Breaking News

Aktivitas 8.3 Menyelidiki Faktor-faktor yang Memengaruhi Frekuensi Pernapasan

Natural Science Questions and Answers for Class 8 Curriculum 2013 Revised 2017 Activity 8.3 Investigating Factors Affecting Respiratory Frequency Pages 56-57 Chapter 8 (Human Respiratory System) ~ Assalamualikum semuanya, kembali lagi bersama laguasyik.com. Pada kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Aktivitas 8.3 Menyelidiki Faktor-faktor yang Memengaruhi Frekuensi Pernapasan Halaman 56-57 Bab 8 (Sistem Pernapasan Manusia) kepada para siswa/siswi yang melihat artikel ini. Yuk, kita langsung saja ke soal dan jawabannya. ~

Ayo, Kita Lakukan

Aktivitas 8.3  Menyelidiki Faktor-faktor yang Memengaruhi Frekuensi Pernapasan

Apa yang kamu perlukan?

  1. Stopwatch atau jamAktivitas 8.3 Menyelidiki Faktor-faktor yang Memengaruhi Frekuensi Pernapasan
  2. Kertas dan pena

Apa yang harus kamu  lakukan?

  1. Bekerjalah secara berkelompok. Usahakan agar dalam satu kelompok terdapat anggota laki-laki dan perempuan.
  2. Lakukan perhitungan napas selama 15 detik untuk masing- masing kegiatan berikut. Lakukan masing-masing kegiatan dengan 2 kali ulangan.

Tabel 8.2 Data Perhitungan Frekuensi Pernapasan

Apa yang perlu kamu diskusikan?

1. Berdasarkan hasil pengamatanmu, manakah yang lebih tinggi frekuensi pernapasan laki-laki atau perempuan? Menurutmu mengapa demikian?

Umumnya frekuensi pernapasan laki-laki lebih cepat daripada perempuan. Dalam satu menit, lebih banyak siklus pernafasan yang dilakukan oleh orang dengan jenis kelamin laki-laki.

Hal ini terjadi karena laki-laki umumnya beraktivitas lebih banyak daripada perempuan. Semakin banyak aktivitas maka semakin banyak pula energi yang dibutuhkan, berarti semakin banyak pula O2 yang diambil dari udara.

2. Posisi tubuh manakah yang memiliki frekuensi pemapasan paling tinggi? Mengapa demikian?

Pada posisi tubuh berdiri. Posisi tubuh ini membutuhkan energi yang lebih besar, bila dibandingkan dengan saat sesorang duduk atau berbaring itdur.

Akibatnya, seperti dijelaskan di atas, karena tubuh memerlukan energi lebih banyak, maka semakin banyak pula oksigen yag diperlukan, sehingga dia akan semakin sering melakukan pernafasan.

3. Menurutmu apakah kegiatan tubuh memengaruhi frekuensi pemapasan? Mengapa demikian?

Ya, kegiatan tubuh mempengaruhi pernafasan. Terlihat dari kegiatan tubuh yang lebih intens atau menguras energi akan menyebabkan frekuensi pernafasan meningkat.

Energi yang dihasilkan untuk aktivitas, terutama pada otot, berasal dari metabolisme yang menggunakan oksigen.

Awalnya zat gula atau glukosa dalam darahdiubah melalui proses yang disebut “glikolisis”, dimana glukosa dipecah atau dimetabolisme menjadi zat yang disebut piruvat. Bila tubuh memiliki banyak oksigen, piruvat akan diolah lebih lanjut melalui respirasi aerobik (dengan oksigen) untuk dipecah lagi untuk mendapatkan lebih banyak energi.

Tapi ketika oksigen terbatas,misalnya saat kita beraktivitas berat atau berolahraga, terjadilah respirasi anaerob (tanpa oksigen) di tubuh. Respirasi anaerob ini akan mengubah piruvat menjadi asam laktat. Kemudian, asam laktat dapat terakumulasi ke tingkat tinggi, yang menyebabkan perasaan lelah atau capek.

Apa yang dapat kamu simpulkan?

Berdasarkan hasil percobaan dan diskusi yang telah kamu lakukan, apa saja yang dapat kamu simpulkan?

Berdasarkan  data yang diperoleh, dapat dilihat bahwa setiap probandus mengalami kenaikan frekuensi pernapasan setelah melakukan aktivitas. Frekuensi pernapasan akan semakin meningkat ketika aktivias yang dilakukan semakin berat. Hal ini dapat dilihat dari frekuensi rata-rata setiap probandus yang semakin meningkat ketika melakukan aktivitas yang semakin berat, seperti probandus Anna dengan frekuesi rata-rata saat duduk adalah 18,3 kemudian menjadi  43 saat melakukan jogging dan berubah menjadi 44 saat selesai naik turun tangga, kemudian pada probandus TohJaya, frekuensi rata-ratanya saat duduk adalah 15,7 kemudian menjadi  20,7 setelah melakukan jogging dan berubah menjadi 28,3 saat selesai naik turun tangga.

Hal ini dikarenakan saat melakukan aktivitas berat maka tubuh akan mebutuhkan lebih banyak energi dibandingkan dengan orang yang tidak melakukan kegiatan (santai/duduk). Tubuh memerlukan lebih banyak oksigen untuk oksidasi biologi dan lebih banyak memproduksi zat sisa. Tubuh perlu meningkatkan frekuensi pernapasan agar dapat menyediakan oksigen yang lebih banyak.

Kemudian pada data dapat dilihat juga frekuensi rata-rata pernapasan setiap probandus berbeda antara satu dengan yang lain hal ini disebabkan karena kondisi fisiologis individu yang berbeda. Hal ini termasuk perbedaan jenis kelamin, dan posisi tubuh.

Seperti pada probandus Firman yang semua frekuensi rata-rata pada aktivitas yang dilakukan lebih rendah  dari probandus Anna dan probandus wanita lainnya. Berdasarkan data tersebut membuktikan bahwa frekuensi pernapasan laki-laki lebih kecil daripada frekuensi perapasan wanita. Hal ini disebakan wanita pada umumnya memiliki volume paru-paru lebih kecil dari laki-laki sehingga frekuensi bernapasnya lebih banyak.

Kemudian posisi tubuh juga mempengaruhi besar kecilnya frekuensi pernapasan setiap probandus. Hal ini dapat dilihat frekuensi rata-rata probandus dari posisi tubuh saat duduk dan berdiri yaitu pada saat jogging dan naik turun tangga yang berbeda.

Seperti pada probandus Ilalang, saat posisi duduk frekuensi rata-ratanya adalah 23 dan berubah menjadi 27,7/45 saat posisi berdiri. Perbedaan ini disebabkan karena pada tubuh yang berdiri, otot-otot kaki akan berkontraksi sehingga diperlukan tenaga untuk menjaga tubuh tetap tegak berdiri. Banyaknya tenaga juga dipengaruhi oleh beratnya badan, semakin berat badan yang disangga maka semakin besar energi yang diperlukan dan  semakin besar juga oksigen yang dibutuhkan tubuh. Sehingga frekuensi pernapasannya juga akan meningkat.

Hal ini dapat dilihat dari berat badan probandus yang membuktikannya, seperti berat badan probandus Laras sebesar 40 dengan frekuensi rata-rata saat posisi berdiri 27/39 dengan berat badan probandus Anna sebesar 48 dengan frekuensi rata-rata saat posisi berdiri 43/44. Berat badan probandus Anna lebih besar dari berat badan probandus Laras sehingga frekuensi pernapasan Anna lebih besar daripada frekuensi pernapasan Laras saat posisi berdiri.

 Sedangkan pada posisi duduk beban berat tubuh disangga oleh sebagian besar bagian tubuh sehingga terjadi penyebaran beban. Hal ini mengakibatkan jumlah energi yang diperlukan untuk menyangga tubuh tidak terlalu besar sehingga frekuensi pernapasannya juga rendah.

Simpulan

  • Frekuensi pernapasan seseorang berbeda beda meski melakukan aktivitas yang sama.
  • Aktivitas yang dilakukan seseorang dapat berpengaruh terhadap frekuensi pernapsannya. Semakin berat aktivitas yang dilakukan maka akan semakin besar frekuensi pernapasannya.
  • Jenis kelamin berpengaruh terhadap frekuensi pernapasan seseorang. Jenis kelamin laki-laki lebih rendah frekuensi pernapasannya daripada frekuensi pernapasan wanita.
  • Posisi tubuh seseorang berpengaruh terhadap frekuensi pernapasannya. Pada posisi berdiri frekuensi pernapasaan lebih besar daripada posisi duduk atau santai.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Aktivitas 8.3 Menyelidiki Faktor-faktor yang Memengaruhi Frekuensi Pernapasan Halaman 56-57 Bab 8 (Sistem Pernapasan Manusia)”, Dan terima kasih sudah berkunjung blog yang sederhana. Semoga kunci jawaban ini bisa membantu kalian yang belum menjawab Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Aktivitas 8.3 Menyelidiki Faktor-faktor yang Memengaruhi Frekuensi Pernapasan Halaman 56-57 Bab 8 (Sistem Pernapasan Manusia). Jika ada kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika ada pertanyaan dan ada saran untuk kelebihan dan kekurangan selain ini bisa komen di kolom komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Perhatikan tabel hasil percobaan tentang pemuaian zat cair berikut ini a. Rumuskan masalah yang sesuai dengan tabel di atas! b. Berdasarkan masalah dan data tabel tersebut, apa kesimpulannya?

[Kunci Jawaban] Perhatikan tabel hasil percobaan tentang pemuaian zat cair berikut ini a. Rumuskan masalah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!