seruan: “Ash-Shalaatu jaami’ah” (Artinya : “Mari śalat berjamaah”)
  4. Śalat sunnah dilaksanakan seperti śalat sunnah yang lainnya. Setelah membaca surah al-Fatihah dilanjutkan membaca surah-surah yang panjang.
  5. Setelah salam, kemudian khotib berkhutbah dengan dua khutbah. Pada khutbah awal khotib membaca istighfar Sembilan kali, dan membaca istighfar tujuh kali pada khutbah yang kedua.

C. Tugas

1. Carilah dalil-dalil naqli yang terkait dengan pelaksanaan salat sunnah!

Dalil hadist yang menjelaskan tentang shalat sunnah antara lain adalah

  • Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِـهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمْ اَلصَّلاَةُ، قَالَ: يَقُوْلُ رَبُّنَا -جَلَّ وَعَزَّ- لِمَلاَئِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ: اُنْظُرُوْا فِيْ صَلاَةِ عَبْدِيْ، أَتَمَّهَا أَوْ نَقَصَهَا، فَإِنْ كَانَتْ تَامَّـةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً، وَإِنْ كاَنَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا، قَالَ: اُنْظُرُوْا هَلْ لِعَـبْدِيْ مِنْ تَطَوُّعٍ؟ فَإِنْ كاَنَ لَهُ تَطَوُّعٌ، قَالَ: أَتِمُّوْا لِعَبْدِيْ فَرِيْضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ، ثُمَّ تُؤْخَذُ اْلأَعْمَالُ عَلَى ذَلِكَ.

“Sesungguhnya amal manusia yang pertama kali akan dihisab kelak pada hari Kiamat adalah shalatnya.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda lagi, “Allah جَلَّ وَعَزَّ berfirman kepada para Malaikat-Nya, sedangkan Ia lebih mengetahui, ‘Lihatlah shalat hamba-Ku, sudahkah ia melaksanakannya dengan sempurna ataukah terdapat kekurangan?’ Bila ibadahnya telah sempurna maka ditulis untuknya pahala yang sempurna pula. Namun bila ada sedikit kekurangan, maka Allah berfirman, ‘Lihatlah apakah hambaku memiliki shalat sunnah?’ Bila ia memiliki shalat sunnah, maka Allah berfirman, ‘Sempurnakanlah untuk hamba-Ku dari kekurangannya itu dengan shalat sunnahnya.’ Demikianlah semua ibadah akan menjalani proses yang serupa.”[HR abu dawud]

  • Rasulullah bersabda :

أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ اْلإِسْـلاَمِ، فَقَالَ: (خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ). فَقَالَ الرَّجُلُ: هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهُنَّ؟ قَالَ: (لاَ، إِلاَّ أَنْ تَطَوَّعَ).

“Bahwa seseorang bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang (kewajiban-kewajiban) dalam Islam, lalu beliau menjawab, ‘(Melaksanakan) shalat lima waktu dalam sehari semalam.’ Orang itu bertanya lagi, ‘Adakah kewajiban lain atas diriku?’ Beliau menjawab, ‘Tidak ada, kecuali engkau mengerjakan shalat sunnah.’”[2]

Dalil al qur’an yang menjelaskan tentang shalat sunnah antara lain adalah

  • Surah Adz Dzaariyaat ayat 17 dan 18 ( menjelaskan tentang shalat tahajjud)
  • Surahj al insan ayat 25 dan 26 ( menjelaskan tentang shalat tahajjud)
  • Surah at tur ayat 49 ( menjelaskan tentang shalat sunnah fajar)

2. Pak Mardiansyah merupakan salah seorang tokoh masyarakat. La sangat rajin melaksanakan salat Idul Fitri dan salat Idul Adha. Bagi Pak Mardiansyah, kedua salat hari raya itu sudah dianggap sebagai kewajiban karena dapat meningkatkan rasa hormat masyarakat kepadanya. Namun, di sisi yang lain dia malas dalam melaksanakan salat fardu. Pak Mardiansyah menganggap bahwa salat hari raya lebih berarti dan lebih penting dibandingkan salat fardu.Pendirian beliau sudah tentu tidak benar. Bagaimana cara menjelaskan dan memberi pengertian kepadanya? Diskusikan masalah tersebut dengan kelompok kalian masing-masing! (jawaban minimal terdiri dari dua cara alternatif)

Memberitahukannya bahwa sholat fardhu adalah solat yang paling penting karena itu adalah solat wajib yang jika ditinggalkan akan berdosa dan Beritahu dia bahwa sholat hari raya itu adalah sholat sunah jika di kerjakan berpahala dan jika tidak dikerjakan tidak akan mendapatkan dosa dan tidak dapat pahala.

3. Carilah data dan informasi dari teman-teman sekelasmu mengenai salat sunnah yang sering dilaksanakan. Kemukakan juga alasan-alasannya! Laporkan dan paparkan hasil penelusuran yang kamu lakukan baik secara individu atau kelompok!

  • Salat Tahajud

Salah satu salat sunah yang dikenal memiliki manfaat yang luar biasa yaitu sholat tahajud. Salat sunah ini dilaksanakan pada malam hari dengan didahului tidur terlebih dulu.

Waktu terbaik untuk mengerjakan salat tahajud yaitu pada sepertiga malam terakhir. Anda dapat mengerjakan salat tahajud dengan paling sedikit 2 rakaat.

Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman dalam (QS.Al Israa’:79)

“Dan pada sebagian malam hari bertahajud lah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS.Al Israa’:79)

Salat tahajud memiliki banyak keutamaan, seperti akan mendapat kemuliaan dan kewibawaan, menenangkan hati, menolak penyakit hingga mendapat kebaikan dunia akhirat.

  • Salat Dhuha

Salat dhuha merupakan sholat sunnah yang dikerjakan di pagi hari. Salat sunah ini dapat dilakukan sejak matahari mulai naik hingga mendekati pukul 12.00.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda tentang keutamaan shalat dhuha yang luar biasa.

“Barang siapa yang melakukan salat Dhuha dua belas rakaat, Allah akan membuatkan baginya istana di surga. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

  • Salat Rawatib

Salat Rawatib merupakan salah satu sholat yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Salat rawatib dilakukan sebelum atau sesudah melakukan salat fardhu.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa melakukan salat dua belas rakaat dalam sehari semalam niscaya dibangunkan sebuah rumah baginya di surga.” (HR. Muslim)

  • Salat Istiqoroh

Bimbang dan galau kerap menghampiri banyak orang. Sebagai seorang muslim atau muslimah, tentu saja jalan yang dapat ditempuh untuk mendapatkan petunjuk yaitu dengan beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Anda dapat melakukan salat istiqoroh untuk meminta petunjuk dan jalan keluar pada Allah subhanahu wa ta’ala.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam (QS. Al Baqarah : 216).

“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai semua, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 216)

  • Salat Witir

Macam-macam salat sunah selanjutnya yaitu salat witir. Salat Witir merupakan salat sunah yang dapat dilakukan setelah isya’ hingga sebelum subuh. Salat witir dikerjakan dengan jumlah yang ganjil (witir), dengan pengerjaan minimal 1 rakaat.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai yang ganjil. Maka kerjakanlah shalat witir wahai ahli Al-Quran. (HR. Bukhari Muslim)

  • Salat Hajat

Setiap manusia pasti memiliki suatu keinginan. Sebagai seorang muslim/muslimah, tentu hanya pada Allah subhanahu wa ta’ala kita meminta.

Apabila memiliki suatu keinginan, Anda dapat melakukan sholat hajat.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakannya, kemudian mengerjakan salat dua rakaat (salat hajat) dengan sempurna maka Allah memberi apa saja yang ia minta, baik segera maupun lambat.” (HR. Ahmad)

  • Salat Taubat

Setiap manusia pasti tak luput dari dosa. Salah satu cara memohon ampunan pada Allah subhanahu wa ta’ala yaitu dengan salat taubat.

Di riwayat kan oleh Abu Dawud, Ahmad dan Tirmidzi, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Apabila ada orang yang melakukan suatu perbuatan dosa, kemudian dia berwudhu dengan sempurna, lalu dia mendirikan salat dua rakaat, dan selanjutnya dia beristighfar memohon ampun kepada Allah, maka Allah pasti mengampuninya.”

  • Salat Tahiyatul Masjid

Salat tahiyatul masjid merupakan salat sunah yang dilaksanakan saat seseorang masuk ke dalam masjid. Salat tahiyatul masjid dilaksanakan 2 rakaat.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia salat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Al Bukhari no. 537 & Muslim no. 174).

Keutamaan dari salat tahiyatul masjid di antaranya, sebagai bentuk pemuliaan pada masjid, hingga dapat menutupi kekurangan salat wajib.

  • Salat Wudhu

Salat sunnah wudhu merupakan salat sunah yang dilaksanakan sesudah melaksanakan wudhu. Salat sunah ini bisa dilakukan oleh Bilal Bin Rabah.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata kepada Bilal

Wahai Bilal, ceritakan lah kepadaku tentang satu amalan yang engkau lakukan di dalam Islam yang paling engkau harapkan pahalanya, karena aku mendengar suara kedua sandal mu di surga. Bilal menjawab, Tidak ada amal yang aku lakukan yang paling aku harapkan pahalanya daripada aku bersuci pada waktu malam atau siang pasti aku melakukan salat dengan wudhu tersebut sebagaimana yang telah ditetapkan untukku. (HR. Bukhari, no. 443 dan Muslim no. 175).

Keutamaan dari salat sunah wudhu yaitu dijanjikan tempat yang terindah oleh Allah subhanahu wa ta’ala, menetapkan surga untuk orang yang ikhlas salat wudhu serta memberikan ampunan pada orang yang melaksanakan salat sunah wudhu.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Apakah perbedaan salat sunnah mu’akkad dan gairu mu’akkad Halaman 78 Bab 4 (Lebih Dekat Kepada Allah dengan Mengamalkan Salat Sunnah)”, Dan Terima Kasih Sudah Berkunjung Blog Yang Sederhana. Semoga Kunci Jawaban Ini Bisa Membantu Kalian Yang Belum Menjawab Soal dan Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Apakah perbedaan salat sunnah mu’akkad dan gairu mu’akkad Halaman 78 Bab 4 (Lebih Dekat Kepada Allah dengan Mengamalkan Salat Sunnah). Jika ada Kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun Salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika Ada Pertanyaan Dan Ada Saran Untuk kelebihan dan kekurangan Selain Ini Bisa Komen Di Kolom Komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Apa perbedaan antara suhu dan kalor?

[Kunci Jawaban] Apa perbedaan antara suhu dan kalor? Pertanyaan: Apa perbedaan antara suhu dan kalor? …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!