Breaking News

Aktivitas 6.1 Tabel 6.1 Perjuangan Pahlawan dalam Meraih Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Questions and Answers for PPKN Class 7 Curriculum 2013 2016 Revision Activity 6.1 Table 6.1 Heroes’ Struggle to Achieve Indonesian Nation’s Independence Page 139-140 Chapter 6 (Regions in the Framework of the Unitary State of the Republic of Indonesia) ~ Assalamualikum Semuanya, Kembali lagi Bersama laguasyik.com. Pada Kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban PPKN Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Aktivitas 6.1 Tabel 6.1 Perjuangan Pahlawan dalam Meraih Kemerdekaan  Bangsa Indonesia Halaman 139-140 Bab 6 (Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia) Kepada Para Siswa/Siswi Yang melihat Artikel Ini. Yuk, Kita Langsung saja ke Soal dan Jawabannya. ~

Aktivitas 6.1

Perjuangan berarti usaha secara sungguh-sungguh untuk mencapai sesuatu. Bagi bangsa Indonesia, perjuangan dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia dimulai sejak terjadinya penjajahan di Indonesia. Carilah informasi tentang Perjuangan Pahlawan di daerahmu dalam meraih kemerdekaan bangsa Indonesia. Gunakan tabel berikut untuk mencatat hasil pencarian informasi yang telah kalian lakukan.

Tabel 6.1 Perjuangan Pahlawan dalam Meraih Kemerdekaan  Bangsa Indonesia

No. Nama Pahlawan/ Perjuangan

Hal Yang Diketahui

1. Perlawanan Rakyat Maluku Masa Perjuangan : 1811-1818
Perjuangan Melawan : VOC Hindia Belanda
Ringkasan Perjuangan : Tokoh yang cukup terkenal dalam perlawanan rakyat Maluku adalah Kapitan Pattimura.Banyak perjuangan yang dilakukan beliau,seperti melakukan berbagai penyerbuan ke benteng VOC,menghancurkan kapal-kapal VOC,menentang berbagai kebijakan Belanda,dsb.Perjuangan Rakyat Maluku harus berakhir kala Kapitan Pattimura karena dihukum gantung pada 16 Desember 1817.Putri Beliau Christina Martha Tiahahu berusaha melanjutkan perjuangan namun akhirnya tertangkap.Putrinya meninggal pada 2 Januari 1818 Karena sakit.
2. Perlawanan Kaum Padri Masa Perjuangan : Masa perjuangan selama 26 Tahun dari 1821 hingga 1837
Perjuangan Melawan : Belanda
Ringkasan Perjuangan : Semula sebelum terjadinya perlawanan Kaum Padri,,terlebih dahulu terjadi konflik antara kaum Padri dengan kaum Adat.Belanda yang datang kemudian berusaha megadu domba antara Kaum Padri dengan Kaum Adat dengan tujuan ingin menguasai Sumatera Barat.Usaha adu domba ini akhirnya tercium oleh Kaum Padri dan Kaum Adat,yang akhirnya kedua kaum ini Bersama-sama melakukan perlawanan terhadap Belanda.Perlawanan ini dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol.
3. Perlawanan Pangeran Diponegoro Masa Perjuangan : 1825-1830
Perjuangan Melawan : Kolonial Belanda
Ringkasan Perjuangan : Perang Diponegoro terjadi ketika Pangeran Diponegoro melancarkan pemberontakan terhadap kesultana Yogyakarta dan Belanda pada tahun 1825.Penyebab perang ini adalah :

  • Pengaruh Belanda di kesultanan Yogyakarta,
  • Perampasan tanah milik bangsawan termasuk milik Pangeran Diponegoro oleh Belanda,
  • Pembangunan jalan oleh Belanda di tanah makam leluluhur Pangeran Diponegoro.
  • Paksaan pada penduduk Jawa untuk menanam tanaman untuk dieksport oleh Belanda.  

Awalnya Pangeran Diponegoro memperoleh keberhasilan dalam perang ini, karena dukungan dari rakyat yang menentang Belanda.

Namun perlahan Belanda berhasil membalik keadaan. Belanda mendatangkan pasukan kolonial Hindia Belanda (KNIL) dari pulau lain dan dari Belanda sendiri. Belanda kemudian menekan pasukan Diponegoro dengan sistem benteng atau yang biasa disebut benteng-stelsel yang membatasi gerakan pasukan Diponegoro.  

Wabah kolera dan disentri merebak dalam kondisi perang ini dan membunuh banyak rakyat dan pasukan Diponegoro. Penyakit dan strategi Belanda ini melemahkan perjuangan Pangeran Diponegoro.

Kemudian, atu persatu pendukung Pangeran Diponegoro tertangkap atau menyerah, seperti Kyai Mojo pada tahun 1828 dan Pangeran Mangkubumi serta Sentot Alibasyah pada tahun 1829.  

Karena terdesak Pangeran Diponegoro setuju untuk berunding dengan Belanda pada tahun 1830, tetapi oleh Belanda, Pangeran Diponegoro dikhianati dan ditawan, lalu dibuang ke pulau Sulawesi.  

4. Perlawanan Rakyat Sulawesi Masa perjuangan rakyat Sulawesi Selatan berlangsung pada tahun 1829 hingga tahun 1907.
Perlawanan rakyat Sulawesi Selatan menghadapi Belanda.
Ringkasan Perjuangan :

  • Perlawanan disebabkan karena hanya Kerajaan Gowa yang mau mengakui kekuasaan Belanda, sedangkan Kerajaan Soppeng & Wajo tidak.
  • Kurang diterimanya Belanda membuat Belanda menyerang Tanette serta Kerajaan Suppa dan berhasil menguasainya. Hal ini menyebabkan perlawanan dari masyarakat Bone.
  • Akibat perlawanan dari rakyat Sulawesi Selatan, kedudukan Belanda di Makassar makin lemah yang kemudian mendapat bantuan pasukan dari pemerintah kolonial Belanda yang dipimpin van Geen. 5 Februari 1825, van Geen menyerang pusat-pusat pertahanan pasukan Bone.
  • Pertempuran terus berkobar dan pasukan Bone bertahan mati-matian namun kalah dalam persenjataan membuat benteng Bone dapat dikuasai oleh Belanda.
  • Jatuhnya Bone membuat perlawanan rakyat makin melemah, tetapi pertempuran-pertempuran kecil masih terus berlangsung hingga awal abad ke-20.
5. Perlawanan Rakyat Kalimantan Masa perjuangan : 1859-1905
Perjuangan melawan : Belanda
Ringkasan Perjuangan :

  • Perjuangan berlangsung tahun 1859 melawan belanda dan dipimpin oleh Sultan Hidayatullah II dan Pangeran Antasari, di Kesultanan Banjar yang mencakup Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Kemenangan diraih oleh pihak Belanda. Setelah Pangeran Antasari meninggal akibat penyakit paru-paru dan cacar, perjuangan tetap dilanjutkan oleh keturunannya hingga tahun 1905.
  • Perlawanan terhadap Belanda karena mencampuri urusan pemerintahan kerajaan banjar
  • Dipimpin Pangeran Hidayat yang ditangkap dan dibuang ke Cianjur dan dilanjutkan Pangeran Antasari
  • Perjuangan terhenti karena Pangeran Antasari wafat karena penyakit cacar dan dimakamkan di Banjarmasin
6. Perlawanan Rakyat Aceh Masa Perjuangan : 1873-1904
Perjuangan Melawan : Pemerintah Hinda Belanda
Ringkasan Perjuangan :

  • Dibawah pimpinan Mayor Jenderal Kohler, Belanda mendahului menyerang Aceh pada 1873 dan  Belanda berhasil dipukul mundul, dengan Kohler yang diketahui telah tewas. Pada akhir tahun 1873, di bawah pimpinan Mayor Jenderal Van Swieten Belanda melakukan serangan lagi dengan kekutan 8.000 orang tentara. Pada akhirnya Belanda berhasil menduduki istana kesultanan pada 1874. Sultan dan para tokoh yang meninggalkan istana terus melakukan perlawanan di luar kota. Pada 28 Januari 1874, Sultan Mahmud Syah wafat lalu digantikan oleh putranya yaitu Muhammad Daud Syah.
  • Belanda menyerang Aceh dengan menghancurkan masjid Baiturahman dan Jenderal Kohler tewas 
  • Belanda pergi dari Aceh 
  • Belanda datang kembali dipimpin Jederal J.Van Swieten
  • Tokoh aceh bersatu sehingga belanda mengalami kesulitan dan mengirim Dr.Snouck Hurgroje seorang belanda yang ahli islam untuk mempelajari kehidupan sosial budaya aceh. Siasat inilah yang akhirnya dapat menaklukkan Aceh
7. Perlawanan Rakyat Tanah Batak Masa perjuangan Rakyat Tanah Batak dilakukan disaat tahun 1870 dan kemudian berakhir ditahun 1907.
Pada masa perjuangan yang dilakukan oleh rakyat tanah batak sendiri adalah sebuah bentuk dari perjuangan dimana untuk melawan atas sebuah tindakan tentara yang berasal dari Belanda yang dimana mereka berusaha untuk melakukan kegiatan pemecahbelahan pada sebuah kerajaan di daerah tanah Batak, Indonesia yang dimana mereka menggunakan sebuah teknik yang disebut devide at impera.
Ringkasan Perjuangan :

·        Perlawanan dilatarbelakangi oleh ekspedisi militer pemerintah Hindia Belanda yang ingin menaklukan daerah Sumatera Utara, peristiwa terbunuhnya Sisimangaraja X yang membuat rakyat Batak mulai hati-hati dan tidak simpatik akan kedatangan Belanda. Perlawanan ini juga dilatarbelakangi oleh upaya perluasan agama di Batak yang dianggap membahayakan.Perlawanan pertama terjadi di Toba Silindung pada saat pertama kali Belanda menginjakkan kaki di tanah Batak. Perlawanan rakyat Batak memiliki dua macam pertahanan yakni benteng alam dan benteng buatan. Pertempuran pun semakin merajalela. Perlawanan ini berakhir ketika Sisimangaraja XII gugur dan menyebabkan wilayah Batak jatuh ke tangan Belanda.

  • Belanda melakukan sebuah serangan yang dilakukan ke daerah yang disebut dengan Tapanuli, tetapi serangan yang dilakukan oleh Belanda tersebut dapat dihalang dan kemudian digagalkan oleh rakyat setempat.
  • Rakyat Tanah Batak kemudian melakukan penyerangan terhadap Belanda yang dilakukan oleh masyarakat setempat didaerah Silindung Humang dan juga di daerah Tobe Hulbung
  • Rakyat Tanah Batak kemudian melakukan penyerangan terhadap Belanda yang dilakukan oleh masyarakat setempat didaerah Tana Gayo dan juga di daerah Danau Toba
  • Rakyat Tanah Batak kemudian melakukan penyerangan terhadap Belanda yang dilakukan oleh masyarakat setempat didaerah pusat yang berada di daerah Sisingamangaraja di wilayah Fak-Fak
  • Hal lainnya yang membangkitkan semangat perjuangan adalah dikarenakan gugurnya Sisingamangajara yang kemudian dilakukan pemakaman dan makan tersebut yang sebelumnya berada di Terutung lalu dilakukan pemindahan makam ke daerah Bali
8. Perlawanan Rakyat Bali Masa Perjuangan : 1846-1849
Perjuangan Melawan : Belanda
Ringkasan Perjuangan : Perjuangan oleh rakyat Bali dikenal dengan istilah Puputan Jagaraga. Perlawanan ini dilakukan dikarenakan kesewenang-wenangan Belanda terhadap kerajaan di Bali. Perlawanan rakyat Bali akhirnya berakhir ketika seluruh kerajaan berhasil diambil alih oleh Belanda.
9. Sumpah Pemuda Masa Perjuangan : 27 Oktober 1928 – 28 Oktober 1928
Perjuangan Melawan : Pemerintah Hindia Belanda
Ringkasan Perjuangan : Sumpah Pemuda merupakan salah satu dari dua tonggak utama yang menandai lahirnya pergerakan kemerdekaan Indonesia. Berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908 dan Sumpah Pemuda pada 1928 menjadi awal kebangkitan nasional dimana kesadaran rakyat sebagai orang Indonesia mulai tumbuh. Boedi Oetomo dan Sumpah Pemuda sendiri merupakan dampak dari politik etis yang dipelopori dan diperjuangkan Douwes Dekker atau Multatuli.

Sumpah Pemuda merupakan ikrar yang menegaskan cita cita berdirinya Negara Indonesia. Ikrar ini sebenarnya merupakan hasil dari Kongres Pemuda II yang diadakan di Batavia oktober tahun 1928 selama 2 hari yakni tanggal 27 hingga 28 oktober.

Adapun susunan kepanitiaan pada Kongres Pemuda II tersebut adalah:

  • Sugondo Djojopuspito perwakilan dari PPPI sebagai ketua kongres.
  • RM Joko Marsaid perwakilan Jong Java sebagai wakil ketua kongres.
  • Muhammad Yamin perwakilan dari Jong Soematranen Bond sebagai sekretaris.
  • Amir Sjarifudin perwakilan Jong Bataks Bond sebagai bendahara.
  • Johan Mohammad Cai perwakilan Jong Islamieten Bond sebagai pembantu I.
  • R. Katjasoengkana perwakilan Pemoeda Indonesia sebagai pembantu II.
  • R.C.I Sendoek perwakilan dari Jong Celebes sebagai pembantu III.
  • Johannes Leimana perwakilan Jong Ambon sebagai pembantu IV.
  • Moh. Rochjani Su’ud perwakilan Pemoeda Kaoem Betawi sebagai pembantu V.

Kongres Pemuda II dilaksanakan dalam 3 rapat, berturut-turut di gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), gedung Oost-Java Bioscoop dan rapat penutup di gedung Indonesische Clubgebouw. Lagu Indonesia Raya dilantunkan pada acara penutupan namun tanpa syair, hanya diminkan dengan biola oleh WR Supratman. Lagu tersebut disambut baik oleh pemuda. 

Kemudian kongres Pemuda II ini ditutup dengan mengumumkan hasil kongres yang ditulis oleh Moh. Yamin yang awalnya dibacakan oleh Soegondo lalu kemudian dijelaskan secara rinci oleh Moh. Yamin.

Rumusan hasil Kongres Pemuda II tersebut saat itu disebut Sumpah Setia. Adapun isinya dalam ejaan yang belum disempurnakan sebagai berikut:

  • Pertama : “Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.”
  • Kedoea : “Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.”
  • Ketiga : “Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.”
10. BPUPKI Masa Perjuangan : 1 Maret 1945 – 17 Juli 1945
Perjuangan Melawan : Pemerintah Jepang
Ringkasan Perjuangan : BPUPKI adalah kepanjangan dari Badan Penyelidik Usaha -Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau dalam bahasa Jepangnya disebut Dokuritsu Junbi Cosakai. Ketuanya yaitu Dr.Radjiman Wedyodiningrat dan wakilnya Ichibangase. BPUPKI dibentuk tanggal 29 April 1945. Sidang BPUPKI 1 yaitu tanggal 29 Mei-1 Juni 1945 menghasilkan rancangan Dasar Negara dan Sidang kedua tanggal 10-17 Juli 1945 menghasilkan UUD.
11. Proklamasi Kemerdekaan Masa Perjuangan : 1 Agustus 1945
Perjuangan Melawan  : Pemerintah Jepang
Ringkasan Perjuangan : Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00-04.00 di hari.Teks Proklamasi Kemerdekaan di tulis di ruang makan di Laksamada Tadashi Maeda Jalan Imam Bonjol No.1 yang disusun oleh Ir.Soekarno,Drs.Moh.Hatta,dan Ahmad Soebardjo.Konsep Teks Proklamasi Kemerdekaan ditulis sendiri oleh Ir.Soekarno.

Di ruang depan,hadir B.M.Diah Sayuti Melik,Sukami,dan Soediro.Sukami mengusulkan agar yang menandatangani Teks Proklamasi Kemerdekaan itu adalah Ir.Soekarno dan Drs.Moh.Hatta atas nama Bangsa Indonesia.Teks Proklamasi itu diketik oleh Sayuti Melik.Pagi Harinya,17 Agustus 1945,di Kediaman Soekarno,Jalan Pegangsaan timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo,Wilopo,Gafar Pringgodigdo,Tabrani,Trimurti.

Acara dimulai pada pukul 10.00 dengan pembacaan proklamasi oleh Ir.Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks.Kemudian bendera merah putih yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati dikibarkan,disusul dengan sambutan oleh Soewirjo,wakil walikota Jakarta saat itu Moewardi,pimpinan barisan pelopor.

12. PPKI Masa Perjuangan : 7 Agustus 1945 – 22 Agustus 1945
Perjuangan Melawan : Pemerintah Jepang
Ringkasan Perjuangan : PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1945 beranggotakan 21 orang. 12 orang Jawa, 3 orang dari Sumatera, 3 orang dari Sulawesi, sedangkan Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku dan Tionghua diwakili masing-masing 1 orang.

PPKI secara simbolik dilantik oleh Jenderal Terauchi pada tanggal 9 Agustus 1945 dengan mendatangkan Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta dan Radjiman Wediodiningrat ke Dalat, Vietnam Selatan.

PPKI diketuai oleh Ir. Soekarno,  wakil ketua Dr. Moh. Hatta, dan penasihat Ahmad Soebardjo.

Anggota PPKI dipilih langsung oleh Jenderal Terauchi selaku penguasa perang tertinggi Jepang di Asia Tenggara. 

Tanpa sepengetahuan Jepang, PPKI menambah 6 orang lagi anggota yakni R.A.A. Wiranatakoesoema,  Ki Hajar Dewantara, Mr. Kasman Singodimejo, Sayuti Melik, Iwa Koesumasumantri, dan Mr. Ahmad Soebardjo. Dengan demikian, PPKI diambil alih oleh bangsa Indonesia dari badan bentukan Jepang menjadi alat perjuangan rakyat Indonesia sendiri.

PPKI dibentuk sesaat setelah BPUPKI dibubarkan oleh Jepang pada tanggal 7 Agustus 1945, karena BPUPKI dianggap terlalu cepat mewujudkan kehendak Indonesia merdeka, dan juga menolak adanya keterlibatan pemimpin pendudukan Jepang dalam persiapan kemerdekaan Indonesia. 

Tugas PPKI adalah melanjutkan pekerjaan BPUPKI dan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Peranan PPKI dalam Mempersiapkan Pembentukan Pemerintahan

Pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Mendengar berita kekalahan Jepang tersebut, PPKI segera mengadakan pertemuan-pertemuan untuk mempersiapkan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Selama masa tugasnya, PPKI melaksanakan sidang sebanyak tiga kali.

Sidang-sidang PPKI dan hasil keputusannya.

Sidang I PPKI tanggal 18 Agustus 1945, menghasilkan keputusan sebagai berikut:

  • Mengesahkan rancangan UUD sebagai UUD Negara RI
  • Memilih Ir. Soekarno sebagai presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil presiden
  • Untuk sementara waktu Presiden dibantu oleh sebuah Komite Nasional Indonesia

Sidang II PPKI tanggal 19 Agustus 1945, menghasilkan keputusan sebagai berikut:

  • Menetapkan wilayah Indonesia menjadi delapan provinsi dan menunjuk gubernurnya
  • Menetapkan dua belas departemen beserta menteri-menterinya
  • Mengusulkan dibentuknya tentara kebangsaan
  • Pembentukan komite nasional disetiap provinsi

Sidang III PPKI tanggal 22 Agustus 1945 menghasilkan keputusan sebagai berikut:

  • Dibentuknya Komite Nasional
  • Dibentuknya Partai Nasional Indonesia
  • Dibentuknya tentara kebangsaan

Tanggal 22 Agustus 1945 PPKI menyelesaikan tugasnya, tetapi PPKI baru dibubarkan pada tanggal 29 Agustus 1945 bersamaan dengan pelantikan anggota Komite Nasional Indonesia.

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang “Soal dan Kunci Jawaban PPKN Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Aktivitas 6.1 Tabel 6.1 Perjuangan Pahlawan dalam Meraih Kemerdekaan  Bangsa Indonesia Halaman 139-140 Bab 6 (Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia)”, Dan Terima Kasih Sudah Berkunjung Blog Yang Sederhana. Semoga Kunci Jawaban Ini Bisa Membantu Kalian Yang Belum Menjawab Soal dan Kunci Jawaban PPKN Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Aktivitas 6.1 Tabel 6.1 Perjuangan Pahlawan dalam Meraih Kemerdekaan  Bangsa Indonesia Halaman 139-140 Bab 6 (Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia). Jika ada Kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun Salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Jika Ada Pertanyaan Dan Ada Saran Untuk kelebihan dan kekurangan Selain Ini Bisa Komen Di Kolom Komentar.

About Muhammad

Check Also

[Kunci Jawaban] Emilia akan menggunakan petunjuk yang tertera pada kemasan sirup rasa melon.“Tambahkan 13 cangkir air untuk setiap 2 cangkir sirup rasa melon.” Di antara proporsi berikut yang dapat digunakan untuk menentukan w, banyak cangkir air yang harus Emilia tambahkan untuk 5 cangkir sirup rasa melon adalah

[Kunci Jawaban] Emilia akan menggunakan petunjuk yang tertera pada kemasan sirup rasa melon. “Tambahkan 13 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!