Breaking News

Aktivitas 6.5 Apakah para tokoh pahlawan Nasional di atas ada yang berasal dari daerah kalian

Questions and Answer Keys for PPKN Class 7 Curriculum 2013 Revised 2016 Activity 6.5 Do the above national heroes come from your area? Page 155 Chapter 6 (Regions within the Framework of the Unitary State of the Republic of Indonesia) ~ Assalamualikum Semuanya, Kembali lagi Bersama laguasyik.com. Pada Kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban PPKN Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Aktivitas 6.5 Apakah para tokoh pahlawan Nasional di atas ada yang berasal dari daerah kalian Halaman 155 Bab 6 (Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia) Kepada Para Siswa/Siswi Yang melihat Artikel Ini. Yuk, Kita Langsung saja ke Soal dan Jawabannya. ~

Aktivitas 6.5

Apakah para tokoh pahlawan Nasional di atas ada yang berasal dari daerah kalian? Apabila tidak ada cobalah kalian sebutkan tokoh pahlawan di daerah yang paling dekat dengan kalian yang melakukan perlawanan terhadap penjajahan di Indonesia! Coba kalian secara kelompok, mengkaji peran daerah kalian dalam perjuangan melawan penjajahan bangsa asing. Perjuangan yang menjadi bahan kajian dapat berupa perjuangan di tingkat desa/kelurahan, kabupaten/kota, provinsi atau wilayah region. Lakukan pengumpulan informasi melalui berbagai sumber belajar, dokumen sejarah, nara sumber di sekitar kalian. Lakukan wawancara dengan nara sumber pelaku sejarah atau orang yang mengetahui. Susun hasil kajian kalian dan sajikan di kelas.

  • Soekarno

Pahlawan kemerdekaan nasional di posisi pertama terdapat Soekarno atau dikenal dengan sebutan Bung Karno. Pria kelahiran Surabaya, 6 Juni 1901 ini merupakan Presiden Indonesia pertama pada periode tahun 1945-1967.

Peran penting sosok Bung Karno bagi Indonesia sendiri berupa sosok proklamator kemerdekaan Indonesia dan pencetus dasar negara, yaitu Pancasila. Sosoknya sendiri dikenal sebagai orator andal yang mampu membangkit semangat para pendengarnya.

Beliau pernah dinyatakan mengidap gangguan ginjal, tapi ia memilih pengobatan tradisional. Sayangnya, pada 21 Juni 1970 beliau menghembuskan nafas terakhirnya di Jakarta, Indonesia.

  • Mohammad Hatta

Seperti sosok Bung Karno menjadi seorang proklamator, Mohammad Hatta telah menjadi salah satu pahlawan daerah Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Mohammad Hatta sendiri memiliki jabatan penting semasa hidupnya, seperti perdana menteri dalam kabinet Hatta I, Hatta II, dan RIS, hingga menjadi wakil presiden Indoensia. Meskipun sebagai seorang politisi, Mohammad Hatta juga dijuluki sebagai ‘Bapak Koperasi’.

Beliau lahir di Bukittinggi pada 12 Agustus 1902 dan meninggal di Jakarta pada 14 Maret 1980. Gelar pahlawan nasional untuk Mohammad Hatta ditetapkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono pada 7 November 2012, gelar tersebut turut diberikan kepada mendiang Soekarno.

  • Soedirman

Di Indonesia punya sosok panglima tentara layaknya panglima tempur dalam film Dilan 1990. Sosok tersebut ialah Soedirman, pria kelahiran Bodas Karangjati, 24 Januari 1916. Beliau diangkat sebagai panglima besar dan menjadi jenderal pertama dan termuda Indonesia pada 18 Desember 1948.

Banyak kegiatan militer yang dilakukan olehnya hingga ia menjadi sosok yang dihormati di Indonesia. Meskipun terkena penyakit tuberkulosis paru-paru, ia pantang menyerah dan gigih dalam menjaga keamanan Indonesia. Karena penyakitnya tersebut, ia wafat pada usia 34 tahun, pada tanggal 29 Januari 1950 di Magelang, Jawa Tengah .

  • Pangeran Diponegoro

Bendara Pangeran Harya Dipanegara atau lebih dikenal dengan Diponegoro lahir di Ngayogyakarta Hadiningrat pada tanggal 11 November 1785. Putra sulung dari Sultan Hamengkubuwana III ini dikenal karena menjadi pimpinan Perang Diponegoro dalam kurun waktu tahun 1825-1830.

Perang Diponegoro tercatat sebagai perang dengan korban paling banyak jumlahnya selama sejarah Indonesia. Pengharagaan atas jasa Diponegoro melalui pemakaian namanya sebagai nama salah satu universitas negeri di Semarang, yaitu Universitas Diponegoro (Undip).

Pangeran Diponegoro wafat pada 8 Januari 1985 di Makassar, Sulawesi Selatan. Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno pernah menyelenggarakan Haul Nasional memperingati 100 tahun wafatnya Pangeran Diponegoro, 8 Januari 1955. Sedangkan, pengakuan sebagai Pahlawan Nasional diperoleh Pangeran Diponegoro pada tanggal 6 November 1973 .

  • Imam Bonjol

Nama asli Tuanku Imam Bonjol adalah Muhammad Shahab, lahir di Bonjol, 1 Januari 1772. Ia merupakan seorang ulama dan pemimpin masyarakat setempat. Imam Bonjol berjuang melawan penjajah dalam Perang Padri di Sumatera Barat. Awalnya peperangan tersebut akibat pertentangan terkait masalah agama sebelum berubah menjadi peperangan melawan para penjajah. Perjuangannya tersebut dilakukan bersama pasukannya kaum padri dari tahun 1803-1838 dan pada tahun 1833 hingga 1838 perang kaum padri dan kaum adat berbalik melawan penjajah.

Ia meninggal saat pengasingan di Lotak, 6 November 1864. Kini, namanya pun dikenal sebagai pahlawan dan diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia sejak tanggal 6 November 1973.

Selanjutnya akan ada pahlawan nasional wanita yang turut berpartisipasi dalam perjuangan rakyat Indonesia dalam kemerdekaan Indonesia.

  • Kartini

Raden Adjeng Kartini alias Kartini merupakan sosok pahlawan nasional yang selalu disematkan bagi para pejuang wanita Indonesia hingga kini. Sebagian hidupnya, Kartini menjadi pelopor kebangkitan perempuan pribumi yang memperjuangkan kesetaraan hak kaumnya.

Meskipun berasal dari keluarga ningrat, Kartini memiliki misi mulia, seperti mendirikan sekolah wanita di dekat kantor kabupaten Rembang dan kebebasan hak para kaum perempuan. Berkat misi mulianya, sekolah Kartini berhasil didirikan di beberapa kota besar, Indoensia, salah satunya di Semarang.

Berjuang bukan hanya menggunakan kekuatan fisik saja, Kartini menunjukkan perjuangan dengan kegigihannya dalam mendirikan sekolah wanita dan tulisan-tulisan hebatnya.

Sayangnya di usia yang masih muda 25 tahun, ia wafat di Rembang, 17 September 1904. Dan, kini tiap tanggal lahirnya yang jatuh pada 21 April akan ada peringatan Hari Kartini tiap tahun.

  • Cut Nyak Dhien

Pahlawan nasional wanita yang lahir di Aceh tahun 1848 ini merupakan sosok wanita tangguh yang berani memimpin pasukan terhadap Belanda saat Perang Aceh.

Penyebab Cut Nyak Dhien ikut berperang untuk menghentikan penjajahan Belanda karena mendiang suaminya Ibrahim Lamnga yang tewas berjuang melawan Belanda. Tekad dan semangat Cut Nyak Dhien memperkenalkannya kepada sosok Teuku Umar yang pada akhirnya menjadi suami kedua darinya. Akhirnya mereka berjuang melawan Belanda bersama hingga sang suami turut gugur.

Ia akhirnya ditangkap dan diasingkan hingga meninggal di Sumedang, 6 November 1908 dan dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang.

  • Dewi Sartika

Sosok wanita dengan pemikiran cemerlang lainnya ialah Dewi Sartika. Lahir dari keluarga priyayi Sunda pada tanggal 4 Desember 1884, ia bersikukuh untuk membuka Sekolah Istri atau sekolah perempuan pertama se-HIndia Belanda.

Semangat Dewi Sartika dibuktikan dengan para perempuan lulusan sekolahnya yang memiliki kesamaan dalam kemampuan perempuan dengan laki-laki. Berkat jasanya dalam bidang pendidikan, Dewi Sartika mendapatkan bintang jasa oleh Pemerintah Hindia Belanda. Dan, pada 1 Desember 1966, ia diakui sebagai Pahlawan Nasional. Sayangnya, Ia meninggal pada 11 September 1947 saat masa perang kemerdekaan.

  • Martha Christina Tiahahu

Pahlawan nasional wanita berikutnya ialah Martha yang lahir di Maluku, 4 Januari 1800. Ia dikenal sebagai wanita gagah berani yang turut meangangkat senjata untuk melawan penjajah Belanda.

Martha bersama dengan ayahnya membuat kubu pertahanan dalam pertempuran di Desa Ouw Ullat Jasirah Tenggara, Pulau Saparua. Sayangnya, sang ayah Paulus Tiahahu divonis hukuman mati gantung, sedangkan Martha diasingkan ke pulau jawa dan wafat pada 2 Januari 1818, saat dirinya belum genap berusia 18 tahun.

  • Nyi Ageng Serang

Nyi Ageng Serang merupakan putri Pangeran Natapraja, salah satu panglima perang pasukan Pangeran Mangkubumi. Nama asli beliau ialah Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih, lahir pada tahun 1752, Serang Purwodadi, Jawa Tengah. Beliau ikut memimpin pasukan untuk menahan serbuan pasukan Belanda terhadap daerah Serang.

Nyi Ageng Serang sempat bergabung dengan pasukan Pangeran Diponegoro untuk melawan Belanda. Dengan pasukan Nataprajan, ia bertempur di daerah Serang, Purwodadi, Kudus, Demak, Juwana, Semarang, dan Rembang. Karena usahanya itu, ia diangkat menjadi penasihat pasukan Diponegoro. Meski usianya sudah bertambah tua, ia tetap memimpin pasukannya hingga ia wafat di Yogyakarta pada tahun 1838 karena jatuh sakit.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban PPKN Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Aktivitas 6.5 Apakah para tokoh pahlawan Nasional di atas ada yang berasal dari daerah kalian Halaman 155 Bab 6 (Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia)”, Dan Terima Kasih Sudah Berkunjung Blog Yang Sederhana. Semoga Kunci Jawaban Ini Bisa Membantu Kalian Yang Belum Menjawab Soal dan Kunci Jawaban PPKN Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Aktivitas 6.5 Apakah para tokoh pahlawan Nasional di atas ada yang berasal dari daerah kalian Halaman 155 Bab 6 (Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia). Jika ada Kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun Salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika Ada Pertanyaan Dan Ada Saran Untuk kelebihan dan kekurangan Selain Ini Bisa Komen Di Kolom Komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Apakah yang dimaksud energi fosil? Mengapa kita tidak boleh menggunakan energi yang berasal dari fosil secara berlebihan? Coba jelaskan!

[Kunci Jawaban] Apakah yang dimaksud energi fosil? Mengapa kita tidak boleh menggunakan energi yang berasal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!