Breaking News

Apa pelajaran yang dapat kamu petik dari belajar tentang perkembangan Kerajaan Majapahit?

Indonesian History Questions and Answer Keys Class 10 Curriculum 2013 Revised 2017 Competency Test What lessons can you learn from learning about the development of the Majapahit Kingdom Page 144 Chapter 2 (Traders, Rulers and Poets in the Classical Period (Hindu-Buddhist)) ~ Assalamualikum semuanya, kembali lagi bersama laguasyik.com. Pada kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Sejarah Indonesia Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Uji Kompetensi Apa pelajaran yang dapat kamu petik dari belajar tentang perkembangan Kerajaan Majapahit Halaman 144 Bab 2 (Pedagang, Penguasa dan Pujangga pada Masa Klasik (Hindu-Buddha)) kepada para siswa/siswi yang melihat artikel ini. Yuk, kita langsung saja ke soal dan jawabannya. ~

Uji Kompetensi

Dalam catatan sejarah, Kerajaan Majapahit dikenal sebagai kerajaan besar yang mampu menguasai hampir seluruh pulau di Nusantara, melampaui luas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini. Kitab Negarakertagama mencatat puluhan daerah yang menyerahkan upeti kepada Kerajaan Majapahit.

1. Apa pelajaran yang dapat kamu petik dari belajar tentang perkembangan Kerajaan Majapahit?

Pelajaran yang dipetik yakni kekuasaan/tahta bukan segala galanya dimana karena hanya berebut kekuasaan bisa terjadi peperangangan diantar raja raja majapahit, semakin tinggi pohon semakin banyak juga angin yang menerpanya istilah ini cocok untuk kerajaan majapahit, kerajaan ini sangat terkenal bahkan dengan adanya duet antara patih gajah mada dan raja hayam wuruk yg semakin memperluas kerajaan ini namun banyak juga yang iri dengan mereka sampai sampai patih gajah mada dibunuh saat kerajaan itu sedang maju majunya.

2. Bagaimanakah Gajah Mada dapat menyatukan wilayah Nusantara?

Ketika pengangkatannya sebagai patih Amangkubhumi pada tahun 1258 Saka (1336 M) Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang berisi bahwa ia akan menikmati palapa atau rempah-rempah (yang diartikan kenikmatan duniawi) bila telah berhasil menaklukkan Nusantara. Sebagaimana tercatat dalam kitab Pararaton dalam teks Jawa Pertengahan yang berbunyi sebagai berikut”Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada: Lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tañjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompu, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa”bila dialih-bahasakan mempunyai arti :“Beliau, Gajah Mada sebagai patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa, Gajah Mada berkata bahwa bila telah mengalahkan (menguasai) Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa, bila telah mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa

3. Bagaimana penilaianmu tentang Sumpah Amukti Palapa dari Gajah Mada? Buatlah jawaban dalam 3-4 halaman!

Sumpah palapa adalah bukti yang paling nyata bahwa tekad yang kuat akan membantu kita mencapai tujuan meskipun untuk sumpah palapa sendiri diwujudkan sebagian besar dengan jalan kekerasan dan hal ini tentu bukan teladan yang baik, namun hikmah di balik sumpah tersebut bisa dijadikan contoh.

Sumpah amukti Palapa di buat oleh Patih Gajah Mada, sumpah itu dijalankan dengan baik olehnya. Semua janji nya ditepati, terbukti dengan kemajuan kerajaan Maja Pahit yang mampu menduduki wilayah seluruh Nusantara hingga ke beberapa wilayah negara tetangga.

Pada tahun 1329, Patih Majapahit yakni Aryo Tadah (Mpu Krewes) ingin mengundurkan diri dari jabatannya. Ia menunjuk Patih Gajah Mada dari Kediri sebagai penggantinya. Patih Gajah Mada sendiri tak langsung menyetujui. Ia ingin membuat jasa dahulu pada Majapahit dengan menaklukkan Keta dan Sadeng yang saat itu sedang melakukan pemberotakan terhadap Majapahit. Keta & Sadeng pun akhirnya takluk. Patih Gajah Mada kemudian diangkat secara resmi oleh Ratu Thribhuwana Tunggadewi sebagai Rakryan Patih Majapahit (1334)

Dengan adanya  sumpah palapa ini, kita sebagai anak muda penerus bangsa di tuntut untuk bekerja keras dan pantang menyerah dalam meraih cita-cita atau tujuan hidup, agar hidup kita berguna bagi Bangsa dan Negara.

Pada tahun 1329, Patih Majapahit yakni Aryo Tadah (Mpu Krewes) ingin mengundurkan diri dari jabatannya. Ia menunjuk Patih Gajah Mada dari Kediri sebagai penggantinya. Patih Gajah Mada sendiri tak langsung menyetujui. Ia ingin membuat jasa dahulu pada Majapahit dengan menaklukkan Keta dan Sadeng yang saat itu sedang melakukan pemberotakan terhadap Majapahit. Keta & Sadeng pun akhirnya takluk. Patih Gajah Mada kemudian diangkat secara resmi oleh Ratu Thribhuwana Tunggadewi sebagai Rakryan Patih Majapahit (1334). Pada acara pelatikannya sebagai Patih Majapahit, Gajah Mada mengucapkan janji baktinya sambil mengacungkan kerisnya bernama Surya Panuluh yang sebelumnya adalah milik Dyah Kertarajasa Jayawardhana, Raja Pendiri Kerajaan Majapahit yang dikenal dengan Sumpah Palapa. Sumpah Palapa adalah pengumuman resmi tentang program politik pemerintahan yang akan dijalankan oleh Patih Gajah Mada dibawah kepemimpinan Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi. Sumpah Palapa ini ditemukan pada teks Jawa Pertengahan Pararaton yaitu ia baru akan menikmati palapa atau rempah-rempah yang diartikan kenikmatan duniawi jika telah berhasil menaklukkan Nusantara,  yang berbunyi, Sumpah Palapa tersebut sangat menggemparkan para undangan yang hadir dalam pelantikan Gajah Mada sebagai patih Amangku bumi. Ra Kembar mengejek Gajah Mada sambil mencaci maki, undangan yang lain turut serta mengejek, Jabung Tarewes dan Lembu Peteng tertawa terpingkal pingkal. Gajah Mada yang merasa terhina akhirnya turun dari paseban menghadap kaki sang Ratu dan berkata bahwa hatinya sangat sedih dengan penghinaan tersebut. Akhirnya setelah acara tersebut Gajah Mada kemudian menyingkirkan Ra Kembar untuk membalaskan dendamnya karena mendahului mengepung Sadeng. Sumpah Palapa tersebut diucapkan dengan kesungguhan hati oleh Gajah Mada , oleh karena itu ia sangat marah ketika ditertawakan.

Program politik yang dijalankan oleh Gajah Mada berbeda dengan yang dijalankan oleh Prabu Kertarajasa dan Prabu Jayanagara dimana dalam masa pemerintahan ke dua tokoh tersebut para menteri kebanyakan diambil dari orang orang yang terdekat yang dianggap berjasa oleh kedua tokoh tersebut. Dan ketika orang orang kepercayaan tersebut melakukan pemberontakan maka pemerintahan tersebut hanya disibukkan oleh pembasmian pemberontakan sehingga mereka tidak berkesempatan untuk menjalankan politik untuk mengembangkan wilayah kerajaan. Demikianlah Gajah Mada dalam menjalankan Politik Nusantaranya para pejabat – pejabat yang dahulu mengejek dan menertawakannya disingkirkan satu persatu. Ra Kembar dan Warak yang mengejeknya habis habisan kemudian disingkirkan. Dengan adanya Sumpah Amukti Palapa, maka Gajah Mada bercita-cita mempersatukan wilayah Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit. Sehingga untuk mewujudkan sumpah tersebut, pasukan Majapahit yang dipimpin Gajah Mada dan dibantu oleh Adityawarman melakukan politik ekspansi/penyerangan keberbagai daerah dan berhasil. Atas jasanya Adityawarman diangkat menjadi Raja Melayu tahun 1347 untuk menanamkan pengaruh Majapahit di Sumatera. Walaupun ada sejumlah orang yang meragukan sumpahnya, Patih Gajah Mada berhasil menaklukkan Nusantara. Daerah Daerah yang dikuasai Majapahit dibawah Patih Gajah Mada antara lain : Bedahulu (Bali) dan Lombok (1343), Palembang, Swarnabhumi (Driwijaya), Tamiang, Samudra Pasai, dan negeri-negeri lain di Swarnadwipa (Sumatra) telah ditaklukkan. Lalu Pulau Bintan, Tumasik (Singapura), Semenanjung Malaya, dan sejumlah negeri di Kalimantan seperti Kapuas, Katingan, Sampit, Kotalingga (Tanjunglingga), Kotawaringin, Sambas, Lawai, Kandangan, Landak, Samadang, Tirem, Sedu, Brunei, Kalka, Saludung, Solok, Pasir, Barito, Sawaku, Tabalung, Tanjungkutei, dan Malano. Dengan konsep persatuannya ini, berbuah pada meredanya pertumpahan darah antar kerajaan-kerajaan tersebut yang semula selalu saling mengintai dan berupaya saling menguasai melalui jalan peperangan yang menimbulkan banyak korban terutama terhadap rakyat masing-masing dapat dihindari dengan pengayoman Majapahit dan semboyan bhinneka tunggal ika, tan hana dharma mangrwa, diantara kerajaan-kerajaan tersebut kemudian bisa menjadi lebih menekankan perhatiannya kepada upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemajuannya sendiri maupun bersama-sama. Selain itu juga menjadi lebih kuat menghadapi ancaman penjajah asing (Tiongkok/Tartar), menggantinya menjadi hubungan kerjasama dagang dan budaya yang saling menguntungkan masing-masing pihak.

4. Buatlah peta wilayah Nusantara pada abad ke-10 sampai 15 Masehi.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Sejarah Indonesia Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Uji Kompetensi Apa pelajaran yang dapat kamu petik dari belajar tentang perkembangan Kerajaan Majapahit Halaman 144 Bab 2 (Pedagang, Penguasa dan Pujangga pada Masa Klasik (Hindu-Buddha))”, Dan terima kasih sudah berkunjung blog yang sederhana. Semoga kunci jawaban ini bisa membantu kalian yang belum menjawab Soal dan Kunci Jawaban Sejarah Indonesia Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Uji Kompetensi Apa pelajaran yang dapat kamu petik dari belajar tentang perkembangan Kerajaan Majapahit Halaman 144 Bab 2 (Pedagang, Penguasa dan Pujangga pada Masa Klasik (Hindu-Buddha)). Jika ada kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika ada pertanyaan dan ada saran untuk kelebihan dan kekurangan selain ini bisa komen di kolom komentar.

Kata Kunci:

  • https://laguasyik com/apa-pelajaran-yang-dapat-kamu-petik-dari-belajar-tentang-perkembangan-kerajaan-majapahit/

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Sebagaimana diketahui energi yang dihasilkan untuk satu gram lemak lebih besar dibandingkan dengan energi yang dihasilkan oleh 1 gram karbohidrat. Namun, karbohidrat dijadikan sebagai sumber energi utama. Bagaimana analisis kamu mengenai hal tersebut? Coba jelaskan!

[Kunci Jawaban] Sebagaimana diketahui energi yang dihasilkan untuk satu gram lemak lebih besar dibandingkan dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!